Feature

Gemuk Setelah Menikah Itu Tandanya Bahagia, Studi Ini Membuktikannya

Mulai bete karena baju-baju saat singgle dulu mulai terasa sempit dan tak lagi bisa dipakai dengan mudah? Bingung apa yang terjadi sampai berat badan mulai terkerek naik. Apalagi buat perempuan yang sering dapat pertanyaan yang bikin gelisah “lagi isi ya?”.

Kamu pasti seringkali melihat orang yang telah menikah umumnya bertubuh lebih gemuk daripada saat ia belum menikah. Teman-temanmu yang baru punya istri selama setahun pun tubuhnya sudah mulai membuncit. Tubuhnya tak lagi langsing seperti saat ia melajang.

Tapi tahukah kamu gemuk setelah menikah itu merupakan tanda bahagia? Hal ini dibuktikan dari banyaknya penelitian yang telah menemukan hubungan antara pernikahan dengan perut seseorang yang menjadi lebih gemuk pasca menikah. Umumnya disebabkan setelah menikah seseorang baik wanita dan pria akan lebih banyak makan karena hubungan yang dijalaninya membuatnya bahagia.

Mereka Yang Menjalin Hubungan Lebih Stabil Merasa Tak Perlu Tampil Atraktif Lagi

Sesudah menikah, hubungan cinta yang dijalin pun lebih stabil. Rasa khawatir akan perpisahan pun berkurang karena kini kamu dan dia terikat dalam hubungan yang sah secara agama maupun hukum. Kekhawatiran yang berkurang menuju pada kebahagiaan. Menurut studi yang dilakukan “Research on the National Center for Biotechnology” menunjukan hasil bahwa seseorang yang bahagia karena cinta bisa berpengaruh pada berat badan yang naik. Pasangan yang pernikahannya bahagia mengalami peningkatan berat badan. Sementara yang pernikahannya tidak bahagia, tubuhnya akan tetap langsing.

Ketika sudah merasa bahagia dengan pernikahan yang telah dijalani saat ini, untuk tampil atraktif dan menarik dirasa tidak diperlukan lagi karena kini sudah ada pasangan yang mendampingimu. Kamu yang bahagia dengan pernikahanmu akan merasa percaya diri meski tampil apa adanya meski dengan perut yang melebar.

Bukan Tak Mau Olah Raga, Tapi Asyiknya Mengurus Keluarga Bahagia Membuatmu Tak Punya Waktu

keluarga

Setelah menikah, kamu biasanya akan jadi lebih banyak makan karena merasa senang dengan kehidupan pernikahan yang sedang kamu jalani. Pola makan yang tidak terjaga membuat tubuhmu cepat gemuk. Ditambah lagi jarang olahraga akan menjadikan perutmu melebar dengan sangat cepat pasca menikah.

Setelah menikah, biasanya kamu dan dia akan disibukan dengan urusan rumah tangga dan anak. Belum lagi jika kamu juga seorang pekerja yang disibukan dengan urusan kantor. Urusan berat badan tidak lagi menjadi prioritas utama. Kehidupanmu jadi lebih sibuk setelah menikah karena banyak hal yang diurus. Akibatnya, kamu makin tidak punya waktu untuk sekedar jogging di akhir pekan.

Katanya Mereka Yang Jadi Gemuk Setelah Menikah Itu Tanda Kenyamanan

Menurut studi yang diterbitkan pada jurnal “Obesity” tahun 2012, pasangan menikah yang selalu melakukan segala hal bersama-sama selama  lebih dari 2 tahun akan mengalami peningkatan berat badan daripada orang yang single. Dalam penelitian tersebut, pasangan yang saling nyaman satu sama lain akan lebih sering menghabiskan waktu makan bersama lebih banyak.

Seperti saat sedang menonton televisi atau film favorit di rumah. Kegiatan-kegiatan seperti ini secara tidak sadar membuatmu dan pasangan memakan camilan dan makan besar dalam jumlah yang cukup banyak. Akhirnya berat badan kalian pun meningkat drastis.

Pernikahan Yang Bahagia Membuat Seorang Istri Jadi Rajin Memasak

Banyak wanita yang senang setelah menikah biasanya akan rajin memasak demi memenuhi kebutuhan perut suami dan menyenangkan suaminya. Istri tahu betul, pria akan bahagia setelah perutnya kenyang.

Setelah menikah wanita yang sudha menikah penasaran ingin mencoba berbagai resep yang ada di Youtube, mulai dari membuat kue, chicken katsu, rendang, dan sejumlah masakan enak lainnya. Kamu memasak makanan tersebut dengan sepenuh hati, tetapi kamu tidak memerhatikan takaran atau kandungan gizi yang ada di dalamnya. Sehingga seringkali kamu memasak makanan yang banyak mengandung lemak dan minyak. Ini yang menjadi alasan banyak pria yang setelah menikah menjadi lebih gemuk, karena sang istri memasak banyak makanan untuknya namun tidak memperhatikan kandungan yang ada di dalamnya. Para istri, tolong ya kalau memasak lebih diperhatikan lagi komposisi nya!

Setelah Menikah Kamu Tidak Akan Membuang Makanan Dengan Mudah

kue

Ketika sudah menjalin hubungan rumah tangga. Biasanya pasangan yang telah menikah akan berpikir dua kali untuk membuang-buang makanan. Terutama istri. Istri sangat memperhatikan dengan teliti terhadap sisa-sisa makanan yang setidaknya masih bisa dimakan atau tidak. Biasnaya istri tidak akan sungkan untuk memakan sisa makanan suami atau anak-anaknya. Hal ini karena ia merasa sayang untuk membuang makanan yang telah susah payah ia masak. Tapi di sisi lain, kebiasaan baik ini pula berujung pada berat badan yang bertambah. Hal ini disebabkan karena istri makan porsi yang lebih banyak daripada suami atau anak-anaknya.

Meski Kamu Bahagia, Tapi Jangan Lupa Untuk Mengontrol Berat Badan Agar Kesehatan Tetap Terjaga

Meski faktanya perut gemuk merupakan indikator kebahagiaan dari suatu hubungan pernikahan. Tetapi jika pola hidup yang tidak sehat terus dibiarkan, akan menyebabkan berbagai masalah nantinya. Jika kamu terus membiarkan perutmu dan suamimu tetap buncit, akan berpengaruh terhadap gangguan kesehatan. Selain itu, perut yang gemuk jika didiamkan akan membuat penampilan terlihat jelek hingga pada akhirnya kamu tidak percaya diri pergi kemanapun.

Menikah bukan berarti membiarkan kesehatanmu terabaikan karena telah punya pasangan hidup. Imbangi kebiasaan makan banyak dengan rajin berolahraga. Masaklah makanan sehat dan perhatikan pola makan yang seimbang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu yang Kuliah di Sekolah Kedinasan Pasti Sudah Paham dengan Hal Positif Ini

Banyak orang yang memiliki mimpi untuk bisa melanjutkan studi di sekolah kedinasan. Sekola ini merupakan instansi yang menerapkan sistem semimiliter di dalamnya. Meski sulit untuk bisa bertahan, namun nyatanya ada juga hal positif yang akan kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan seperti STMG, STIP dan masih banyak lainnya.

1. Menjadi Lebih Disiplin

Kamu akan belajar untuk menjadi disiplin dalam hal sekecil apapun itu. Kamu tak bisa bertingkah seenaknya sendiri. Kamu akan terbiasa membereskan kamar asrama, merapikan pakian sampai membuang sampah sendiri secara disiplin. Sekalinya kamu bertindak ceroboh, kamu akan mendapatkan sanksi entah itu berupa push-up atau lari keliling lapangan.

2. Menjadi Lebih Menghargai Waktu

Waktu libur yang diberikan oleh pihak sekolah dinas biasanya sangatlah singkat. Hal ini sangat berbanding dengan libur yang diberikan oleh universitas di Indonesia. Karena hal inilah kamu menjadi pribadi yang lebih menghargai waktu. Kamu akan memanfaatkan waktu liburmu itu dengan sebaik mungkin bersama keluarga yang selama ini kamu rindukan di perantauan.

3. Menjadi Lebih Menghormati Orang Lain dan Lingkungan Sekitar

Mungkin istilahnya kamu akan memiliki sifat yang down to earth. Kamu menjadi orang yang lebih menghormarti orang lain dan juga lingkungan sekitarmu. Kamu menghargai setiap jasa orang lain, sekecil apapun itu.

4. Memiliki Potongan Rambut yang Lebih Rapi

Potongan rambut rapi menjadi kewajiban saat kamu sekolah di sekolah kedinasan. Kamu tak boleh memanjangkan rambutmu. Panjang sedikit saja, harus sudah dirapikan ulang. Sepertinya ini juga masuk hal positif yang kamu dapatkan dengan sekolah di sekolah kedinasan kan?

5. Memiliki Teman dari Seluruh Penjuru Indonesia

Ada banyak orang dari latarbelakang suku budaya dan asal daerah yang berbeda dimana mereka sekolah di satu sekolah kedinasan yang sama denganmu. Hal ini tentu akan membuatmu memiliki banyak teman yang berasal dari daerah berbeda denganmu. Wawasanmu dalam pertemanan pun pasti akan lebih luas.

6. Merasa Bangga dengan Pencapaianmu Sendiri

Menjadi seorang siswa di sekolah kedinasan bukanlah suatu hal yang mudah. Untuk lolos seleksi masuk saja sangat sulit. Sehingga pastinya kamu akan bisa merasakan kebanggaan tersendiri atas apa yang sudah kamu capai dengan doa juga kerja kerasmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintai Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Cintai

Tak selalu bisa memilih, beberapa orang bisa saja terjebak pada profesi yang sebenarnya tak ia sukai. Kondisi seperti ini memang kerap jadi dilema, sudah berupaya untuk produktif bekerja. Tapi hasilnya, selalu jauh dari rencana. Berdamai dengan apa yang tadinya tak kita sukai, memang tak selalu bisa berjalan mudah. Tapi untuk urusan pekerjaan yang bertujuan menyambung nyawa, baiknya ini harus diupayakan segera.

Begini, saya meyakini tak semua orang bisa duduk manis untuk mengerjakan apa yang ia cintai. Sebaliknya, ada ribuan atau bahkan jutaan orang yang mau tak mau harus bekerja walau sebenarnya itu bukanlah yang ia suka. Tapi, bagaimana mereka bisa bertahan hingga sekian lama? Mulai mencintai adalah kuncinya.

Hal Semacam Ini Wajar, Tak Ada yang Perlu Ditakutkan

Ya, namanya juga tidak suka. Pasti ada beberapa fase yang masi terasa kurang berkenan di hati. Entah itu cara kerja, lingkungan, atau hubungan dengan atasan. Tapi kalau mau dipikirkan lagi, hal-hal semacam ini tak hanya akan kau temui di lingkungan dengan bidang kerja yang tak kau suka saja. Ketika nanti kamu bekerja sudah pada apa yang kamu suka pun, hal-hal seperti ini masih akan ada.

Bekerja berarti mengaplikasikan ilmu yang sudah dimiliki, tapi kalau memang ini bukan bidang yang kita kuasai tak ada salahnya kan untuk belajar lagi. Rajinlah bertanya, berinisiatif untuk bersuara dan belajar lebih banyak. Kalau hal ini sudah berhasil dijalankan, istilah kata ‘tak suka’, pelan-pelan akan hilang.

Pelan-pelan, Coba Cari Satu Nilai yang Bisa Kamu Jadikan Alasan untuk Mencintai Situasi Ini

Daripada memaksakan diri untuk mencari pekerjaan sesuai bidang yang diminati. Mengambil sedikit waktu untuk bisa berpikir lebih jernih dan membuka diri, akan situasi ini, jauh lebih perlu untuk dilakukan segera. Jangan buru-buru memutuskan untuk keluar, kesampingkan dulu rasa tak nyaman yang belum bisa berkenan. Dengan hal lain yang bisa dijadikan manfaat baik untuk tetap bertahan.

Barangkali pekerjaan ini bisa jadi batu loncatan ini mimpi yang selanjutnya, memperluas relasi dengan kawan lain, hingga memberi peluang yang lebih besar dalam hal mengembangkan karir. Nah, kalau sudah seperti ini. Apa lagi yang ingin kau cari?

Belajarlah untuk Bertindak dan Berpikir Positif, Sebab Itu Jauh Lebih Baik

Menfokuskan pikiran pada hal-hal negatif dari pekerjaan, jelas tak bisa membuatmu senang. Ini akan membuatmu kian sering mengeluh, tak bersemangat untuk memulai pekerjaan, hingga selalu berpikir bahwa semuanya berat. Meski sebenarnya, ini bisa jadi pekerjaan yang menyenangkan.

Pakar psikologi Sherrie Campbell, PhD, mengatakan kunci utama menjalani hidup yang berkualitas ada di pikiran. Jika berpikiran positif, maka setiap masalah dan hambatan yang datang akan bisa dilalui dengan baik. Jika ini sudah berhasil dilakukan, bisa dipastikan rasa senang atas pekerjaan bisa kamu rasakan. Dan ketika itu sudah berhasil didapatkan, semua tantangan dalam pekerjaan yang tadinya terasa berat. Pelan-pelan mulai terlihat sebagai peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Walau Tak Cepat, Perlahan Pekerjaan Ini Bisa Jadi Sesuatu yang Menyenangkan

Tak bisa diukur atau ditentukan, setiap orang punya kemampuan yang berbeda dalam hal mencintai pekerjaan yang tadinya tak ia suka. Biar bagaiamana pun proses adaptasi, jelas berbeda-beda. Namun hal yang bisa disamakan adalah hasil dari upaya yang sedang dijalankan.

Menjadi seorang ‘custumer service’ yang tadinya terasa menyebalkan, kini berubah jadi sebuah pekerjaan yang menyenangkan karena bisa membantu banyak orang. Begitu kira-kira gambarannya.  

Di Lain Sisi, Kamu Juga Butuh untuk Melakukan Hal-hal Lain yang Disukai

Nah, sembari menjalani proses perubahan dari yang tadinya ‘tak suka’ menjadi ‘suka’. Ada kegiatan lain yang juga perlu untuk kamu kerjakan. Yap carilah apa yang selama ini kamu suka, ingat-ingat lagi kegiatan seperti apa yang sebenarnya kamu ingini.

Saat ini, kamu mungkin bekerja di tempat yang belum sesuai dengan hati. Tapi tak ada salahnya untuk tetap mengerjakan apa yang kamu cintai. Maka jika sewaktu-waktu, kamu memang benar-benar tak bisa mencintai pekerjaan tersebut. Ada hal lain yang bisa dengan mudah kamu kerjakan lagi.

Selain Membuat Diri Merasa Puas, Biasanya Hasilnya Pun Dekat dengan Harapan

Tak ada yang lebih menyenangkan memang, dibanding mengerjakan apa yang kita sukai. Ibarat sebuah kecintaan atau kesukaan, hobi kita kali ini mungkin akan mendapat bayaran berupa gaji. Selanjutnya, kamu bisa melihat bagaimana hasil dari pekerjaan yang kamu lakoni. Dan selalu ada perbedaan yang jauh lebih baik, ketika kamu mengerjakan sesuatu yang memang sudah dicintai sejak lama.

Kecintaanmu akan hal tersebut, membawamu pada keinginan untuk memberikan yang terbaik dari yang kamu bisa. Walau sesungguhnya, hasil yang serupa juga bisa kita lahirkan meski pada pekerjaan yang kurang berkenan. Asal bisa berjanji pada diri sendiri, untuk melakukan yang terbaik, pastilah hasilnya baik juga.

Perkara menjalani pekerjaan, memang tak semua hal bisa kita dapatkan. Profesi dan kecintaan yang berbeda pun kerap jadi penghalang, tapi satu hal yang tetap harus kita percaya, belajarlah mencintai apa yang sedang kita kerjakan, dan selalu kerjakan apa yang memang kau cintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

KM & Partners Gandeng IndonesiaX, Adakan Kursus PBJ Gratis dan Pertama di Indonesia

Layaknya Demokrasi, Pendidikan harusnya jadi sesuatu yang menyeluruh hingga ke pelosok negeri. Tapi sayangnya, hingga kini masih banyak daerah yang tertinggal dalam hal literasi. Hal ini pulalah yang kemudian mendorong, Firma KM & Partner untuk membuat sebuah sumbangsih kepada Negara untuk mengadakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah.

Yap, rasanya tak perlu dijelaskan. Kamu pasti paham, jika kasus hukum di bidang/jasa pemerintah kita terbilang tinggi. Karena rendahnya tingkat literasi masyarakat dan para pelaku pangadaan tersebut terhadap teori dan regulasi yang melingkupi dunia yang mereka kerjakan.

Nah, berita baiknya untuk kamu yang memang tertarik pada dunia pengadaan barang/jasa, bertempat di Hotel Golden Tulip, Jakarta Pusat (7/2/2019) Firma KM & Partner sebagai satu perusahaan konsultan di bidang pengadaan barang/jasa menjalin kemitraan strategis dalam bidang pembelajaran online dengan PT Education Technology Indonesia (IndonesiaX).

Selain penandatanganan MOU untuk kolaborasinya, KM & Partner melalui Khalid Mustafa, selaku Direktur Utama, mengatakan “Khusus untuk kelas pengadaan barang/jasa yang dikelola Firma KM & Partner, sertifikat yang nanti didapatkan dapat dinilai sebagai sertifikasi kompetensi pada level tertentu untuk kemudian dijadikan bekal untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pengadaan yang lebih
advance”. 

Dan dari hasil kolaborasi ini, IndonesiaX sebagai pemilik platform pendidikan online www.indonesiax.co.id akan berperan untuk menyediakan kursus online mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. Disana kamu bisa belajar melalui materi-materi yang sudah disediakan secara ‘Gratis’, dalam bentuk modul dan video lengkap dengan subtitlenya. 

Sudah berkecimpung puluhan tahun sebagai penggiat pengadaan barang/jasa, Khalid juga menggandeng Samsul Ramli, sebagai  procurement specialist dan penulis buku nasional tematik pengadaan barang/jasa pemerintah, untuk bersama-sama mengelola kelas pengadaan di IndonesiaX.

Sementara itu, Lucy Pandjaitan, selaku Presiden Direktur IndonesiaX yang juga hadir, menuturkan, “IndonesiaX memberikan akses kepada pembelajar di seluruh penjuru negeri atas materi pembelajaran dan keterampilan dari profesor/dosen terbaik serta pimpinan perusahaan terkemuka. IndonesiaX menyambut baik pembuatan video online tentang PBJ yang bisa diakses secara gratis dari manapun sehingga melancarkan pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah.”

Mengingat rekam jejak IndonesiaX yang baik, platform ini memang diyakini mampu menjadi salah satu solusi yang efisien dalam peningkatan literasi pengadaan barang/jasa di Indonesia. Karena, kelas pengadaan ini tidak hanya dapat diakses oleh pelaku pengadaan barang/jasa pemerintah namun juga oleh masyarakat secara luas, siapa dan darimana saja. Asal ada perangkat dan layanan internet, maka kamu bisa turut serta.

Sebagaimana yang tadi sudah disebutkan, keutamaan kelas pembelajaran IndonesiaX ini, akan menyajikan seluruh konten dan proses pembelajaran yang bersifat gratis.

Nantinya peserta hanya perlu merogoh kocek untuk membeli sertifikat yang harganya amat sangat terjangkau, belum lagi dengan tambahan program discount. Tapi ada syaratnya, peserta harus lulus ujiannya dulu ya!

Setidaknya, akan ada kurang lebih 4 modul telah disiapkan untuk kelas pengadaan ini. Dimana modul-modul tersebut setara dengan unit kompetensi pengelola pengadaan barang/jasa tingkat pertama. Materinya pun merupakan kombinasi unit kompetensi standar nasional dan kompetensi dasar International Supply Chain Management .

“Kita berharap meski kelas ini gratis namun kualitas konsep, konten dan kelulusan telah memenuhi standar nasional bahkan
internasional”, tandas Khalid dengan rona wajah yang penuh semangat.

Wah menarik ya! Nah untuk kalian yang tertaik dan ingin turut serta. Kalian bisa mengakses modul-modul bahan pembelajaranya di www.indonesiax.co.id  ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top