Feature

Gaya Hidup dan Kebiasaan Generasi Milenial Berpotensi Memicu Bangkrut di Usia 40-an

Melancong dan hobby nongkrong, barangkali jadi dua hal yang kerab akrab pada generasi milenial. Yaap, orang-orang yang kebetulan lahir pada periode tahun di atas tahun 1980-an hingga tahun 1997, diprediksi memiliki kemungkinan terpuruk dalam segi keuangan di usia 40.

Dari beberapa penelitian, konon hal ini disebabkan karena kita sulit untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran. Menikmati hidup digadang-gadang jadi sesuatu yang sedang dijalankan, kita mungkin memang sering lupa jika hidup bukan untuk hari ini saja.

Gambaran sikap ini memang tak serta merta tumbuh begitu saja. Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, juga berpengaruh untuk membentuk pribadi seorang manusia. Tak terkecuali para generasi Milenial yang tak lain adalah kita.

Dan menurut Prita Ghozie, CEO ZAP Finance beberapa kebiasaan tersebut tak lepas dari slogan “You Only Live Once” atau lebih dikenal dengan “YOLO”. Tak hanya Itu saja, Jason Vitug dalam buku You Only Live Once: The Roadmap to Financial Wellness and a Purposeful Life (2016), mengatakan bahwa slogan YOLO menjadi ekspresi akan ketidakpastian hari esok. Slogan ini mengajarkan untuk meraih kesempatan dan hidup dengan bebas. Dan setidaknya ada 3 hal utama yang menyebabkan kebangkrutan di usia 40.an nanti.

Membeli Sesuatu Bukan Karena Kebutuhan, Jadi Gambaran Jika Kita Nampaknya Tak Punya Tujuan

Katakanlah kamu dan saya kini sudah berada pada rentan usia 24-26 tahun, bukannya belajar untuk mulai menabung. Kita lebih suka bepergian meski tanpa alasan yang jelas. Barangkali sosial media dan gambaran kehidupan didalamnya jadi salah satu alasan, mengapa kita kerap terjebak dalam perilaku yang seperti ini. Mulai dari membeli barang hanya karena tren, hingga nongkrong di tempat kece hanya untuk sebuah foto di feed instagram.

Maka bukan tidak mungkin, jika masih saja terus menerus seperti ini. Benar, pada usia 40 tahun kita mungkin akan bangkrut karena tak bisa mengelola keuangan. Dan salah satu gambarannya, bisa kita lihat pada hasil riset yang dilakukan oleh rumah123.com dan karir.com, dimana gaya hidup generasi milenial di Indonesia (25-35 tahun) lebih mengutamakan aktivitas travelling ketimbang membeli rumah.

Lebih Besar Pasak daripada Tiang, yang Berarti Kita Gagal dalam Hal Mengatur Keuangan

Berapa banyak dari kita yang masih, membuat catatan atau list secara manual kemana hasil pendapatan akan ditempatkan? Mulai dari berapa biaya transport untuk ke kantor, alokasi uang untuk makan sebulan, berapa persen gaji yang akan dijadikan tabungan, hingga biaya lain-lain yang juga perlu untuk disediakan.

Penghasilan yang sejatinya bisa dipakai untuk tabungan dan hidup yang lebih baik, lebih sering kita pakai hanya untuk bertahun hidup dalam sebulan. Bahkan jangankan untuk menunggu tanggal gajian, uang yang diterima biasanya hanya akan habis bergitu saja. Tanpa menempatkan dana sesuai kebutuhan.

Salah satu contohnya adalah perilaku konsumtif yang ditunjukkan dengan makan di tempat-tempat mewah. Hal ini dibuktikan dengan, penggunaan kartu kredit Bank of America Merrill Lynch yang dikutip Weforum.org menunjukkan jika restoran adalah muara terbesar dari uang milik milenial di Amerika Serikat, dengan sebanyak 23,8 persen pengeluaran kita pakai hanya untuk makan di restoran.

Seolah Hidup Untuk Hari Ini Saja, Sebagian Besar dari Kita Tak Punya Dana Darurat Untuk Situasi yang Mendesak Lainnya 

Bersenang-senang bukanlah sebuah pilihan yang salah, bahkan jika kamu akan bilang jika harus bisa bahagia seolah-olah esok tak akan lagi ada di dunia. Itupun bisa diterima. Tapi, kehidupan yang kita jalani adalah sebuah fakta, bukanla ilusi dengan bayang-bayang bermodal perkiran-perkiraan akan hal-hal yang senang-senang saja.

Coba bayangkan, jika suatu waktu ada sesuatu yang terjadi di luar rencana. Sakit penyakit ataupun kesialan yang mungkin menimpa kita. Alih-alih masih bisa tetap tenang karena punya uang simpanan, seringnya kita mungkin akan merelakan aset untuk dijual demi memenuhi kebutuhan.

Tak bisa dihindari, jika memang tak ingin bakrut pada usia 40.an, kita memang harus bisa berhitung tentang berapa kebutuhan dana yang diperlukan untuk memenuhi pengeluaran yang sifatnya wajib, butuh, atau hanya ingin saja.

Hal lain yang mungkin bisa dipilih, dengan menempatkan 10 persen gaji untuk investasi, tapi jangan dipakai hingga usia 40 tahun nanti.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sesungguhnya Hubungan Itu Soal Tahapan, Mungkin Kamu Pernah Merasakan Tapi Tidak Paham

Satu ikatan, menjalani kehidupan, berbagi perhatian dan cinta adalah esensi bagaimana hubungan berjalan semestinya. Banyak dari mereka yang katanya mengerti cinta, mengatakan kalau berpacaran atau berhubungan itu adalah soal berbagi perhatian, saling mencintai dan juga mencurahkan apa yang dirasakan. Dan hal itu disebutnya sebagai tahapan dalam berhubungan.

Padahal bukan seperti itu yang dinamakan tahapan atau fase yang dilalui setiap pasangan. Menurut Independent, dalam sebuah survei yang dilakukan eHarmony sebuah aplikasi kencan asal Australia yang telah menyurvei lebih dari 1000 orang menyatakan, terhadapat 5 tahap yang dialami setiap pasangan dalam membangun hubungan mereka. Tahapan-tahapan itu menjadi penanda berada diposisi manakah kamu dan pasangan sekarang.

Masa-masa Awal, Saling Berbagi Perasaan Masih Dominan, dan Konflik Pun Belum Ditemukan

Wajar, di masa-masa awal, rasa cinta atau kasmaran masih bergelora. Saling cinta, saling mengenal satu sama lain menjadi pembahasan yang selalu ditanyakan setiap hari. Obrolan pun tak luput dari seputar saling menyelami kehidupan masing-masing. Bahkan kekurangan dan kebaikan masih diperhatikan dan belum terlihat secara keseluruhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahamilah, Disaat Kamu Dianggap Lebih Dari Sekedar Teman Karena Cinta Dapat Tumbuh Kapan Saja

Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang mengasyikkan. Kamu bisa saling tukar cerita dan mendapatkan sudut pandang yang berbeda saat mencurahkan hati dengannya. Selain itu, hal-hal menarik pun bisa kamu jalani, sekaligus kamu dapat memahami bagaimana cara berpikir lawan jenis lewat kacamata sahabatmu.

Persahabatan memang murni, tetapi perasaan tak bisa dibohongi. Sekian lama menyebut relasi ini sebagai persahabatan. Tak pelak ada benih-benih cinta seketika hadir begitu saja. Terbiasa melakukan aktivitas yang sama membuat kamu memiliki rasa nyaman saat bersamanya. Terkadang kamu tidak menyadari kalau perlakuan yang dilakukan atas dasar cinta. Tetapi karena kamu berpikir dia adalah sahabat, kepekaan itu tidak bekerja semestinya.

Dimulai Dari Mencari Persamaan Sebelum Mengharapkan Perhatian

Mencari persamaan antara dua orang adalah tanda kalau dia ada perasaan lebih. Pada awalnya kamu memang berbicara tentang apa saja. Sebelum pada akhirnya dia coba bertanya tentang apa kesukaanmu, mulai dari film, makanan, olahraga, musisi, sampai pada hal apa pun. Apabila ia memiliki kesamaan denganmu dalam satu bidang, maka ia akan membicarakan hal tersebut secara terus-terusan, agar jadi topik perbincangan yang menarik perhatian.

Seketika Mulai Suka Gelisah dan Sering Chat Duluan

Kegelisahan yang dialaminya bukan karena ada hal ganjil yang terjadi pada dirinya. Melainkan ada hal yang membuatnya rindu tapi bingung cara mengetahuinya. Alhasil, ia bakal memulai chat lebih dulu dengan konteks yang tidak jelas bahkan terkesan basa-basi. Tetapi karena kamu memandangnya sebagai teman, sikap tersebut tentu masih dianggap wajar. Mengirim pesan adalah salah satu cara yang dilakukan agar dia tetap bisa berkomunikasi denganmu.

Diam-diam Sering Memberikan Perhatian Selayaknya Pasangan

Sikapnya berbeda dari biasanya. Kalau pada awalnya ia hanya diam saja dan bercengkerama apabila kalian bertatap muka saja, sekarang ia mulai memberikan perhatian, lewat chat atau langsung di depan mata. Karena seseorang yang jatuh cinta akan memperhatikanmu tanpa disadari. Bahkan saat kamu memperhatikan gerak-geriknya, ia hanya memalingkan wajah seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal diam-diam ada asmara yang tertahan disana.

Sering Berlaku Iseng, Agar Kamu Selalu Tertawa Saat Bersamanya

Sering melakukan hal konyol atau iseng kepadamu, bukan karena ia memiliki tabiat sebagai pribadi yang usil atau komedian, ia hanya ingin memastikan kalau kamu akan tertawa saat bersamanya. Baginya, itu adalah poin penting yang menandakan kalau kamu bisa bahagia saat di dekatnya. Intinya, menghibur dirimu adalah salah satu tugas yang harus bisa diselesaikannya.

Hanya Ingin Berdua Saja, Tak Mau Ada Pengganggu Diantara Kamu dan Dia

Padahal kamu bosan dengan melakukan apa saja selalu berdua, terkadang kamu ingin mengundang orang lain yang kebetulan kalian kenal untuk membuat suasana lebih ceria. Karena kalau lebih ramai bakal makin asyik ‘kan? Tetapi dia selalu menolak dengan alasan ribet, tidak masuk dengan obrolan, atau semacamnya. Dengan bersikap begitu, sebenarnya ia hanya ingin memastikan kalau setiap momen yang tercipta denganmu, tak ada orang lain selain dirinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sukses Tak Melulu Soal Kerjaan, Ini Arti Sukses Bagi Anak Muda yang Cerdas

Ukuran sukses tentulah berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Tidak melulu soal pekerjaan, setiap orang haruslah paham bahwa arti sukses sendiri ada dari segala sisi kehidupan, termasuk dari sisi kepribadian. Berikut adalah arti kesuksesan bagi orang yang paham dan cerdas.

1. Mampu Memaafkan Orang Lain

Memaafkan bukan perkara yang mudah. Tidak semua orang mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus. Saat kamu berhasil memaafkan seseorang, artinya kamu sudah sukses menentramkan hatimu sendiri dari rasa dendam dan kebencian yang mungkin kamu rasakan sebelumnya.

2. Menyelesaikan Pendidikan dengan Baik

Menjadi seorang wisudawan dengan nilai dan prestasi yang memuaskan tentu merupakan sebuah kesuksesan tersendiri. Setidaknya satu langkah sukses sudah kamu lewati. Tinggal melanjutkannya dengan pilihanmu sendiri.

3. Tampil Apa Adanya

Banyak orang yang membohongi dirinya sendiri masalah penampilan. Hanya sedikit orang yang berhasil menjadi sosok dirinya yang apa adanya. Sebuah kejujuran dengan menjadi apa adanya dirimu merupakan satu bentuk kesuksesan tersendiri dalam dirimu.

4. Memenangkan Hati Dia yang Kamu Cinta

Berbicara perihal cinta, memang tak semua mengalami keberuntungan. Terlebih dalam urusan mendapatkan hatinya. Jika kamu sudah berhasil memenangkan hati orang yang kamu cintai, artinya kamu sudah mendapatkan satu kesuksesan dalam hidupmu.

5. Mampu Menikmati Kerja Kerasmu Sendiri

Ada kok orang yang terperangkap dengan apa yang dikerjakannya. Istilahnya dia salah pilih jalan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jadi saat kamu sudah bisa menikmati segala kerja kerasmu sendiri, artinya kamu sudah termasuk orang yang sukses.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top