Feature

Gajian Selalu Habis Demi Anggaran Kencan? Mungkin Kamu Salah Pilih Pasangan

Tak ada yang melarangmu pacaran atau kencan saat kamu memang rindu dan selalu ingin mengisi waktumu dengannya. Terlebih, yang namanya melakukan kegiatan bersama orang yang kita sayang pasti menyenangkan, kan? Rasanya, walau sudah seharian penuh, tetap saja rasanya kurang. Di lain sisi, kamu juga  selalu mau memberikan banyak hal kepadanya. Alih-alih menyenangkan hatinya, diam-diam gaji dan tabunganmu bahkan terkuras habis demi biaya kencan. Hayo, siapa yang pernah begini?

Begini, pacaran itu isinya bukan hanya kencan dan senang-senang ya kawan. Ada masa dimana kamu dan dia harus saling memahami satu sama lain. Tapi kalau pasanganmu hanya ingin serba enaknya saja tapi tak peduli dengan anggaranmu yang selalu terkuras habis, mungkin ini tandanya kamu sejatinya salah pilih pasangan. Sebab, pasangan yang baik adalah mereka yang…

Melihat Proses Pacaran Bukan Semata-mata untuk Menghabiskan Uang Demi Makan di Restoran Mewah Saja, Kawan!

Sah-sah saja kalau kamu memang mau makan di tempat yang tidak biasanya. Mulai dari resto yang unik maupun mewah. Sebab rasanya belum lengkap kalau jalan tapi tidak makan atau sekadar minum. Salahnya, seringkali terbiasa

Jika melakukan kegiatan bersama pasangan, belum lengkap rasanya jika tidak makan atau sekedar mencari minuman segar bersama. Namun, tidak sedikit orang yang melakukan kesalahan yaitu dengan menuruti pasangan yang selalu minta makan di tempat mewah dengan harga selangit.

Kalau begini, jelas saja menghabiskan uang dan anggaran kencanmu, kan? Jadi, untuk menyiasatinya, coba bicarakan baik-baik ke pasangan kalau cukup sekali-sekali saja makan di tempat yang fancy. Daripada terlalu sering tapi uangmu terkuras dengan cepat.

Pasanganmu Selalu Menjadikan Jalan-jalan di Malam Minggu Sebagai Agenda Wajib

Salah satu kegiatan yang pastinya tak mau absen untuk dilewatkan oleh pasangan yaitu agenda malam mingguan. Sudah seperti jadi satu agenda wajib yang harus dilakoni namun hal ini seringkali membuat kantong kosong secara tiba-tiba. Wajar saja, karena pada saat malam minggu ada banyak sekali hal-hal yang akan kamu lakukan bersama pasangan.

Dimulai dari main, nonton film di bioskop hingga makan di tempat-tempat yang mewah. Begini, malam mingguan ya boleh-boleh saja. Hanya saja, usahakan kamu bisa mengatur keuanganmu. Tak perlu selalu bepergian setiap malam mingguan. Menghabiskan waktu di rumah pasangan pun tak masalah, lho.

Pasanganmu Selalu Meminta atau Melempar Kode agar Diberi Hadiah yang Mahal atau Berkelas

Pasangan yang baik itu yang mengerti keadaanmu dan tak selalu merengek minta hadiah yang mahal kepadamu. Kalau menurutmu memberikan hadiah itu perlu, terutama untuk merayakan hari penting, tak masalah. Tapi ingat lagi, relasi bertahan bukan karena kamu rutin membelikannya hadiah mahal. Lebih baik kamu memberikan dia kado yang bermanfaat untuk dia dan yang pastinya sesuai dengan isi dompet kamu. Terbuka urusan keuangan pada pasanganmu pun sejatinya perlu lho.

Dia Tidak Menerimamu Apa Adanya Sehingga Menuntutmu untuk Tampil Lebih Gaya

Tampil menarik dan modis di hadapan pasang menurutmu apakah jadi sebuah keharusan? Kalaupun iya, tak harus selalu harus menguras isi dompet kamu terlalu dalam juga bukan? Kalau pasanganmu seakan selalu gerah saat melihatmu tak terlihat modis, berarti dia belum menerimamu apa adanya. Jika ingin memberikan tampilan yang menarik, lebih baik kamu selalu bernampilan yang rapi dan sopan. Selain dari hemat biaya, tampilan seperti itu juga akan lebih disukai oleh pasangan kamu.

Kamu atau Dia Terlalu “Posesif” Terhadap Satu Sama Lain

Di saat kamu terlalu posesif, kamu pasti ingin selalu menghubungi dia, mengetahui kegiatannya, sampai-sampai semua kegiatannya harus selalu bersama kamu. Coba hitung, berapa banyak pulsa yang harus kamu habiskan dan waktu yang kamu pakai hanya demi menuruti pasanganmu yang terlalu posesif? Mulai dari sekarang, belajarlah untuk melakukan semua hal dengan cara yang wajar-wajar saja. Karena semua yang berlebihan akan berdampak kurang baik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh Tak Melulu Mencari Dia yang Terbaik, Tapi Dia yang Bisa Menerimamu dengan Baik

Semua orang berhak untuk menentukan, manusia seperti apa yang akan dipilih menjadi pasangan. Perhitungan dan syarat yang digunakan pun tak sama, ada yang memilih dari penampilan, kemampuan berpikir, harta yang dimiliki, hingga kecocokan selera humor berdua.

Perkara memilih dan dipilih ini memang akan selalu menjadi pembahasan yang menarik. Tapi satu hal yang pasti dan penting kamu ingat dalam hati. Pencarian dia yang kelak menjadi jodoh, tak selalu memilih dia yang terbaik tapi siapakah dia yang bisa menerimamu dengan baik.

Kamu mungkin menggelengkan kepala tanda tak setuju atas apa yang baru saja kamu baca. Tapi setelah memahami beberapa hal dibawah ini, kamu mungkin akan menganggukkan kepala.

Kecantikan dan Ketampanan Memang Memukau Mata, Tapi Dia yang Memilihmu Tanpa Memandang Rupa adalah Jodoh yang Sebenarnya

Karena dia yang diharap menjadi jodoh adalah teman hidup sepanjang masa. Akan tiba saatnya kamu dan dia menua, terlihat keriput dan tak lagi bercahaya, maka jika rupa adalah alasan yang kau pakai untuk memilih seorang pasangan. Ini semua akan hilang.

Sebaliknya carilah ia yang memang mau bertahan dalam segala keadaaan. Tak menilaimu dari penampilan dan mengabaikan semua kekurangan. Ia menerimamu, meski kulitmu lebih gelap darinya, tetap memperlakukanmu baik walau dirimu tak secantik perempuan yang lainnya. Dan selalu setiap mempertahankan hubungan meski ada banyak orang yang lebih cantik dan lebih tampan.

Tak Hanya Tentang Dia yang Mau Berbagi, Tapi Dia yang Tetap Bertahan di Segala Situasi

Setelah nanti menikah dan hidup berdua, kisah perjalanan hubungan tak lagi tentang hal-hal yang bahagia. Akan ada duka untuk menguatkan rasa, ujian untuk  lebih saling mengenal dan cobaan yang bisa datang kapan saja tanpa adanya persiapan.

Pada titik inilah kamu akan paham, bahkan perkara jodoh tak hanya tentang dia yang bisa dijadikan teman berbagi untuk semua suka. Tapi bagaimana ia tetap tinggal, meski ada banyak cobaan yang kelak akan mengahadang. Tak peduli bagaimana keadaannya, ia tetap memilih bersamamamu dalam suka dan duka.

Bukan Mencari dia yang Punya Banyak Kelebihan, Tapi Bagaimana Ia Menerimamu Meski Punya Banyak Kekurangan

Orang-orang dengan kemampuan segudang memang selalu terlihat mengangumkan. Tanpa sadar kita pun bisa terpesona dan jatuh hati padanya. Mencintai dirinya dari segala yang dimilikinya, namun kerap kecewa karena ia juga memaksa agar kita memiliki kelebihan yang sama banyakya. Untuk itulah, dalam hal mencari pendamping yang mumpuni.

Kita tak perlu menjadikan ‘punya banyak kelebihan’ sebagai syarat untuk menentukan. Cukup cari ia yang bisa menerima kita meski dengan segala kekurangan yang ada. Kelebihan yang dimiliki seseorang jelas hal yang patut disyukuri, tapi seorang partner yang bisa menerima kekurangannya pasangannya jauh lebih menentramkan jiwa.

Lupakan Berapa Banyak Kesamaan, Lihat Bagaimana Ia Merayakan Perbedaan

Ingat ya, untuk yang kesekalian kalinya kami katakan. Perihal mencari jodoh, bukan dilihat dari seberapa banyak persamaan yang kita dan si dia miliki. Lebih penting daripada itu, hal lain yang akan membantu kita untuk menjalani hubungan berdua adalah kesiapan kita untuk bisa bekerja sama meski dalam pandangan yang berbeda.

Karena menjadi berbeda dengan pasangan sendiri adalah perkara biasa, namun bagaimana kita merayakan dan memaknai perbedaan itulah yang kelak akan menjadi kunci dari suksesnya sebuah hubungan.

Mencari Jodoh adalah Perkara Melengkapi, Maka Carilah Ia yang Membuatmu Terlengkapi Setiap Kali Bersama dalam Segala Situasi

Dia yang emosional kelak akan bertemu dengan dia yang lembut dan tak suka marah-marah. Yang masih sembarangan makan, akan bertemu dengan dia yang pintar menjaga pola makan. Seorang jodoh yang sempurna, baiknya mampu melengkapi kekosongan yang tak dimiliki oleh pasangannnya.

Tak hanya sebagai teman hidup yang kelak akan dipanggil sebagai suami atau istri. Ia datang untuk menyempurnakan segala kekurangan dan kekosongan yang sebelumnya ada dalam diri. Sehingga, setiap kali bersamanya kita merasa sempurna. Sebab ada satu bagian dari kita yang mendadak di isi oleh dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top