Feature

Fisikmu Tak Selingkuh, Tapi Batinmu Sudah Milik yang Lain Ketika…

Siapa bilang selingkuh itu hanya terjadi lewat kontak fisik dan intens berkomunikasi? Mungkin selama ini kamu mengira, berselingkuh itu terjadi apabila semua chat-nya ketahuan oleh pasangan atau dia terpergok sedang berduaan dengan yang lain. Padahal tidak selamanya demikian. Pernah mendengar yang namanya “selingkuh batin”? Sebentar, biar aku jelaskan.

Selingkuh batin itu terjadi ketika kamu sudah merasa jatuh cinta dan memikirkan orang lain selain pasanganmu. Urusan pernah atau tak pernah berlaku demikian, itu sepenuhnya urusanmu. Hanya saja, kalau ada seseorang yang mengamini pernah berlaku demikian, berarti dia sudah sah berselingkuh batin dari pasangannya.

Seakan Merasa Tak Bersalah, Kamu Justru Bisa dengan Mudah Melakukan ‘Perselingkuhan’ Semacam Ini Di Mana Saja dan Kapan Saja

Mengapa tak merasa bersalah? Karena kalau ditanya, akan ada sejuta alibi untuk membenarkan perbuatannya itu. Kecuali kamu dan Tuhan, tak akan ada yang tahu apa yang ada di dalam pikiranmu. Selingkuh batin nyatanya memang tak terlihat secara kasat mata, itulah yang membuat pelakunya bebas mengimajinasikan ‘selingkuhannya’. Karena begitu bebasnya, kebiasaan berselingkuh batin pun jadi kebiasaan yang terus berulang setiap harinya, di mana saja, kapan saja, bahkan sekalipun kamu sedang berada di dekat pasanganmu.

Sudah Terbiasa Selingkuh Batin, Kamu Pun Jadi Enggan Berbagi Isi Hati

Semula mungkin kamu termasuk orang yang suka berbagi cerita dan keluh kesah pada yang lain. Setidaknya kalau bukan dengan pasangan, ya dengan teman dekatmu. Tapi semenjak suka memikirkan dia yang seharusnya tidak kamu pikiran, kamu pun jadi lebih tertutup dengan sekitarmu. Sekalipun dengan teman dekatmu. Kamu jadi lebih suka menyimpan setiap hal yang seorang diri dan mudah kesal jika ada yang menyinggung tentang perubahan karaktermu ini. Yakin, kamu masih mau seperti ini terus? Kalau tak segera dihentikan, bukan tak mungkin perselingkuhanmu bakal kian jauh.

Enggan Berhenti dan Merasa Sudah Terbiasa, Lambat Laun Kamu Menjadi Pribadi yang Bermuka Dua

Sudah terbiasa membagi rasa untuk dua orang yang berbeda, lambat laun kamu pun jadi semakin lihai memainkan sandiwara bermuka dua. Di depan pasanganmu, kamu all out demi terlihat bahagia dan menyenangkan hatinya, padahal pikiranmu sejatinya tersita memikirkan satu sosok lainnya. Jika kamu terjebak dalam situasi semacam ini, artinya kamu pun sedang membohongi diri sendiri. Kamu perlu menyadari, tidak jujur pada diri sendiri itu tak baik. Lambat laun kamu akan dibuat tak nyaman dengan keadaan semcam ini.

Tidak Ada Pasangan yang Rela Melihat Pasangannya Mendua, Dia Tentu Akan Tersakiti Kalau Tahu yang Sebenarnya

Di dunia ini, tak ada satu orang pun yang sanggup melihat pasangannya mendua. Sepintar apa pun kamu menyembunyikan ‘perselingkuhan batin’, suatu saat hal itu pasti akan diketahui pasanganmu. Benarkah kamu setega itu? Membuat hati pasanganmu terkejut sekaligus bersedih lantaran kamu ternyata sudah menduakan dia sejak lama? Kamu, sebagai pelaku, mungkin tak akan merasa kecewa. Tapi yang jelas, perasaan tersakiti yang begitu dalam pasti akan dirasakan oleh pasanganmu. Ingatlah, setiap tindakan pasti ada konsekuensinya.

Terbiasa Selingkuh Batin Membuatmu Kehilangan Makna Tentang Pentingnya Kejujuran

Terbiasa melakukan kebiasaan semacam ini, kamu jadi sukar menghargai kejujuran. Pemahamanmu soal kejujuran dan kebohongan jadi terombang ambing. Kamu teguh membenarkan perselingkuhan batin yang sudah kamu lakukan padahal jauh di dalam lubuk hatimu, kamu jelas tahu kalau hal itu tak benar.

Ingat, dengan berani melakukan hal semacam ini, jelas kamu sudah memantik api dalam hubunganmu. Pada akhirnya, kamu sudah tahu kalau selingkuh batin itu sama buruknya dengan selingkuh fisik. Sekarang, keputusan mutlak ada di tanganmu. Pesanku, jangan sampai karena perbuatanmu ini, ada hati yang tak seharusnya patah tapi akhirnya harus merasakan sakit walau tidak berdarah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Waspadalah, Para Pemburu CLBK Gemar Manfaatkan Momen Ini!

Tak semua orang siap dan legowo menatap cintanya yang telah lalu. Banyak barisan para mantan yang kerap masih berharap untuk kembali kepada passangannya. Termasuk mereka para mantan  pasangan kita saat ini.

Tapi tentu mereka pun penuh gengsi dan tak mau bergerak secara terang-terangan. Mereka berusaha mencari momen untuk melancarkan kembali godaan agar pasanganmu kembali ke pangkuan mereka. Gombal!

Nah supaya kamu tak kecolongan, waspadai beberapa momentum berikut ini yang sering kali digunakan para pemburu CLBK untuk melancarkan aksinya.

 

Momen Reuni Dimanfaatkan Mengajak Lupa Diri

Ini urusan paling banyak digunakan para mantan untuk berusaha merayu pasangan kita lagi. Bisa saja itu reuni sekolah, kuliah atau tempat kerja yang lalu. Ajang reuni akan dimanfaatkan untuk tempat temu kangen dan mengingat momen-momen indah dahulu yang sesungguhnya sudah basi.

Nah, cobalah kamu berkomunikasi lebih intens jika pasanganmu akan dan sudah reuni belum lama ini. Jangan sampai mereka terbuai rauyan manis para mantannya untuk kembali ke momen yang telah lalu tersebut.

Hari Raya Natal Malah dibuat Nakal

Dimulai dengan mengucapkan “selamat natal ya“, kemudian dilanjut dengan “mamah papah masih masak yang sama seperti tahun lalu?“, mendekati dari sisi keluarga memang ditengarai dapat membangkitkan memori harmonis. Apalagi pasanganmu cukup tersentuh apabila membicarakan tentang keluarga.

Dan tak ada yang bisa menjamin, jika obrolan seperti ini akan berhenti begitu saja. Sebab biasanya, umpan yang disampaikan si mantan pastilah akan disambut dengan kalimat basa-basi dari pasangan, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh sang mantan. Hati-hati, meski sederhana ini bisa merusak hubunganmu dan si dia.

Hari Raya Idul Fitri Malah Mengajak Kawin Lari

Dua hal yang paling melekat dari hari raya ini adalah soal mudik dan bermaaf-maafan. Biasanya mantan yang tak tahu diri itu, mencuri moment ini dengan mantan kekasihnya lewat basa-basi mengucapkan hari raya. Sedari awal tujuannya padahal bukan untuk meminta maaf atas tindak tanduk perbuatan sih, namun agar ada alasan pasti kenapa ia bisa chatting-an lagi.

Kalau kamu sedang bersama pasanganmu di hari itu, karena kamu bermain kerumahnya, coba lirik sedikit gawainya apakah ada ucapan hari raya dari mantannya yang berlanjut ke obrolan mesra.

Lewat Ucapan Ulang Tahun Rayuan Maut Dilancarkan

Hari ulang tahun pasanganmu, adalah momen bagi kamu sebagai pasangan untuk memberikan kejutan atau pun hadiah. Tetapi itu tidak hanya berlaku bagimu saja, kan? bagi mantannya pun juga. Karena tak ada larangan mantan untuk bertindak saat dia untuk ulang tahun, mungkin hanya lebih ke arah etika saja.

Saat pasanganmu sedang berulang tahun, dan dia baru menjalani hubungan bersamamu, mungkin ada tradisi khusus yang dilakukan mantannya kepadanya di setiap edisi saat ulang tahun. Bisa jadi, hal ini dapat merobek kepercayaan pasangamu kalau kamu tak memberikan perlakuan spesial. Kamu dapat ‘kecolongan’, apalagi sang mantan bertindak dengan membawa kue dan hadiah, sekaligus berkata, “Rasanya masih sama seperti saat kita jadian ya?”. Wah, bahaya kan?

Masih Ngebet Rayakan Hari Anniversary Padahal Sudah Mantan

Nah, hari ini sangat krusial, apalagi bagi kamu yang baru jadian. Bayang-bayang mantan masih bisa seliweran di benak pasanganmu sekarang. Tak ada yang bisa menghalangi perasaan, mau sekuat apapun kamu berusaha untuk memberikan cinta kasih, kalau ia masih ada rasa meskipun sedikit kepada mantan semuanya bakal sulit.

Sang mantan datang dengan alasan, “Agak random nih aku chat kamu, apalagi ini tanggal kita jadian sebelum udahan,” sebenarnya adalah menyelipkan kata rindu dan kangen secara tersirat. Kalau pasanganmu, menanggapinya. Hubunganmu bisa jadi runyam begitu saja.

Tahun Baruan, Malah Mengajak Untuk Selingkuhan

Biasanya tahun baru adalah moment spesial yang dijalani oleh setiap orang, sebenarnya sih nggak spesial-spesial amat. Tergantung bagaimana seseorang membungkusnya saja. Nah, bagi yang berpasang-pasangan, pasti ada saja hal yang dilakukan secara spesial. Mulai dari dinner berduaan, sampai liburan bareng dan menatap langit penuh kembang api sambil bergandengan tangan.

Bisa jadi malam spesial yang dijalani. Andai saja, mantannya pasanganmu kembali kemudian mengucapkan, “Selamat tahun baru ya, jadi inget malam di Bali, di pinggir pantai itu”. Kalau itu masih berbekas di hati pasanganmu, pasti mereka bercerita sampai pagi-pagi buta, dan pasanganmu lupa kalau, “oh iya aku sudah punya pasangan, tapi tak apalah mengenang sedikit kan bukan perselingkuhan”.

Momentum dimanfaatkan oleh mantan untuk kembali lewat tegur sapa, dibalik hari raya keagamaan dan hari besar. Banyak orang yang mengambil secuil kesempatan ini untuk mengabari mantannya. Dengan harapan si mantan dapat tergoda, dan kembali menjalin seperti dahulu kala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Bertanya Aneh-aneh, apalagi Berkomentar Negatif Saat Menjenguk Temanmu dan Bayinya

Saat mendengar kabar kalau sahabat atau teman kita baru saja melahirkan, secara tak langsung pasti kamu ikut berbahagia, ‘kan? Keberadaan bayi dan kondisi kesehatan temanmu yang jadi fokusmu saat datang berkunjung. Kamu pun dengan senang hati mendengarkan pengalaman temanmu yang bercerita tentang kelahiran anaknya itu.

Percayalah, mendengarkan ceritanya jauh lebih baik dibanding bertanya dengan pertanyaan yang justru berisiko menyinggung perasaan temanmu. Yup, sadar tak sadar sering lho, sebagai tamu, ada beberapa orang yang asal saja ketika bertanya dan tak memikirkan perasaan para ibu baru. Ini dia pertanyaan yang sebaiknya kamu hindari.

Tak Perlu Berkomentar Negatif Saat Tahu Temanmu Melahirkan secara Caesar

Kalau sekadar bertanya mungkin tak masalah. Tapi kalau sampai berkomentar negatif seperti “Malas gerak, ya?” atau “Takut sakit, ya?”

Tentu saja pertanyaan singkat semacam itu membuat mereka jadi tersinggung. Jadi lebih baik kamu tidak memberikan komentar yang secara tak sadar menyakiti perasaan mereka. Kamu sendiri memangnya mau bila melahirkan nanti lalu temanmu ada yang bertanya demikian?

Kemudian Tak Perlu Tanya Perihal Diinduksi atau Tidak, Itu Bukan Ranah untukmu Bertanya Demikian

Begini, tak semua perempuan punya tubuh dan kekuatan yang sama. Ada perempuan yang membutuhkan induksi dan obat saat proses melahirkan. Kamu atau temanmu yang baru saja melahirkan pun demikian. Untuk itu,rasanya kurang tepat kalau bertanya soal induks atau tidak.

Soal Berat Badan Bayi pun Tabu Dibicarakan

Sah-sah saja kalau kamu hanya ingin menanyakan berat badan bayi. Namun hindarilah berkomentar kalau bayi tersebut terlalu kecil atau terlalu besar. Selain tidak sopan, pertanyaan semacam itu jelas akan membuat sang ibu bersedih atau justru tersinggung. Setiap bayi yang lahir jelas jadi anugerah untuk para ibu. Karenanya, jauh lebih baik memberikan dukungan dibanding harus berkomentar.

Simpan Saja Komentarmu Soal ASI

Kembali lagi soal tubuh perempuan yang memang diciptakan berbeda sejak lahir. Hingga akhirnya setiap perempuan menjadi ibu pun, perbedaan itu akan tetap ada. Ada perempuan yang tidak bisa langsung memberikan ASI. Untuk itu, jagalah komentarmu perihal anaknya atau temanmu yang mungkin mengalami keterbatasan soal hal ini.

Berat Badan Si Ibu Juga Tak Usah Ditanyakan Lagi

Adalah natural kalau misalnya seorang perempuan hamil kemudian mengalami pertambahan berat badan. Justru memang menurunkan berat badan setelah melahirkan bukanlah hal yang mudah dan memang perlu waktu. Untuk itu hindarilah pertanyaan seputar berat badan berikut dengan kenaikannya saat kamu menengok seseorang yang baru melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Si Dia Ada Masalah, Coba Sampaikan 7 Kalimat Ini untuk Membuatnya Bersemangat Lagi

Dalam perjalanan hubungan dengan sang pacar, pastilah ada yang namanya masa-masa berat. Karena memang begitulah hidup yang benar. Bahagia tak selalu bertahan, sesekali kesedihan pastilah datang. Barangkali, hal itulah yang tengah dihadapi kekasihmu.

Maka sebagai pasangan yang baik, kamu jelas tak boleh meninggalkannya begitu saja. Karena yang namanya cinta, akan selalu berusaha ada di dekatnya. Baik saat senang dan sedih. Demi membantunya bangkit kembali dari rasa hampir menyerah yang mungkin menghantuinya. Ada beberapa kalimat ampuh yang bisa kamu sampaikan, agar semangatnya kembali membara.

“Ketakutanmu Hari Ini, Cukup Hari Ini Saja! Yakinlah Besok Kamu ‘Kan Temukan Jalan Keluarnya,”

Bukan sedang ingin lebih terlihat tenang dari dia yang sedang menghadapi masalah. Tapi menyampaikan kalimat seperti ini, dipercaya mampu membantumu untuk meyakinkan dirinya untuk lebih percaya diri. Dengan begitu, ia tak lagi harus berkutat dengan masalah yang ada. Dan punya sedikit waktu untuk mencari solusi dari apa yang harus dilakukannya.

“Senang dan Sedih Itu Biasa, yang Penting Kamu Sudah Berusaha,”

Bermaksud untuk meyakinkan dirinya untuk bisa melewati semua keresahan yang jadi beban, kata-kata ini barangkali akan jadi pengingat kehidupan yang memang harus dihadapi. Senang memang tak selamanya ada, tapi susah pun pasti tak akan lama. Yakinkan hati dan diri, untuk tetap percaya bahwa setiap perkara dan persoalan yang sedang dijalani akan bisa selesai dengan sendirinya.

“Aku Tahu Kamu Lebih Kuat dari Ini, Masalah Ini Pastilah Bisa Kamu Lewati.”

Selain membuatnya merasa bangga akan perhatian dan respon yang kamu sampaikan. Berkata seperti ini padanya, juga akan membuat ia menemukan semangat baru yang bisa membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.

Percaya dan yakinlah, mendengarmu mengucapkan kata-kata ini ia akan kembali memiliki kekuatan untuk melangkah dari titik resah yang tadinya ia takuti. Beritahu dirinya, bahwa ia bukanlah sosok yang lemah.

“Biar yang Lain Pergi, Aku Akan Tetap Disini untuk Menemanimu Mencari Solusi,”

Temannya mungkin mendadak hilang, atau kawan lain yang tak mau dimintai tolong untuk masalah yang sedang ia hadapi. Tapi sebagai pasangan, kamu harus tetap ada disampingnya. Memberinya semangat hingga dukungan untuk kekuatan agar terus berjalan.

Walau sebenarnya ini adalah kalimat remeh yang terkesan seperti rayuan. Baginya bisa jadi itu adalah sumber kekuatan.

“Hey, Kamu yang Kukenal Bukanlah Seseorang yang Mudah Menyerah. Pasti Ada Cara untuk Menghadapinya.”

Jika memang pilihanmu untuk mencintainya adalah bersumber dari hal yang memang menjadi kelebihannya. Toh tak ada salahnya untuk menjadikan ini sebagai sumber semangatnya lagi. Sampaikan padanya, jika dia yang kamu kena, bisa bertahan lebih dari ini. Masalah yang tengah dihadapinya, hanya perkara kecil yang harusnya bisa dilalui dengan mudah. Ini akan menumbuhkan semangatnya lagi.

“Percaya Deh, Semua Akan Baik-baik Saja!”

Ajak ia percaya bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Tak ada sesuatu yang terlalu sulit untuk diselesaikan. Tidak pula terlalu sukar untuk menemukan solusinya. Sampaikan padanya, ia hanya butuh percaya sembari berusaha dengan versi terbaik dari kemampuannya.

“Kapan pun Kamu Butuh, Aku Selalu Ada Untukmu.”

Tak hanya membuatnya tersanjung, kalimat ini juga selalu berhasil untuk melahirkan semangat baru dalam dirinya. Membuatnya kembali yakin akan kemampuan diri, hingga berterima kasih padamu karena selalu ada didekatnya selama ia mengalami kesusahan. Inti dari semuanya hanyalah komunikasi dan kesediaan untuk mau mendengar dan memberi solusi. Meski hanya sekedar ucapan, atau pelukan hangat yang menenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top