Feature

Hai Temanku, Apa Kabar Dengan Cicilan Yang Kemarin Kau Ambil Atas Namaku

Sebenarnya aku merasa tak enak hati jika membuka pembicaraan ini, bagaimana pun kau adalah temanku. Tapi aku sadar bahwa kegelisahan ini tak seharusnya kutanggung sendiri. Meski nyatanya dirimulah yang memintaku untuk membantu. Dengan modal pertemanan kita, aku setuju untuk memberimu kesempatan memakai namaku.

Barangkali kamu lupa, kali ini aku kembali datang untuk sekedar jadi pengingat saja. Karena orang-orang yang kemarin berhubungan dengan kita, lagi-lagi datang dan memintaku untuk melunasi semuanya. Teman, bukankah harusnya itu jadi urusanmu? Seperti perjanjian kita semula.

Kamu Mendadak Hilang Tak Tahu Kemana,  Padahal Biasanya Kita Kerap Bertukar Sapa

Sebagaimana hari-hari kita sebelumnya, yang namanya teman tentu kita akan bertemu dan bertanya kabar. Beberapa bulan diawal sejak pengambilan barang yang kita setujui atas namaku, kamu mulai bertingkah tak biasa. Bilang sibuk hanya demi menghindar, hingga tak ingin bertemu dengan berjuta alasan.

Ini jelas membuatku bingung, mengapa temanku ini berubah jadi demikian? Meski telah berusaha mencari penyebabnya, aku masih merasa bahwa diriku tak berbuat salah apa-apa.

Lalu Beberapa Orang Mulai Menghubungiku, Dan Nampaknya Inilah Yang Membuatmu Begitu

Fakta ini langsung jadi sinyal kuat yang membuatku buru-buru berpikir. Barangkali kamu menghindar hanya karena cicilan yang katanya sudah menunggak beberapa bulan. Meski kamu telah berjanji untuk membayar, jujur orang-orang itu sangat mengangguku dengan kabar yang ia bawa.

Padahal kamulah yang berjanji, tak akan membuatku malu dan terlibat untuk urusan ini. Kalau sudah begini tidak hanya merasa malu, aku juga sungguh tak enak hati jika mesti berbohong demi lepas dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan.

Padahal Jika Sekedar Membayar Cicilan, Kurasa Aku Tak Perlu Menegurmu Untuk Melakukannya

Aku percaya bahwa kamu  adalah manusia yang sudah dewasa, mengerti bagaimana arti dari tanggung jawab. Tapi kalau sudah begini, masihkah kamu pantas disebut dewasa? Kurasa tidak.

Mungkin dirimu akan sedikit merasa terlalu dipojokkan, tapi kurasa inilah yang seharusnya kulakukan. Kamu boleh menghindar karena tak didatangi oleh mereka, sedang aku? Tentu tak bisa kawan!

Entah Benar Atau Tidak, Katamu Kau Sedang Pelik Dan Aku Turut Prihatin Untuk Itu

Untuk sesuatu yang memang sedang kau alami sekarang, sungguh hanya kamu dan Tuhanlah yang tahu. Tak ingin mengusik hal-hal yang tak jadi urusanku, aku hanya ingin tahu bagaimana penjelasan darimu.

Masih dengan rasa kasihan, tak apa aku akan jelaskan kepada mereka yang datang. Perkara kondisi ekonomi yang katamu sedang tak stabil, kuharap tak lagi jadi alasan untuk kembali berkelit bulan depan.

Lupakan Sejenak Hubungan Pertemanan Kita,  Ini Tentang Tanggung Jawabmu Atas Namaku

Tak perlu kututup-tutupi lagi, aku benar-benar kecewa atas semua ini. Jangan heran jika hari-hari berikutnya diriku tak lagi mau percaya. Kejadian ini membuatku belajar bahwa omonganmu tak bisa dipegang.

Sesuatu yang kuanggap sudah jadi bentuk pengorbanan untuk seorang teman. Nampaknya tak berarti apa-apa untukmu. Mulai dari barang hingga benda lain yang kau jadikan cicilan masih berada di tanganku. Tapi anehnya dirimu tak merasa berat untuk memakainya meski nyatanya belum dibayar lunas oleh kamu.

Kemarin Katamu Aku Tak Boleh Bilang Kepada Siapa-siapa, Tapi Hari Ini Kau Malah Bercerita Bahwa Aku Tak Punya Rasa Iba

Berita ini tentu kututup rapat hanya untukku, karena biar bagaimana pun dirimu adalah temanku. Tapi beberapa teman kemudian bercerita, katanya aku mendesakmu untuk segera melunasinya. Untuk diam yang masih kutahan, nyatanya kau sanggup memutar cerita yang sebenarnya.

Kurasa kau sendiri tahu, bahwa aku tak memintamu untuk segera melunasinya. Hanya saja cicilan yang telah menunggak beberapa bulan lamanya. Jadi beban yang tertimpa atas namaku. Tidakkah kau pikirkan itu?

Kalau sudah begini, masihkah kau bisa kupanggil teman?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top