Trending

Kalau Bukan Karena Mereka Yang Mati Di Hari Buruh 1 Mei, Kamu Masih Harus Kerja 16 Jam Sehari!

hari buruh

Tak sedikit dari kita, khususnya kelas menengah yang merasa terganggu dengan perayaan hari buruh pada 1 mei. Terbayang kondisi macet, dan riuhnya demonstrasi para buruh pada hari tersebut. Kini setiap tahunnya, sekurangnya ada 150 ribu buruh yang turun ke jalan dan melakukan long march.

“Buat apa sih? Bikin Repot! Kerja saja yang benar, sekolah yang tinggi tidak usah demo-demo, bikin susah saja!” Begitu yang sering terlontar.

Tapi sadarkah kawan, bahwa perayaan hari buruh setiap 1 Mei ini punya sejarah panjang. Tak Cuma soal harta bahkan nyawa pun dipertaruhkan pada peristiwa yang akhirnya menjadi peringatan May Day ini. Jika hal itu tidak pernah terjadi, bukan tidak mungkin saat ini kita harus bekerja 16 jam sehari. Bagaimana bisa?

Coba kita kembali di akhir abad 19. Bayangkan saat itu, bekerja dengan jam panjang sampai 16 jam sehari adalah hal yang sangat umum. Parahnya situasi kerja juga selalu dalam keadaan bahaya dan tidak ada perlindungan. Kematian atau sakit akibat bekerja jadi makanan sehari-hari. Ditambah lagi upah yang diterima jauh dari kata-kata layak. Dan sedihnya, semua itu dianggap normal-normal saja.

Sampai pada tahun 1860, muncul kesadaran baru. Kaum pekerja menuntut pemotongan waktu kerja menjadi hanya 8 jam, namun dengan bayaran yang tetap sama. Tidak ada yang menggalang kekuatan waktu itu, keinginan ini muncul dengan sendirinya dari kaum pekerja.

Namun di saat yang sama gerakan sosialis mulai menyeruak dan digemari. Hal ini sejalan dengan kesadaran sebelumnya, karena ideologi sosialis ini menempatkan kaum pekerja sebagai pengendali produksi barang dan jasa. Sementara ideologi kapitalisme yang berkembang saat itu hanya memberi keuntungan dan kendali pada pemilik usaha, ketika pekerjanya menderita hingga meninggal karena bekerja tanpa henti.

Meski organisasi sosialis memiliki banyak pengikut, mereka tak mampu bergerak banyak. Karena penentu kebijakan terutama di bidang politik masih dikuasai oleh kaum kapitalis. Akhirnya partai dan organisasi sosialis tidak bisa berkembang bahkan bangkrut.

Dari sinilah muncul ideologi baru lain yaitu anarkisme.Gerakan yang mempercayai bahwa struktur sosial lama harus dirubuhkan untuk menciptakan kekuasaan di tangan para pekerja. Penghancuran ini termasuk juga pemerintahan dan segala bentuk birokrasinya.

Baru kemudian pada tahun 1884, Organisasi Buruh Dan Perdagangan mendeklarasikan tuntutan pemotongan waktu kerja hingga hanya 8 jam saja. Mereka membarikan batas waktu ditetapkannya peraturan ini pada 1 Mei 1886.

Tututan ini mendapat dukungan dari kelompok Anarkis. Dalam salah satu deklarasinya mereka menuntut kaum pekerja di persenjatai dan menyatakan perang terhadap seluruh struktur sosial yang ada saat itu.

Deklarasi perang ini yang kemudian dikhawatirkan oleh pemerintah dan penguasa akan berubah menjadi revolusi sosial. Apalagi kemudian akhirnya pada 1 Mei 1886, sedikitnya 300 ribu kaum pekerja dari 13 jenis industri menolak untuk bekerja sebelum tuntutannya dipenuhi. Dari jumlah itu sebanyak 100 ribu diantaranya memutuskan untuk turun ke jalan.

Kekhawatiran adanya revolusi dan gelombang pengunjuk rasa yang makin banyak, membuat polisi diturunkan dalam jumlah lebih masif. Hasilnya kerushan pecah! Polisi merespon dengan keras, menangkap bahkan menembak mati beberapa diantaranya pada hari kedua demonstrasi.

Keesokan harinya para kaum pekerja berkumpul di Haymarket Square guna membahas kebrutalan polisi. Sayangnya informasi tersebut mendadak dan cuaca saat itu sangat buruk. Hasilnya hanya 3000 orang yang berkumpul pada saat itu.

Entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada bom meledak yang sangat dekat dengan barisan polisi. Dalam keadaan panik polisi menembak membabi buta ke segala arah. Hasilnya sejumlah korban berjatuhan. Hingga saat ini tidak pernah ada hitungan resmi jumlah korban meninggal dan terluka pada peristiwa tersebut.

Anehnya, justru 8 kaum pekerja yang juga anggota gerakan anarkis yang ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan saat itu. Pengadilan demi pengadilan dijalani dan akhirnya pengadilan memutuskan mereka mati di tiang gantungan.

Baru seabad kemudian tuntutan pengurangan masa kerja ini dikabulkan dan diberlakukan. Jadi kawan, sebelum mengutuk keras aksi sahabat-sahabat kita kaum pekerja dan para buruh ada baiknya kita memahami arti May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.

Sejumlah orang bahkan tak sedikit diantaranya buruh anak yang berusia 8 tahun mati ditembak, dibom, dan digantung hanya agar kita bisa bekerja 8 jam sehari. Rumah-rumah mereka dibakar, keluarganya diculik cuma untuk kita bisa merasakan libur akhir pekan.

Mungkin kadang kita gerah mendengar tuntutan para buruh. Mungkin kadang kita panik melihat begitu banyak pekerja yang turun ke jalan. Tapi kita tak bisa memungkiri bahwa upah dan kesejahteraan negara kita memang masih di bawah standar yang seharusnya. Bukan tidak mungkin bertahun-tahun nanti, tuntutan sahabat-sahabat kita itulah yang mempengaruhi kesejahteraan kita semua.

2 Comments

2 Comments

  1. ded

    May 3, 2015 at 5:59 am

    Apakah utk merayakan hari buruh harus selalu dalam bentuk DEMONSTRASI?

  2. Prospek Kuliah

    May 9, 2015 at 6:43 am

    16 jam itu sepertinya hanya untuk orang-orang di negara subtropis yang waktu mataharinya bersinar bisa sampai 16 jam sehari, kita yang di subtropis hanya 12 jam, jadi mungkin nggak akan sampai 16 jam…. #gitumenurut saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Uang Adalah Salah Satu Alasan Untuk Bekerja, Tapi Sudahkah Kamu Mengelolanya dengan Baik Sebagaimana Mestinya?

Dari sekian banyak alasan yang bisa kita sebutkan, tentang alasan untuk bekerja. Uang selalu jadi bagian penting yang akan disebutkan. Memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, makan, rumah tinggal, pakaian, dan barang-barang lain yang mungkin diperlukan.

Tapi sayangnya, kita kerap salah kaprah. Bahkan masih saja sering membeli barang yang tak sesuai pada peruntukannya. Selanjutnya, setelah sudah sampai pada titik lelah atas banyaknya barang yang dibeli namun tak berarti. Coba cek lagi, sudah sampai mana kemampuan kita dalam mengelola pendapatan yang diterima selama ini!

Kerja Rodi Bagai Kuda, Tapi Tabungan pun Tak Ada

Jika hal ini memang sedang kamu rasakan, itu artinya kamu tak punya kemampuan mengelola keuangan. Kalau tak percaya, coba hitung berapa gajimu selama memiliki sumber pendapatan, lalu bandingkan dengan saldo tabunganmu sekarang.

Padahal kalaupun gaji yang ditabung hanya 10 persen dari gaji, nilai ini sangatlah bermanfaat untuk masa-masa sulit yang mungkin terjadi di hari depan. Jadi, kapan mau mulai menabung?

Tak Memperdulikan Berapa Banyak Pengeluaran, Kamu Tak Tahu Uang yang Keluar Setiap Bulan

Sekilas kegiatan seperti ini mungkin terasa aneh bagimu, atau berpikir jadi sesuatu yang sudah teramat kuno. Gambarannya begini, kalau kamu tak tahu apa saja yang menjadi pengeluaranmu tiap bulan. Dengan membuat catatan pengeluaran yang teratur dan terinci, jelas akan membantu kita untuk tahu.

Sebab dengan begitu, kita tahu kemana uang yang dimiliki pergi. Dan rasa kehilangan yang sia-sia, juga tak lagi terasa. Karena kita tahu, kemana alokasinya.

Tagihan Kartu Kedit, Lebih Besar dari Gaji Bulanan

Nah, coba dipikirkan lagi apa sebenarnya alasanmu untuk bekerja. Jangan sampai, semua gaji yang kamu terima hanya akan habis untuk membayar tagihan kartu kredit yang kerap digesek tanpa tahu aturannya.

Tiap kali kita berbelanja, hanya dengan menggunakan kartu tanpa mengeluarkan uang tunai. Rasanya memang jelas membuat baagia, seolah apapun yang kita suka bias didapat dengan mudah. Padahal setiap kali kamu belanja dengan kartu kredit, itu sama saja dengan menambah jumlah hutang yang kamu punya.

Kartu kredit jelas membantu pada waktu-waktu tertentu, tapi kalau sudah keblalasan bisa-bisa jadi beban.

Bukan Perlu, Sering Kali Barang yang Dibeli Hanya Sekedar Ingin Saja

Demi memastikannya, mari kita lihat lagi barang-barang yang ada dalam lemari. Benarkah semuanya terpakai dengan baik, atau justru masih ada banyak barang baru beli yang belum tersentuh? Bukan karena butuh dan memang dirasa perlu, beberapa benda yang kita miliki sering kali dibeli hanya karena suka. Padahal, dipakainya jarang sekali.

Kontrol diri untuk lebih realistis lagi, dengan tak membuang-buang uang pada barang yang sejatinya tak diperlukan. Karena tak hanya meyelamatkan kita dari ancaman kehabisan uang, hal ini juga jadi upaya agar isi lemari tak dihiasi barang-barang tak perlu.

Dan Sering Menghambur-hamburkan Uang, Hanya Demi Terlihat Kekinian

Dalam seminggu, dua atau tiga kali kamu mungkin akan duduk manis di coffee shop. Menikmatian beberapa cangkir kopi, yang harga bisa jadi biaya bensin untuk satu minggu ke depan. Dan kalau akan dikalkulasikan, bisa-bisa budget untuk minum kopi saja kadang 40% dari total gaji kita.

Keinginannmu untuk terlihat kekinian, jelas jadi hak semua orang. Tapi bukan berarti juga kita harus membuang-buang uang hanya demi sebuah pengakuan. Biarlah orang akan memandang kita seperti apa adanya kita, yang terpenting kita mampu mengelola keuangan dengan benar dan sesuai keinginan.

 

 

 

 

 

2 Comments

2 Comments

  1. ded

    May 3, 2015 at 5:59 am

    Apakah utk merayakan hari buruh harus selalu dalam bentuk DEMONSTRASI?

  2. Prospek Kuliah

    May 9, 2015 at 6:43 am

    16 jam itu sepertinya hanya untuk orang-orang di negara subtropis yang waktu mataharinya bersinar bisa sampai 16 jam sehari, kita yang di subtropis hanya 12 jam, jadi mungkin nggak akan sampai 16 jam…. #gitumenurut saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sering Dilirik Perusahaan, Gunakan 5 Jenis Font Ini untuk CV Lamaranmu

Biasanya kalau kamu hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, tentu aka nada persyaratan CV dan surat lamaran pekerjaan. Tidak sedikit pelamar yang tidak tahu tentang tata aturan membuat sebuah CV dan surat lamaran yang menarik perhatian perusahaan yang dituju.

Nah berikut adalah 5 jenis font yang paling banyak dilirik oleh perusahaan. Siapa tahu kamu salah satu orang yang beruntung, tidak ada salahnya mencoba.

1. Garamond

Kamu bisa menggunakan jenis font ini untuk membuat tulisanmu menjadi lebih elegan. model jenis font ini juga sangat mudah dibaca, namun kamu juga perlu berhati-hati. Karena jenis font ini bisa menunjukkan kesan kuno.

2. Arial

Jenis font Arial merupakan jenis font yang paling banyak digunakan dalam beragam tulisan. Hal ini dikarenakan jenis fontnya yang sangat sederhana dan bisa digunakan untuk semua jenis desain tulisan.

3. Georgia

Jenis font lain yang bisa kamu gunakan adalah jenis font Georgia. Jenis font ini bisa kamu gunakan untuk membuat tulisanmu nampak elegan. bedanya jenis font ini dengan jenis font Garamond adalah jenis font ini tidak menunjukkan kesan kuno dalam tulisannya.

4. Halvetica

Di kalangan desainer terkenal, jenis font ini cukup popular. Ini merupakan salah satu jenis font yang cocok untuk digunakan kapanpun. Tak hanya itu, font ini juga salah satu jenis font yang paling sering dipakai untuk pembuatan CV dan surat lamaran pekerjaan.

5. Calibri

Jenis font Calibri merupakan font dasar Microsoft Office 2007 sebagai pengganti font Times New Roman sebagai jenis huruf paten yang digunakan dalam Microsoft Word, Excel dan Powerpoint. Jenis font ini adalah jenis font yang sangat jelas dibaca dan memiliki kesan tersendiri. Jenis font ini juga sangat sesuai untuk digunakan dalam berbagai jenis situasi.

2 Comments

2 Comments

  1. ded

    May 3, 2015 at 5:59 am

    Apakah utk merayakan hari buruh harus selalu dalam bentuk DEMONSTRASI?

  2. Prospek Kuliah

    May 9, 2015 at 6:43 am

    16 jam itu sepertinya hanya untuk orang-orang di negara subtropis yang waktu mataharinya bersinar bisa sampai 16 jam sehari, kita yang di subtropis hanya 12 jam, jadi mungkin nggak akan sampai 16 jam…. #gitumenurut saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Siasat Jitu Untuk Menjawab Pertanyaan ‘Nyelekit’ dari Keluarga Saat Lebaran Tiba

Setahun sekali, kita menantikan 1 Syawal untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Bermaaf-maafan, saling bertukar kabar, sampai bertanya seputar kesibukan yang sedang dilakukan sudah jadi bagian dari silaturahmi keluarga saat lebaran.

Tapi ada kalanya di tengah situasi yang kamu harapkan bisa berjalan kondusif, ada saja hal-hal diluar ekspetasi yang harus kamu hadapi. Misalnya, menghadapi pertanyaan ‘nyelekit’ berbau sindiran, sinisme, atau bahkan sarkasme pasti pernah kamu terima, bukan?

Begini, kuncinya yang terpenting ada pada dirimu yang menanggapi. Daripada dimasukkan ke dalam hati, cobalah untuk menanggapi omongan atau pertanyaan tersebut dengan senyuman. Ingat lho, di hari yang Fitri, sebaiknya rayakan dengan sepenuh hati.

Saatnya Kamu Memiliki Pengendalian Diri yang Baik, Kali Ini Kuminta Anggaplah Omongan yang Datang Sebagai Bentuk Perhatian…

Sebab ada banyak cara untuk mengungkapkan perhatian. Tak melulu dengan sikap yang positif dan omongan yang membangun. Sebab ada lho yang justru menunjukkannya dengan melontarkan pertanyaaan nyelekit seperti yang kamu rasakan. Angap saja begitu.

Anggaplah apa yang kamu terima sebagai bagian dari rasa perhatian mereka. Sukar memang, tapi cobalah untuk mengendalikan dirimu agar tidak terbawa perasaan atau emosi saat menghadapi omongan nyelekit dari saudara.

Memberi Senyum Adalah Hal Terbaik dan Terindah yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Membangun Komitmen untuk Saling Bermaaf-maafan

Di hari yang Fitri, kamu pasti ingin suasana kumpul keluarga terasa hangat dan membahagiakan. Langkanya intensitas bertemu dengan anggota keluarga yang lain, sebaiknya kamu manfaatkan untuk lebih sering lagi memberi senyum. Jangan hanya karena kamu menghadapi omongan atau komentar mereka yang begitu nyelekit, mood-mu jadi ikut berantakan.

Nah, untuk menghadapi situasi semacam ini, ya cukup senyum saja lalu beralih ke saudaramu yang lain. Cukupkan pembicaraan antara kamu dan dia yang melontarkan pertanyaan atau omongan tersebut, manfaatkan waktumu untuk berinteraksi dengan anggota keluarga yang lainnya juga ya.

Saat Mereka Bertanya, Sebaiknya Lontarkan Kembali Pertanyaan yang Serupa tapi dengan Nada Positif

Membangun image yang positif itu perlu. Seiring bertambahnya usiamu. Tapi tentu image yang dibangun harus dengan ketulusan hati. Seperti membuktikan kalau kamu pun sekarang sudah  bisa dewasa dalam menyikapi segala situasi yang mungkin menyulitkanmu.

Tunjukkan kalau pertanyaan atau komentar yang nyelekit tak akan mampu meruntuhkan mood baikmu dan ada baiknya kamu mengalihkan pembicaraan dengan melontarkan pertanyaan kepada si penanya.

Biasanya orang akan lebih tertarik untuk menjawab pertanyaan tentang dirinya dibanding mendengarkan jawaban orang.

Kalau di Momen yang Sekarang Ini Kamu Masih Ditanya Soal Karier, Target Menikah, atau Mungkin Kapan Mau Memiliki Momongan, Hadapilah dengan Kepala Dingin dan Tetap Meminta Doa

Perihal bagaimana saudara, tante, paman, ya siapapun itu dalam lingkup keluarga besarmu yang suka bertanya soal ‘kapan’, lebih baik jawablah dengan sebijak mungkin. Tak perlu kamu emosi atau jadi malas mengobrol dengan mereka, semalas apapun itu, lawanlah egomu dan jawablah dengan tetap meminta doa. Jadi orang bijak memang sukar, tapi justru akan lebih baik untuk dirimu sendiri sekaligus belajar mengendalikan diri, bukan?

Di Hari dimana Kamu Merayakan Kemenangan, Jangan Mau Kalah dengan Situasi yang Suka Semena-mena

Coba pikirkan kembali, setelah satu bulan menahan hawa nafsu dan amarah, ini adalah momen kamu meraih kemenangan di hari Lebaran. Untuk itu, jangan mau terusik dengan omongan-omongan yang mungkin tak mengenakkan hatimu.

Fokuskan niatmu untuk menikmati kemenangan dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Toh merayakan dan menikmati kemenangan di momen Lebaran ini sepenuhnya hakmu sebagai manusia. Tak perlu lagi lah pusing-pusing mikirin mereka. Sebab belum tentu apa yang mereka ucapkan ini benar-benar dipikirkan sebelumnya.

 

2 Comments

2 Comments

  1. ded

    May 3, 2015 at 5:59 am

    Apakah utk merayakan hari buruh harus selalu dalam bentuk DEMONSTRASI?

  2. Prospek Kuliah

    May 9, 2015 at 6:43 am

    16 jam itu sepertinya hanya untuk orang-orang di negara subtropis yang waktu mataharinya bersinar bisa sampai 16 jam sehari, kita yang di subtropis hanya 12 jam, jadi mungkin nggak akan sampai 16 jam…. #gitumenurut saya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top