Feature

Buatmu Karung Goni Mungkin Cuma Limbah. Tapi Di Tangan Abah, Goni Jadi Fashion Yang Keren!

Apa yang terpikir ketika kamu disodorkan karung goni? Secara cepat mungkin kita mengatakan untuk tempat beras, tempat pupuk kadang. Paling kreatif mungkin kita akan mengatakan alat untuk berlomba. Ya, alat balap karung di lomba 17 agustusan.

Namun tidak demikian dengan Iwan. Pria berusia 58 tahun yang kerap disapa sebagai Abah Goni. Di tangannya limbah karung goni yang biasanya dibuang begitu saja, disulap menjadi fashion yang keren dan unik. Seperti apa dan bagaimana sampai abah bergelut dengan fashion itu?

Abah Hanya Memulainya Dari Hobi

abah goni

Menurut Abah, semula ia hanya iseng mengutak-kutik bahan goni. Jiwanya yang senang tampil beda, melihat ada keunikan pada bahan karung beras tersebut. Akhirnya mulailah ia membuat baju, tas dan aksesoris lain berbahan dasar goni.

Ketika digunakan, kawan-kawan dekatnya memberi reaksi positif. Mulailah abah membuatkan untuk kalangan kawan-kawannya sendiri. Perlahan namun pasti, hasil kerajinan tangan Abah mulai dilirik orang lain. Jadilah abah kemudian menerima pesanan dan menjadikannya usaha untuk kehidupannya yang sebelumnya serabutan.

Mengolah Karung Goni, Tak Semudah Yang Kamu Bayangkan

teknik karung goni

Membuat untuk hobi dan menjadikannya usaha, diakui Abah bukanlah perkara mudah. Krakter karung goni yang seratnya agak jarang membuatnya kerap berantakan jika dijahit. Karena itu Abah mengasah keterampilannya untuk mengatasi masalah ini.

Namun, untuk memenuhi permintaan pasar jelas Abah tak mungkin kerja sendirian. Ia mencoba merekrut orang-orang untuk bekerja mengelola limbah karung Goni ini. Keahlian menjahit karung goni diturunkannya ke orang lain.

Sayangnya bekerja bersama Abah yang berpenampilan nyentrik ini, kerap kali dianggap kurang mentereng. Walhasil para penjahitnya yang akhirnya sudah memiliki keahlian jahit dari Abah, banyak yang memilih bekerja di pabrik garmen besar dengan status pegawai dan seragam kerja. Kendati begitu Abah tak menyerah, ia dengan tulus mengajak orang-orang untuk ikut mengembangkan kerajinan karung goni ini.

“Alhamdulillah sekarang sudah 23 pengrajin yang tergabung dengan kami, ada saja keajaiban yang membuat kebutuhan mereka bisa terpenuhi” tutur Abah dengan bijak merendah.

Di Tangan Abah, Karung Goni Naik Kelas Jadi Fashion Yang Keren!

fashion goni

Jangan membayangkan Abah hanya membuat tas atau baju karung goni yang seadanya. Beragam bentuk dikreasikannya, dari baju, tas, ikat pinggang, ransel, rompi, topi dan lainnya. Abah tak berhenti berinovasi untuk mendapatkan barang yang berkualitas.

Jangan pula heran kalau kamu tidak kebagian item yang kamu inginkan. Maklum saja, tak semua dibuat Abah secara massal. Beberapa model item hanya dibuat satu sampai tiga buah saja. Terbayang, eksklusivitas fashion karung goni khas Abah bukan.

Ini Fashion Untuk Mereka Dengan Pribadi Yang Unik

fashion pribadi unik

Meski kerap liar dalam berinovasi, namun keunikan fashion goni besutan Abah dibanding yang lain adalah tetap dipertahankannya karakter goni. Sejak 10 tahun yang lalu, pria kelahiran 18 oktober 1958 ini selalu ingin menonjolkan kelebihan goni.

Dengan alasan itu penggunaan pewarna atau penambahan bahan lain, sangat sedikit pada produk abah. Semua terlihat sangat natural seperti goni layaknya. Wajar jika kemudian produk-produk abah punya segmen tersendiri.

“Kalau kamu bukan pribadi yang suka hal-hal unik dan sedikit aneh, kamu jangan coba-coba pakai produk ini. Tapi kalau kamu senang tampil berbeda, ini pilihan yang cocok” ujar Abah menerangkan.

Bahkan Bule Pun Mengapresiasi Keunikan Fashion Karung Goni

bule goni

Tempatnya memajang dan menjual dagangannya kerap didatangi turis asing. Mereka jatuh hati melihat hasil kreasi Abah dan para pengrajinnya. Tak sedikit yang membeli barang-barang tersebut untuk dibawa pulang ke negara asalnya. Unsur natural yang ditonjolkan oleh Abah begitu menarik perhatian para pecinta fashion ini.

Bagaimana Di Dalam Negeri?

goni pemerintah

Foto: Imawan Anshari

Abah tak pernah bermimpi untuk diperhatikan pemerintah tingkat nasional. Ia sadar hanya sebagai pengrajin biasa saja. Kendati begitu, sesungguhnya Abah sedikit berharap mendapat perhatian dari pemerintah lokal.

Bantuan modal? Support alat? Bukan itu yang diharapkan. Karena yang paling dibutuhkan adalah peluang pemasaran. Setidaknya dalam pemikiran abah pemerintah setingkat kelurahan bisa membantu mendorong pemasaran kerajinan ini dengan lebih masif. Sayang sejauh ini perhatian itu memang belum terealisasi.

Lantas harus berpangku tangan menunggu? Tidak, Abah jalan terus! Ia menjalani sejauh yang bisa dilakukannya. Memasarkannya dari mulut ke mulut. Inovasi pun digalakannya kepada para pengrajin yang tergabung dengannya. Beberapa item idenya tak lagi dari Abah, tapi sudah langsung dari para pengrajin.

Kamu pun bisa ikut gelombang ide keren Abah ini

kamu fashion goni

Caranya menyebarkan virus fashion unik ini kepada orang lain. Ceritakan! Kalau kamu tertarik bisa datang langsung ke Perkemahaan Cinumpang, Cisaat Situ Gunung Sukabumi Jawa Barat. Masih bingung dimana tempatnya atau mau tau lebih jelas? Sok atuh hubungi Abah langsung, di 085215908511 atau ke 085863150734.

5 Comments

5 Comments

  1. Amy Zet

    December 5, 2015 at 9:28 pm

    Keren banget yah.. Tapi ngebayangin pas makenya malah jadi ngerasa getek n takut gatel-gatel, hehehe. Ini sih harus nyobain make langsung kayaknya…

  2. momogrosir

    December 7, 2015 at 11:19 pm

    wak… keren dan kreatif.

  3. lia lathifa

    December 18, 2015 at 8:09 am

    wih keren si abah, dpt karung goni di sini susah, mgkn di sana banyak ya

  4. Yasinta Astuti

    December 18, 2015 at 9:23 pm

    Kreatif dan rajin banget si abah.. Jadi malu nih kalau ga produktif..
    terima kasih share nya, dan blog ini keren banget ……

  5. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:11 pm

    Daerah Cisaat naik keatas, saya pernah kesana ,etapi belum tau ada abah Goni. Makasih infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perihal Jodoh, Jangan Pernah Memaksa atau Merasa Terpaksa

Tak pernah tahu cintamu akan berlabuh kepada siapa, jodoh selalu jadi misteri dan sulit diterka. Dan dari sekian banyak rasa bahagia atas cinta, mendapat balasan rasa yang sama adalah hal paling istimewa. Itulah mengapa, orang-orang kerap berpendapat jika jodoh adalah tentang menerima dan diterima.

Bukan tentang seberapa besar cinta yang ada, bukan tentang seberapa kuat kamu menjaga dan menahannya agar tak kemana-mana. Jodoh itu perihal rasa menermukan dan berjanji untuk tetap tinggal, bukan memaksa dan dipaksa agar tetap dan akan selalu bersama.

Mencintai dan Dicintai Jauh Lebih Bermakna Dibanding Memaksa atau Dipaksa

Jika kamu adalah pihak yang memaksa, bayangkan kamu ada berada di posisinya. Terpaksa melakukan sesuatu yang dipaksa hingga akhirnya merasa tersiksa dan merana. Tak akan menjadi sesuatu yang baik, memaksa seseorang hanya akan melahirkan luka.

Luka untuk kita karena ternyata ia tak pernah cinta, dan luka untuk dirinya yang selama ini ternyata hanya pura-pura cinta. Carilah ia yang bisa menerima, mau membalas rasa dan bersedia untuk saling mencintai tanpa diminta.

Bahkan Meski Tetap Bersama, Situasi Tersebut Tak Akan Merubah Perasaan yang Ada

Ya, dia yang kau paksa untuk terus menjadi pacar, bisa saja tetap tinggal. Tubuhnya memang dekat denganmu, tapi hatimu kemungkinan besar tak ada untukmu. Meski katanya bersama bisa menumbuhkan rasa, jika sedari awal saja ia sudah tak nyaman tapi tetap kau paksa. Jelas tak akan merubah apa-apa.

Buka mata dan lihat bagaimana responnya, meski kamu bahagia bersamanya. Bisa jadi ia justru sedang berjuang agar lepas dari perasaan yang kian menyiksa. Mendekapnya lebih kuat bisa jadi bukti sayang, tapi jika yang didekap tak menginginkan, dekepan tersebut bisa jadi bumerang. Membunuhnya atau membunuhmu pelan-pelan.

Karena Sesuatu yang Dilakukan dengan Rasa Tak Suka Pada Akhirnya Akan Sia-sia

Tak peduli sekuat apa kamu bertahan, jika memang dia tak ditakdirkan untuk berjodoh ia akan pergi jua. Karena cinta itu tentang bagaimana kita berupaya untuk saling mempertahankan. Saling membuat pasangan senang, dan saling memberi semua rasa walau tak pernah diminta.

Bersama bukan tentang berdua dalam waktu yang lama. Jika diawal saja sudah tak ada ketertarikan, ia akan pergi walau tak kau lepaskan. Jadi, memaksa seseorang untuk mencintai kita hanya buang-buang waktu saja. Untuk itu tak perlu kau lakukan, walau ia adalah sosok yang selama ini kamu harap-harapkan.

Jangan Habiskan Waktu dengan Sesuatu yang Akhirny Sudah Kau Tahu

Atas nama harapan, kita memang sering menutup mata atas segala kemungkinan yang sebenarnya bisa dibaca diawal. Sudah tahu perempuannya tak suka, tapi masih diharapkan. Sudah tahu lelakinya tak tertarik, tapi masih juga berupaya untuk menarik perhatian.

Kamu memang bebas menentukan apa saja, tapi memaksa seseorang untuk cinta jelas tak baik untuknya. Menghabiskan waktu untuk sebuah upaya yang sia-sia. Tak perlu menunggu lama, seharusnya kamu sudah tahu akan bagaimana hasilnya.

Sebab Sosok yang Bijak, Tahu Kapan Akan Setuju dan Berkata Tidak

Bergeser sedikit dari pihak yang doyan memaksa, kali ini tempatkan diri sebagai sosok yang dipaksa. Bukannya tegas untuk menolak, yang kamu lakukan justru mengisyarakatkan harapan untuk si dia. Berhenti untuk membuatnya percaya jika kamu cinta, berubah lah bijak untuk bisa menolak dan berkata tidak jika memang tak suka. Tak hanya kamu yang akan terganggu atas sikapnya, ia pun akan kecewa karena selama ini dirimu ternyata tak pernah benar-benar suka.

Kamu Berhak Bahagia Tapi Juga Tak Bisa Memaksa

Tentang jodoh yang kita mimpikan, jelas adalah kebahagian yang selalu diharapkan. Bagaimana sosoknya, bagaimana ia bisa memberikan cintanya, hingga hal-hal lain yang mungkin sedang kita idam-idamkan. Punya kesempatan serupa, siapapun kamu dan dimanapun dirimu. Kamu selalu berhak untuk mencintai dan dicintai, bahagia yang tertawa, serta memberi hatimu dan menerima hatinya.

Dengan catatan, kamu perlu melihat. Bagaimana sosok yang kamu sayang, apakah ia memilki perasaan yang serupa atau malah sebaliknya. Teruslah melangkah dan memberi cinta jika memang ia suka juga, tapi berhenti memaksa jika nyatanya ia tak memiliki perasaan apa-apa.

Jadilah Dewasa dengan Menghargai Apapun yang Kamu Terima, Sekalipun Ia Adalah Orang yang Kau Cinta

Dirimu bukanlah bocah, kamu tahu bagaimana perasaan orang lain yang sesungguhnya, dari raut wajahnya. Maka untuk memastikan apakah ia punya rasa yang serupa, cobalah lihat bagaimana responnya. Bahagiakah tiap kali kalian bersama atau gelisah dan kerap resah? Jika ia terlihat leluasa untuk tertawa, kamu boleh percaya diri kalau ia memang suka. Tapi ekspresi yang ditunjukkan justru sebaliknya, itu artinya lampu merah, agar kamu berhenti untuk mendekatinya.

Karena segala sesuatu yang sifatnya dipaksa tentu tak akan berakhir dengan bahagia, begitu pula dengan cinta dan kasih sayang untuk dia yang kelak jadi jodoh kita.

5 Comments

5 Comments

  1. Amy Zet

    December 5, 2015 at 9:28 pm

    Keren banget yah.. Tapi ngebayangin pas makenya malah jadi ngerasa getek n takut gatel-gatel, hehehe. Ini sih harus nyobain make langsung kayaknya…

  2. momogrosir

    December 7, 2015 at 11:19 pm

    wak… keren dan kreatif.

  3. lia lathifa

    December 18, 2015 at 8:09 am

    wih keren si abah, dpt karung goni di sini susah, mgkn di sana banyak ya

  4. Yasinta Astuti

    December 18, 2015 at 9:23 pm

    Kreatif dan rajin banget si abah.. Jadi malu nih kalau ga produktif..
    terima kasih share nya, dan blog ini keren banget ……

  5. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:11 pm

    Daerah Cisaat naik keatas, saya pernah kesana ,etapi belum tau ada abah Goni. Makasih infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aturan Baru yang Lebih Syariah, Pendaki Lelaki dan Perempuan di Rinjani Akan Dipisah

Digagas oleh BTNGR, rencananya Gunung Rinjani akan menerapkan aturan baru yang berdasarkan syariah. Tentang keputusan untuk para pendaki laki-laki dan perempuan yang konon akan dipisah.

Hal ini dituturkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani BTNGR Sudiyono dalam sambungan telepon sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (19/6/2019), dimana adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan wisatawan ketika naik ke Rinjani. Seperti ketika mereka mendaki ke bukit di sekitar Sembalun, ke Bukit Pergasingan misalnya.

“Konsep kita bahwa kita nggak tahu pendaki ini yang berpasang-pasangan itu sudah resmi atau belum. Kemudian yang kedua adanya dugaan wisatawan ke destinasi di sekitar Rinjani itu kurang baguslah,” imbuh beliau.

Nah, berbalik ke belakang tentang bagaimana konsep ini akhirnya dicetuskan. Pemisahan ini terdengar selaras dengan ‘wisata halal’ yang diusung oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk membedakan daerahnya dengan Bali. Namun di sisi lain, hal tersebut lahir dikarenaka sikap dan penyimpangan yang memang ditunjukkan para wisatawan. Ya, Sudiyono mengaku adanya penyimpangan wisatawan laki-laki dan perempuan yang mendaki bukit-bukit di sekitar Sembalun. Namun jika mendaki ke Gunung Rinjani akan lebih kecil potensi terjadi penyimpangan.

“Iya ada penyimpangan. Tapi saya kira pendakian ke Gunung Rinjani akan berbeda. Karena mendaki Gunung Rinjani ini cukup memakan energi,” jelas Sudiyono.

“Berbeda dengan ke bukit di sekitar Sembalun. Sehingga ke Gunung Rinjani dan berbuat macam-macam ya kecil. Secara logika begitu,” tambahnya lagi. 

Akan tetapi, konsep pemisahan yang dimaksudkan hanya akan berlaku ketika para pendaki atau wisatawan akan tidur. Jadi tempat camp untuk laki-laki akan dibuat berjarak dengan tempat camp untuk perempuan. 

5 Comments

5 Comments

  1. Amy Zet

    December 5, 2015 at 9:28 pm

    Keren banget yah.. Tapi ngebayangin pas makenya malah jadi ngerasa getek n takut gatel-gatel, hehehe. Ini sih harus nyobain make langsung kayaknya…

  2. momogrosir

    December 7, 2015 at 11:19 pm

    wak… keren dan kreatif.

  3. lia lathifa

    December 18, 2015 at 8:09 am

    wih keren si abah, dpt karung goni di sini susah, mgkn di sana banyak ya

  4. Yasinta Astuti

    December 18, 2015 at 9:23 pm

    Kreatif dan rajin banget si abah.. Jadi malu nih kalau ga produktif..
    terima kasih share nya, dan blog ini keren banget ……

  5. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:11 pm

    Daerah Cisaat naik keatas, saya pernah kesana ,etapi belum tau ada abah Goni. Makasih infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasangan Selebgram dari Jerman Dihujat, Karena Buka Donasi untuk Biaya Liburan

Kata donasi memang identik dengan penggalana dana untuk sesuatu/orang yang membutuhkan. Tapi bagaimana jika donasi yang dibuka ternyata untuk membiayai orang liburan? Eits jangan dulu marah, coba baca terus ke bawah.

Nama Catalin Onc dan Elena Engelhardt atau yang biasa disapa Cat dan Elena belakangan jadi buah bibir netizen. Pasangan selebgram asal Jerman ini memang cukup populer di Instagram dalam akun  @another_beautiful_day_off. Serupa dengan selebgram lain, keduanya memang kerap terlihat berlibur bersama ke berbagai negara, termaksud Indonesia, dan selalu mengunggah foto-foto indah di akun Instagram milik mereka. 

Akan tetapi, kali ini nama mereka muncul di berbagai media karena keduanya diketahui membuka menggalang dana melalui situs GoFundMe.com. Dan rencananya, dana yang berhasil dikumpulkan nanti akan mereka pakai untuk membayar tandem bike dan kebutuhan lain dalam perjalanan mereka ke Afrika pada bulan Juli mendatang.

Sumber : ladbiblegroup.com

Dikutip dari laman Ladbible, adapun jumlah donasi yang mereka butuhkan adalah sebesar € 10 ribu atau sekitar Rp159,6 juta. Dan sepanjang 8 hari, selama donasi itu dibuka, hanya ada 6 orang penyumbang dengan total donasi € 200 atau Rp3,19 juta. Sekilas ini sangat wajar, tentu banyak orang yang menilai jika sikap mereka ini sebagai bentuk ‘tak tahu diri’. Karena perjalanan tersebut hanyalah untuk memberikan kesenangan pada mereka berdua, tanpa memberi dampak baik untuk orang lain. Ditambah lagi, fakta lain yang menyebut jika selama ini biaya liburan yang mereka berdua gunakan ternyata berasal dari uang ibu Cat.

Melansir dari Daily Mail, mereka mengaku bahwa sang ibu memiliki dua pekerjaan untuk membiayai kebutuhan liburan putra dan menantunya tersebut. Bahkan mereka memilih untuk tak bekerja, karena katanya bekerja akan merugikan mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/another_beautiful_day_official/

“Kami bisa menjadi model dan menghasilkan uang dengan cepat, tapi kami tidak ingin mengiklankan konsumerisme. Pekerjaan normal pada saat ini akan merusak diri kami. Beberapa menyarankan kami untuk bekerja, seperti semua orang dan berhenti mengemis. Namun ketika kamu memiliki dampak yang kita beri pada kehidupan orang lain, memiliki pekerjaan bukanlah pilihan,” tulis mereka.

Bahkan tak sampai di situ, mereka juga menyatakan jika mereka tidak meminta uang kepada sang ibu.“Ibuku membayari kami. Kami tak pernah minta uang tapi dia senang dia bisa membantu kami. Ibu, aku hanya ingin kau tahu bahwa bukan cuma kami berdua tapi ada ratusan orang lain yang diuntungkan karena bantuanmu”, tutur Cat padaDaily Mail.

Menurutmu bagaimana, apakah kamu bersedia menyumbang untuk biaya liburan mereka?

5 Comments

5 Comments

  1. Amy Zet

    December 5, 2015 at 9:28 pm

    Keren banget yah.. Tapi ngebayangin pas makenya malah jadi ngerasa getek n takut gatel-gatel, hehehe. Ini sih harus nyobain make langsung kayaknya…

  2. momogrosir

    December 7, 2015 at 11:19 pm

    wak… keren dan kreatif.

  3. lia lathifa

    December 18, 2015 at 8:09 am

    wih keren si abah, dpt karung goni di sini susah, mgkn di sana banyak ya

  4. Yasinta Astuti

    December 18, 2015 at 9:23 pm

    Kreatif dan rajin banget si abah.. Jadi malu nih kalau ga produktif..
    terima kasih share nya, dan blog ini keren banget ……

  5. Een Endah

    December 22, 2015 at 3:11 pm

    Daerah Cisaat naik keatas, saya pernah kesana ,etapi belum tau ada abah Goni. Makasih infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top