Feature

Hati-Hati Percaya Pada Orang Lain, Bahkan Setan pun Dulu Pernah Di Surga

“Karena banyak manusia seperti setan, dan setan yang seperti manusia”

Tapi ini bukan lagi soal si setan yang kadang merayu, tapi manusia yang kadang jauh lebih sadis dari setan. Terpedaya oleh tampilan luarnya, kita kerap jadi korban kebohongan hebat yang dia ciptakan. Fenomena ini jadi salah satu kefanaan dunia yang harus kita waspadai. Sedikit saja kita lengah dalam mempercayai orang, maka kerugianlah yang akan datang.

Karena segala sesuatu yang kita letakkan dengan takaran berlebihan, tentu tak baik. Termasuk dalam hal mempercayai orang. Namun perjalanan hidup kadang membawa kita pada beberapa kejadian tak menyenangkan. Salah satunya, percaya pada orang yang salah.

Percaya Boleh Saja, Asal Pada Orang yang Benar

Maaf bukan berniat memberi pengaruh buruk dalam hidupmu, tapi ini penting untuk dilakukan. Dari banyaknya orang yang kita kenal dengan baik, tak semuanya sedang menunjukkan jati dirinya. Rambut boleh sama hitam, isi kepala tak ada yang tahu Kawan!

Pasalnya seorang bajingan biasanya akan bersikap bak malaikat untuk bisa menusukkan pisaunya lebih dalam. Maka untuk urusan percaya kepada orang, kadang jadi sesuatu yang memang membingungkan. Tak hanya dia yang memang terlihat tak bersahabat saja, dia yang bersikap manis juga tak bisa kita percayai sepenuhnya.

Cobalah untuk lebih waspada lagi, dengan tak terlalu percaya sepenuhnya.

Karena Jika Sudah Terlalu Percaya, Bersiaplah Untuk Kebohongan yang Tiada Habisnya

Mereka yang kerap berbohong layaknya seorang pecandu. Sekali ia mencicipinya maka akan berulang. Tak peduli apa pun itu alasannya, kitalah yang seharusnya menjauh.

Tak ada yang perlu ditolerir lagi, sekali kamu akan jatuh maka itu akan terus berlanjut. Mempercayainya sekali saja, maka akan dijadikannya sebagai alat untuk terus menerus memperdayai kita. Sehingga secara tak sadar, kita kerap jadi korban.

Situasi ini akan jadi salah satu jebakan yang sulit kita uraikan, bahkan untuk bisa keluar saja kadang susah. Untuk itu hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan tak pernah mempercayai sepenuhnya sejak awal.

Pakai Akalmu Untuk Lebih Kritis, Jangan Asal Mengangguk Tanda Setuju Saja

Jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk percaya begitu saja. Jika ternyata keputusan yang kamu ambil adalah hasil dari desakannya, ini akan jadi hal buruk. Bahkan tak hanya merugikan saja, bisa jadi hal tersebut jadi sesuatu yang menghilangkan kesempatan baik untukmu.

Sisakan sedikit keraguanmu untuk tak langsung mengangguk tanda setuju akan hal yang dia bicarakan. Karena jika ternyata dirinya adalah orang yang benar, maka dia akan berusaha sendiri untuk mendapatkan kepercayaanmu. Kadang kala kepercayaan yang diberikan justru digunakan untuk hal yang sama sekali tak bermanfaat untuk kita. Jadi untuk apa?

Selanjutnya Cobalah Gali dan Cari Bukti-bukti Untuk Segala Sesuatu yang Kerap Dia Sampaikan

Hindari untuk percaya pada apa pun yang terdengar baik di telinga. Segala hal yang disampaikan olehnya, patut jadi sesuatu yang dipertimbangkan. Baik dari caranya berbicara hingga kepada apa saja yang dia bicarakan padamu. Untuk memperkuat bujukannya, kadang dia akan menggunakan orang lain agar kita lebih percaya.

Meski kadang ada hal-hal yang memang tidak kita tahu, jangan langsung percaya dulu. Carilah beberapa referensi untuk sumber informasi yang memang telah terpercaya. 

Tak Perlu Ragu Untuk Mengatakan “Tidak” Jika Memang Ada Sesuatu yang Dirasa Janggal

Ini adalah sikap yang harus lantang disuarakan, tanpa memandang siapa pun. Pada beberapa kasus, kita sering kali tertipu oleh bujuk daya si manusia yang mirip setan. Hanya karena takut untuk menolak percaya dan berkata tidak.

Kesempatan seperti ini jadi peluang emas baginya, untuk leluasa memanfaatkan keraguan yang kita punya. Dengan begitu mereka akan lebih giat menggencarkan bujukannya.

Tak tanggung-tanggung, orang-orang sepertinya ini kadang tak peduli seberapa kecewanya kita karena telah dibohongi oleh dia yang tadinya kita percayai. Isi kepalanya telah dipenuhi hal-hal yang hanya akan membuat dia mendapatkan keuntungan, meski dengan menyakiti orang lain.

Kalau Sudah Terlanjur Percaya dan Dibohongi, Belajarlah dari Pengalaman

Tak ada manusia yang sempurna, begitu pula pada kemampuan mempercayai sesama. Beberapa kali kita akan bertemu atau mungkin menjalin hubungan dengan manusia yang seperti itu. Jika ternyata sedang bernasib buruk, bisa saja ini terjadi dan merugikan kita. Namun demi tak mengulangi hal buruk yang sama, mulailah membentengi diri dengan rasa percaya yang tak dipakai pada sembarangan orang.

Bersikaplah tegas pada mereka yang ternyata telah membohongimu, bahkan siapa pun itu tanpa pandang bulu. Selalu waspada meski katanya dia telah berubah.

Meski tak semua orang berniat membohongi dan memanfaatkan, tapi terlalu percaya pada seseorang bukanlah pilihan baik untuk kita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top