Feature

Hal-hal Baik yang Akan Kamu Dapatkan Jika Calon Istrimu Seorang Guru, Beruntungnya Kamu

Sering dipandang sebelah mata, kamu mungkin pernah berpikir bahwa menjadi guru tak terlihat menawan seperti profesi lainnya. Tanpa harus terburu-buru meninggalkan pasanganmu, hanya karena ia hanyalah seorang guru. Kamu juga perlu membuka mata, akan hal baik yang kelak kamu terima jika hidup bersamanya.

Ia berbeda dengan orang lain yang biasa, memiliki kesabaran yang tak terbatas hingga kesediaannya mengabdi pada bangsa untuk mendidik generasi penerus. Sosok bersahaja yang selalu berhasil menenangkan jiwa, kamu tak perlu lagi resah bagaimana ia mendidik anak-anakmu kelak. Maka setidaknya ada beberapa hal baik yang akan kamu dapatkan dari pasangan yang menjadi seorang guru.

Tak Perlu Diragukan, Ia Akan Jadi Teman Baik dalam Hal Mendidik Anak

 

Sebagai dua orang yang nanti akan menjadi orangtua, kamu dan dirinya jelas punya tanggung jawab untuk mendidik anak. Ini jadi langkah awal kamu bersyukur, bahwa kelak akan ada dia yang juga menemanimu berbagi tanggung jawab untuk mendidik anak.

Kamu mungkin tak terlalu bijak dalam hal perhitungan dan tata bahasa, tanpa harus merasa rendah diri. Tak apa jika kamu meminta dia saja yang mendidik buah hati. Sebab latar belakang pasanganmu yang seorang guru, akan menjadikannya seorang ibu sekaligus ayah yang mendidik anak-anaknya dengan baik.

Tanpa harus memandangnya dari hal-hal yang mungkin tak dimilikinya, kemampuannya untuk mengajar anak-anak. Jadi modal baik untuk kalian memulai hidup berkeluarga.

Berada Pada Ranah Pendidikan, Dirinya Paham Betul Bagaimana Cara Mendidik Anak Sesuai Perkembangan Zaman

Kecintaannya pada dunia pendidikan memang tak perlu lagi ditanyakan. Berevolusi jadi sosok yang kompeten untuk semua perubahan sistem pendidikan. Ia terus berusaha dan belajar untuk mengikut berbagai macam kurikulum yang berganti.

Maka tak ada kekhawatiran berlebih jika nanti anak yang tak bisa mengikuti sistem pendidikan. Sebab ia memiliki orangtua yang bisa mengajarinya dua kali lipat dari apa yang didapatnya di sekolah.

Walau Bekerja, Ia Tetap Punya Waktu Untuk Keluarga

Tak perlu dijelaskan lagi, untuk urusan waktu dan jam kerja. Guru memang jadi salah satu profesi yang cukup beruntung. Sebab tak seperti profesi lain, yang setidaknya butuh 8-9 jam kerja. Ia boleh pulang saat jam sekolah telah usai, jika memang tak ada jadwal mengajar tambahan. Jika sore harimu masih berkutat dengan setumpuk pekerjaan, ia mungkin sudah berada di rumah sambil bermain bersama buah hati kalian kelak.

Keunggulan lain yang bisa jadi tambahan, ia juga punya waktu libur yang kelak akan serupa dengan anak-anak didiknya. Dengan begitu, ia punya cukup banyak waktu untuk bisa bermain dan menemani mereka menghabiskan liburan. Jelas ini jadi sesuatu yang langka, jika calon pasanganmu bukanlah seorang guru.

Terbiasa Untuk Berinteraksi dengan Anak-anak, Sosoknya Akan Jadi Teman Diskusi yang Baik Untuk Keluarga

Selain kesediaan untuk saling mencintai, jalinan komunikasi antar dua orang adalah kunci lain untuk sebuah pernikahan. Kebiasaan sehari-hari yang ia lakoni dalam menjalani tugasnya sebagai seorang guru,membentuknya jadi pendengar yang baik.

Tanpa harus bersusah payah untuk menyampaikan maksudmu, biasanya ia bisa dengan mudah menebak apa yang ingin kamu sampaikan kepadanya. Kalian akan punya kualitas komunikasi yang baik, untuk semua perkara rumah tangga. Mulai dari menentukan pilihan rumah, menu makanan malam, pendidikan anak, hingga hal-hal lain yang memang perlu didiskusikan.

Mampu Mengontrol Anak-anak Didik dengan Berbagai Macam Permasalahannya, Ia Akan Jadi Penenang Disetiap Masalah Rumah Tangga

Kala satu pihak akan menjadi api, harus ada yang menjadi penenang demi menjinakkan kobaran panas. Dan ini jadi gambaran akan hubungan suami istri yang nanti kalian jalankan. Suatu saat, kamu mungkin tak begitu memahami keinginan si kecil yang bisa saja tiba-tiba menangis tanpa sebab. Datang seolah jadi jawaban, ia akan menunjukkan padamu bagaimana caranya jadi penenang untuk buah hati tersayang. Pelan-pelan kamu pun akan bersyukur karena memiliki pasangan penyabar yang sepertinya.

Terbiasa Bertanggung Jawab Untuk Mencerdaskan Muridnya, Ia Tahu Bagaimana Menyelesaikan Semua Tugasnya

Jangan remehkan dia, sebab meski kemampuannya untuk mendidik anak-anak bangsa terlihat sederhana. Sejatinya ia punya tanggung jawab yang besar untuk semua tugas yang diembankan kepadanya. Maka, tanpa harus kamu minta, ia sudah tahu mana tugas yang menjadi bagian dari pekerjaan dengan hal-hal yang sejatinya jadi tugas dalam kehidupan berkeluarga.

Dijalani dengan porsi yang seimbang, tak ada satu pun hal yang akan terlewati tanpa pertimbangan. Menjadi guru, membuatnya lebih paham akan beratnya menjaga kepercayaan. Sehingga ia tak akan menyepelekan semua hal yang mungkin sudah kamu percayakan.

Dan yang Terakhir, Ada Banyak Pengetahuan Baru yang Kamu Terima dari Dirinya

Sebuah hubungan bisa dikatakan baik, jika ada sesuatu yang memang menjadi hasil baik dari jalinan hubungan. Tak hanya kamu yang mendapat hal-hal baik darinya, dirimu pun haruslah berlaku sama. Membawanya ke arah hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Sembari belajar jadi pasangan yang mumpuni untuk dirinya, kamu pun kerap tersenyum setiap kali terbayang akan dirinya. Sembari dalam hati berkata, “Betapa beruntungnya kamu yang telah menikahinya,”. Ya, kamu yang memiliki istri seorang guru adalah orang yang beruntung.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sesungguhnya Hubungan Itu Soal Tahapan, Mungkin Kamu Pernah Merasakan Tapi Tidak Paham

Satu ikatan, menjalani kehidupan, berbagi perhatian dan cinta adalah esensi bagaimana hubungan berjalan semestinya. Banyak dari mereka yang katanya mengerti cinta, mengatakan kalau berpacaran atau berhubungan itu adalah soal berbagi perhatian, saling mencintai dan juga mencurahkan apa yang dirasakan. Dan hal itu disebutnya sebagai tahapan dalam berhubungan.

Padahal bukan seperti itu yang dinamakan tahapan atau fase yang dilalui setiap pasangan. Menurut Independent, dalam sebuah survei yang dilakukan eHarmony sebuah aplikasi kencan asal Australia yang telah menyurvei lebih dari 1000 orang menyatakan, terhadapat 5 tahap yang dialami setiap pasangan dalam membangun hubungan mereka. Tahapan-tahapan itu menjadi penanda berada diposisi manakah kamu dan pasangan sekarang.

Masa-masa Awal, Saling Berbagi Perasaan Masih Dominan, dan Konflik Pun Belum Ditemukan

Wajar, di masa-masa awal, rasa cinta atau kasmaran masih bergelora. Saling cinta, saling mengenal satu sama lain menjadi pembahasan yang selalu ditanyakan setiap hari. Obrolan pun tak luput dari seputar saling menyelami kehidupan masing-masing. Bahkan kekurangan dan kebaikan masih diperhatikan dan belum terlihat secara keseluruhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahamilah, Disaat Kamu Dianggap Lebih Dari Sekedar Teman Karena Cinta Dapat Tumbuh Kapan Saja

Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang mengasyikkan. Kamu bisa saling tukar cerita dan mendapatkan sudut pandang yang berbeda saat mencurahkan hati dengannya. Selain itu, hal-hal menarik pun bisa kamu jalani, sekaligus kamu dapat memahami bagaimana cara berpikir lawan jenis lewat kacamata sahabatmu.

Persahabatan memang murni, tetapi perasaan tak bisa dibohongi. Sekian lama menyebut relasi ini sebagai persahabatan. Tak pelak ada benih-benih cinta seketika hadir begitu saja. Terbiasa melakukan aktivitas yang sama membuat kamu memiliki rasa nyaman saat bersamanya. Terkadang kamu tidak menyadari kalau perlakuan yang dilakukan atas dasar cinta. Tetapi karena kamu berpikir dia adalah sahabat, kepekaan itu tidak bekerja semestinya.

Dimulai Dari Mencari Persamaan Sebelum Mengharapkan Perhatian

Mencari persamaan antara dua orang adalah tanda kalau dia ada perasaan lebih. Pada awalnya kamu memang berbicara tentang apa saja. Sebelum pada akhirnya dia coba bertanya tentang apa kesukaanmu, mulai dari film, makanan, olahraga, musisi, sampai pada hal apa pun. Apabila ia memiliki kesamaan denganmu dalam satu bidang, maka ia akan membicarakan hal tersebut secara terus-terusan, agar jadi topik perbincangan yang menarik perhatian.

Seketika Mulai Suka Gelisah dan Sering Chat Duluan

Kegelisahan yang dialaminya bukan karena ada hal ganjil yang terjadi pada dirinya. Melainkan ada hal yang membuatnya rindu tapi bingung cara mengetahuinya. Alhasil, ia bakal memulai chat lebih dulu dengan konteks yang tidak jelas bahkan terkesan basa-basi. Tetapi karena kamu memandangnya sebagai teman, sikap tersebut tentu masih dianggap wajar. Mengirim pesan adalah salah satu cara yang dilakukan agar dia tetap bisa berkomunikasi denganmu.

Diam-diam Sering Memberikan Perhatian Selayaknya Pasangan

Sikapnya berbeda dari biasanya. Kalau pada awalnya ia hanya diam saja dan bercengkerama apabila kalian bertatap muka saja, sekarang ia mulai memberikan perhatian, lewat chat atau langsung di depan mata. Karena seseorang yang jatuh cinta akan memperhatikanmu tanpa disadari. Bahkan saat kamu memperhatikan gerak-geriknya, ia hanya memalingkan wajah seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal diam-diam ada asmara yang tertahan disana.

Sering Berlaku Iseng, Agar Kamu Selalu Tertawa Saat Bersamanya

Sering melakukan hal konyol atau iseng kepadamu, bukan karena ia memiliki tabiat sebagai pribadi yang usil atau komedian, ia hanya ingin memastikan kalau kamu akan tertawa saat bersamanya. Baginya, itu adalah poin penting yang menandakan kalau kamu bisa bahagia saat di dekatnya. Intinya, menghibur dirimu adalah salah satu tugas yang harus bisa diselesaikannya.

Hanya Ingin Berdua Saja, Tak Mau Ada Pengganggu Diantara Kamu dan Dia

Padahal kamu bosan dengan melakukan apa saja selalu berdua, terkadang kamu ingin mengundang orang lain yang kebetulan kalian kenal untuk membuat suasana lebih ceria. Karena kalau lebih ramai bakal makin asyik ‘kan? Tetapi dia selalu menolak dengan alasan ribet, tidak masuk dengan obrolan, atau semacamnya. Dengan bersikap begitu, sebenarnya ia hanya ingin memastikan kalau setiap momen yang tercipta denganmu, tak ada orang lain selain dirinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sukses Tak Melulu Soal Kerjaan, Ini Arti Sukses Bagi Anak Muda yang Cerdas

Ukuran sukses tentulah berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Tidak melulu soal pekerjaan, setiap orang haruslah paham bahwa arti sukses sendiri ada dari segala sisi kehidupan, termasuk dari sisi kepribadian. Berikut adalah arti kesuksesan bagi orang yang paham dan cerdas.

1. Mampu Memaafkan Orang Lain

Memaafkan bukan perkara yang mudah. Tidak semua orang mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus. Saat kamu berhasil memaafkan seseorang, artinya kamu sudah sukses menentramkan hatimu sendiri dari rasa dendam dan kebencian yang mungkin kamu rasakan sebelumnya.

2. Menyelesaikan Pendidikan dengan Baik

Menjadi seorang wisudawan dengan nilai dan prestasi yang memuaskan tentu merupakan sebuah kesuksesan tersendiri. Setidaknya satu langkah sukses sudah kamu lewati. Tinggal melanjutkannya dengan pilihanmu sendiri.

3. Tampil Apa Adanya

Banyak orang yang membohongi dirinya sendiri masalah penampilan. Hanya sedikit orang yang berhasil menjadi sosok dirinya yang apa adanya. Sebuah kejujuran dengan menjadi apa adanya dirimu merupakan satu bentuk kesuksesan tersendiri dalam dirimu.

4. Memenangkan Hati Dia yang Kamu Cinta

Berbicara perihal cinta, memang tak semua mengalami keberuntungan. Terlebih dalam urusan mendapatkan hatinya. Jika kamu sudah berhasil memenangkan hati orang yang kamu cintai, artinya kamu sudah mendapatkan satu kesuksesan dalam hidupmu.

5. Mampu Menikmati Kerja Kerasmu Sendiri

Ada kok orang yang terperangkap dengan apa yang dikerjakannya. Istilahnya dia salah pilih jalan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jadi saat kamu sudah bisa menikmati segala kerja kerasmu sendiri, artinya kamu sudah termasuk orang yang sukses.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top