Feature

Hal Sederhana yang Bisa Membantu Kita Lepas dari Beban Pikiran

Setiap hari, kita pasti  sering sekali mendengar kata “Bahagia itu sederhana”, atau diam-diam kita juga sering mengucapkannya?. Bilangnya sih enak, terkesan mudah dan gampang untuk dilakukan. Padahal, untuk bisa bahagia kadang tak cukup dengan sesuatu yang sederhana. Walau harus diakui pula, di beberapa bagian kehidupan. Sesuatu yang sederhana memang pernah jadi sumber kebahagian.

Nah, tak jauh-jauh dari kehidupan harian. Rasa stress dan perasaan yang menunjukkan ketidakbahagian, barangkali jadi musuh kita bersama. Tapi, lebih dari itu. Konon banyak bersyukur bisa loh jadi salah satu pengusir stres.

Sejalan dengan ucapan barusan, seorang psikolog dari Miami University melakukan satu penelitian yang kemudian menyebut bahwa selain bersyukur, ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk hari yang lebih optimis dan lepas dari jeratan stres.

Jauh dari Kata Suasana yang Riuh, Cobalah Sempatkan untuk Menikmati Waktu di Alam

Untuk kamu yang tinggal dan menetap di kota besar. Berisiknya suara kendaraan, padatnya tumpukan orang di jalan, hingga hingar bingar kota tak ada matinya. Sering jadi sumber stres yang tak kasat mata. Agar tak semakin stagnan, cobalah melipir sebentar ke tempat-tempat yang tenang.

Kamu bisa memilih pergi ke kawasan pengunungan, hutan-hutan lindung yang aman, hingga pesisir pantai yang memang bisa memberimu ketenangan. Kalau tak punya waktu dan budget banyak, cukup cari tempat yang dekat-dekat saja. Membiarkan diri berjalan dan menikmati waktu di alam bebas, akan membantu tubuh melepaskan semua keresahan dan beban.

Tak Harus Olahraga, Gerakan Kecil Nan Ringan pun Mampu Bantu Tubuh Hilangkan Beban Pikiran

Kata hasil penelitian dari Journal of Happiness Studies, kalau kamu merasa enggan untuk berolahraga, setidaknya cobalah lakukan gerakan-gerakan kecil yang bisa membantumu melepas stres. Tak perlu lari pagi berkilometer jauhnya, cukup muali bersih-bersih rumah, misalnya. Atau berkebun di halaman belakang, dan aktivitas lain yang memang sederhana.

Bentuk gerakannya lainnya, adalah memilih berjalan kaki pada tempat-tempat tujuan yang memang dekat. Walau terkesan sepele, tanpa kita sadari rupanya gerakan-gerakan seperti ini bisa membantu hati dan tubuh lebih bahagia loh.

Kemudian, Atur Waktumu untuk Bisa Mendapatkan Tidur yang Cukup

Jadi kalau ternyata jam tidurmu masih berantakan. Terlelap selalu tengah malam, jangan heran jika kamu sering merasa stres dan berbeban berat. Untuk itu, agar bisa lepas dari hal-hal yang menghalangi jiwa dan tubuh bahagia. Kamu perlu membuat satu aturan untuk jam tidur dengan benar.

Ini serius, selain mempengaruhi kesehatan. Tubuh yang mendatap tidur cukup semalaman, akan mempengaruhi produktifitas di hari esok. Mulai dari memperbaiki mood, tak lagi uring-uringan, emosi lebih stabil. Dan yang pasti lebih bersemangat bangun pagi dan tak memulai hari.

Mulai Menulis Jurnal, Tuangkan Semua Kegiatan Harian dan Unek-unekmu Disana

Ada yang pernah coba tidak? Nah, kalau ternyata belum. Mulai sekarang kamu harus mulai mencobanya. Mulailah latih diri untuk menuli semuanya di sebauh buku yang akan berfungsi sebagai jurnal harianmu.

Kegiatan apa yang harus  kamu lakukan setiap hari, hingga perasaan-perasaan apa saja yang kamu rasakan sepanjang hari. Sebab ketika kamu akan menulis, secara tidak langsung ada emosi yang sudah tertular dan dituangkan disana. Pokoknya, tulis apa saja yang kamu rasakan disana. Ini akan membantumu melatih tingkat emosi yang stabil, dan daya ingat akan sesuatu hal.

Jadi kalau misalnya, esok kamu lagi-lagi merasa stres. Dengan cepat kamu akan ingat, bahwa di hari lampau setelah menulis jurnal kamu merasa lebih tenang. Untuk itu, hal ini bisa dicoba ya.

Kalau Masih Merasa Kurang, Bantu Orang Sekitar yang Butuh Pertolongan

Coba ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kamu beramal? Membantu orang yang kesusahan? Hingga memberi pada mereka yang memang membutuhkan? Kalau ternyata sudah lama atau bahkan tak pernah, kamu patut mencoba untuk melakukannya lagi.

Menolong orang lain bisa membuat perasaan lebih lega dan menumbuhkan sisi positif dalam diri kita. Lagipula, membantu itu tak hanya dengan materi ya. Kamu bisa membantu orang lain lewat cara apa saja. Menyebrangkan seorang nenek, di lampu merah. Membantu pedagang mendorong gerobaknya pada jalan yang menanjak, atau sekedar berbagi makanan dengan tetangga pun bisa mendatangkan bahagia.

Memang sih, tak semua yang sederhana bisa membuat bahagia. Tapi percaya atau tidak, ada ribuan hal sederhana yang selalu bisa jadi sumber bahagia kita. Bagaimana? Sudah bahagia hari ini?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hal-hal yang Kerap Luput dari Perhatian, Tentang Menikah Muda yang Banyak Digadang-gadang

Manfaat paling menonjol dari kampanye menikah muda yang belakang banyak disuarakan di media sosial, adalah ‘auto bahagia’ jika hubungan sudah sah. Padahal, kehidupan setelah menikah tak melulu tentang bahagia.

“Menikah menghindarkan kamu dari zinah, karena bisa ‘ena-ena’ dengan sah”

Jadi tagline lain yang dipakai untuk mendorong semangat para kawula muda untuk segera menikah.

Kamu pikir menikah hanya tentang Ena-ena saja? Begini, kalau kamu memang tak mau berzina, kamu hanya perlu tak melakukannya. Urusan selesai! Bukan lantas memilih menikah agar bisa melakukan hubungan seks dengan sah, apalagi dengan embel-embel karena itu adalah bagian dari ibadah. Pernikahan itu adalah sebuah prosesi yang suci, bukan sekedar legalisasi seks seperti yang kamu bayangkan.

Di twitter gerakan menikah muda banyak dinilai tak benar, bahkan tak sedikit dari warganet yang berpendapat itu hanyalah pembenaran dari manusia yang tak bisa menahan nafsunya saja. Tapi di sisi lain, sosial media macam Instagram, justru jadi ladang basah yang dijadikan wadah untuk mensuarakan gerakan menikah muda.

Mereka memilih mensederhanakan semuanya, tak perlu melanjutkan studi, menikah tanpa wali, hingga nominal biaya pernikahan yang sebenarnya cukup kecil. Lalu harus bagaimana kawula muda sebenarnya menyikapi gerakan ini? Ada beberapa hal yang perlu kita pahami.

Pernikahan Itu Sakral, Kamu Perlu Mempersiapkan Mental

Ini bukan cerita negeri dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia, ini adalah kehidupan nyata, dimana bahagia bisa saja berdampingan dengan duka. Baru-baru ini Salmafina Sunan, pada salah satu wawancaranya berkata jika menjadi janda adalah sesuatu yang berat.

Ya, di usianya yang terbilang masih sangat belia, Salma sudah menjadi janda setelah sebelumnya pernah menikah dengan hafiz Alquran bernama Taqy. Semua perempuan, tak terkecuali Salma tentu tak pernah membayangkan jika pernikahannya harus berakhir di meja pengadilan. Dan hal lain yang akhirnya dijadikan alasan mengapa pernikahannya tersebut hanya berumur 3 bulan adalah kesiapan mental.

Di usia yang masih remaja atau belum cukup dewasa, bisa jadi kita masih berkelut mencari jati diri. Emosi yang masih meledak-ledak hingga logika yang sering dikesampingkan. Maka, daripada harus buru-buru memutuskan untuk menikah, sebaiknya siapkan mentalmu dulu saja.

Cinta Tak Membuatmu Kenyang, Kita Butuh Kesiapan Finansial

“Kalau sudah menikah, rejekinya pasti selalu ada”.

Tak bermaksud untuk meremehkan kuasa doa atau pun kepercayaanmu akan hal tersebut. Tapi manusia juga perlu berpikir dengan logika. Walau hidup tak melulu tentang materi dan harta, tapi berpikir bahwa menikah hanya butuh niat saja jelas salah. Selain kesiapan lain, finansial yang memadai jadi salah satu hal yang perlu dipikirkan.

Kalau sudah begini, biasanya mereka akan mengambil contoh beberapa pasangan yang memang sedari kecil sudah kaya. Menjadikan pasangan tersebut sebagai acuan, padahal tak semua pasangan yang menikah muda sudah stabil keuangannya. Alih-alih bisa membantu orang tua, biasanya pasangan yang menikah muda justru jadi penambah beban keluarga.

Akan Hidup Bersama Selamanya, Sudahkah Dirimu Yakin Bisa Berkomitmen dengan si Dia?

Bukan seperti pacaran yang bisa putus dan berganti pasangan, ketika memutuskan menikah. Itu artinya kita sudah berjanji untuk hidup bersama denganya selamanya. Bukannya memberikan gambaran tentang bagaimana kenyataan yang akan dihadapi dua orang, kampanye gerakan menikah muda lebih sering mempertunjukkan hal-hal manis nan bahagia.

Cintamu tak akan membara tetap besar, kadang kala kamu akan merasa dia jauh, mengecewakanmu, atau bahkan melukai hatimu. Disinilah komitmen akan bekerja tetap bersamanya atau memilih untuk berpisah saja. Dan tak hanya berkomitmen untuk pernikahan saja, kamu juga butuh berkomitmen untuk segala hal lain yang akan dilakukan selepas menikah.

Akan Jadi Istri atau Suami, Kamu Harus Mampu Mengontrol Emosi

Di usia yang masih belia, kemampuan untuk mengelola emosi masih jauh dari kata mumpuni. Hal-hal remeh yang sebenarnya bisa diredam sering jadi alasan pertengkaran dengan pasangan. Alih-alih bisa menghalau emosi pasangan, emosi dalam diri sendiri saja belum bisa dilawan.

Nah, ketidakmampuan kita untuk mengontrol emosi bisa jadi induk sikap dan perbuatan buruk lain yang mulai bermunculan. Bahkan tak sedikit yang kemudian berakhir dengan kekerasan. Merasa ia berubah, tak ada lagi cinta, kemudian memilih untuk bercerai saja. Padahal, bisa jadi kamulah yang memang terburu-buru. Tak mengenalnya lebih dalam, tiba-tiba menerima pinangan lalu kemudian menyesal.

Dan yang Terakhir, Pahami Juga Soal Kesehatan Reproduksi

Dengar, perempuan yang sudah melakukan hubungan seks pada rentan usia yang masih sangat muda beresiko besar terkena kanker serviks. Dilansir dari situs hellosehat.com, penelitian di British Journal for Cancer menunjukkan bahwa perempuan muda dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah lebih berisiko terjangkit infeksi HPV karena melakukan hubungan seks empat tahun lebih cepat dari perempuan muda dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.  

Padahal kanker serviks, jadi pembunuh nomor 2 paling berbahaya yang menyebabkan kematian bagi perempuan Indonesia. Tak sampai disitu saja, kamu juga harus tahu jika sebenarnya organ reproduksi perempuan di bawah usia 20 tahun yang belum siap mengandung dan melahirkan. Hasilnya, kesehatan reproduksi yang kerap diabaikan ini   akan meningkatkan risiko kematian bagi ibu dan anak, tingginya angka anak yang lahir cacat, dan stunting.

Kalau sudah begini, masih mau bilang jika menikah muda jadi solusi dari masalahmu? Jangan menggebu dalam menentukan pilihan, karena hasilnnya bisa jadi hanya menambah beban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Konon, Ada 5 Zodiak yang Berpotensi Akan Menikah Muda

Mereka yang usianya memasuki 20-an, barangkali sedang dilanda kebingungan atas banyaknya pertanyaan perihal pasangan. Dan menikah jadi hal lain yang kian sering dijadikan pembahasan dalam berbagai macam obrolan.

Pertanyaan yang tadinya terkesan bercanda berubah jadi sesuatu yang serius. Usia yang masih belia, jadi pertimbangan yang sering dijadikan alasan untuk tak buru-buru mensakralkan hubungan. Mengikat diri pada seseorang untuk bisa bersama hingga tua, jelas tak semudah mengajaknya makan malam berdua. 

Nah, hal lain yang mungkin jarang terpikirkan. Ternyata jika dilihat dari rasi bintang seseorang. Ada 5 zodiak yang konon paling berpotensi untuk menikah muda. Kira-kira siapa saja kah mereka?

Jadi Sosok Perfeksionis yang Parah, Katanya ‘Virgo’ Akan Menikah Muda

Sering jadi sosok yang menyebalkan karena segala sesuatu harus terasa sempurna. Ternyata diam-diam, manusia yang berzodiak virgo memiliki kemampuan mencintai yang baik. Tak hanya itu saja, si virgo juga sangat pintar dalam hal memelihara hubungan. Ia tahu bagaimana menjaga kepercayaan, dan selalu berpikir lebih matang untuk semua keputusan.

Jadi kalau ternyata ia memilih menikah muda, itu artinya ia sudah yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Dan biasanya, rentan usia mereka menikah adalah pertengahan 20-an.

Walau Berjiwa Bebas Seperti Angin, ‘Pisces’ Juga Akan Menikah Muda Loh

Pisces adalah pribadi yang punya semangat membara. Orang-orang ini bebas seperti angin, cenderung bergerak ke berbagai arah sesuka hati. Namun, memiliki hubungan atau tanggung jawab di usia muda akan membantu Pisces terfokus untuk menjadi pribadi yang lebih stabil dalam proses pendewasaan. Itulah kenapa, jika ia sudah merasa bahagia dengan hubungannnya saat ini. Ia tak segan-segan untuk buru-buru melamar sang kekasih.

Keinginan Hati ‘Capricorn’ Menikah Muda, Nampaknya Semantap Kemampuannya Mengambil Tindakan

Lambang kambing jantan pada Capricorn, barangkali jadi sesuatu yang menunjukkan betapa mantannya mereka kala bertindak. Demi rasa aman, ia akan berusaha untuk mencari jalan keluar tentang apa yang harus dilakukan.

Tapi tak buru-buru, biasanya untuk menentukan menikah ia butuh waktu berpikir dulu. Satu hal yang pasti, ia selalu merasa mantap dengan apa yang dipilih. Dan sudah barang pasti jika mereka memiliki pikiran terbuka dan siap untuk menikah muda.

Memiliki Sikap Keibuan yang Alami, Perempuan ‘Cancer’ Juga Siap Menikah Muda

Pemilik zodiak cancer dikenal dengan kemampuan mencintai tanpa syarat yang besar. Tak berharap balasan, apa yang diperbuatnya selalu tulus datang dari dalam hatinya. Mudah tersentuh dengan apapun yang terjadi atas hidupnya, dan perihal merawat seseorang dialah juaranya.

Jadi, buat kamu yang saat ini sedang berpacaran dengan perempuan cancer, percayalah ia adalah calon ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak.

Punya Selera yang Tinggi, Tapi Kalau Sudah Bertemu The One ‘Taurus’ Mungkin Akan Menikah Muda

Taurus adalah orang yang akan berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Dirinya juga memiliki selera yang tinggi terhadap banyak hal. Entah itu pakaian, makanan, urusan liburan, sampai perkara pasangan. Tapi berita baiknya nih, ketika ia sudah merasa menemukan seseorang yang pas sesuai kriteria. Tak perlu menunggu waktu yang lama, ia bisa saja tiba-tiba mengajak sang pacar untuk menikah muda.

Kalau zodiak pacarmu adalah salah satu dari zodiak yang sedari tadi sudah disebutkan, kamu sudah boleh bersiap-siap untuk menikah ya. Hehe, tapi hal ini tak selalu berlaku ya, bisa jadi benar atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Serba-serbi Perjalanan Meraih Karir

Pada beberapa fase kehidupan, waktu dan situasi kadang memaksa kita untuk memilih. Walau sebenarnya bukan itulah yang diingini hati. Begitu pula dengan pekerjaan. Seringkali hal-hal yang sudah didambakan tak kunjung datang, padahal hal lain yang tak direncanakan ditawarkan untuk dijadikan pilihan.

Dan pekerjaan jadi salah satu bagian kehidupan yang sering membuat kita masuk pada ambang kebimbangan. Setelah lulus dan berhasil menyematkan gelar di belakang nama, mau jadi apa?

Tak Perlu Terpaku dengan Jurusan, Sebenarnya Kita Bisa Jadi Apa Saja Sesuai yang Kita Inginkan

Sarjana Pendidikan baiknya menjadi guru saja, Lulusan Fakultas Pertanian, tak boleh bekerja di Bank. Hingga pengelompokan lain yang sering dijadikan streotip oleh masyarakat kita, adalah pemikiran yang terlalu dipersempit. Karena, untuk bisa sukses menggembangkan karir, kita tak melulu harus bekerja sesuai jurusan.

Akan Tetapi, Meski Baru Lulus Kuliah, Sebaiknya Jangan Asal Memilih Tempat Kerja

Nah, demi masa depan gemilang sebagaimana yang kita harapkan. Setiap orang berhak untuk menentukan, kira-kira perusahaan yang bagaimana yang bisa memberi kontribusi baik dalam upaya pembangunan karir kita kelak. Itulah sebabnya, sebelum menerima tawaran kerja. Pastikan beberapa hal ini ada di perusahaan tempatmu bekerja nanti.

Namun Meski Tak Kuliah, Kamu Tak Boleh Menyerah untuk Mimpi yang Kau Punya

Tanpa berniat untuk merendahkan fungsi pendidikan, sebenarnya sarjana tak selalu bisa jadi jaminan untuk sukses yang didambakan. Lagipula kita tak boleh menutup mata, tentang banyaknya jumlah sarjana yang tak bekerja. Dari sini kita bisa belajar, bahwa pendidikan bukanlah jaminan, tapi kegigihan dan ketekunan jadi penentu akan jadi apa kita di masa depan.

Selanjutnya Kamu Mungkin Akan Dilema, Memilih Tempat Kerja yang Nyaman atau yang Bergaji Besar

Situasi ini sering mengacau pikiran, bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang sebaiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untuk diri. Ada untung-rugi yang harus kita pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar. Dan kamu bisa mengeceknya disini.

Begitu Pula Selepas Menikah, Mau Duduk di Rumah Saja atau Tetap Bekerja

Pertimbangan seperti ini umumnya dirasakan oleh para kaum hawa. Narik nafas pelan-pelan, sesungguhnya tak ada yang harusnya ditakutkan. Sebab meski sudah menjadi istri orang, bukan berarti pekerjaanmu dan mimpimu harus dilupakan. Kamu bisa tetap bekerja sebagaimana hasil diskusi dengan suami, bahkan jika kamu memilih untuk di rumah saja. Toh, sah-sah saja.

Tapi Satu Hal yang Perlu Kamu Ingat Adalah: ‘Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Cintai’

Lebih dari itu semua, ada wejangan yang juga perlu kamu dengar untuk bisa sukses dalam hal pekerjaan. Yang bisa kamu lihat ulasan kami disini.

Tak selalu bisa ditebak, bagaimana kelangsungan karir kita dimasa yang akan datang. Tapi, setidaknya sedari sekarang kita harus berupaya untuk membuatnya menjadi lebih baik untuk masa depan. Biar bagaimanapun, ini salah satu jalan untuk menambah pundi-pundi rupiah yang juga bertujuan untuk menyambung kehidupan.

Maka pekerjaan dan karir adalah salah satu hal yang perlu dipersiapkan dengan matang. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top