Feature

Faktanya, Anak Sulung dan Anak Bungsu Adalah Pasangan Paling Ideal

Kamu boleh tak setuju, tapi biar bagaimana pun, sebagian besar masyarakat kita percaya jika si sulung dan si bungsu selalu jadi pasangan yang ideal. Bukan tanpa sebab, pendapat ini diyakini berdasarkan kesimpulan yang menggabungkan karakter dari masing-masing mereka.

Budi pekerti yang berbeda, membuat mereka saling menggenapi atas pasangannya. Namun bukan sekedar asumsi, ada beberapa fakta yang membutikan jika si sulung dan si bungsu memang pasangan yang serasi.

Si Sulung Terbiasa Bertanggung Jawab untuk Menjaga Sedangkan si Bungsu Ingin Selalu Dimanja, Pas Kan?

Tak perlu diragukan lagi, untuk urusan tanggung jawab, anak sulung adalah yang paling bisa diandalkan. Sedari kecil, ia sudah terbiasa untuk jadi pemimpin yang mengerjakan dan bertanggung jawab atas banyak hal. Mulai dari menjaga adik-adiknya, mengerjakan pekerjaan rumah, hingga hal lain yang kerap dibebankan padanya.

Secara alami, naluri mengayomi dalam dirinya tumbuh dengan sendirinya. Berbeda dengan si bungsu yang sedari kecil memang sudah mendapat banyak perhatia dan selalu ingin dimanja. Disinilah kecocokan keduanya bertemu. Si bungsu yang selalu ingin dimanja dengan anak sulung yang bisa bahagia jika berhasil melindunginya.

Anak Bungsu yang Masih Sering Begantung, Tak Perlu Takut Karena Anak Sulung Sudah Terbiasa Mandiri dalam Hal Apapun

Tangungjawab yang diembannya sedari kecil, menjadikan anak sulung jadi pribadi yang mandiri. Ia bahkan bisa mengerjakan banyak hal seoran diri tanpa bantuan dari orang lain. Dan berbanding terbalik dengan kemampuan si bungsu dalam melakoni beberapa hal.

Bukan tak bisa, tapi biasanya ia merasa butuh orang lain untuk membantu. Karena sejak kecil, ia  punya banyak kakak yang selalu sigap membantunya. Sehingga terbawa hingga dewasa. Jadi pas banget nih, si sulung yang mandiri tentu akan dengan senang hati membantu si bungsu yang kadang tak percaya diri. Iya, tak percaya diri bisa sendiri.

Keras Kepalanya si Sulung Akan Melunak dengan Sikap Ramah yang si Bungsu Punya

Harus diakui memang jika sikap menyebalkan dari si sulung tentu saja keras kepala yang ia miliki. Meski kadang apa yang ingin ia sampaikan adalah sesuatu yang benar, namun caranya menyampaikan terkadang membuat orang lain kesal. Akan tetapi sering lepas kendali dan tak bisa mengontrol emosi, tak lagi akan terjadi. Karena kini ada si bungsu yang selalu berhasil  menyejukkan hati. Ia punya kemampuan untuk menenangkan emosi yang si sulung rasakan.

Anak Sulung Terbiasa Mengalah, Sedangkan si Bungsu Kadang Tak Mau Kalah

Kalau tadi si sulung menyebalkan dengan sikap keras kepalanya, si bungsu pun sering membuat jengah karena tak mau kalah. Terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan sedari kecil dari orangtua dan saudara-saudaranya. Membuat ia tumbuh jadi sosok yang kadang terlalu ambisius untuk segalanya. Pokoknya apa yang diinginkan haruslah didapatkan.

Berita baiknya, sikap ini akan bisa pelan-pelan dirubah dengan kehadiran si sulung yang terbiasa mengalah. Jadi setiap kali ada pertentangan, tak lagi berlanjut pada adu kuat siapa yang akan menang. Karena si sulung pastilah akan mencari cara untuk mengalah agar tak terus bersitegang.

Dan Sikap Dewasa Anak Sulung Akan Kian Sempurna dengan Keceriaan yang Dimiliki Anak Bungsu

Dikenal sebagai sosok yang selalu serius, anak sulung selalu dicap dewasa dengan tak suka hal-hal remeh yang sebenarnya bisa mengundang tawa. Nah, hubungan mereka tentu tak akan semembosankan sikap serius yang dimiliki si sulung. Karena anak bungsu selalu punya cara untuk mencairkan suasana dengan segala tingkah lucunya. Berkat si bungsu, ada kebahagian baru yang akan ditemukan oleh si sulung. Meski itu hanya sekedar tawa dari hal-hal remeh yang diceritakan oleh si bungsu padanya.

Dengan Kata Lain, Mereka Berdua Memang Pasangan yang Saling Menggenapi

Dibalik semua kecocokan itu, si sulung dan si bungsu tetap adalah manusia biasa. Mereka punya kekurangan dan kelebihan dengan porsi yang berbeda. Untuk bisa terus jadi passangan ideal, mereka pun tentu butuh berusaha untuk mennyamakan semua sikap dan kepribadiannya. Sama-sama memiliki kekuranngan , sama-sama memiliki kelebihan dan sama-sama belajar untuk saling melengkapi sebagai pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kemarin Kita Berpisah, Hari Ini Semoga Kita Lebih Dewasa

Dari setiap kisah cinta yang sudah usai, sakit hati dan kecewa jadi sesuatu yang pasti kita rasakan. Aku manangis semalaman, begitu pula kamu yang tampak masih saja tak yakin jika hubungan kita sudah tak lagi bisa diteruskan. Sama-sama merasa kehilangan, membuat kita memendam sakit yang teramat dalam. 

Namun dari sekian banyak luka yang sedang bertengger di jiwa, ada banyak hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran untuk kisah cinta selanjutnya. Meski tak lagi bisa bersama, hidup kita tentu akan terus melaju seperti biasa. Mari sama-sama meyakini, sakit hati ini akan jadi pelajaran agar kita lebih dewasa di kehidupan mendatang. 

Setelah Putus Cinta Kita Belajar Arti Kehilangan dan Lebih Paham Bagaimana Cara Mempertahankan Hubungan

Percayalah, semua hal yang terjadi dan terlalui datang dengan masing-masing pelajaran. Selain merasakan kesedihan yang membuat hati terluka, kita berdua jadi lebih paham bagaimana rasanya kehilangan sosok yang dicinta. Sehingga kelak kita kita akan bertemu dengan sosok lain yang bisa dicintai, kamu dan aku akan lebih tahu, bagaimana cara menjaga dan mempertahankan hubungan dengan dirinya. Lebih kuat dalam urusan hati, perjalanan melewati kisah sedih ini jadi satu proses baru yang lebih dari sekeda cerita patah hati. 

Kita Berdua Kian Paham, Apa yang Sebenarnya Kita Cari dan Butuhkan 

Semua hal berubah, begitu pula kita berdua. Kamu yang tadinya kupercaya sebagai sosok yang tepat, ternyata bukanlah seseorang yang benar-benar aku inginkan. Begitu pula denganmu. Kita berdua kehilangan arah, tak lagi bisa menyatukan isi kepala. 

Hingga akhirnya memutuskan berpisah, yang secara tak langsung menikam satu belati ke masing-masing dada kita. Ya, sebagaimana aku yang merasa menderita, kamu juga terlihat kecewa dan sulit bersuara. 

Paham bahwa cerita kita sudah usai, kini kita tahu. Bahwa dia yang selama ini ada di dekat kita, bukanlah sosok yang benar-benar kita inginkan untuk bersama. Walau awalnya membuat gundah, aku dan kamu kini tahu bahwa ada sosok lain yang sebenarnya kita inginkan. 

Memutuskan Berpisah Karena Adanya Perbedaan, Mengubah Kita Agar Bisa Berubah Jadi Pribadi yang Lebih Baik Lagi 

Bukan tak berjuang menyelematkan hubungan, kita berdua sudah jadi manusia hebat yang terus mempertahankan semuanya demi hati dan pikiran. Hingga akhirnya kita sadar, bahwa apa  yang selama ini kita pertahankan bukanlah sesuatu yang layak untuk terus dijalankan.

Kita berdua mungkin terlihat bahagia, menikmati masa indah sebagai sepasang kekasih yang dipenuhi bahagia. Tapi terus berpura-pura baik-baik saja tentu tak berguna. Maka berpisah adalah jalan terbaik yang bisa kita ambil untuk semuanya. 

Satu babak kebahagian yang diakhiri dengan perpisahan sudah berhasil kita lewatkan, kini saatnya untuk saling membuktikan. Jika kita berdua bisa berubah lebih baik untuk dia yang kelak mau mencintai kita sebagaimana kita ada. 

Tak Akan Mengutuki Situasi, Kita Belajar Menerima Walau Akhir Cerita Ini Menyisahkan Sedih

Diawal perpisahan ini, kita memang akan merasa asing pada diri sendiri. Berpikir sebagian dari diri kita telah hilang dan tak lagi bisa menjalani kehidupan sebagaimana kita biasanya. Tapi ini adalah kenyataan yang mau tak mau harus kita jalankan. Belajar untuk gagal, kesalahan dan kekecewaan yang ada dihadapan jadi sebuah pelajaran yang membantu kita menerima dan memahami semuanya.

Daripada mengutuki situasi, kita belajar bahwa tak semua yang kita inginkan dapat kita dapatkan. Manusia yang tadinya kita cintai, harus pergi dan tak bisa kita tahan lagi. Luka kita mungkin tak akan sembuh dengan begitu saja. Tapi memangis dalam waktu yang lama pun tak akan merubah situasinya. 

Dan yang Paling Penting Kita Lebih Dewasa, Belajar Sabar untuk Menerima Semuanya

Kedewasaan tertinggi dalam menanggapi sebuah perpisahan tentu dengan belajar menerima semuanya dengan hati yang lapang. Tak lagi saling menyalahkan, kita tahu bahwa semua ini adalah kenyataan yang memang benar-benar harus dijalankan. Berterimakasih karena sudah pernah saling membahagiakan, kini saatnya kita saling melepaskan genggaman. 

Lupakan semua yang sudah lalu, biarkan hatimu sembuh. Jika memang sudah waktunya, kelak kita akan bertemu lagi dengan sosok lain yang bisa dicintai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 5 Sifat yang Menandakan Dia Layak Menjadi Pendamping Hidupmu

Menikah bukanlah untuk satu hari saja, melainkan satu kali dalam seumur hidup. Memilih seseorang untuk kita jadikan pendamping hidup memang tidaklah mudah. Kita harus benar-benar tahu sifat dia agar yakin bahwa dia bisa menjadi pasanganmu sampai akhir hayat nanti.

Lamanya hubungan pacaran tidak menjadi jaminan bahwa ia adalah jodohmu, begitu pula sebaliknya. Jika kamu menemukan 5 hal ini pada pasanganmu, bisa jadi ialah yang pantas kamu jadikan pendamping hidupmu.

1. Mampu Membimbingmu Secara Spiritual

Hal terpenting untuk memilih pasangan adalah bagaimana dia dalam menjalankan ibadahnya. Jika ia sangat rajin beribadah dan mencintai Tuhannya maka ia juga akan mencintai kamu dengan sepenuh hati. Pasangan yang baik akan berusaha mengajarkan hal-hal keagamaan demi mendekatkanmu dengan Sang Pencipta. Ia mampu membedakan mana yang baik dan buruk di mata Tuhan. Ia mengajakmu untuk beribadah bersama atau berbuat sesuai dengan ajaran agamanya.

2. Memiliki Sifat Penyabar

Sifat manusia yang sulit dicari adalah penyabar. Jika pasanganmu jarang marah, maka kamu beruntung. Bukan berarti ia tidak peduli dengan permasalahan, beberapa orang berpikir bahwa memaafkan lebih baik. Bukan berarti membiarkan masalah terulang kembali, melainkan menerima kesalahan tersebut dengan jalan pikiran yang berbeda. Dia memiliki banyak stok sabar dan maaf untukmu, sangat layak untuk dijadikan pendamping hidup.

3. Selalu Ada Ketika Dibutuhkan

Selalu ada disini bukan berarti dia harus selalu mengabarimu 1×24 jam atau setiap menit. Meskipun sibuk, ia meluangkan waktunya untuk sekedar mengingatkanmu makan atau tidur. Dia tak harus selalu bersamamu. Tetapi, perasaan dia selalu ada yang akan membuatmu nyaman dan merasa tak sendiri. Dan yang paling penting adalah dia selalu siap untuk membantumu kapan saja, dia selalu ada disaat kamu membutuhkannya.

4. Memiliki Sifat Humoris

Salah satu keuntungan memiliki pasangan yang humoris adalah kalian akan menghiasi hari-hari dengan keceriaan, jauh dari kata hambar. Humoris bukan berarti selalu menganggap segalanya adalah candaan. Tetapi, dia tahu kapan harus bercanda dan kapan harus serius terhadap suatu hal. Dan ketika kamu sedang memiliki suasana hati yang kacau, ia bisa menenangkanmu dengan sifat humor nya.

5. Menghargai Pasangan

Seseorang yang mencintaimu pasti akan menghargaimu. Pasanganmu tidak mengaturmu secara berlebihan, memang dia membimbing, tetapi bukan berarti mengekang. Dia membiarkanmu hang out dengan teman-temanmu dan tidak membatasi pertemananmu. Tetapi, kita juga harus tahu batasan-batasan tertentu jika sudah menikah nanti. Dia memberikanmu ruang, bukan kebebasan. Karena itulah salah satu cara dia menghargaimu sebagai pasangannya.

Nah, Itulah 5 hal yang perlu kalian perhatikan jika memilih pasangan suatu saat nanti. Tidak ada orang yang sempurna dan tidak perlu menunggu yang sempurna. Perbaiki dirimu sendiri maka tuhan juga akan memperbaiki kualitas pasanganmu kelak. Jadilah yang terbaik agar ditemukan oleh orang baik pula!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Nikah Diam-diam, Seorang Suami Disiram oleh Istrinya dengan Air Panas Hingga Meninggal

Seorang lelaki di Makassar, Sulawesi Selatan Bahtiar (28), meregang nyawa setelah sebelumnya disiram oleh sang istri Aminah (30) dengan air panas. Sang istri mengaku kesal terhadap suaminya, yang konon menikah diam-diam dengan perempuan lain. Saat ini, Aminah sudah ditangkap aparat kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Iya, pelaku yang juga istri korban telah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani pada Minggu (21/7/2019), dilansir dari detik.com. 

Aminah diamankan oleh Polsek Bangkala bersama Polres Jeneponto setelah suaminya meninggal. Dari interogasi yang dilakukan oleh polisi, perempuan tersebut melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada suaminya.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan sakit hati kepada suaminya karena telah menikah dengan perempuan bernama Marsela tanpa sepengetahuannya,” kata Dicky.

Dicky juga menambahkan, pelaku baru mengetahui kalau suaminya telah menikah secara sembunyi-sembunyi setelah mendapatkan kabar dari keluarganya.

“Istrinya mengetahui setelah mendapatkan kabar tersebut dari keluarga suaminya, kemudian pelaku pulang ke rumah dan menanyakan hal tersebut kepada suaminya dan suaminya mengakuinya bahwa telah menikah dengan Marsela di kota Makassar sekitar tahun 2018,” jelas Dicky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top