Trending

Hai Blogger, Kenalkan Ini Pembunuh Blog Yang Paling Tangguh

blog sudah mati

Ini bukan kali pertama blog diprediksi akan mati. Bahkan sejak fenomena blog melesat pesat di 2004, banyak orang yang pesimis bahwa blog bisa bertahan. Di Indonesia, kalau kamu sudah mulai ngeblog dari tahun 2008 pasti pernah panas telinga mendengar pernyataan Roy Suryo.

“Tidak, saya tidak pernah nge-blog dan tidak pernah punya blog karena blog sifatnya hanya tren sesaat, Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu” Begitu Pria Berkumis itu berujar pada 26 Februari 2008.

Di saat yang sama Ahmad Dhani juga mengeluarkan pernyataan keras yang mengatakan bahwa “blog hanya buat orang kurang kerjaan dan bodoh”.

Intinya kedua tokoh tersebut mengatakan bahwa ngeblog bukanlah sebuah kegiatan yang akan bertahan lama. Blogger dan blognya hanya sebuah trend yang tak punya masa depan dan akan habis segera. Apakah terbukti? Tahun berganti dan blog tetap eksis.

Lalu kemudian, maraknya sosial media disebut juga akan mematikan blog tradisional yang berbasis website. Sifat sosial media yang pendek dan cepat dikatakan lebih adaptif dibandingkan blog yang panjang dan bersifat kaku. Apa terbukti? Blog memang sempat mengalami penurunan peminat. Namun di tengah booming sosial media, blog justru kembali berkibar sejak 2013 akhir hingga sekarang.

Blog Memang Hebat, Tunggu Sampai Kamu Tahu ScreenShort

Namun, belakangan muncul trend baru bernama ScreenShort. Apa itu? Mekanismenya simple, untuk kamu pengguna smartphone. Cukup menulis artikel layaknya ngeblog dalam aplikasi note standar yg kamu miliki di gadget. Lalu tulisan tersebut dicapture, screenshot dan dinaikan ke sosial media dalam bentuk gambar.

Lantas kenapa mekanisme simple tersebut dianggap akan mematikan aktivitas ngeblog secara tradisional? Screenshort menjanjikan kemudahan dan kecepatan. Saat ini masih sedikit para blogger yang nyaman melakukan aktivitas bloggingnya melalui smartphone. Semua harus dilakukan melalui laptop atau desktop. Tidak bisa sesegera mungkin dipublish.

Sementara di sisi lain, setiap sosial media memiliki batas karakter untuk bisa memposting secara panjang. Twitter misalnya, hanya bisa 144 Karakter. Instagram, jelas berkonsentrasi di gambar. Facebook, memotong tulisan dengan fitur read more. Jelas tidak adaptif untuk tulisan agak panjang yang biasa disajikan para blogger. Metode Screenshort seolah menjembatani ini. Keinginan menulis panjang terwadahi, sementara kemudhan dan kecepatan bisa diperoleh.

Foto kiriman Lorde (@lordemusic) pada

Menguatnya fenomena Screenshort ini juga didukung oleh perilaku netizen. Para pengguna yang berusia muda, lebih familiar membuka internet melalui aplikasi dan bukan dibrowser. Walhasil, mereka cenderung enggan untuk mengklik sebuah tautan dan untuk kemudian keluar dari aplikasinya.

“Tapi khan, screenshort gak bisa dicustom tampilannya sesuai yang kita mau?”

Sebagian blogger mungkin berpikir demikian. Perlu diketahui, fenomena ini banyak bermunculan di blogger early adaptor dan para pengguna internet muda. Sekali lagi, mereka mengenal internet melalui sosial media dan apps.

Mereka tak pernah berkenalan dengan email yang bisa dicustom, friendster yang bisa digonta-ganti tampilannya, multiply yang bisa diubah-ubah, wordpress dan blogger yang fully custom. Penggunaan internet mereka berkonsentrasi pada konten. Custom yang mereka kenal adalah isi dan konten, bukan lagi disoal tampilan.

Masih belum percaya? Dalam Social Media Week di Indonesia kemarin, Scott Lamb Vice President BuzzFeed, situs yang kini menjadi raja viral itu membuka rahasia angka yang menarik. Disebutnya bahwa saat ini, Buzzfeed mendapatkan 200 juta page view setiap bulannya.

Gila? Tunggu dulu, karena ternyata angka ini sangat kecil jika dibandingkan seluruh total impresi view yang dimiliki Buzzfeed. Melalui seluruh channel sosmednya, Buzzfeed memperoleh 1,6 miliar view setiap bulannya.

Angka ini membuktikan bahwa hanya sedikit pengguna sosial media yang melakukan aktivitas keluar ketika sudah berada dalam apps mereka. Bayangkan tak sampai 20 persennya yang melakukan hal tersebut.

Karena itu Screenshort jadi trend yang menarik buat para pengguna sosial media muda ini. Mereka bisa membaca tulisan panjang menarik, tanpa harus keluar dari apps yang mereka buka. Semua teratur rapi dalam linimasa yang mereka miliki.

Bagaimana Screenshort di Indonesia?

Di luar negeri, fenomena ini sangat dipengaruhi oleh para selebriti. Mereka yang berpengaruh ramai-ramai menggunakan metode screenshort untuk menuliskan buah pikirnya yang panjang.

Di Indonesia fenomena ini belum tampak booming. Masih sedikit yang mencoba terjun menggunakan model screenshort ini.

Namun bukan tak mungkin fenomena ini akan menjadi tren baru di dalam negeri. Hal ini mengingat sebelum fenomena Screenshort muncul pun netizen di Indonesia sering kali mengakali keterbatasan karakter dan fitur sosmednya. Lihat saja bagaimana kultwit akhirnya menjadi begitu trend di sini.

Ya hal ini menggambarkan bagaimana screenshort bisa menjadi penantang serius para blogger tradisional. Tulisan yang dibentuk gambar dan ditaruh di sosial media, punya tingkat share yang jauh lebih besar, karena orang cenderung lebih ragu membagikan sebuah tautan dibandingkan gambar. Beberapa survey juga menyebut, gambar jauh lebih meningkatkan enggagement dibandingkan sebuah link. Apalagi dalam kasus di Indonesia masih banyak pengguna internet yang berlangganan paket bulanan khusus sosmed yang tidak memungkinkan mereka membuka tautan situs lain di luar appsnya. Bagaimana menurut kamu?

15 Comments

15 Comments

  1. Janiarto Paradise

    May 12, 2015 at 10:10 pm

    sosmed hanya satu dari banyak sumber traffic, bahkan, menurut saya sosmed hanya sedikit menyumbangkan traffic… metode baru ini seperti lebih cocok untuk pengikut tren, bukan pencari informasi… sementara pengunjung blog utamanya adalah pencari

  2. sarmanps

    May 13, 2015 at 12:21 am

    Wah, saya malah belum dengar pengguna screenshot mas.. tapi sepertinya ada benarnya juga blog killer yang satu ini..

  3. rudiansyah

    May 13, 2015 at 4:55 am

    Untuk saat ini belum ada yang bisa menandingi blog, karena banyak fungsi selain sarana berbagi dan belajar sekarang blog juga menjanjikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan itu sangat mudah, lalu apa yang bisa bunuh?? saat ini blm ada.

  4. Irly

    May 13, 2015 at 8:14 am

    Fenomena yang menarik,menurut saya bagaimanapun blog masih mempunyai keunggulan tersendiri, benar kata Mas Janiarto di atas. Selain itu Screenshort ini bentuknya baku, sedangkan di blog, kita masih bisa meng-edit tulisan yang sudah kita buat, entah sekedar memperbaiki typo atau memperbarui informasi yang hendak kita bagikan melalui tulisan 🙂

  5. kw

    May 13, 2015 at 11:18 am

    wah wah wah… tapi blog tetep tak bisa digantikan, karena semua informasi detail personil ada di situ :))

  6. Rangga

    May 13, 2015 at 12:23 pm

    search engine is God!!
    hehe.. gak kepake yg ginian kata sayah mah.. blog tetep punya andil yg lebih besar..

  7. Syafaatfm

    May 13, 2015 at 2:18 pm

    menyimpulkan dari semua penjelasan diatas, menurut saya peran blog tetap tidak bisa digantikan. Kecenderungan banyak orang untuk mencari sumber informasi dari Search engine merupakan salah satu alasan utama. Seperti halnya diatas, Screenshot jg hanya tren, tren yg diikuti segelintir orang saja… Saya merasakannya sendiri…

  8. Aulia

    May 13, 2015 at 3:16 pm

    Tetap goblog, karena yang namanya login terus buka dasbor lalu menulis lebih indah rasanya daripada instan. Istiqamahlah dalam menulis untuk blog 🙂

  9. Indra Permana

    May 13, 2015 at 7:16 pm

    Wah, saya baru tau ada yang kayak gini. Hehehe

    Tapi menurut ane, tetep aja blog memiliki daya tarik tersendiri daripada hanya sebuah screenshot. Walaupun sebenarnya ada dan banyak orang yang merasa cukup hanya dengan melihat screenshot.

  10. Shinta

    May 14, 2015 at 10:27 am

    Setujulah sama semua blogger di atas. Search engine paling utama. Dari jaman Geocities selalu diramalin blog bakal punah. Lah nyatanya sampe sekarang CMS WordPress terus berkembang walo udah banyak platform yang mati.

    Sosial media sekeren apapun bahkan cara screenshot kaya gini juga efeknya cuma menjadi bagian dari blog itu sendiri. Ngga bisa menggantikan apalagi membunuh.

  11. Icah Banjarmasin

    May 14, 2015 at 12:07 pm

    Kalau saya untuk porsi ngeblog sekarang ini sanagat sedikit sekali maklum cari SEPIRING NASI bang…hahahyy

  12. Lastboy

    May 16, 2015 at 9:51 pm

    Mesin pencari tetap yang utama, blog masih bisa bertahan menurut saya 🙂

  13. Resep Aneka Kue

    May 18, 2015 at 4:08 pm

    Blog dan web tidak akan pernah mati selagi masih ada yang namanya Search Engine (SE). Kamu mencari informasi apapun melalui SE, dan akan bertaburan informasi yang banyak sekali contohnya di SE milik google. 🙂 Salam kenal ?

  14. Diana Putri

    June 6, 2015 at 3:05 pm

    terimakasih artikelnya, awalnya saya baca sudah serem sekali, tapi ternyata tidak …

  15. Isa Maulana

    February 11, 2016 at 9:06 pm

    Ya engga laah… gimana bisa screenshot ngalahin blog, no way. Blog ramai salah satunya dijadikan senjata andalan untuk meraup $ oleh para net marketer, seperti gobagi ini.
    Kalo cuma sscreenshot begitu, bisa apppaa…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu yang Kuliah di Sekolah Kedinasan Pasti Sudah Paham dengan Hal Positif Ini

Banyak orang yang memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan studi di sekolah kedinasan. Sekola ini merupakan instansi yang menerapkan sistem semimiliter di dalamnya. Meski sulit untuk bisa bertahan, namun nyatanya ada juga hal positif yang akan kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan seperti STMG, STIP dan masih banyak lainnya.

1. Menjadi Lebih Disiplin

Kamu akan belajar untuk menjadi disiplin dalam hal sekecil apapun itu. Kamu tak bisa bertingkah seenaknya sendiri. Kamu akan terbiasa membereskan kamar asrama, merapikan pakian sampai membuang sampah sendiri secara disiplin. Sekalinya kamu bertindak ceroboh, kamu akan mendapatkan sanksi entah itu berupa push-up atau lari keliling lapangan.

2. Menjadi Lebih Menghargai Waktu

Waktu libur yang diberikan oleh pihak sekolah dinas biasanya sangatlah singkat. Hal ini sangat berbanding dengan libur yang diberikan oleh universitas di Indonesia. Karena hal inilah kamu menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu. Kamu akan memanfaatkan waktu liburmu itu dengan sebaik mungkin bersama keluarga yang selama ini kamu rindukan di perantauan.

3. Menjadi Lebih Menghormati Orang Lain dan Lingkungan Sekitar

Mungkin istilahnya kamu akan memiliki sifat yang down to earth. Kamu menjadi orang yang lebih menghormarti orang lain dan juga lingkungan sekitarmu. Kamu menghargai setiap jasa orang lain, sekecil apapun itu.

4. Memiliki Potongan Rambut yang Lebih Rapi

Potongan rambut rapi menjadi kewajiban saat kamu sekolah di sekolah kedinasan. Kamu tak boleh memanjangkan rambutmu. Panjang sedikit saja, harus sudah dirapikan ulang. Sepertinya ini juga masuk hal positif yang kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan kan?

5. Memiliki Teman dari Seluruh Penjuru Indonesia

Ada banyak orang dari latarbelakang suku budaya dan asal daerah yang berbeda dimana mereka sekolah di satu sekolah kedinasan yang sama denganmu. Hal ini tentu akan membuatmu memiliki banyak teman yang berasal dari daerah berbeda denganmu. Wawasanmu dalam pertemanan pun pasti akan lebih luas.

6. Merasa Bangga dengan Pencapaianmu Sendiri

Menjadi seorang siswa di sekolah kedinasan bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk lolos seleksi masuk saja sangat sulit. Sehingga pastinya kamu akan bisa merasakan kebanggaan tersendiri atas apa yang sudah kamu capai dengan doa juga kerja kerasmu.

15 Comments

15 Comments

  1. Janiarto Paradise

    May 12, 2015 at 10:10 pm

    sosmed hanya satu dari banyak sumber traffic, bahkan, menurut saya sosmed hanya sedikit menyumbangkan traffic… metode baru ini seperti lebih cocok untuk pengikut tren, bukan pencari informasi… sementara pengunjung blog utamanya adalah pencari

  2. sarmanps

    May 13, 2015 at 12:21 am

    Wah, saya malah belum dengar pengguna screenshot mas.. tapi sepertinya ada benarnya juga blog killer yang satu ini..

  3. rudiansyah

    May 13, 2015 at 4:55 am

    Untuk saat ini belum ada yang bisa menandingi blog, karena banyak fungsi selain sarana berbagi dan belajar sekarang blog juga menjanjikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan itu sangat mudah, lalu apa yang bisa bunuh?? saat ini blm ada.

  4. Irly

    May 13, 2015 at 8:14 am

    Fenomena yang menarik,menurut saya bagaimanapun blog masih mempunyai keunggulan tersendiri, benar kata Mas Janiarto di atas. Selain itu Screenshort ini bentuknya baku, sedangkan di blog, kita masih bisa meng-edit tulisan yang sudah kita buat, entah sekedar memperbaiki typo atau memperbarui informasi yang hendak kita bagikan melalui tulisan 🙂

  5. kw

    May 13, 2015 at 11:18 am

    wah wah wah… tapi blog tetep tak bisa digantikan, karena semua informasi detail personil ada di situ :))

  6. Rangga

    May 13, 2015 at 12:23 pm

    search engine is God!!
    hehe.. gak kepake yg ginian kata sayah mah.. blog tetep punya andil yg lebih besar..

  7. Syafaatfm

    May 13, 2015 at 2:18 pm

    menyimpulkan dari semua penjelasan diatas, menurut saya peran blog tetap tidak bisa digantikan. Kecenderungan banyak orang untuk mencari sumber informasi dari Search engine merupakan salah satu alasan utama. Seperti halnya diatas, Screenshot jg hanya tren, tren yg diikuti segelintir orang saja… Saya merasakannya sendiri…

  8. Aulia

    May 13, 2015 at 3:16 pm

    Tetap goblog, karena yang namanya login terus buka dasbor lalu menulis lebih indah rasanya daripada instan. Istiqamahlah dalam menulis untuk blog 🙂

  9. Indra Permana

    May 13, 2015 at 7:16 pm

    Wah, saya baru tau ada yang kayak gini. Hehehe

    Tapi menurut ane, tetep aja blog memiliki daya tarik tersendiri daripada hanya sebuah screenshot. Walaupun sebenarnya ada dan banyak orang yang merasa cukup hanya dengan melihat screenshot.

  10. Shinta

    May 14, 2015 at 10:27 am

    Setujulah sama semua blogger di atas. Search engine paling utama. Dari jaman Geocities selalu diramalin blog bakal punah. Lah nyatanya sampe sekarang CMS WordPress terus berkembang walo udah banyak platform yang mati.

    Sosial media sekeren apapun bahkan cara screenshot kaya gini juga efeknya cuma menjadi bagian dari blog itu sendiri. Ngga bisa menggantikan apalagi membunuh.

  11. Icah Banjarmasin

    May 14, 2015 at 12:07 pm

    Kalau saya untuk porsi ngeblog sekarang ini sanagat sedikit sekali maklum cari SEPIRING NASI bang…hahahyy

  12. Lastboy

    May 16, 2015 at 9:51 pm

    Mesin pencari tetap yang utama, blog masih bisa bertahan menurut saya 🙂

  13. Resep Aneka Kue

    May 18, 2015 at 4:08 pm

    Blog dan web tidak akan pernah mati selagi masih ada yang namanya Search Engine (SE). Kamu mencari informasi apapun melalui SE, dan akan bertaburan informasi yang banyak sekali contohnya di SE milik google. 🙂 Salam kenal ?

  14. Diana Putri

    June 6, 2015 at 3:05 pm

    terimakasih artikelnya, awalnya saya baca sudah serem sekali, tapi ternyata tidak …

  15. Isa Maulana

    February 11, 2016 at 9:06 pm

    Ya engga laah… gimana bisa screenshot ngalahin blog, no way. Blog ramai salah satunya dijadikan senjata andalan untuk meraup $ oleh para net marketer, seperti gobagi ini.
    Kalo cuma sscreenshot begitu, bisa apppaa…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Cintai

Tak selalu bisa memilih, beberapa orang bisa saja terjebak pada profesi yang sebenarnya tak ia sukai. Kondisi seperti ini memang kerap jadi dilema, sudah berupaya untuk produktif bekerja. Tapi hasilnya, selalu jauh dari rencana. Berdamai dengan apa yang tadinya tak kita sukai, memang tak selalu bisa berjalan mudah. Tapi untuk urusan pekerjaan yang bertujuan menyambung nyawa, baiknya ini harus diupayakan segera.

Begini, saya meyakini tak semua orang bisa duduk manis untuk mengerjakan apa yang ia cintai. Sebaliknya, ada ribuan atau bahkan jutaan orang yang mau tak mau harus bekerja walau sebenarnya itu bukanlah yang ia suka. Tapi, bagaimana mereka bisa bertahan hingga sekian lama? Mulai mencintai adalah kuncinya.

Hal Semacam Ini Wajar, Tak Ada yang Perlu Ditakutkan

Ya, namanya juga tidak suka. Pasti ada beberapa fase yang masi terasa kurang berkenan di hati. Entah itu cara kerja, lingkungan, atau hubungan dengan atasan. Tapi kalau mau dipikirkan lagi, hal-hal semacam ini tak hanya akan kau temui di lingkungan dengan bidang kerja yang tak kau suka saja. Ketika nanti kamu bekerja sudah pada apa yang kamu suka pun, hal-hal seperti ini masih akan ada.

Bekerja berarti mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki, tapi kalau memang ini bukan bidang yang kita kuasai tak ada salahnya kan untuk belajar lagi. Rajinlah bertanya, berinisiatif untuk bersuara dan belajar lebih banyak. Kalau hal ini sudah berhasil dijalankan, istilah kata ‘tak suka’, pelan-pelan akan hilang.

Pelan-pelan, Coba Cari Satu Nilai yang Bisa Kamu Jadikan Alasan untuk Mencintai Situasi Ini

Daripada memaksakan diri untuk mencari pekerjaan sesuai bidang yang diminati. Mengambil sedikit waktu untuk bisa berpikir lebih jernih dan membuka diri, akan situasi ini, jauh lebih perlu untuk dilakukan segera. Jangan buru-buru memutuskan untuk keluar, kesampingkan dulu rasa tak nyaman yang belum bisa berkenan. Dengan hal lain yang bisa dijadikan manfaat baik untuk tetap bertahan.

Barangkali pekerjaan ini bisa jadi batu loncatan ini mimpi yang selanjutnya, memperluas relasi dengan kawan lain, hingga memberi peluang yang lebih besar dalam hal mengembangkan karir. Nah, kalau sudah seperti ini. Apa lagi yang ingin kau cari?

Belajarlah untuk Bertindak dan Berpikir Positif, Sebab Itu Jauh Lebih Baik

Menfokuskan pikiran pada hal-hal negatif dari pekerjaan, jelas tak bisa membuatmu senang. Ini akan membuatmu kian sering mengeluh, tak bersemangat untuk memulai pekerjaan, hingga selalu berpikir bahwa semuanya berat. Meski sebenarnya, ini bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan.

Pakar psikologi Sherrie Campbell, PhD, mengatakan kunci utama menjalani hidup yang berkualitas ada di pikiran. Jika berpikiran positif, maka setiap masalah dan hambatan yang datang akan bisa dilalui dengan baik. Jika ini sudah berhasil dilakukan, bisa dipastikan rasa senang atas pekerjaan bisa kamu rasakan. Dan ketika itu sudah berhasil didapatkan, semua tantangan dalam pekerjaan yang tadinya terasa berat. Pelan-pelan mulai terlihat sebagai peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Walau Tak Cepat, Perlahan Pekerjaan Ini Bisa Jadi Sesuatu yang Menyenangkan

Tak bisa diukur atau ditentukan, setiap orang punya kemampuan yang berbeda dalam hal mencintai pekerjaan yang tadinya tak ia suka. Biar bagaiamana pun proses adaptasi, jelas berbeda-beda. Namun hal yang bisa disamakan adalah hasil dari upaya yang sedang dijalankan.

Menjadi seorang ‘custumer service’ yang tadinya terasa menyebalkan, kini berubah jadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena bisa membantu banyak orang. Begitu kira-kira gambarannya.  

Di Lain Sisi, Kamu Juga Butuh untuk Melakukan Hal-hal Lain yang Disukai

Nah, sembari menjalani proses perubahan dari yang tadinya ‘tak suka’ menjadi ‘suka’. Ada kegiatan lain yang juga perlu untuk kamu kerjakan. Yap carilah apa yang selama ini kamu suka, ingat-ingat lagi kegiatan seperti apa yang sebenarnya kamu ingini.

Saat ini, kamu mungkin bekerja di tempat yang belum sesuai dengan hati. Tapi tak ada salahnya untuk tetap mengerjakan apa yang kamu cintai. Maka jika sewaktu-waktu, kamu memang benar-benar tak bisa mencintai pekerjaan tersebut. Ada hal lain yang bisa dengan mudah kamu kerjakan lagi.

Selain Membuat Diri Merasa Puas, Biasanya Hasilnya Pun Dekat dengan Harapan

Tak ada yang lebih menyenangkan memang, dibanding mengerjakan apa yang kita sukai. Ibarat sebuah kecintaan atau kesukaan, hobi kita kali ini mungkin akan mendapat bayaran berupa gaji. Selanjutnya, kamu bisa melihat bagaimana hasil dari pekerjaan yang kamu lakoni. Dan selalu ada perbedaan yang jauh lebih baik, ketika kamu mengerjakan sesuatu yang memang sudah dicintai sejak lama.

Kecintaanmu akan hal tersebut, membawamu pada keinginan untuk memberikan yang terbaik dari yang kamu bisa. Walau sesungguhnya, hasil yang serupa juga bisa kita lahirkan meski pada pekerjaan yang kurang berkenan. Asal bisa berjanji pada diri sendiri, untuk melakukan yang terbaik, pastilah hasilnya baik juga.

Perkara menjalani pekerjaan, memang tak semua hal bisa kita dapatkan. Profesi dan kecintaan yang berbeda pun kerap jadi penghalang, tapi satu hal yang tetap harus kita percaya, belajarlah mencintai apa yang sedang kita kerjakan, dan selalu kerjakan apa yang memang kau cintai.

15 Comments

15 Comments

  1. Janiarto Paradise

    May 12, 2015 at 10:10 pm

    sosmed hanya satu dari banyak sumber traffic, bahkan, menurut saya sosmed hanya sedikit menyumbangkan traffic… metode baru ini seperti lebih cocok untuk pengikut tren, bukan pencari informasi… sementara pengunjung blog utamanya adalah pencari

  2. sarmanps

    May 13, 2015 at 12:21 am

    Wah, saya malah belum dengar pengguna screenshot mas.. tapi sepertinya ada benarnya juga blog killer yang satu ini..

  3. rudiansyah

    May 13, 2015 at 4:55 am

    Untuk saat ini belum ada yang bisa menandingi blog, karena banyak fungsi selain sarana berbagi dan belajar sekarang blog juga menjanjikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan itu sangat mudah, lalu apa yang bisa bunuh?? saat ini blm ada.

  4. Irly

    May 13, 2015 at 8:14 am

    Fenomena yang menarik,menurut saya bagaimanapun blog masih mempunyai keunggulan tersendiri, benar kata Mas Janiarto di atas. Selain itu Screenshort ini bentuknya baku, sedangkan di blog, kita masih bisa meng-edit tulisan yang sudah kita buat, entah sekedar memperbaiki typo atau memperbarui informasi yang hendak kita bagikan melalui tulisan 🙂

  5. kw

    May 13, 2015 at 11:18 am

    wah wah wah… tapi blog tetep tak bisa digantikan, karena semua informasi detail personil ada di situ :))

  6. Rangga

    May 13, 2015 at 12:23 pm

    search engine is God!!
    hehe.. gak kepake yg ginian kata sayah mah.. blog tetep punya andil yg lebih besar..

  7. Syafaatfm

    May 13, 2015 at 2:18 pm

    menyimpulkan dari semua penjelasan diatas, menurut saya peran blog tetap tidak bisa digantikan. Kecenderungan banyak orang untuk mencari sumber informasi dari Search engine merupakan salah satu alasan utama. Seperti halnya diatas, Screenshot jg hanya tren, tren yg diikuti segelintir orang saja… Saya merasakannya sendiri…

  8. Aulia

    May 13, 2015 at 3:16 pm

    Tetap goblog, karena yang namanya login terus buka dasbor lalu menulis lebih indah rasanya daripada instan. Istiqamahlah dalam menulis untuk blog 🙂

  9. Indra Permana

    May 13, 2015 at 7:16 pm

    Wah, saya baru tau ada yang kayak gini. Hehehe

    Tapi menurut ane, tetep aja blog memiliki daya tarik tersendiri daripada hanya sebuah screenshot. Walaupun sebenarnya ada dan banyak orang yang merasa cukup hanya dengan melihat screenshot.

  10. Shinta

    May 14, 2015 at 10:27 am

    Setujulah sama semua blogger di atas. Search engine paling utama. Dari jaman Geocities selalu diramalin blog bakal punah. Lah nyatanya sampe sekarang CMS WordPress terus berkembang walo udah banyak platform yang mati.

    Sosial media sekeren apapun bahkan cara screenshot kaya gini juga efeknya cuma menjadi bagian dari blog itu sendiri. Ngga bisa menggantikan apalagi membunuh.

  11. Icah Banjarmasin

    May 14, 2015 at 12:07 pm

    Kalau saya untuk porsi ngeblog sekarang ini sanagat sedikit sekali maklum cari SEPIRING NASI bang…hahahyy

  12. Lastboy

    May 16, 2015 at 9:51 pm

    Mesin pencari tetap yang utama, blog masih bisa bertahan menurut saya 🙂

  13. Resep Aneka Kue

    May 18, 2015 at 4:08 pm

    Blog dan web tidak akan pernah mati selagi masih ada yang namanya Search Engine (SE). Kamu mencari informasi apapun melalui SE, dan akan bertaburan informasi yang banyak sekali contohnya di SE milik google. 🙂 Salam kenal ?

  14. Diana Putri

    June 6, 2015 at 3:05 pm

    terimakasih artikelnya, awalnya saya baca sudah serem sekali, tapi ternyata tidak …

  15. Isa Maulana

    February 11, 2016 at 9:06 pm

    Ya engga laah… gimana bisa screenshot ngalahin blog, no way. Blog ramai salah satunya dijadikan senjata andalan untuk meraup $ oleh para net marketer, seperti gobagi ini.
    Kalo cuma sscreenshot begitu, bisa apppaa…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

KM & Partners Gandeng IndonesiaX, Adakan Kursus PBJ Gratis dan Pertama di Indonesia

Layaknya Demokrasi, Pendidikan harusnya jadi sesuatu yang menyeluruh hingga ke pelosok negeri. Tapi sayangnya, hingga kini masih banyak daerah yang tertinggal dalam hal literasi. Hal ini pulalah yang kemudian mendorong, Firma KM & Partner untuk membuat sebuah sumbangsih kepada Negara untuk mengadakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Yap, rasanya tak perlu dijelaskan. Kamu pasti paham, jika kasus hukum di bidang/jasa pemerintah kita terbilang tinggi. Karena rendahnya tingkat literasi masyarakat dan para pelaku pangadaan tersebut terhadap teori dan regulasi yang melingkupi dunia yang mereka kerjakan.

Nah, berita baiknya untuk kamu yang memang tertarik pada dunia pengadaan barang/jasa, bertempat di Hotel Golden Tulip, Jakarta Pusat (7/2/2019) Firma KM & Partner sebagai satu perusahaan konsultan di bidang pengadaan barang/jasa menjalin kemitraan strategis dalam bidang pembelajaran online dengan PT Education Technology Indonesia (IndonesiaX).

Selain penandatanganan MOU untuk kolaborasinya, KM & Partner melalui Khalid Mustafa, selaku Direktur Utama, mengatakan “Khusus untuk kelas pengadaan barang/jasa yang dikelola Firma KM & Partner, sertifikat yang nanti didapatkan dapat dinilai sebagai sertifikasi kompetensi pada level tertentu untuk kemudian dijadikan bekal untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pengadaan yang lebih
advance”. 

Dan dari hasil kolaborasi ini, IndonesiaX sebagai pemilik platform pendidikan online www.indonesiax.co.id akan berperan untuk menyediakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. Disana kamu bisa belajar melalui materi-materi yang sudah disediakan secara ‘Gratis’, dalam bentuk modul dan video lengkap dengan subtitlenya. 

Sudah berkecimpung puluhan tahun sebagai penggiat pengadaan barang/jasa, Khalid juga menggandeng Samsul Ramli, sebagai  procurement specialist dan penulis buku nasional tematik pengadaan barang/jasa pemerintah, untuk bersama-sama mengelola kelas pengadaan di IndonesiaX.

Sementara itu, Lucy Pandjaitan, selaku Presiden Direktur IndonesiaX yang juga hadir, menuturkan, “IndonesiaX memberikan akses kepada pembelajar di seluruh penjuru negeri atas materi pembelajaran dan keterampilan dari profesor/dosen terbaik serta pimpinan perusahaan terkemuka. IndonesiaX menyambut baik pembuatan video online tentang PBJ yang bisa diakses secara gratis dari manapun sehingga melancarkan pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah.”

Mengingat rekam jejak IndonesiaX yang baik, platform ini memang diyakini mampu menjadi salah satu solusi yang efisien dalam peningkatan literasi pengadaan barang/jasa di Indonesia. Karena, kelas pengadaan ini tidak hanya dapat diakses oleh pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah namun juga oleh masyarakat secara luas, siapa dan darimana saja. Asal ada perangkat dan layanan internet, maka kamu bisa turut serta.

Sebagaimana yang tadi sudah disebutkan, keutamaan kelas pembelajaran IndonesiaX ini, akan menyajikan seluruh konten dan proses pembelajaran yang bersifat gratis.

Nantinya peserta hanya perlu merogoh kocek untuk membeli sertifikat yang harganya amat sangat terjangkau, belum lagi dengan tambahan program discount. Tapi ada syaratnya, peserta harus lulus ujiannya dulu ya!

Setidaknya, akan ada kurang lebih 4 modul telah disiapkan untuk kelas pengadaan ini. Dimana modul-modul tersebut setara dengan unit kompetensi pengelola pengadaan barang/jasa tingkat pertama. Materinya pun merupakan kombinasi unit kompetensi standar nasional dan kompetensi dasar International Supply Chain Management .

“Kita berharap meski kelas ini gratis namun kualitas konsep, konten dan kelulusan telah memenuhi standar nasional bahkan
internasional”, tandas Khalid dengan rona wajah yang penuh semangat.

Wah menarik ya! Nah untuk kalian yang tertaik dan ingin turut serta. Kalian bisa mengakses modul-modul bahan pembelajaranya di www.indonesiax.co.id  ya.

15 Comments

15 Comments

  1. Janiarto Paradise

    May 12, 2015 at 10:10 pm

    sosmed hanya satu dari banyak sumber traffic, bahkan, menurut saya sosmed hanya sedikit menyumbangkan traffic… metode baru ini seperti lebih cocok untuk pengikut tren, bukan pencari informasi… sementara pengunjung blog utamanya adalah pencari

  2. sarmanps

    May 13, 2015 at 12:21 am

    Wah, saya malah belum dengar pengguna screenshot mas.. tapi sepertinya ada benarnya juga blog killer yang satu ini..

  3. rudiansyah

    May 13, 2015 at 4:55 am

    Untuk saat ini belum ada yang bisa menandingi blog, karena banyak fungsi selain sarana berbagi dan belajar sekarang blog juga menjanjikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghasilan dan itu sangat mudah, lalu apa yang bisa bunuh?? saat ini blm ada.

  4. Irly

    May 13, 2015 at 8:14 am

    Fenomena yang menarik,menurut saya bagaimanapun blog masih mempunyai keunggulan tersendiri, benar kata Mas Janiarto di atas. Selain itu Screenshort ini bentuknya baku, sedangkan di blog, kita masih bisa meng-edit tulisan yang sudah kita buat, entah sekedar memperbaiki typo atau memperbarui informasi yang hendak kita bagikan melalui tulisan 🙂

  5. kw

    May 13, 2015 at 11:18 am

    wah wah wah… tapi blog tetep tak bisa digantikan, karena semua informasi detail personil ada di situ :))

  6. Rangga

    May 13, 2015 at 12:23 pm

    search engine is God!!
    hehe.. gak kepake yg ginian kata sayah mah.. blog tetep punya andil yg lebih besar..

  7. Syafaatfm

    May 13, 2015 at 2:18 pm

    menyimpulkan dari semua penjelasan diatas, menurut saya peran blog tetap tidak bisa digantikan. Kecenderungan banyak orang untuk mencari sumber informasi dari Search engine merupakan salah satu alasan utama. Seperti halnya diatas, Screenshot jg hanya tren, tren yg diikuti segelintir orang saja… Saya merasakannya sendiri…

  8. Aulia

    May 13, 2015 at 3:16 pm

    Tetap goblog, karena yang namanya login terus buka dasbor lalu menulis lebih indah rasanya daripada instan. Istiqamahlah dalam menulis untuk blog 🙂

  9. Indra Permana

    May 13, 2015 at 7:16 pm

    Wah, saya baru tau ada yang kayak gini. Hehehe

    Tapi menurut ane, tetep aja blog memiliki daya tarik tersendiri daripada hanya sebuah screenshot. Walaupun sebenarnya ada dan banyak orang yang merasa cukup hanya dengan melihat screenshot.

  10. Shinta

    May 14, 2015 at 10:27 am

    Setujulah sama semua blogger di atas. Search engine paling utama. Dari jaman Geocities selalu diramalin blog bakal punah. Lah nyatanya sampe sekarang CMS WordPress terus berkembang walo udah banyak platform yang mati.

    Sosial media sekeren apapun bahkan cara screenshot kaya gini juga efeknya cuma menjadi bagian dari blog itu sendiri. Ngga bisa menggantikan apalagi membunuh.

  11. Icah Banjarmasin

    May 14, 2015 at 12:07 pm

    Kalau saya untuk porsi ngeblog sekarang ini sanagat sedikit sekali maklum cari SEPIRING NASI bang…hahahyy

  12. Lastboy

    May 16, 2015 at 9:51 pm

    Mesin pencari tetap yang utama, blog masih bisa bertahan menurut saya 🙂

  13. Resep Aneka Kue

    May 18, 2015 at 4:08 pm

    Blog dan web tidak akan pernah mati selagi masih ada yang namanya Search Engine (SE). Kamu mencari informasi apapun melalui SE, dan akan bertaburan informasi yang banyak sekali contohnya di SE milik google. 🙂 Salam kenal ?

  14. Diana Putri

    June 6, 2015 at 3:05 pm

    terimakasih artikelnya, awalnya saya baca sudah serem sekali, tapi ternyata tidak …

  15. Isa Maulana

    February 11, 2016 at 9:06 pm

    Ya engga laah… gimana bisa screenshot ngalahin blog, no way. Blog ramai salah satunya dijadikan senjata andalan untuk meraup $ oleh para net marketer, seperti gobagi ini.
    Kalo cuma sscreenshot begitu, bisa apppaa…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top