Feature

Gawai Bukanlah Segalanya, Tinggalkan Sejenak Apabila Keberadaannya Justru Membuatmu Banyak Lupa

Dalam sehari, kira-kira berapa lama kamu menghabiskan waktu untuk menatap gawai? Adakah yang sampai 12 jam lebih? Wah, hati-hati, bisa jadi kamu sejatinya sedang kecanduan gawai. Ya, terlepas dari sebuah ‘tuntutan zaman’ lantaran setiap orang sekarang ini sepertinya selalu mengandalkan gawai, bukan berarti hidupmu sepenuhnya harus terikat dengan gawai.

Memang, tanpa gawai, rasanya ada yang kurang. Kita tidak bisa memantau media sosial, tak bisa menelpon atau berkabar dengan orang terdekat dan teman-teman. Tapi faktanya, keberadaan gawai juga membawa dampak lain yang tak cukup baik untuk kesehatan mentalmu. Bahkan, terlalu sering bergantung dengan gawai, membuatmu rentan terdistraksi dan tidak bisa fokus. Akibatnya, kamu malah jadi sering lupa dengan banyak hal.

Perbanyak Kegiatan Outdoor dan Matikan Gawai Selama Berkegiatan

Terlalu sering memainkan gawai mengindikasikan kalau kamu pasti tipe orang rumahan. Selain jarang berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, kamu pun tak suka berlama-lama berada di luar rumah. Padahal, sejatinya kamu jelas perlu melakukan kegiatan di luar rumah. Kenapa? Hal itu akan membantumu mengurangi distraksi dengan gawai. Tak perlu kegiatan outdoor yang kelewat ekstrim atau sukar dilakukan, cobalah untuk bepergian ke alam entah untuk bersepeda, hiking, atau hanya jalan-jalan saja. Sepanjang aktivitas itu, tahan diri untuk tidak membuka gawai. Perbanyaklah komunikasi dengan teman-teman atau keluarga yang menemani perjalananmu. Selain mengurangi distraksi dengan gawai, kamu pun jadi semakin dekat dengan keluarga.

Tekad Kuat Jelas Diperlukan Sekalipun Hanya Soal Kecanduan Gawai

Kamu pasti memahami, hal yang paling dasar sebelum memulai sesuatu adalah niat. Seberapapun besar niat kita, kalau tidak dilakoni dengan sungguh-sungguh, maka sukar berhasil. Karenanya, cobalah untuk mengumpulkan niat untuk berhenti, atau setidaknya mengurangi kebiasaan bermain gawai. Ketika tekad kita sudah betul-betul bulat, sejatinya kamu pun tinggal melakoni  niatmu tersebut. Semakin besar niat, tentu saja kita bisa menepis setiap godaan yang mengarah agar kita terikat kembali dengan gawai.

Kembali Nikmati Hobimu di Waktu Luang dan Simpan Gawai di Tempat yang Tak Mudah Kamu Jangkau

Meski kamu sangat menggemari bermain game di gawai, tapi sebaiknya cari alternatif yang lain. Coba ingat lagi hobi lama yang mungkin hampir kamu lupakan karena saking sibuknya dengan gawai. Mungkin membaca, bernyanyi, melukis, atau sekalipun memasak. Lakukan kegiatan tersebut di waktu luangmu. Saat kamu beraktivitas dengan hobimu, cobalah untuk menyimpan gawai di tempat yang sukar kamu jangkau. Entah yang jaraknya sekian meter dari tempatmu, atau cukup menyimpannya di dalam lemari. Meski sepele, hal itu akan membuatmu tidak terdistraksi dengan gawai.

Sekali Lagi, Jaga Jarak Tak Cuma dengan Orang, Adakalanya Lakukan dengan Gawaimu

Untuk menghindari interaksi, tentu saja bermainlah dengan jarak. Akan lebih baik kalau kamu tak usah membawa gawai jika ingin bepergian ke tempat yang relatif dekat. Misalnya, kamu hendak ke minimarket, atau kamu sedang berencana lari pagi, atau bahkan mengantarkan adikmu ke sekolah, lebih baik simpan dahulu gawaimu. Pelan tapi pasti, hal itu akan membuat kadar kecanduan terhadap gawai jadi berkurang.

Buatlah Jadwal Pasti Kapan Kamu Bisa Menggunakan Gawai

Untukmu yang benar-benar merasa sukar menyembuhkan kecanduan dengan gawai, maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengurangi kebiasaan tersebut. Solusi yang tepat adalah membuat jadwal kapan kamu memegang gawai, bekerja, dan beraktivitas tanpa gawai. Aturlah hal-hal yang berkaitan tersebut menjadi sebuah jadwal. Dengan membuat jadwal, tentu kamu akan lebih teratur dan lebih disiplin mengenai waktu yang kamu gunakan setiap harinya. Kalau kamu tidak membuat jadwal, pasti ada ada saja godaan dan hal hal yang membuat kita terpaksa ingin memainkan gawai secara terus-menerus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

“Seleb English” Konten Edukasi dari Sacha Stevenson, Bagaimana Berbahasa Inggris yang Baik dan Benar

Tak lama setelah membuat video berjudul “How To Act Indonesian”, nama Sacha Stevenson mulai banyak dikenal oleh sebagian besar pegiat media sosial. Dalam seri video tersebut, Sacha menampilan beberapa adegan yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita melakoni hidupnya sehari-hari. Mulai dari kebiasaan, kekonyolan, sikap, bahkan pada keramahan setiap masyarakat kita. Jadi jangan heran, jika selama menyaksikan videonya. Barangkali kita akan berkata “Wah ini gue banget”.

Lahir di Kanada, pada 21 Januari 1982 lalu. Sacha sudah tinggal dan menetap di Indonesia selama 17 tahun lamanya. Menikah dengan lelaki Indonesia, yang juga jadi teman duet untuk berkarya dalam melahirkan konten youtube di saluran pribadinya.

Memiliki pengikut kurang lebih 400 ribu orang, Sacha selalu melahirkan konten-konten menarik untuk disaksikan. Tapi, jika saya akan ditanya manakah konten miliknya yang paling saya sukai. Pilihan saya, jelas jatuh pada seri “Seleb English” yang selalu memberi banyak pelajaran baru seusai menontonnya.

Konon, Kata Sacha Video Seri Ini Adalah Sesuatu yang Baru

Jika kita coba melihat pada beberapa video karya miliknya, kurang lebih ada 20 jenis playlist video pada saluran youtube pribadinya. Dan benar saja, jika seri “Seleb English’ ini adalah sesuatu yang baru ia lahirkan pada pertengahan April 2018 lalu.

Dengan modal, pernah menjadi guru bahasa Inggris selama 7 tahun. Tak ada salahnya jika Sacha membuat video ini sebagai bahan pelajaran untuk para pengikutnya di Youtube. Hanya saja, objeknya mungkin berbeda dari tempat kursus atau sekolah. Ia tak menyampaikan pemahaman lewat materi dari buku-buku tebal atau kamus yang biasa kamu gunakan. Tapi, menggaet para selebriti sebagai bahan pembelajaran.

Tidak Menyebut Dirinya Benar dan yang Dikoreksi Salah, Ia Datang Hanya Untuk Membenarkan Apa yang Seharusnya

Pada video pertama seri “Seleb English” ia mencatut nama Rich Brian, Ayu Ting-ting, Agnezmo, Dian Sastro dan Sule. Hampir serupa dengan seorang guru yang sedang melakoni peran dalam hal menjelaskan sesuatu pada seorang murid. Sacha memberhentikan rekaman suara yang jadi subjek pembahasan, menjelaskan titik salahnya dan menuturkan bagaimana pengucapan yang benar yang seharusnya disampaikan. Mulai dari aksen yang harusnya ditekan, atau kata yang seharusnya diganti dengan kata lain. Sampai beberapa hal, yang mungkin sebelumnya belum kita ketahui sama sekali.

Bahkan tak sampai disitu saja, ia juga mengapresiasi setiap kemampuan berbahasa Inggris semua orang yang ia jadikan bahan koreksi. Mulai dari yang dinilai buruk, sedang, baik, hingga sangat baik.

Sacha Membuktikan, Jika Konten di Youtube Tak Selalu Buruk Seperti yang Banyak Digambarkan

Kita jelas sudah jengah dengan video-video sensasi dari akun-akun yang mengaku konten kreator, video sensasi dengan judul-judul klik bait yang hanya ingin mendulang pundi-pundi dolar dari satu klik para pengguna media sosial, hingga para aksi-aksi tak pantas yang seharusnya tak dijadikan tontonan.

Dan, lahirnya konten “Seleb English” dari Sacha ini. Mungkin bisa jadi sesuatu yang tak hanya menyengarkan tampilan timeline saja. Tapi juga memberikan pelajaran baru untuk siapa saja yang merasa butuh tahu lebih dalam, bagaimana berbahasa Inggris yang baik dan benar.

Disambut Baik Oleh Pengikutnya, Konten-konten Seperti Ini Memang Jadi Sesuatu yang Kita Butuhkan

Setidaknya, tak hanya membuang-buang kuota untuk menonton video-video youtube yang kadang tak ada juntrungannya. Mulai sekarang, ada satu hal baik yang sudah akan kita bayangkan tiap kali akan menonton deretan video miliknya, yakni pelajaran baru dalam berbahasa Inggris yang ia berikan. Karena biar bagaimanapun, ini jadi salah satu bahasa yang seharusnya kita kuasai.

Lebih dari itu, kedepan kita mungkin berharap, akan lebih banyak kreator yang menciptakan konten mendidik serupa yang juga sama baiknya. Memberi edukasi pada setiap orang yang menyaksikan, dan jadi bahan pelajaran baik untuk semua orang.

Dan untuk Sacha, tetap berkarya dan lahirkan lebih banyak konten mendidik lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Mencari Informasi di Google Search Tanpa Koneksi Internet, Memangnya Bisa?

Bagi kamu yang memiliki aktivitas aktif dalam berselancar di Google Search, kabar gembira nih. Kalau kamu tak memiliki koneksi internet, kamu tetap bisa mengakses google search loh. Namun tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku ya. Berikut adalah langkah-langkahnya.

Menggunakan Aplikasi Google Search Bukan Browser

Agar kamu bisa menikmati fitur ini, kamu perlu menggunakan aplikasi google search. Ingat ya, google search bukan browser. Biasanya aplikasi ini tersedia di tengah atas halaman home smartphone mu.

Masuk ke Google Search Lalu Ketik Kata Kunci Sesuai Kebutuhanmu

Saat kamu sudah masuk ke google search kamu bisa mulai menelusuri informasi tertentu di mesin pencarian tanpa koneksi internet. Kamu bisa mencari sebanyak yang kamu inginkan. Namun kamu juga harus ingat bahwa kamu tidak bisa langsung menikmati hasil pencarianmu saat dalam mode offline karena sistemnya akan tertunda sampai kamu sudah terkoneksi dengan jaringan internet.

Saat Kamu Sudah Terkoneksi dengan Internet, Kamu Bisa Melihat Hasil Pencarian yang Tertunda Sebelumnya

Google akan memberi notifikasi saat hasil pencarianmu sudah tersedia saat kamu sudah terkoneksi dengan internet. Jadi kamu nggak perlu mengetik ulang kata kunci. Kamu bisa menikmati fitur ini dengan meng-update aplikasi google search versi terbaru yang tersedia di Play Store.
Setelah aplikasi sudah kamu update, pilihlah opsi settings kemudian pilih menu offline search dan aktifkan menu always retry searches. Jadi saat kamu offline kamu tetap bisa mengakses hasil pencarianmu di menu manage searches.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Fakta Unik yang Harus Kamu Tahu, dari Isi Rumah Bill Gates

Bill Gates merupakan orang terkaya di Amerika. Dia salah satu orang paling sukses di dunia. Tak heran jika rumahnya dibangun bak istana dengan dilengkapi teknologi tinggi di dalamnya. Berikut adalah fakta menakjubkan tentang isi rumah seorang Bill Gates.

1. Harga Istana Milik Bill Gates Mencapai 124 Juta Dolar AS

Properti yang ada dalam rumah Bill Gates diperkirakan memiliki nilai mencapai 124 juta dollar AS. Pada awalnnya Bill Gates membelinya dengan harga 2 juta dollar AS pada tahun 1988. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Bill Gates dilaporkan membayar pajak properti sekitar 1 juta dollar AS pertahun.

2. Di dalam Rumahnya Terdapat Sistem Sensor Berteknologi Tinggi

Setiap tamu yang datang ke rumah Bill Gates akan diberi pin yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sensor yang berlokasi di seluruh sudut rumah. Para tamu bisa menekan tombol temperature dan lampu sehingga pengaturan berubah saat mereka berpindah mengelilingi rumah. Speaker yang tersembunyi di balik wallpaper juga memungkinkan music mengikuti para tamu dari satu ruangan ke ruangan lainnya.

3. Karya Seni di Tembok Bisa Berubah Hanya dengan Sentuhan

Bill Gates menggunakan 80.000 dolar AS untuk layar komputer yang disituasikan di sekitar rumah. Hal ini yang membuat setiap orang bisa membuat tampilan layar dengan lukisan atau seni fotografi mereka sendiri dimana gambar tersebut harus disimpan pada perangkat penyimpanan seharga setara 150.000 dolar AS.

4. Terdapat Sistem Musik Bawah Air di Kolam Renang Milik Bill Gates

Terdapat kolam renang yang terletak di gedung yang terpisah dengan luas 3.900 kaki persegi. Orang yang masuk ke dalam kolam renang bisa berenang di bawah dinding kaca hingga sampai ke daerah teras bagian luar. Di kolam renang ini juga dilengkapi ruang ganti dengan empat kamar mandi dan system music bawah air.

5. Luas Garasi Mampu Menampung Hingga 23 Mobil Sekaligus

Di sekitar lingkungan rumah Bill Gates terdapat beberapa garasi yang mampu menampung hingga 23 mobil sekaligus. Di antara semua garasi, terdapat satu yang berada di gua bawah tanah yang terbuat dari beton dan stainless steel. Garasi yang satu ini bisa sampai menampung 10 mobil.

6. Di Dalam Rumah Terdapat Perpustakaan Megah Bernilai 30 Juta Dolar AS

Terdapat perpustakaan megah dengan 2.100 kaki persegi yang memiliki atap kubah dan dua rak buku rahasia. Di dalamnya juga terdapat bar tersembunyi. Tak hanya itu, di langit-langit perpustakaan terdapat quote dari “The Great Gatsby” yang berbunyi “He had come a long way to this blue lawn, and his dream must have seemed so close that he could hardly fail to grasp it”.

7. Bill Gates Memiliki Pohon Kesayangan yang Dimonitor 24 Jam

Ternyata Bill Gates memiliki pohon kesayangan yang tumbuh di dekat rumahnya. Pohon tersebut adalah jenis pohon maple yang berusia 40 tahun. Pohon ini selalu dimonitor selama 24 jam dan saat keadaan pohon terlalu kering, maka air akan otomatis dipompa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top