Feature

Galau Karena Mantan, Bikin IQ-mu Turun Kawan!

Putus cinta memang menjadi salah satu hal yang paling menyakitkan. Bukan hanya berdampak pada kesedihan dan psikis seseorang, putus cinta juga memengaruhi kecerdasan intelektual lho kawan.

Sebuah studi dari Case Western Reserve University, Ohio, baru-baru ini menemukan bahwa mengakhiri hubungan sebagai pasangan bisa menurunkan kemampuan berpikir atau IQ. Para peneliti ini melakukan penelitian kepada sejumlah pelajar yang mengalami putus cinta. Kemudian mereka membagi responden ini menjadi dua kelompok untuk mengikuti proses perkenalan hingga responden ini ditolak oleh teman kencannya.

“Anak-anak yang ditolak cenderung memiliki sikap agresif dan kami menemukan bahwa siswa yang ditolak mengalami penurunan IQ,” kata Roy Baumeister, pemimpin penelitian kepada New Scientist.

Hasilnya, peneliti menemukan dan melihat penurunan kecerdasan intelektual berdasarkan test yang dilakukan setelah subjek penelitian mengalami penolakan. Untuk menarik kesimpulannya, peneliti kemudian membandingkan antara hasil test kelompok responden yang mengalami penolakan dengan kelompok yang mengalami penerimaan oleh teman kencannya.

Pada kelompok yang terdiri dari korespenden yang tidak mengalami penolakan terhadap teman kencannya menunjukkan peningkatan pada hasil tes IQnya. Sementara itu, bagi kelompok yang mengalami penolakan, kecerdasan intelektual atau IQ-nya menurun sekitar 25 persen.

“Putus cinta dan patah hati cendurung membuat orang lebih impulsif dan merusak diri sendiri,” jelas Roy.

Untuk itu, dibanding berlama-lama gusar dan meratapi betapa sedihnya putus cinta, yuk cari cara mengisi hari-harimu yang kini tak lagi diwarnai oleh sosoknya. Kamu bisa melakukan cara-cara ini.

Manjakan Dirimu Agar Lebih Siap Menghadapi Hari

Pasca menghadapi setiap kesedihan, memanjakan diri adalah salah satu pilihan yang tepat. Kamu cukup datang ke spa misalnya. Menghabiskan waktu seharian dengan perawatan spa akan membantu merelakskan ketegangan dalam tubuh juga pikiran. Singkirkan semua emosi negatif agar Anda berpikiran terbuka dan positif. Lakukan perawatan seperti facial, pijat, manicure/pedicure, creambath, atau perawatan lainnya. Selain membantu melupakan patah hati, juga membuatmu tampil lebih cantik.

Berikan Dirimu Kesempatan Liburan Agar Lebih Bisa Menata Hati

Kalau menurutmu liburan itu perlu, maka carilah tempat liburan yang baru. Ingat adegan di film ‘Sex and the City’? Saat tokoh utamanya Carrie Bradshaw ditinggalkan di altar oleh kekasihnya Mr. Big. Untuk membantu melupakan sakit hati, sahabat-sahabatnya pun membawanya liburan ke Meksiko, dan mereka mulai bersenang-senang. Bukan cuma Carrie, kamu pun mungkin juga perlu merasakan hal semacam itu. Ajaklah sahabat dan pilih tempat tujuan liburan yang menyenangkan!

Mungkin Kamu Perlu Melakukan Pembersihan

Saat kamu baru saja dicampakkan atau dibuat patah hati oleh mantan kekasihmu, jangan biarkan segala benda yang ada di dekatmu membuat kenanganmu jadi mudah menyeruak. Mulailah membersihkan dan menata ulang barang-barang Anda sendiri. Buang semua hal yang sekiranya akan membuat Anda sulit melupakan mantan pasangan dan dekorasi ulang kamar. Selain membuat tampilan baru di kamar, juga akan membantu Anda membersihkan pikiran dari sang mantan.

Atau Sesekali Cobalah untuk Berolahraga

Saat patah hati, mungkin emosimu tengah memuncak dan seharian hanya menghabiskan energi untuk menangis, kesal atau marah-marah. Daripada energi itu disalurkan untuk hal yang kurang baik, lebih baik habiskan untuk berolahraga. Lakukan treadmill atau ikuti kelas yoga. Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, olahraga teratur juga akan menyehatkan pikiran dengan melepaskan endorfin –hormon yang dapat menciptakan perasaan bahagia dari otak.

Lakukan Hobi yang Sekiranya Menyenangkan Hati

Karena tak lagi punya kekasih, mungkin ada yang dilanda kebingungan, aktivitas apa saja yang bisa dilakukan dengan semua waktu luang yang ada. Kenapa tidak melakukan hobi yang sudah jarang dilakukan karena kesibukanmu? Bisa dengan melukis, berkebun, bermusik, membaca atau kegiatan lain yang disukai. Anggaplah sebagai sebuah meditasi yang sederhana, namun dapat membantu mengalihkan pikiranmu dari mantan kekasih.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top