Community

Hanya Tidur Tapi Dibayar Ratusan Juta, Kamu Mau?

Umumnya, untuk menadapatkan uang maka kita harus bekerja. Namun nyatanya ada pekerjaan unik. Kamu hanya perlu tidur untuk bayaran ratusan juta rupiah. Dan orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan ini adalah seorang pria bernama Andrew Iwanicki.

Andrew Iwanicki Berhasil Mengalahkan 2500 Pendaftar Lainnya

Setelah melewati tahap seleksi, Andrew berhasil mendapatkan pekerjaan ini dan mengalahkan 2500 pendaftar lainnya. Berawal dari keisengan semata, ternyata dialah yang lolos untuk mendapat pekerjaan unik ini. Setelah seleksi tersebut, Andrew juga harus menjalani tes fisik dan mental.

Dia Diharuskan Tetap Berbaring Selama 70 Hari

Cukup lama memang untuk ukuran tidur normal seseorang yang biasanya hanya beberapa jam dalam sehari. Namun memang hal ini yang menjadi pekerjaannya. Hanya tidur dan berbaring saja tanpa boleh bangun meskipun hanya sebentar.

Susah Buang Air Besar dan Kecil

Pada minggu pertama, Andrew sudah mulai merasakan pegal di seluruh tubuhnya. Punggung pun terasa susah untuk diluruskan. Tidak hanya itu, dia juga mengalami kesulitan untuk buang air besar dan air kecil.

Pekerjaan Ini Bertujuan Untuk Sebuah Penelitian

Sebenarnya pekerjaan ini adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh NASA untuk kepentingan astronot Amerika Serikat saat berada di luar angkasa dalam waktu yang lama. Mengingat jika seseorang terlalu lama berbaring bisa menyebabkan kerusakan pada kepadatan tulang dan menghilangkan masa otot. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan harapan sebagai acuan astronot NASA ke depannya.

Pada Akhirnya Setiap Pekerjaan Memiliki Risikonya Masing-masing

Dengan melihat adanya pekerjaan yang mungkin sebagian orang memandangnya sepele, ternyata kita diperlihatkan bahwa apapun pekerjaannya, pasti memiliki risikonya masing-masing. Karena itu hargailah apapun pekerjaan yang kamu geluti saat ini. Karena di luar sana banyak orang yang sulit mendapatkan pekerjaan dan banyak yang ingin menempati posisi pekerjaanmu saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menurut Studi, Perempuan Indonesia Lebih Suka Lelaki yang Rajin Beribadah

Laki-laki silahkan protes, akan tetapi hampir seluruh dunia mengatakan kalau perempuan lebih religius dibandingkan para kaum adam. Dan dari hasil sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Studi Ilmiah Keagamaan oleh seorang profesor sosiologi John P. Hoffmann dari Universitas Brigham Young pada tahun 2018 lalu, menunjukkan salah satu faktor yang dapat menyebabkan perilaku tersebut karena lelaki cenderung berani mengambil risiko. Bahkan tak terkecuali lelaki Indonesia.

Yap, para laki-laki di Negara kita masuk jadi bagian dari lelaki yang disebutkan dalam penelitian diatas. Akan tetapi, terlepas dari kemampuan mereka yang konon lebih berani mengambil resiko. Lelaki Indonesia berbeda dari laki-laki negara lain, dikarenakan mereka dinilai lebih patuh pada perintah dan kewajiban dalam agama.

Ini sejalan dengan survei yang dilakukan oleh situs kencan online terkemuka OkCupid selama Ramadan, yang mana, ada sekitar 60% pengguna lelaki OkCupid berkata jika mereka berpuasa selama bulan suci Ramadan.

“Ramadan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh sebagian besar orang Indonesia, karena 87% dari 264 juta penduduknya beragama Islam. Kami melakukan survei ini karena penasaran apakah puasa dianggap sebagai kriteria bagi orang yang mencari pasangan kencan,” kata CMO OkCupid, Melissa Hobley, dalam siaran pers yang diterima media, Kamis (13/6/2019).

Dan dari sekian banyak syarat dan kriteria yang sering ditetapkan oleh perempuan untuk memilih calon pasangan. Ternyata kaum hawa di negara kita menaruh “taat beragama” jadi kriteria teratas dalam pertimbangan.

Ini tentu penting, khususnya bagi kalangan perempuan muslim yang cenderung mencari pasangan yang mampu menjadi imam.

“Hal ini mungkin tidak berlaku bagi setiap orang. Namun secara umum, lelaki yang religius diharapkan lebih mampu membantu pasangannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tambah Melissa.

Namun konsep taat beragama yang disebutkan tentu tak hanya merujuk pada sosok ‘alim’ yang sedari dulu dianggap yang paling paham agama. Kini para perempuan menilai jika sosok taat beragama, haruslah meliputi kemampuan menjaga hubungan dengan Tuha, berkomitmen dengan pasangan, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan cerdas secara emosional.

Dan sebagian besar perempuan menilai jika, seorang lelaki terlihat taat untuk menjalankan kewajiban dalam agamanya. Ia tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dan Kamu Belum Punya Uang untuk Jaminan Hari Tua?

Sebelum kelak menyesal, ada hal yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri. Sudahkah kamu punya cukup uang untuk tabungan masa depan? Nah, jika ternyata jawabannya adalah “belum”, itu artinya kamu perlu bergerak dari sekarang. Tak perlu risau dan berpikir jika kamu sudah terlambat, sebab perkara menyisihkan uang tak pernah ada kata terlambat untuk memulai.

Konon, dibandingkan laki-laki, perempuan akan hidup lebih lama. Jadi mereka membutuhkan uang yang lebih banyak pula untuk hari tuanya. Namun di waktu yang bersamaan, beberapa perempuan kerap memiliki persoalan dengan pekerjaan, yang bisa berdampak pada keputusan untuk berhenti bekerja. Padahal bisa jadi ia belum punya tabungan untuk hari tuanya. Jadi tak heran jika perempuan memang sering ketinggalan dalam hal menabung untuk masa depan.

“Mereka membutuhkan lebih banyak uang, tetapi mereka berada dalam situasi di mana mereka akan menabung lebih sedikit,” kata Cindy Hounsell, presiden dari Women’s Institute For A Secure Retirement, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kesehatan keuangan jangka panjang para perempuan.

Nah, jika kamu adalah salah satu orang yang tertinggal dalam hal menabung untuk hari tua, cobalah lakukan beberapa hal ini sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan.

Jangan Tunggu Nanti, Mulailah Hari Ini

Sebagian besar perempuan sering merasa jika menabung untuk hari tua adalah sesuatu yang menyiksa mereka. Untuk selanjutnya merasa akan menabung jika keuangannya sudah membaik. Padahal ini adalah pemikirann yang salah, dan yang seharusnya kamu lakukan adalah mulailah menabung segera.

Lebih lanjut, Hounsell berkata jika tak ada hari yang sempurna untuk menisihkan sebagian penghasilan untuk pensiun dalam setiap bulan. “Jika kamu menunggu hari itu, itu tidak akan terjadi,” katanya.

Pilihan lain yang bisa kamu lakukan, ikut serta menabung dana pensiun yang ditawarkan perusahaan tempat kerja. Biasanya, tabungan ini dipotong langsung dari gaji yang kita miliki. Tapi menabung pada beberapa flatform keuangan yang menawarrkan bunga yang cukup lumayan, juga bisa jadi salah satu pilihan. Pangkas semua biaya yang sekiranya tak penting, demi tabungan yang diinginkan.  

Mulailah Realistis dan Bergerak Membuat Perubahan

Jika kamu baru mulai menabung dana pensiun atau jaminan hari tua pada usia 40-an atau 50-an, itu artinya kamu butuh usaha yang ekstra disiplin.

“Selalu ada kesempatan untuk mulai menabung” kata Hounsell, “Tapi itu berarti, kammu harus memotong drastis semua pengeluaran”.

Perbandingannya begini, jika kamu ingin mulai menabung dana jaminan hari tua di usia 20-an, itu berarti kamu harus menyisihkan 10 hingga 15 persen dari jumlah kesuluran gaji untuk masa tua yang nyaman. Namun jika kamu ingin mulai menabung pada usia 40-an, itu artinya kamu butuh menarik 25 hingga 40 persen gaji, dan jika usiamu sudah diatas 45 tahun itu artinya kamu harus menabung 40 hingga 60 persen dari gaji.

Langkah lain yang bisa kamu lakukan, mulailah beralih ke transportasi umum untuk bekerja, serta berhenti untuk makan di luar setiap akhir pekan.

Utamakan Diri Sendiri, Serta Coba Evaluasi Kembali Semua Pengeluaran Kita Selama Ini

Beberapa kali, kita lebih terfokus pada masalah keuangan orang lain, lalu lupa pada perkara keuangan sendiri. Apalagi jika kita memiliki tanggung jawab untuk membayar beberapa kebutuhan orangtua. Perlu untuk memilah-milah kebutuhan dan kewajiban yang harus dijalankan.

“Anda harus selalu fokus pada diri sendiri terlebih dahulu,” kata Joanna Leng, penasihat keuangan di Singapura yang baru-baru ini meninggalkan posisinya sebagai Senior Estate Planner di Rockwills untuk memulai praktiknya sendiri bekerja secara khusus dengan orang tua tunggal.

Masih melanjuti hal yang tadi dijelaskan, jika memang sudah punya pasangan. Perlu juga untuk membicarakan masalah keuangan pribadimu dengannya. Selain itu, coba cek lagi berapa banyak pengeluaran yang sebenarnya tak kita butuhkan. Dengan begitu, kita bisa menyisihkan dan tersebut untuk masuk ke tabungan.

“Kamu masih punya waktu,” katanya, “Kamu lebih baik memutuskan untuk menabung dan menaatinya.” tutup Hounsell

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Ada Alasan Ilmiah, Mengapa Laki-laki Sulit ‘Move On’ Setelah Putus Cinta

Jika harus dibandingkan dengan penyesalan lain dalam hidup, ternyata menyesali kisah cinta lama jadi sesuatu yang lebih sering kita pikirkan. Bahkan menurut para psikolog. Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University yang pernah meneliti kesedihan akibat putus cinta, mengatakan bahwa Manusia dari kebangsaan manapun mengalami trauma menyakitkan tersebut.

Dan dari salah satu penelitiaan Morris, 90 persen dari responden yang ia teliti mengaku pernah mengalami trauma emosional—seperti rasa marah, depresi dan kecemasan—serta truma fisik macam pusing, insomnia, dan penurunan berat badan setelah putus. Bahkan pada penelitian yang diikuti responden yang lebih tua, Morris menemukan kesedihan jangka panjang akibat cinta yang kandas lazim dialami oleh para laki-laki.

Logika Laki-laki Memang Bekerja, Tapi Resah di Hatinya Sulit Reda

Diawal masa berakhirnya hubungan, lelaki memang masih bisa terlihat baik-baik saja. Cenderung memakai logika dalam memaknai segala hal, mereka anya berpikir jika ini adalah cerita yang harus diterima dengan hati yang lapang. Komitmen panjang yang sebelumnya diikrarkan, mendadak hilang dan pergi begitu saja.

Setelah beberapa waktu berlalu, barulah lelaki akan sadar jika ada bagian dari dalam dirinya yang sudah hilang. Amy Summerville, Kepala Regret Lab, Miami University, sebuah unit riset yang mendalami penyesalan verbal, yang salah satunya penyesalan karena putus dengan mantan mengatakan, setiap pilihan yang kita ambil memang memiliki konsekuensi sampai hubungan itu berakhir. Inilah yang kemudian bisa melahirkan penyesalan atas keputusan dan tindakan dalam hubungan.

Bahkan Meski Sudah Lama Berpisah, Bayang-bayang Mantan Bisa Tiba-tiba Muncul Begitu Saja

Tanpa bisa dijelaskan dengan rinci, seorang lelaki sering meratapi perasaan was-was atas tindakannya di masa lalu. Rasa ingin memiliki yang pernah ada, mengontrol rasa serta usaha untuk bisa kembali memiliki hubungan ideal yang pernah dimimpikan. Lain dengan perempuan yang bisa berkata ada hal baik yang didapatnya setelah berpisah, lelaki justru hanya akan diam dan tak bersuara. Meski kepalanya, sedang dipenuhi dengan segala macam kenangan masa lalu yang bisa datang kapan saja.

Terlihat Lebih Tegar, Padahal Setiap Kali Diterpa Masalah Lelaki Justru Berharap Bisa Kembali Pada Mantannya

Masih dari penelitian yang dilakukan oleh Summerville, bagi banyak orang, urusan percintaan ibaratnya pencarian terus-menerus. Perjalanan kisah cinta seolah menghadapkan lelaki pada pertanyaan tentang terus menerus mencari pasangan baru demi bisa merasa bahagia dengan pasangannya sekarang.

Hasilnya, setiap kali ada masalah yang sedang menerpa, selalu ada keinginan untuk kembali bersama dengan dia yang pernah dicintai di masa silam. Yap, kesedihan dan persoalan yang sedang diemban membuat kita melongok masa lalu dengan membayangkan bahwa ‘seharusnya kita bisa hidup bersamanya’.

Perempuan Bisa Lekas Move On, Tapi Lelaki Berat untuk Mencintai Perempuan Lain Lagi

Pada tahun 2015 lalu, Morris dan kolaboratornya dari University College London,mempublikasikan sebuah riset skala besar yang meneliti orang dewasa dari semua kalangan umur—termasuk komunitas gay—terkait respons saat mengalami kesedihan gara-gara putus cinta. Rasa sakit selepas putus cinta memang berlaku universal, artinya tak hanya lelaki saja, perempuan pun merasakan kesedihan yang sama.

Namun, perempuan cenderung mampu bangkit lebih dulu setelah putus cinta dan lekas move on. “Para peserta perempuan mengaku mereka bicara dengan kawan, kerabat serta pemuka agama (setelah putus cinta),” kata Morris. “Saat curhat, mereka ngomong seperti ‘kejadiannya udah lama sih’ atau ‘Aku sih belajar dan ini hikmahnya’. Tuturya lagi.

Tapi fakta lain yang juga didapat, perempuan jarang bilang ‘Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus’. Dengan kata lain perempuan cenderung lebih enteng meninggalkan masa lalu, meski prosesnya perlahan. Sedangkan lelaki justru sebaliknya, terlihat biasa saat awal putus cinta, galau berkepanjangan setelah merasa kehilanan.

Dan Ternyata Hal Ini Dipengaruhi Tradisi dan Tatanan Sosial dalam Kehidupan Kita

Hal lain yang perlu para lelaki pahami, ternyata menurut Morris ketidakmampuan para lelaki dalam melupakan mantan kekasihnya dipengaruhi oleh tradisi yang menempatkan lelaki sebagai pihak yang memulai hubungan asmara. Ditambah dengan ekspektasi dari tatanan sosial yang mengharuskan lelaki setiap pada satu pasangan, mengingat funsi mereka sebagai kepala rumah tangga yang kelak akan menjadi pencari nafkah.

Alhasil, putus cinta atau kehilangan pacar terasa lebih menusuk buat lelaki. “Pedihnya putus bertambah parah bila punya nilai penting dalam hubungan sosial,” katanya. Tapi dari hasil lanjutan penelitian yang dilakukan oleh Morris, ia juga mengungkapkan jika nantinya lelaki akan bisa mengatasi patah hati mereka—bahkan mereka yang terus menyesali kegagalan cinta di masa lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top