Feature

Hanya Dengan Peralatan yang Sederhana, Kamu Tetap bisa Ngegym di Rumah

Banyak orang beralasan tak memiliki waktu untuk berolahraga di pusat kebugaran atau terkendala harga keanggotaan yang mahal. Padahal, kamu sejatinya bisa membangun gym sederhana di rumah bermodalkan alat-alat gym yang sederhana.

Lewat laman SELF, Trainer Bianca Vesco menjelaskan bahwa dirinya banyak melatih klien di apartemennya menggunakan peralatan yang ada di sana, dan latihan itu cukup bagi para kliennya.

“Banyak dari klienku yang tidak punya akses ke gym sehingga memilih berlatih di apartemennya sendiri dan hal itu tak masalah,” kata Vesco seperti dikutip dari Kompas.com. Para kliennya banyak melakukan bodyweight training serta latihan dengan alat-alat kecil. Vesco mengatakan dirinya juga memiliki apartemen kecil namun bisa menyulapnya menjadi tempat latihan sederhana. Nah, berikut ini alat-alat yang “wajib” kamu miliki:

Tali Skipping

Black Skip Rope

Lompat tali adalah salah satu jenis olahraga terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk melatih kardiovaskular. Untuk itu, setidaknya miliki satu tali skipping. Lompat tali bisa meningkatkan detak jantung serta melatih lengan, bahu, kaki, dan otot inti. Di lain sisi, talinya pun mudah dibawa kemana-mana sehingga kamu bisa membawanya kemanapun. Jika kamu tak punya ruangan dengan langit-langit yang cukup tinggi, kamu bisa melakukannya di luar atau di taman yang ada dekat rumah.

Foam Roller Kecil

Gambar terkait

Source: kaylaitsines.com

Sama halnya dengan tali skipping, foam roller mudah dibawa kemana saja. Kendati ada berbagai ukuran, setidaknya beli saja foam roller yang kecil agar bisa digunakan di rumah. Berolahraga dengan alat ini memang cukup menantang, untuk itu, kamu dianjurkan menggunakan bosu ball atau bola penyeimbang.

Bosu ball sendiri seperti bola yoga namun setengah lingkaran dan digunakan untuk melatih otot perut. Salah satu jenis olahraga yang bisa kamu lakukan adalah push up dengan meletakan dua telapak tangan di atasnya untuk menjaga keseimbangan.

Kettlebell

Hasil gambar untuk kettlebell

Jika kamu masih asing dengan alat yang satu ini, biar kuberitahu. Kettlebell adalah perangkat latihan bebal yang berbentuk seperti bola dan memiliki pegangan di bagian atasnya. Untuk sebagian orang yang memilih melakukan gym di rumah, alat ini jadi salah satu benda wajib yang harus ada di rumah.

Alat ini bermanfaat untuk latihan yang melibatkan gerakan mengayun atau atau mendorong. Dengan kettlebell kita juga bisa melakukan squat, overhead presses dan deadlift.

Matras Yoga

Person Rolling Green Gym Mat

Matras yoga menjadi barang penting lainnya untuk membangun gym sederhana di rumah, terutama jika lantai di rumahmu memiliki permukaan yang keras. Matras yoga pada umumnya bisa digulung sehingga memudahkan penyimpanannya atau untuk digunakan kembali. Seiring populernya yoga, matras yoga pun kian mudah di dapatkan.

Sepasang Dumbbell

Grayscale Photo of Black Adjustable Dumbbell

Meski sama-sama mengutamakan beban 2kg atau 3kg seperti kettleball, namun dumbbell dipakai untuk jenis latihan berbeda. Alat gym yang satu ini akan membantumu membangun otot tubuh serta melatih bagian bawah tubuh. Jadi, akan lebih baik jika kamu memiliki sepasang beban berat dan ringan sebagai opsi. Nah, tidak sulit, bukan? Kini kamu siap membangun gym sederhanamu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

PSI Kalah Pemilu dan Tak Akan Punya Wakil di DPR-RI

Dari hasl quick count, Grace Natalie selaku ketua umum Partai Solidaritas Indonesia alias PSI mengakui kekalahannya dalam Pemilu 2019. Hal ini diungkapkan berdasarakan perolehan suara yang didapat dari beberapa lembaga survei yang menggelar hitung cepat. Dimana PSI hanya memperolehan suara 4 persen.

Padahal, syarat yang menjadi ketentuan Undang-undang sebuah Partai bisa masuk ke parlemen, setidaknya harusnya memperolah 4 persen suara. Barulah partai tersebut bisa mempunyai wakil di DPR-RI.

“Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan,” tutur Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Perempuan tersebut menuturkan, bahwa dirinya dan tim telah berjuang maksimal sehingga tak mau menyalahkan siapa pun terkait hasil jeblok tersebut.

“Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati,” jelasnya.

Namun tak hanya itu saja, sebagai salah satu Partai pendukung 01, Grace juga menuliskan ungkapan rasa bahagianya atas keunggulan suara yang diperolah pasangan calon priseden nomor urut 01. Bahkan di pernyataannya, meski kalah mereka mengatakan jika mereka akan segera kembali. Sebab mereka bukanlah Partai yang datang ke rakyat lima tahun sekali. 

PSI memang kalah dan tak bisa melaju ke Senayan, tapi menariknya di media sosial macam Twitter dan Instagram. Para pengguna yang memang memberikan surat suaranya ke PSI tetap memberi dukungan dan semangat agar mereka tak patah arang dan siap melaju lagi di 5 tahun mendatang.

“comeback stronger, we are with you. bangga menjadi bagian 2% yg memilih psi jaga eksistensi, gaspol di 2024!” Cuit akun @aqli aulia

“2% suara buat partai baru udah gokil banget sih, keep up the good work!” tambah akun @taufmeister

“Bangga menjadi bagian dari 2% @psi_id @grace_nat @TsamaraDKI Tetap berjuang untuk Pancasila, UUD 1945, dan NKRI 2% adalah tangga awal agar PSI dapat lebih baik 👍☝️ tweet akun @fantoniw

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sejalan dengan Usia yang Bertambah, Bagimu Kriteria Pasangan Pun Ikut Berubah

Dulu, saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan caramu berpikir tentang cinta.

Pernah berpikir lelaki romantis adalah pasangan sempurna, kini kamu justru merasa jengah jika si dia hanya bisa mengumbar kata manis saja. Benar, kita sadar bahwa deretan kriteria dia yang jadi pasanngan tak lagi melulu tentang dia yang mampu berkata manis seperti lelaki di film romantis.

Sebelumnya, Sering Tak Ada Jeda untuk Memulai Cinta, Kini Punya Pertimbangan Panjang dalam Menerima Seseorang

Mari ingat kembali, perjalanan asmara yang kita miliki sejak dari kekasih pertama. Setiap kali putus cinta, rasanya tak pernah butuh lama untuk bisa kembali membuka hati untuk dia yang baru. Tapi, hal tersebut tak lagi berlaku untuk usia yang sedewasa kini. Biar banyak yang datang untuk menawarkan hati dan cintanya, rasanya selalu susah untuk mengiyakan ajakan untuk memulai hubungan.

Bukan perkara belum bisa melupakan mantan pacar terdahulu, walau kadang hal itu pun bisa jadi alasan. Tapi ini lebih kepada pertimbangan yang perlu dipikirkan matang-matang. Tak lagi mau sembarangan, ada banyak ketentuan yang kita jadikan standar untuk dia yang akan jadi pasangan.

Bukan Rasa yang Menggebu-gebu, Tapi Bagaimana si Dia dan Kamu Mengelola Emosi

Di usia remaja, apapun seolah terasa mudah. Berpikir bahwa kita akan bersama selamanya dengan dia yang dicinta. Jika diibaratkan sebuah bunga, rasa cinta yang ada  di hati kita sedang mekar-mekarnya. Harum ke semua penjuru, bahkan menutup bau dari si dia yang mungkin bisa menyakitimu.

Tapi ketika sudah dewasa, cinta dan rasa yang menggebu-gebu bukanlah jadi penentu. Tapi bagaimana kita dan pasangan bisa sama-sama belajar untuk selalu mampu mengelola emosi dalam segala hal. Untuk itu pulalah, kata putus tak lagi bisa diucapkan dengan mudah seperti kala remaja.

Kini Kamu Paham, Kalau Hubungan yang Baik Bukan yang Tanpa Pertengkaran

Jadi dua sejoli yang selalu akur, bertaburan kata romantis, hingga hal-hal manis lain yang akan menghiasi cerita. Pernah jadi mimpi yang diharapkan untuk selalu ada dalam hubungan cinta. Bayangan yang selalu ada di kepala, bagaimana kita dan si dia selalu tertawa tanpa adanya masalah.

Padahal pada kenyataannya, hal tersebut adalah sesuatu yang hampir mustahil. Sebab hubungan yang baik, tentu juga butuh perdebatan. Kamu pasti tak suka, jika lelakimu selalu mengiyakan kata-katamu seolah tak punya pendapatnya sendiri, dan begitupun sebaliknya.

Pertengkaran dan perdebatan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, hal ini justru jadi tanda bahwa ada komunikasi yang berjalan antara kita berdua.

Tadinya Putus Cinta Selalu Buat Kecewa, Tapi Sekarang Kamu Sadar Ada Pelajaran dari Sana

Berbalik sebentar ke sikap kita dalam menghadapi putus cinta saat masih di bangku SMA. Menangis semalaman, mengutuki keadaan, atau membencinya dan menganggapnya musuh yang pantas dilenyapkan. Menariknya, kedewasaan turut serta membawa perubahan dalam diri kita dalam hal memahami masalah.

Tak lagi memandang patah hati jadi sebuah pilu yang patut ditangisi, kini kita sadar ada banyak pelajar yang bisa diambil dari setiap asmara, meski kadang berakhir dengan luka.

Dulu Kamu Meyakini Adanya Cinta Sejatinya, Kini Kamu Mengerti Rasa yang Abadi Harus Diciptakan Sendiri

Hidup kita bukanlah cerita romansa yang ada di film-film romantis milik Disney. Ini adalah kehidupan nyata yang butuh upaya. Yap, selain restu dari pemilik hidup, kita perlu berusahauntuk saling membahagiakan jika memang ingin cinta ini jadi sesuatu yang layak disebut keabadiaan.

Butuh mengerti dan dimengerti, mendengar dan didengar, memahami dan dipahami, hingga hal lain yang memang bisa membantu kita mempertahankan hubungan hingga menua bersama.

Kita mungkin pernah bermimpi tentang segala hal indah yang sekiranya terjadi atas hubungan, tapi kini kita sadar bahwa ada banyak hal yang berubah seiring usia yang terus berjalan. Dan ini adalah sesuatu yang wajar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top