Feature

Hasil Riset : Perempuan Tak Bisa Bekerja dengan Produktif di Ruang yang Terlalu Dingin

Tak hanya perkara fisik semata, untuk urusan pola dan cara kerja, laki-laki dan perempuan memang punya kemampuan yang berbeda. Bahkan ini kian dikuatkan dengan sebuah temuan terbaru dari beberapa peneliti, tentang temperatur udara dalam ruang kerja yang bisa mempengaruhi kemampuan kerja para kaum hawa.

Lain dari para laki-laki yang merasa lebih nyaman untuk bekerja ketika suhu udara lebih dingin, perempuan justru tak bisa bekerja dengan maksimal jika suhu udara terlalu dingin.

Fenomena Ini Tak Hanya Terjadi di Iklim Tropis Saja, Penduduk Negara dengan 4 Musim Pun Merasakannya

Suhu di Indonesia sebagai negara tropis, memang selalu terasa lembab dan panas saja. Tapi ternyata kejadian ini tak terjadi atas perempuan-perempuan yang ada di negara kita saja, bahkan orang-orang di Amerika yang memiliki 4 musim pun merasakannya. Rupanya ini tak sekedar perkara kebiasaan saja, perbedaan tingkat kenyamanan atau daya tahan tubuh seseorang terhadap suhu dingin saja. Karena ada beberapa alasan ilmiah yang mendasari hal tersebut.

Melalui sebuah penelitian, para ahli tersebut menemukan jika perempuan tak bisa lebih baik dalam tes matematika dan verbal ketika temperatur ruangan lebih rendah. Dengan kata lain, ruangan yang dingin membuat perempuan tak bisa produktif dalam berpikir dan bekerja.

Dari Survey, Jumlah Lelaki yang Memilih Suhu Ruang Kerja yang Lebih Dingin Memang Lebih Banyak Dibanding Perempuan

Yap, dari hasil Studi yang dilakukan USC Marshall School of Business, AS dan WZB Berlin Social Science Center di Jerman, penelitian yang berkonsentrasi pada kemampuan kognitif ini, menunjukkan ada alasan spesifik mengapa selama ini pria dan wanita sering berdebat tentang suhu ruangan.

Dilakukan kepada lebih dari 500 pelajar yang diminta untuk mengikuti tes matematika dan verbal. Tes diambil dalam ruangan bersuhu sekitar 16C dan 90C. Hasil pun menunjukkan jika perempuan bukan hanya bisa mengerjakan dengan lebih baik tapi mereka bisa menjawab dengan lebih banyak, ketika berada dalam ruangan dengan suhu yang lebih hangat.

Dan sebaliknya, ketika suhu ruangan direndahkan, para perempuan menjawab lebih banyak salahnya. Anehnya, yang terjadi pada lelaki justru kebalikan dari yang dialami para perempuan. Lelaki lebih bisa menjawab dengan benar ketiika suhu ruangan lebih dingin dan tak bisa menjawab dengan baik ketika ruangan kian hangat.

Fakta Lainnya, Hal Ini Dipengaruhi Pula Oleh Suhu Tubuh antara Perempuan dan Lelaki yang Memang Berbeda

Sebelumnya, penelitian Univesitas Utah juga menemukan jika tangan dan kaki perempuan memang lebih dingin beberapa derajat dari pada laki-laki. Inilah yang kemudian membuat para perempuan kedinginan lebih cepat dan menganggu konsentrasi mereka berpikir.

Pada studi lain yang dilakukan Univesitas Maryland pun menemukan jika tingkat metabolisme laki-laki 23% lebih tinggi dari perempuan. Dengan begitu, berarti pula jika tubuh perempuan memang menghangat lebih lambat daripada tubuh para lelaki. Dan mudah merasa kedinginan ketika dalam ruangan yang dingin.

Kesimpulannya : Perempuan Akan Lebih Produktif Bekerja Pada Suhu Udara yang Lebih Hangat Dibanding Suhu Dingin

Maka dari beberapa fakta ilmiah yang ditemukan oleh para peneliti tersebut, perusahaan dan beberapa tempat kerja disarankan untuk bisa mengatur termostat yang lebih tinggi dari pada standar sekarang.

“Temuan ini menyarankan bahwa tempat kerja dengan pekerja bergender campur bisa meningkatkan produktivitas dengan mengatur termostat lebih tinggi dari pada standar sekarang,” ungkap peneliti tersebut.

Selain itu, peneliti ini juga menjelaskan tentang mengapa para perempuan kerap terlihat membawa berbagai lapisan pakaian atau jaket serta kaus kaki ke tempat kerja. Hal itu dikarenakan, para lelaki yang mungkin kerap merasa kepanasan jika para pekerja perempuan menaikkan suhu di ruangan. Nah, daripada berdebat, biasanya perempuan memilih untuk  menghangatkan tubuhnya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top