Trending

Hal Paling Unik Yang Bikin Pangling Dari Film Spider-Man: Homecoming

Film Spider-Man kali ini akan jadi film yang ke enam untuk konsumsi layar lebar. Namun sejak trailernya dimunculkan setahun lalu, film ini diprediksi akan jadi film Spider-Man yang istimewa. Banyak faktor yang disematkan pada film ini, yang diklaim akan menjadikan film ini “bukan film Spider-Man biasa”.

Terbukti dengan angka rating yang mencapai 8,3 di IMDb serta nilai 95 persen dari para pengguna goegle. Bahkan masuk kedalam jejeran film ke 5 dengan review tertinggi meski filmnya belum dirilis. Lalu apa sebenarnya yang baru dalam filmnya kali ini? Tanpa bermaksud untuk membuat spoiler bagi siapapun . Berikut beberapa yang mungkin belum terpikirkan olehmu dari film Spider-Man “Homecoming” yang baru.

Seperti judulnya yang homecoming, Spider-Man beneran pulang ke rumah marvel setelah sekian lama

Sepertinya bukan tanpa alasan kenapa judul film Spider-Man kali ini homecoming. Judul ini seperti kode buat pecinta film dan Spider-Man kalau setelah sekian lama akhirnya Spider-Man beneran pulang ke rumahnya di marvel. Loh bukannya tokoh manusia laba-laba ini memang ciptaan Marvel?

Yup benar, namun Spider-Man punya sejarah “pindah tangan”. Beberapa tahun silam, perusahaan marvel sempat kesulitan keuangan. Ujungnya mereka harus menjual banyak lisensi tokoh-tokoh jagoannya. Sebagaiamana Fox yang berhasil membeli X-Men, Fantastic Four, dan juga deadpool dari Marvel.

Sayangnya Spider-Man yang notabene merupakan jagoan utama Marvel, ikut imbas aksi penjualan ini. Pada saat pembuatan filmnya, marvel menjual superhero ini ke beberapa perusahaan produksi film termasuk Sony Picture. Karena itu film-film Spider-Man yang sebelumnya bukanlah buatan Marvel.

Setelah marvel berhasil bangkit lewat beberapa film box office garapan rumah produksinya sendiri dan kembali menjadi perusahaan raksasa, marvel mulai nih membujuk sony picture untuk mengembalikan si anak sulung Spider-Man ke pangkuannya.

Para fans pun mendesak untuk Spider-Man digarap oleh marvel, karena menilai film-film garapan Marvel jauh lebih keren dari rumah produksi lain. Apalagi sejumlah pihak menilai film terakhir The Amazing Spider Man yang digarap Sony Pictures adalah sekuel superhero yang terlalu drama. Dengan kisah cinta antara Peter Parker dan Gwen Stacy yang terlalu mendominasi, sementara karakter musuh yang dihadirkan tidak terlalu kuat, film terakhir itu pun menjadi flop.

Bagaimana dengan Spider-Man Homecoming? Memang lisensi Spider-Man belum sepenuhnya dimiliki lagi oleh Marvel. Namun kali ini akhirnya Sony Picture bersedia berkolaborasi dengan Marvel menggarap film Spider-Man yang terbaru ini. Tak heran kalau film ini kemudian bikin penasaran luar biasa. Karena kali ini ditangani oleh penciptanya kembali.

Film Ini Jadi Lanjutan Kisah Captain America : Civilwar

Aksi “pulang kampung” Spider-Man ke marvel inilah yang membuatnya bisa tampil lagi di film marvel sebelumnya. Ya, Tom Holland yang jadi Peter Parker alias Spider-Man telah menunjukkan aksinya dalam Captain America: Civil War yang tayang pada Mei 2016 lalu. Dan ternyata hal tersebut jadi sinyal pembuka untuk film barunya ini.

Masuk dalam kubu Iron Man dalam Civil War ternyata bukanlah hanya sebuah kebetulan. Ini jadi menuju film kali ini, karena nyatanya Iron Man juga akan muncul dalam film Spider-Man “Homecoming”. Dalam film solonya ini, Peter Parker akan menceritakan bagaimana kehidupannya, selama tujuh bulan sejak kejadian di Captain America: Civil War. Berusaha menjalani kehidupannya sebagai remaja laki-laki, yang masih duduk di bangku SMA dengan identitas superhero yang masih dirahasiakannya.

Kehadiran Iron Man Jadi Mentor Sekaligus Tokoh Yang Memberikan Kostum Super Canggih Pada Spiderman

Sejak poster dan trailernya resmi dirilis, kostum si manusia laba-laba jadi salah satu hal yang menarik perhatian. Dan ternyata kostum kali ini berbeda dari film-film sebelumnya yang ceritanya dijahit sendiri oleh Peter Parker. Karena pada Film kali ini Tony Strak alias Iron Man hadir sebagai tokoh yang membuatkan kostum baru lengkap dengan teknologi super canggih untuk Spider-Man.

Tak jauh beda dengan sosok Iron Man, yang memiliki kostum khusus otomatis modern. Pada Spider-Man “Homecoming”, Peter Parker juga memiliki baaju super canggih. Misalnya mata yang dapat membesar dan mengecil secara otomatis yang mampu mendeteksi musuhnya. Dan Spider Gadget yang berfungsi sebagai alat GPS, yang memunculkan tampilan hologram.

Kostum ini juga memiliki sayap yang mempu membuatnya terbang dalam beberapa waktu. Tak cuma itu, Tony Stark juga membuat beberapa perubahan pada kostum Spider-Man, seperti web shooter (tembakan jaring laba-laba) di mana Spider-Man kali ini bisa memilih tipe jaringnya serta sistem laser sebagai targetnya. Plus, dalam baju Spider-Man yang terbaru ini, dibenamkan artificial inteligence alias kecerdasan buatan serupa Jarvis di baju besi Iron Man.

Kali ini Jalan cerita dan juga pemainnya selaras, jadi bikin suasana Spider-Man benar-benar hidup di dunia nyata

Kalau biasanya film superhero kebanyakan itu identik dengan usia yang sudah dewasa, beda dengan superhero satu ini yang justru mendapatkan kekuatan supernya di usia remaja. Karakter remaja ini yang buat tokoh Spider-Man punya nyawa dan warnanya sendiri dibandingkan dengan kisah superhero kebanyakan.

Sayangnya film-film sebelumnya tak berani memasang aktor remaja sungguhan. Kalau kamu ingat saat film Spider-Man pertama muncul di tahun 2002 aktor tobey Maguire yang jadi pemeran Spider-Man pada kala itu usianya 26 tahun. Sementara Andrew Garfield yang juga jadi pemeran di the amazing Spider-Man usianya saat itu malah sudah 29 tahun.

Tapi pemilihan pemeran kali ini berbeda, Karena Tom Holland yang berperan jadi Spider-Man ketika syuting film ini usianya belumlah genap 20 tahun. Artinya cerita Spider-Man sesuai dengan kehidupan nyata pemerannya yang masih sama-sama remaja. Hal itu tentunya jadi nilai plus dari film Spider-Man yang terbaru ini. Sebab pemerannya yang juga masuk masa remaja bisa membuat pendalaman film ini benar-benar kelihatan seperti ada di dunia nyata.

Dan itu juga yang buat film Spider-Man kali ini layak banget ditonton. Dari segi wajah yang juga memang terlihat anak remaja banget, beberapa perilaku si peter parker kali ini beda dan cocok banget sama yang ada di dalam imajinasi kita selama ini pada saat membaca komiknya.

Hadirnya Sosok Teman Dekat Yang Bukan “Teman Biasa”

Jika dilihat dari trailer bagian kedua yang sudah di tonton kurang lebih 26 juta kali pada channel youtube milik Marve, identitas Peter Parker sebagai seorang superhero telah di ketahui, oleh sahabatnya bernama Ned Leeds yang dipernakan oleh Jacob Batalon.

Sahabatnya ini pulalah yang kemudian menjadi tempat Spider-Man berkeluh kesah tentang kehidupan superheronya. Ned Leeds pula yang bersama Perter Parker, mengutak-utik kostum pemberian Ironman itu.

Namun, daya tarik hadirnya tokoh sahabat ini tak berhenti sampai disitu. Karena penggemar komiknya tentu tak asing dengan tokoh Ned Leeds ini. Yup, sahabat peter parker inilah yang di kemudian hari akan menjadi musuh bebuyutan Spider-Man. Siapa tahu, Spider-Man: Homecoming jadi film pembuka hubungan pelik Peter Parker dan Ned Leeds.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top