Trending

Film Mantan Manten : Belajar Ikhlas dan Menemukan Arti Hidup dari Yasnina

Setelah tahun lalu berhasil meluluh lantakkan hati orang-orang lewat ‘Love For Sale’. Tahun ini, Visinema Pictures kembali mengajak penonton untuk menangis berjamaah. Nah, itu artinya sebelum berangkat ke bioskop. Kamu wajib bawa tisu yang cukup untuk ‘ngelap’ air mata.

Disutradarai oleh Farishad Latjuba dengan Produser Anggia Kharisma dan Kori Adyaning. Film Mantan Manten ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan kota bernama Yasnina (Atiqa Hasiholan) dengan tunangannya Surya (Arifin Putra).

Persis mimpi banyak perempuan atau mungkin sebagian, kehidupan Yasnina terbilang nyaris sempurna. Ia punya segalanya, karir yang cemerlang, prestasi segudang, wajah menawan dan seorang laki-laki tampan yang begitu mencintainya.

Tapi faktanya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Yasnina tersandung masalah besar yang melihatkan klien perusahaan, namanya disebut-sebut sebagai dalang dari penipuan yang akhirnya membuatnya kehilangan semua hal. Pekerjaan, rumah tinggal nan mewah, bahkan tunangannya pun pelan-pelan hilang dan menjauh darinya.

Dekat dengan kehidupan para perempuan karir ibukota, nilai dari Women Empowerment dari film ini memang cukup kuat dengan kemampuan akting Atiqa yang (mungkin) selanjutnya akan dapat penghargaan. Ia adalah perempuan keras kepala yang ambisius dan tak pernah takut untuk melawan apapun, termaksud Iskandar (Tyo Pakusadewo) yang telah melibatkan ia dalam politik bisnis busuk yang menghancurkan semua reputasinya.

Tak lagi punya apa-apa, ia butuh amunisi untuk membersihkan namanya. Hingga kemudian teringat satu aset yang masih dimilikinya di wilayah Tawangmangu. Disana ia bertemu dengan seorang pemaes bernama Marjanti (Tutie Kirana) pemilik rumah yang sudah dibeli oleh Yasnina.

Menggantungkan harap pada Marjanti untuk bisa memberikan tanda tangannya atas surat rumah tersebut. Nina justru harus berhadapan dengan berbagai macam hal yang selama ini tak pernah ia saksikan.

Menurut saya pribadi, sang sutradara Farishad Latjuba juga ikut andil menulis cerita bersama Jenny Jusuf, agak kurang berhasil menyajikan alur cerita yang saya rasa terlalu datar. Untungnya kemampuan akting dari Atiqa dan Marjanti justru berhasil jadi pemicu yang kemudian menaikkan emosi.

Perempuan beda lintas generasi ini, berduel dengan pemahaman dan prinsip hidup yang berbeda. Ya, Mau tak mau, suka tak suka, Nina harus mengiyakan tawaran Marjanti untuk tinggal bersamanya dan bekerja sebagai asistennya untuk memaes pada pengantin Jawa yang hendak menikah.

Selanjutnya, titik ini membawa kita pada beberapa pergolakan akan banyak hal yang selama ini juga dipikirkan oleh banyak perempuan. Cerita pencapaian, kisah cinta, hingga arti hidup yang sebenarnya. Saat, menonton kita mungkin sudah bisa menebak lanjutan adegan dari setiap scene. Tapi, bagaimana ketegasan Atiqa dalam memerankan Yasnina dengan segala emosi yang ditunjukkannya jadi busur panah kuat yang akhirnya membawa hati melebur dari kesedihan yang sedang Yasnina alami. 

Selain menempatkan Budaya Jawa yang khas dalam cerita, lengkap dengan berbagai macam ritual dalam hal merias pegantin dan prosesi pernikahan. Kamu mungkin bisa menebak apa konflik yang akan terjadi. Tapi tak hanya tentang proses kehilangan, film ini juga mengajak kita untuk mampu menata hati seperti Yasnina, membuat pilihan dengan melupakan kepentingan pribadi, dan berpikir bijak atas banyaknya pertanyaan yang sekiranya memusingkan diri.

Kehadiran lain yang juga perlu diapresiasi adalah, peran Ardy (Marthino Lio) yang selalu jadi penolong ketika semua orang menikam Yasnina dari belakang. Meski hanya lewat kalimat, “It’s okay, to be not okay” yang ia ucapkan, kita bisa bisa merasakan bagaimana energi positif yang ia berikan kepada Nina, tiap kali dirundung masalah.

Selain itu, pemilihan soundtrack lagu yang mengisi adegan yang menjadi jantung dari cerita, juga perlu diberikan tepuk tangan yang meriah.

Kamu perlu hati-hati, karena ada lagu “Sesat Yang Abadi” milik Monita Tahalea, dengan bagian akhir yang juga diiringi alunan syahdu, dari Sal Priadi  dengan “Ikat Aku di Tulang Belikatmu”. Penonton akan jadi saksi bagaimana akhir dari perjalanan Yasnina, untuk bisa ikhlas dan menemukan arti hidup baginya.

Sudah tayang serentak di Bioskop sejak 04 April 2019 kemarin, untuk kamu yang rindu akan nafas segar dari film melodrama Indonesia. Mantan Manten cocok untuk memuaskan dahaga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ingin Berhemat, Uang Kertas Rp.10 Juta yang Disimpan di Lemari Malah Dimakan Rayap

Selain menyimpan uang di rekening bank, ternyata masih ada orang-orang yang menyimpan uangnya secara konvensional. Mulai dari di celengan, brankas, atau lemari pakaian, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan. Tapi apa jadinya, jika uang yang disimpan justru mengalami kerusakan hingga tak bisa digunakan? Seperti yang baru-baru dialami oleh seorang pengguna Twitter bernam Putri Buddin yang menyimpan uangnya di lemari, yang kemudian jadi santapan rayap.

Niat hati biar ga boros, simpen uang di lemari, eh malah dimakan rayap,” twitnya melalui akun Twitter @putribuddin, Sabtu (17/8/2019).

Dari foto yang dibagikan oleh dirinya, uang miliknya terlihat terdiri dari lembaran uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang sudah tak lagi dalam keadaan utuh. Twit tersebut pun menarik perhatian warganet dan telah mendapat lebih dari 2,4 ribu likesdan retweet.

Nah, dari hasil taksiran Putri, total uang miliknya tersebut sekitar Rp.10 Juta.

“Itu uang yang aku kasih ke nenek aku sekitar Rp3 juta-an. Terus ditambahin sama nenek aku sampai Rp 10 jutaan.” kata Putri dilansir dari Liputan6.com, Selasa (20/8/2019).

Perempuan itu pun lupa menyimpannya di lemari. “Nenek aku udah meninggal satu tahun yang lalu sih, kemungkinan udah dua tahun,” tuturnya ketika ditanya berapa lama dirinya menyimpan uang itu.

Saat ditemukan, uang itu dipisahkannya menjadi dua buntelan. Satu tumpuk telah menjadi sarang rayap sehingga Putri memutuskan membuangnya. Tumpukkan uang lainnya dibungkus plastik seperti foto yang dibagikannya di Twitter. Dalam plastik itu, terdapat sekitar Rp 5,4 juta.

Awalnya, ia merasa pesimis dengan mengira uangnya tak akan bisa dipakai kemana-mana. Namun, perempuan itu pun memutuskan mengikuti saran dari orang-orang di Twitter, untuk membawa sisa uang yang telah dimakanan rayap ke Bank Indonesia (BI).

 

Namun dengan alasan tertentu yang sudah jadi ketentuan dari Bank Indones, uang milik putri tak semuanya bisa diterima dan diganti dengan uang yang masih utuh. Dengan ketentuan uang yang keutuhan fisiknya kurang dari 67 persen setelah diperiksa menggunakan alat ukur kelayakan uang milik BI.

Dan dari Rp 5,4 juta yang dibawa Putri ke BI, hanya Rp.1.050.000, yang bisa ditukarkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Glenn Fredly Resmi Menikah Lagi

Setelah selama ini dikabarkan dekat, akhirnya penyanyi Glenn Fredly resmi menikahi sang pujaan hati Mutia Ayu. Digelar secara tertutup pada Senin (19/08) kemarin, resepsi pernikahan Glenn tersebut hanya dihadiri oleh para keluarga dan sahabat dekat.

Meski demikian, beberapa foto bahagia dari acara pagelaran pernikahan Glenn sudah banyak beredar di media sosial. Selain pada akun-akun gosip, beberapa unggahan sahabat dari Glenn juga jadi salah satu bukti yang membenarkan hari bahagia penyanyi laki-laki 43 tahun tersebut.

Sumber : Instagram/@agustineligo

Digelar di Taman Kajoe, salah seorang kerabat dengan akun Instagram @agustineligo menunjukkan momen bahagia Glenn Fredly dan Mutia Ayu dengan wajah yang sumrinyah. Mengenakan setelan jas berwarna cream yang senada dengan gaun Mutia, keduanya tampak bahagia sembari bergandengan tangan berdua.

Hal lain yang juga menarik perhatian dari foto-foto pernikahan Glenn yang beredar, adalah nuansa rustic begitu terasa lewat venue outdoor berhiaskan lampu dan outfit vintage. Selamat untuk Glenn dan Mutia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Mahasiswa Papua di Jakarta : Kami Naik Angkot, Orang Tutup Hidung

Peristiwa penangkapan dan dugaan tindak diskriminatif serta rasial yang dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur membuat membuat masyarakat turut bersimpati dan merasakan apa yang mereka terima. Dan dirasakan pula oleh Albert, seorang mahasiswa asal Papua yang kini tinggal di Jakarta.

Dari hasil wawancarannya dengan Suara.com, ia mengatakan ikut tersakiti atas perlakuan yang diterima oleh mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Ia berharap pemerintah Indonesia dapat menjamin kebebasan berpendapat mahasiswa Papua. Menurutnya, sebagai negara demokrasi sudah semestinya negara menjamin kebebasan tersebut dan meminta tidak ada lagi hal serupa yang terjadi terhadap mahasiswa Papua lainnya.

“Jangan mengintimidasi setiap mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia, karena negara ini negara demokrasi,” kata Albert saat ditemui di asrama mahasiswa Yahukimo Papua, Jalan Batuampar, Keramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019) sebagaimana dikutip dari suara.com. 

Sumber : Suara.com

Lebih lanjut, Albert bercerita jika selama tinggal di Jakarta untuk berkuliah dirinya masih kerap mengalami bentuk-bentuk diskriminasi. Namun, ia berusaha untuk bisa menerima meski merasa tersakiti.

“Kami naik angkot saja orang sudah tutup hidung. Kami sebagai manusia itu kami sakit, tapi itu biasa bagi kami,” kata dia.

Sebelumnya, setelah insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang, diketahui kerusuhan sempat pula terjadi di Manokwari pada Senin (19/8) kemarin. Massa yang berasal dari sejumlah elemen melakukan aksi menyikapi adanya tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua yang ditangkap di Surabaya, hingga akhirnya berakhir dengan kerusuhan.

Dari kerusuhan tersebut, massa dilaporkan melakukan pembakaran terhadap kantor DPRD Papua Barat. Tak berhenti disitu saja, kerusuhan pun menjalar ke wilayah lain termasuk Jayapura dan Sorong. Bahkan, massa dilaporkan membakar Lembaga Pemasyarakaan di Sorong dan perusakan di Bandara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top