Feature

Tidak Hanya Joget Dan Cerita Sedih, Sebelum Bilang Kampungan Ini Film-Film India Yang Wajib Ditonton

Kamu termasuk yang anti terhadap film India? Ketika disebut India, kamu langsung membayangkan tayangan-tayangan serial di televisi swasta Indonesia itu. Musik yang volumenya bikin telinga sakit. Ekspresi pemain yang jauh dari kata natural. Setting yang seadanya, sampai teknik pengambilan gambar yang macam orang baru pegang kamera.

Apalagi skenarionya kadang tak masuk akal. Rasanya di dunia nyata sulit untuk menemukan orang yang bisa bernyanyi sambil menari setelah ditinggal kawin, atau ada hujan deras datang dalam hitungan detik padahal sebelumnya matahari lagi terang benderang layaknya yang biasa disajikan film India.

Pendapatmu tidak salah, namun tak sepenuhnya juga tepat. Karena sinetron India yang ada di televisi swasta Indonesia, jelas tak bisa mewakili industri perfilman India yang biasa di sebut Bollywood. Karena sesungguhnya industri film di India sangat masif dan beragam.

Coba bandingkan pertahunnya Bollywood bisa memproduksi sampai 2000 lebih film, sangat jauh dari Hollywood yang hanya bisa memproduksi 400-an judul film. Bahkan pesaing terdekatnya China “hanya” bisa mencapai 700 film satu tahunnya.

Tentu dari ribuan film itu, masih banyak yang diproduksi tak serius. Film-film ala inspektur vijay atau tuan kapoor memang masih kerap hadir. Namun, semenjak eraakhir 90-an sesungguhnya Bollywood juga mulai berbenah dan menatap industri film modern. Tak heran jika kini banyak film-film India yang sangat layak tonton.

Mungkin untuk kamu yang masih ragu harus pegi ke bioskop membeli tiket film India, bisa terlebih dahulu mencicipi beberapa film ini. Dijamin pandanganmu akan film India bisa berubah total.

“Kuch-Kuch Hota Hai”, Kisah 3 Orang Sahabat Yang Berujung Cinta Segitiga Antara Shahrukh Khan, Rani Mukherje dan Kajol

Ini adalah film pertama yang menjadi pencetus masuknya film india modern di tanah air, terbukti dari jawaban sebagian besar orang Indonesia ketika ditanya film india apa yang diketahuinya “Kuch-kuch Hota Hai” menjadi film yang paling banyak diketahui.

Film yang bercerita tentang persahabatan antara 2 orang wanita dan 1 orang pria ini berhasil menjadi film terpopuler dan terlaris tak hanya di India juga di Internasional dan termaksud di Indonesia. Di rilis pada tahun 1998 film ini berhasil menghantarkan para pemainnya mendapatkan penghargaan dari filmfare award di India, Shahrukh Khan sebagai best actor, Kajol sebagai best actress dan Salman Khan dan Rani Mukerji sebagai best supporting actor dan actress.

Cinta Segitiga antara Rahul Khana (Shahrukh Khan), Anjali Sharma (Kajol) dan Tina Malhotra (Rani Mukherjee) menjadi bagian paling menarik dari film ini. Hal yang paling membedakan film ini dengan film India klasik lainnya adalah tidak adanya tokoh baik dan jahat. Sangat berbeda dengan film India masa lalu yang tokohnya selalu di sisi hitam dan putih, sehingga membuat plot terasa membosankan. Film ini tampil berbeda dengan semua tokoh berada di area abu-abu.

”My Name Is Khan”, Kisah Seorang Muslim Yang Masuk Amerika Setelah Kejadian 11 September

Shahrukh Khan lagi-lagi jadi pemeran Utama di film ini, Bercerita tentang seorang muslim bernama Rizwan Khan Lelaki pengidap sindrom Asperger yang masuk Amerika setelah kejadian 11 September. Dia datang ke San Fransisco berkat adiknya setelah si ibu meninggal, di film ini Rizwan jatuh cinta pada Mandira yang diperankan oleh Kajol (Si Anjali di Kuch-Kuch Hota Hai). Hidupnya di Amerika menjadi sulit karena dia bermarga Khan dan seorang muslim.

Banyak orang yang mengira bahwa dia adalah seorang teroris hanya karena dia bermarga khan dan muslim, Akan tetapi dia berusaha untuk menunjukkan kepada semua orang yang berada disekitarnya bahwa agamanya bukanlah agama teroris. Selain adegannya yang haru, banyak hal-hal yang bisa kita renungkan kembali dari film ini salah satunya kebebasan beragama yang kita dapatkan.

”Taare Zameen Par” , Bahwa Semua Anak Itu Istimewa Tidak Pintar Bukan Berarti Mereka Bodoh

Bergeser dari pemeran Dewasa film ini memang bercerita tentang Seorang anak berusia 8 Tahun yang mengalami Disleksia, Berbeda dengan kakanya yang memiliki tingkat kecerdasan sangat tinggi dia malah susah untuk merumuskan kata-kata bahkan tidak bisa berhitung. Yang ia memiliki hanyalah banyak imajinasi yang sulit untuk dimengerti orang lain bahkan orangtua dan gurunya.

Hingga akhir dia dipindahkan oleh orang tuanya ke sekolah yang memiliki asrama  dengan jarak yang cukup jauh dari rumah tempat tinggalnya, dan bertemu seorang guru Seni yang bisa memahaminya dan mengerti bagaimana membantu untuk mengembangkan bakat yang dia miliki.

Film karya Aamir Khan ini diproduksi pada tahun 2007, selain sebagai produser dan sutrada Aamir Khan juga berperan sebagai guru seni yang membantu anak pengidap disleksia tersebut. Pesan yang tersurat dalam film ini seakan ingin mematahkan pandangan banyak orang jika seseorang yang lemah di akademik bukan berarti bodoh, justru sebaliknya ada kelebihan lain yang dimiliki yang orang lain tidak punya. Selain itu film ini juga pernah di distribusikan di Amerika Oleh Walt Disney Picture dengan judul “Like Start On Earth” dan menjadi film pertama india yang memakai teknik Clay-Animation sekaligus pernah meraih penghargaan Best Movie di Filmfare Awrad di India.

“Three Idiots”, Cerita Tentang Tiga Orang Mahasiswa Teknik Dengan Seperangkat Suka Duka Masa Kuliah Hingga Ke Keputusan Pencarian Jati Diri Masing-masing.

Masih Dibintangi oleh Aamir Khan dan bercerita tentang dunia akademik, film ini adalah potret dari kehidupan tiga orang mahasiswa yang memilih jurusan teknik di salah satu Universitas yang rektornya terkenal killer. Cerita mereka dalam menuntut ilmu dengan berbagai masalahnya masing-masing membuat mereka bersahabat tapi sering dianggap menjadi pengacau oleh profesor kampus tersebut hanya karena mereka tidak pintar. Berbeda dengan dua temannya Aamir Khan yang memerekan “Rancho Shamaldas Chanchad” adalah seorang yang sangat pintar bahkan sering membuat kesal semua dosen dengan beberapa pertanyaan jeniusnya.

Film Komedi yang di Produksi tahun 2009 ini berhasil mendapatkan kesuksesan hampir di seluruh dunia, sekaligus menjadi film kedua dengan pendapatan terbanyak di sepanjang masa. Cerita di film ini memaparkan bagaimana pentingnya peran pendidikan bagi kehidupan setiap orang, sekaligus mengkritisi pola institusi sekolah saat ini. Meski bersifat komedi film ini berhasil menutup ceritanya memiliki twist dengan beberapa kejadian yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Rasanya pas betul menonton ini di tengah carut marutnya sistem pendidikan kita. Film ini akan menggambarkan pentingnya menjadi orang yang haus ilmu dan bukan hanya orang yang haus prestasi belaka. All iz well!

“PK”, Kegilaan Seorang Alien Yang Penuh Filosofi Dalam Rangka Mencari Tuhan, Yang Berhasil Menyindir Ragam Umat Beragama

 

Dalam film ini Aamir Khan berperan sebagai Alien yang terdampar ke bumi, meskipun menerima banyak pro dan kontra tapi film ini berhasil mengajak penonton untuk menyadari beberapa hal yang terjadi dalam hidup terlebih lagi tentang keberadaaan sang pemilik semesta. Aamir Khan si Alien yang terdampar ke bumi itu tidak bisa kembali ke asalnya karena Remote yang menjadi alat komunikasinya hilang dicuri orang.

Untuk itu dia mulai mencari remote tersebut dan meminta bantuan manusia untuk menemukannya akan tetapi satu yang dia dapati adalah pernyataan dari manusia yang berkata bahwa “Hanya Tuhan Yang Dapat Membantunya”. Pencariannya terhadap Tuhan pun dimulai dengan berbagai kejadian dengan adegan-adegan tabu seperti praktek uang di kuil, tawar menawar kelapa dalam kekacauan di gereja, mengungkap kepercayaan berubah menjadi benci.

Pesan yang diberikan Aamir kan sebagai alien bermutu diarahkan secara sensitif sangat bagus, meski segala ucapannya dan tingkahnya terbilang tabu tapi film ini berhasil membuat penonton mengangukkan kepala untuk semua hal yang di ucapkan Aamir Khan.

Sutradara Rajkumar Hirani menyajikan film komedi science fiction ini dengan cerita yang kompleks namun dikemas menarik, antara Tuhan, Penipu, Cinta dan Bom. Di rilis serentak di 22 pasar internasional film ini berhasil menduduki peringkat ke 3 setingkat di bawah The Hobbit : “The Battle Of The Five Armies and Gone With The Bullets”. Film ini juga sempat mengundang kontroversi di kalangan fanatik Agama.

”Slumdog Millionaire” Seorang Remaja Laki-laki Miskin Yang Mendadak Jadi Milliarder Karena Memenangkan Kuis Berhadiah Satu Miliar

Sebuah film yang mengisahkan Jamal seorang anak laki yang beranjak remaja tapi miskin, ia besar di lingkungan kota Mumbai yang sebelumnya kumuh dan kotor mendadak menjadi kaya setelah memenangkan kuis Who Wants To Be A Millionaire versi India.Ternyata di setiap pertanyaan yang berhasil dijawab Jamal itu membangkitkan setiap kenangan dalam hidupnya. Pengalaman hidupnya yang keras itulah yang membuatnya mampu menjawab beragam pertanyaan kuis tersebut. Hingga akhirnya ia berhasil memenangkan kuis tersebut.  Film ini sangat menyentuh karena menggambarkan perjuangan seorang pemuda yang ingin meraih hadiah yang besar.

Meski diprotes oleh sebagian orang terutama di India karena menggambarkan kemiskinan yang terlalu sedemikian miskinnya. Tapi film karya sutradara Danny Boyle ini di rilis untuk umum pertama kali pada Britania Raya 12 November 2008 dan di Mumbai 22 Januari 2009 berhasil meraih empat Golden Globes dan delapan piala oscar, termasuk penghargaan Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

“Koi Mil Gaya”, Persahabatan Manusia “Rohit” dan Si Alien “Jadoo” Yang Cukup Menghibur

Berbeda dengan Film PK yang bercerita tentang seorang Alien terdampar di Bumi, Koi Mil Gaya mengisahkan bagaimana hubungan persahabatan seorang alien dan manusia. Rohit yang diperankan oleh Hrithik Roshan adalah seseorang berkebutuhan khusus yang masih bersifat seperti anak kecil meski usianya sudah menginjak dewasa, suatu kali menemukan sebuah alat yang dulu ditemukan oleh seorang ilmuan india yang bisa menghubungkan manusia dengan alien di luar angkasa.

Tak lama kemudia Jadoo manusia alien dari luar angkasa datang  dan menjadikan Rohit normal seperti lelaki seusianya, meski akhirnya Jadoo ditangkap oleh pemerintah karena keberadaannya dan rohit kembali seperti semula. Akan tetapi kekuatan persahabatan yang sudah terjalin diantara mereka membuat rohit berusaha untuk membebaskan Jadoo dan berbuah hasil yang baik, Jadoo bebas dan kembali ke luar angkasa dan rohit mendapatkan kekuatannya kembali dan hidup bahagia bersama nisha.

Mungkin beberapa film diatas hanyalah sedikit dari banyaknya film india yang memang jauh dari kata kampungan, karena tidak hanya di isi dengan lagu-lagu sedih dan tarian. Film-film yang di produksi oleh India tersebut sangat sarat makna bagi siapa saja yang menontonnya. Jadi terlepas dari  kenyataan bahwa sekarang memang banyak serial tv india yang menjamuri televisi nasional kita, bisa dibilang memang terkesan kampungan dengan episode yang tak kunjung selesai. Tapi hal ini tidak bisa kita jadikan acuan, karena masih banyak deretan film-film lain dari mereka  yang benar-benar bermutu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mengelus Kucing Ternyata Bisa Membuatmu Bahagia Hingga Awet Muda

Ada banyak sekali cara untuk bisa bahagia dan lepas dari beban kehidupan. Dan memiliki binatangan peliharaan adalah salah satu hal yang banyak dilakukan oleh orang. Entah itu annjing atau kucing, sebagian besar orang menilai bermain dan berinteraksi dengan binatang tersebut memberikan kesanagan yang tak biasa. 

Dan hal ini diamini pula oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLOS One, yang mengatakan bahwa mengelus atau membelai kucing (dan anjing) mampu menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada seseorang. 

Tak berhenti disitu saja, penelitian yang dilakukan di Australia juga menemukan bahwa pemilik kucing memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dibanding mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Dimana tingkat stres seseorang yang memelihara kucing lebih rendah.

Hal ini disimpulkan dari kuisioner yang dijawab oleh para partisipan, dimana mereka yang memiliki hewan peliharaan merasa hidupnya lebih bahagia, lebih percaya diri, jarang merasa gelisah, serta punya kualitas tidur yang lebih baik dan lebih baik dalam menghadapi masalah hidup sehari-hari.

Menariknya lagi, memelihara hewan tak hanya memberi manfaat baik untuk orang-orang dewasa yang terbiasa menghadapi masalah, anak-anak yang memiliki peliharaan kucing juga mendapat manfaat yang besar. Pada survei berbeda yang dilakukan pada lebih dari 2.200 anak-anak usia 11-15 tahun, mereka yang memiliki peliharaan punya kualitas hidup lebih baik, lebih bahagia dan bisa belajar bertanggung jawab.

Dan semakin dekat ikatan anak dengan hewan peliharaan, semakin baik kesehatan emosional anak tersebut. Misalnya anak lebih energik di sekolah, tidak merasa kesepian dan menikmati waktunya sehari-hari meski sedang sendirian.

Tapi nih, selain memiliki Kucing peliharaan, ternyata mengelus dan membelai bulunya pun bisa membuatmu bahagia. Hal ini ditemukan oleh peneliti lain yang mencoba melihat perbedaan kehidupan dan tingkat kebahagiaan serta harapan hidup pemilik peliharaan dengan mereka yang tak punya hewan peliharaan.

Ternyata, kegiatan kecil mengelus bulu hewan yang lembut memberikan sensasi menenangkan yang mampu memicu produksi hormon endorfin sehingga bisa melepaskan stres dari tubuh dan menjadikan tubuh lebih sehat dan awet muda.

Interaksi yang dibangun antara manusia dan hewan dalam hal ini bukan sekedar antar majikan dan hewan peliharaan namun lebih seperti keluarga dengan adanya kasih sayang yang besar. Itulah mengapa mengelus kucing bisa membuatmu bahagia dan awet muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top