Feature

Gambaran Kepribadian dari Foto Profil yang Kamu Pakai, Mau Tahu?

Percaya atau tidak, apa yang kamu tampilkan pada media sosial konon jadi gambaran bagaimana kamu yang sebenarnya. Dan ternyata kepribadianmu, bisa dilihat dari foto profil yang kamu pakai. Tak percaya? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti terhadap lebih dari 60 ribu akun media sosial Twitter berhasil mengungkapkan bahwa foto yang dipasang seseorang untuk halaman profilnya ternyata bisa menceritakan banyak hal tentang diri orang tersebut.

Lantas kira-kira bagaimana ya makna dari foto profil yang kamu pakai?

Foto Profil dengan Wajah Tersenyum

Dilihat dari apa yang kamu tampilkan sebagai foto pada bagian halaman diri, kamu adalah sosok yang sangat peduli pada apa saja yang terjadi di sekitarmu. Dan tak hanya itu saja, untuk jalinan relasi dan hubunganmu pada orang, dirimu selalu paham dan mengerti apa yang diinginkan orang lain darimu. Serta hal lain yang paling penting adalah kamu selalu ingin orang lain akan mengingatmu sebagai pribadi dan sosok yang baik.

Tak Sendiri, Sebab Ada Orang Lain yang Menemani

Yap, jauh dari kata sepi. Dari foto yang kamu pakai, bisa disimpulkan jika kamu adalah sosok ekstrovert yang selalu bersemangat dalam segala hal, berjiwa muda, dan senang berbaur dengan banyak orang.

Dari sikapmu yang memang berjiwa muda, jadi pemicu lain yang selalu mengantarkanmu pada orang-orang yang bersemangat sama.

Bukan Wajahmu, yang Kamu Pasang Justru Benda Lain yang Jadi Kesukaan

Tidak suka terikat dengan sesuatu, kamu hanya ingin menjalani hari sesuai dengan keinginan hati. Mulai dari pakaian apa yang akan kamu pakai setiap hari, hingga semua hal lain yang akan kamu lakukan sesuai dengan keinginanan. Dan foto yang biasanya kamu pasang adalah benda-benda kesukaan.

Dengan arti lain, kamu selalu ingin belajar hal baru dan selalu memburu banyak pengalaman seru. Semangatmu ada dalam perjalanan yang kamu pilih sesuai kata hatimu.

Potret nan Cerah, Tapi Sedikit Blur

Tenang dan dapat mengikuti alur, kamu adalah sosok air yang meneduhkan. Tidak pernah merasa risau akan sesuatu yang belum terjadi, isi pikiranmu selalu dipenuhi oleh hal-hal yang ada dihadapanmu sekarang. Dari sekian pilihan untuk memulai hubungan, baik itu cinta dan pertemanan.

Kamu akan selalu lebih memilih untuk berada dan berdampingan dengan orang yang selalu memikirkan kepentingan orang lain juga. Sosok yang tidak egois, jadi gambaran lain atas dirimu yang sesungguhnya.

Cahayanya yang Sedikit Redup, Sederhana dengan Wajah Close Up yang Mempesona

Mari kita buka-bukaan, dirimu adalah sosok yang mudah sekali cemas akan sesutu hal, bukan? Gampang terserang frustasi, namun selalu merasa aman dalam kepribadian yang kamu ciptakan. Dirimu suka lelap dalam segala hal yang tak terlalu berlebihan, menikmati semua kegelapan yang bagimu adalah sesuatu yang menenangkan. Ya, kamu bahagia dengan duniamu.

Ada Juga Foto Profil dengan Wajah Terbingkai Kacamata

Sekilas, beberapa orang mungkin akan berpikir bahwa kamu adalah sosok yang kurang bergaul. Padahal, kenyataanya kamu adalah orang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas. Kualitas intelektualmu baik, dan hal itu pulalah yang membuatmu banyak dilirik.

Tapi perlu dijelaskan, bahwa kacamata yang dimaksud bukanlah kacamata sunglasses yang biasa kamu pakai di pantai atau ketika sedang ingin jalan-jalan.

Terakhir, Foto dengan Wajah yang Kusut

Lain dari manusia pada umumnya, kamu adalah pribadi yang tidak terlalu mengaggap serius segala hal yang ada dalam kehidupan. Apa yang ada dihadapanmu, bisa kamu nikmati dengan baik. Bahkan ditengah-tengah orang yang sedang sibuk untuk bersitegang hanya karena perbedaan pemahaman, kamu justru selalu menilai itu semua jadi sesuatu yang wajar dan tak perlu diperdebatkan.

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top