Feature

Kenapa Orang Pandai Akan Meremehkan Dirinya Sendiri, Sedangkan Orang Bodoh Akan Menganggap Dirinya Brilian, Fakta Psikologis Ini Mengatakannya

Psikologi bukan hanya ilmu yang membuat kita jadi tahu alasan mengapa seseorang bertindak tak biasa. Namun kamu juga bisa menggunakan ilmu psikologi untuk lebih memahami dirimu, dengan demikian tujuan hidupmu pun akan semakin mudah dicapai. Berikut adalah 10 fakta psikologis yang berhubungan langsung dengan kehidupanmu.

Musik Memiliki Dampak Pada Pembentukan Perspektifmu

Sebuah studi di University of Groningen menunjukkan bahwa musik memiliki dampak yang dramatis pada persepsimu. Kamu dapat dengan mudah masuk dalam suasana emosional yang ada dalam musik dan akhirnya kamu memiliki persepsi dari musik yang kamu dengarkan. Pengaruh musik memang begitu hebat sehingga perspektif orang pun dapat terbentuk atas pengaruh dari musik tersebut.

Praktik Keagamaan Tertentu Dapat Menurunkan Stres

Terdapat buku psikologi dari Amerika yang menyebutkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam meditasi dan doa agama dapat mengurangi stres yang dimilikinya. Kamu akan merasa lebih tenang saat kamu melakukan beberapa praktik keagamaan tersebut. setiap agama memiliki kekuatan tersendiri. Mereka yang berserah kepada Tuhannya pasti akan mendapatkan sebuah ketenangan yang akhirnya mengurangi tingkat stres dalam hati dan pikirannya.

Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Tapi Bahagia Tidak Bisa Didapatkan Tanpa Uang

Fakta bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan memang benar adanya. Namun tanpa uang, kamu tidak akan dapat hidup bahagia di dunia ini. Alasannya karena kamu tidak akan hidup bahagia di tengah jeratan kemiskinan. Tidak perlu berlebih, asal kamu dapat hidup dengan baik, kamu akan memperoleh kebahagiaan tersebut.

Berada Di Sekitar Orang-orang Yang Selalu Bahagia Akan Membuatmu Ikut Merasakan Kebahagiaan

Ini masalah emosional dalam jiwa seseorang. Kamu akan merasa sedih merasa malas saat kondisi sekitarmu juga mengalami kesedihan atau kemalasan. Sama halnya saat kamu berada dalam lingkungan yang selalu bahagia, kamu pun secara otomatis akan merasakan energy positif tersebut. hasilnya, tentu kamu juga akan merasakan kebahagiaan tersebut dan ikut tertawa bersama mereka.

Usia 18-33 Adalah Usia Dimana Orang Merasa Dirinya Mengalami Stres Yang Luar Biasa

Kembali lagi pada skemata seseorang. Pada usia 18-33 kamu akan mengalami masa terberat dalam hidupmu. Dimulai saat kamu mencoba mencari jati diri dan mencoba untuk berpikir dewasa sampai akhirnya kamu sampai pada titik dimana kamu sibuk dengan karir dan keluarga.

Rencana masa depan yang begitu rumit akan kamu pikirkan pada rentan usia 18-33 ini. Bagaimana kamu akan hidup, apakah semua akan baik-baik saja nantinya, hal itu akan menjadi momok yang memaksamu untuk berpikir sangat keras.

Meyakinkan Dirimu Sendiri Bahwa Kamu Tidur Dengan Baik Akan Membuatmu Tidur Nyenyak

Keyakinan bahwa kamu telah tidur dengan baik atau tidak akan mempengaruhi aktivitasmu. Saat kamu yakin bahwa kamu telah tidur dengan baik, secara tidak langsung tubuhmu merespon dengan positif. Kamu akan lebih bersemangat dan menikmati kegiatan yang kamu lakukan seharian. Sebaliknya, saat kamu yakin bahwa kamu tidak mendapatkan tidur yang berkualitas sebelumnya, kamu akan menjalani harimu dengan wajah yang kusut dan lesu. Hal ini akhirnya juga akan mempengaruhi kinerja kamu dalam menjalankan aktivitas.

Orang Pandai Akan Meremehkan Dirinya Sendiri Sedangkan Orang Bodoh Akan Cenderung Menganggap Dirinya Brilian

Eksperimen pertama mengenai hal ini dilakukan oleh David Dunning dan Justin Kruger dari Cornell University pada tahun 1999. Mereka menyebutkan bahwa efek yang timbul adalah hasil dari ilusi internal dan salah persepsi eksternal dalam diri seseorang. Mereka yang pandai cenderung memiliki rasa kurang puas diri dan selalu mengangkat wajah ke atas melihat orang-orang yang lebih pandai darinya. Sedangkan orang yang bodoh cenderung menutup mata dan telinganya dari sekitar. Mereka menganggap bahwa dirinyalah yang terhebat.

Ketika Kamu Mengingat Masa Lalu, Maka Yang Akan Kamu Ingat Adalah Memori Dimana Kamu Terakhir Mengingatnya

Terdapat penelitian yang dilakukan oleh Northwestern Medicine dan diterbitkan dalam Journal of Neuroscience. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa terlalu sering mengingat memori dimasa lalu menyebabkan memori tersebut menjadi kurang akurat.

Pasalnya saat kamu mencoba mengambil ingatan yang ada di rak ingatan, kamu akan cenderung meletakkannya ke tempat dimana kamu berada. Sehingga saat kamu mencoba mengingatnya lagi di masa depan, kamu bukannya mengambil memori di tempat aslinya melainkan di tempat kedua yaitu waktu terakhir kamu mengingat memori tersebut.

Keputusanmu Akan Terlihat Lebih Rasional Saat Kamu Berpikir Dalam Bahasa Asing

Ini bukan hanya sebuah pernyataan tanpa sumber yang jelas. Hal ini sudah pernah diteliti sebelumnya pada lebih dari 300 orang dari Amerika Serikat dan Korea. Hasil dari penelitian tersebut adalah seseorang akan lebih dapat membuat keputusan yang rasional dengan menggunakan bahasa kedua atau bahasa asing.

Diluar dari masalah keputusan yang rasional atau tidak, pada kenyataannya hampir semua orang yang dteliti mengakui bahwa akan nada perbedaan yang cukup signifikan saat mereka berpikir dan mengungkapkan sesuatu dengan menggunakan bahasa kedua dengan bahasa ibu atau bahasa asli mereka.

Tujuan Yang Kamu Umumkan Diawal, Cenderung Memiliki Prosentase Lebih Tinggi Untuk Keberhasilan Tujuan Tersebut

Untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan dalam hidupmu, kamu tidak hanya membutuhkan motivasi dari dalam dirimu sendiri, melainkan morivasi dari orang-orang di sekitarmu. Dan hal itu akan terjadi jika kamu memberitahukan tujuan hidupmu kepada mereka.

Bukan hanya motivasi yang akan membuatmu bangkit dan terus berusaha dalam mewujudkan tujuan tersebut, tetapi juga orang yang sering meremehkan tujuanmu akan ikut mengambil peran dalam keberhasilanmu. Semakin orang lain meremehkanmu, semakin kuat keinginanmu untuk membuat tujuan hidup yang sudah kamu rancang sedemikian apiknya menjadi sebuah keberhasilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Menandakan Kamu Masih Terobsesi dengan Mantanmu

Putus cinta adalah satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Alasannya tentu karena perpisahan dalam sebuah hubungan hanya akan meninggalkan rasa sakit di hati. Belum lagi butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan cinta di masa lalu dan mencoba memulai kehidupan yang baru.

Tak jarang ada banyak orang yang gagal move on dan masih terobsesi dengan sang mantan. Ini adalah 10 tanda yang menunjukkan jika kamu masih belum bisa beralih dari bayangan mantamu.

1. Masih Sering Stalking Dia di Media Sosialnya

Kamu masih ingin tahu segala hal tentangnya. Karenanya kamu masih sering stalking tentang dia lewat semua media sosial yang dia miliki. Lebih baik jangan buang waktumu untuk tinggal dalam kenangan yang sulit untuk kamu ulang kembali. Jangan buang waktumu untuk dia yang bahkan tak lagi mempedulikanmu.

2. Kamu Ingin Terus Berdekatan Dengannya

Meskipun kamu sudah melewati masa yang menyakitkan saat bersama dengannya, rasanya kamu tetap ingin selalu bersama dengannya. Entah kenapa, bahkan kamu seakan tak peduli dengan apa yang sudah kamu dan dia lalui di masa lalu.

3. Terbayang akan Mantan Saat Kamu Berada di Tempat Umum

Kamu sering mengira orang yang ada di tempat umum itu adalah mantanmu, padahal bukan. Dan saat kamu sadar, kamu merasa kecewa dan sedih karena kembali teringat akan hubunganmu yang sudah berakhir.

4. Gebetan Barumu Adalah Sosok yang Mirip dengan Mantanmu

Kamu belum bisa melupakan mantanmu. Bahkan kamu mencari orang lain yang sangat menyerupai sosok mantanmu itu. Jika sudah begini, kamu hanya bisa menyakiti dirimu sendiri dan juga menyakiti gebetan barumu itu.

5. Kamu Masih Sering Memikirkan Mantanmu Sebelum Kamu Tidur di Malam Hari

Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu masih sangat terobsesi dengan mantamu. Bagaimana tidak, setiap malam sebelum kamu tidur kamu masih saja mengingat mantan, mantan dan mantan.

6. Kamu Mencoba Mencari Tahu Tentang Kehidupan Asmaranya yang Baru

Tindakan yang satu ini hanya akan memperburuk suasana hatimu saja. Lebih baik kamu mengehentikan hal ini dan jangan ikut campur lagi dalam kehidupannya, terlebih perihal kehidupan asmaranya.

7. Kamu Mencari Sosok Pasangan yang Memiliki Sifat dan Karakter yang Mirip dengan Mantanmu

Saat ada orang yang berusaha mendekatimu, kamu baru akan menganggapnya saat dia memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan mantanmu dulu. Padahal hal ini hanya akan terus menerus mengingatkanmu akan masa lalumu dengan mantamu.

8. Kamu Masih Menyimpan Amarah pada Mantanmu

Kalau kamu masih menyimpan amarah terhadap mantanmu, kamu tak akan bisa melupakannya. Amarah yang masih kamu simpan hanya akan menuntunmu untuk berusaha membalas dendam kepadanya. Pikirkanlah lagi, kamu dan dia butuh untuk bahagia meski tak bersama.

9. Kamu Masih Menyimpan Semua Pemberian Dari Mantanmu

Meski sudah putus, nyatanya kamu tak ingin lantas membuang semua barang pemberiannya. Sebaliknya kamu masih saja menyimpannya dengan baik sampai saat ini. Kamu pun tak pernah berpikir untuk membuangnya.

10. Kamu Takut Berkomitmen

Kamu masih ingat dengan masa lalumu yang pahit. Akhirnya kamu pun takut untuk berkomitmen. Kamu takut dia yang baru datang dalam kehidupanmu akan menyakitimu juga seperti halnya dengan apa yang sudah mantanmu lakukan terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Alasan yang Membuat Laki-laki Tak Kunjung Melamar Kekasihnya

Mungkin ada kalanya kamu merasa jengah dengan hubunganmu yang tak kunjung menemui titik jelas menuju pelaminan. Padahal kamu dan dia sudah semakin dekat seiring berjalannya waktu. Dia pun bertingkah seolah dia sangat mencintaimu, namun kenapa dia tak kunjung melamarmu sampai saat ini?

Banyak alasan yang akhirnya membuat seorang laki-laki memilih menunda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan kekasihnya. Berikut adalah lima dari banyaknya alasan yang mungkin dimiliki oleh pasangamu saat ini.

1. Masih Merasa Belum Menjadi Laki-laki yang Baik untuk Menjadi Pemimpin Keluarga

Mungkin hal ini bisa terjadi karena laki-laki berpikir bahwa kamu masih lebih baik darinya. Sehingga akhirnya dia minder untuk melamarmu dan menjadikanmu pendamping hidupnya. Bisa saja saat ini dia masih mencoba memperbaiki dirinya agar pantas menyandingmu kelak.

2. Trauma akan Masa Lalu

Setiap orang tentu memiliki kenangan di masa lalunya, baik itu merupakan kenangan yang buruk atau kenangan yang indah. Seorang laki-laki yang sudah memiliki traumatik yang cukup besar akan sebuah hubungan biasanya akan lebih berhati-hati untuk memilih pasangan, terlebih untuk melamar dan mengajak pasangannya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan baik-baik terlebih dulu.

3. Masih Ada Cita-cita yang Belum Tercapai

Beberapa laki-laki memiliki prinsip untuk lebih memprioritaskan karir dan impiannya sebelum melamar seorang perempuan. Menurut mereka, saat dia menjadi seorang yang sukses, maka hal itu juga akan mempengaruhi hubungan percintaannya.

4. Takut Ditolak

Alasan lain yang juga sering dijumpai adalah ketakutan akan ditolak. Dia merasa takut jika kamu akan menolak lamarannya dan kemudian penolakan itu akan membuat hubunganmu dan dia menjadi renggang dan sedikit kaku.

5. Masih Ingin Bebas tanpa Sebuah Hubungan yang Serius

Biasanya laki-laki menyukai yang namanya kebebasan. Dia cenderung takut untuk terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mungkin saja alasannya belum juga melamarmu sampai saat ini karena dia masih ingin bebas untuk bersenang-senang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bangsa Nordik Dikenal sebagai Bangsa yang Paling Bahagia, Kamu Tahu Alasannya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau bangsa Nordik yang tinggal di wilayah Skandinavia dikenal sebagai bangsa yang paling bahagia. Tak peduli iklim dan cuaca di negara-negara tersebut dinginnya bukan main–terutama untuk orang-orang seperti kita yang tinggal di negara tropis, nyatanya tak menghalangi orang-orang di sana untuk hidup lebih produktif dan menjadi bangsa yang paling berbahagia. Nah, kalau ditanya alasannya, ternyata mereka memiliki filosofi khusus khas bangsa Nordik yang dijadikan prinsip dalam hidup mereka sehari-hari. Menarik, bukan? Siapa tahu bisa menginspirasimu…

Sisu: Cara Orang Finlandia Menerapkan Inner Peace

Pada tahun 2017, media The Times memasukkan cara hidup orang Finlandia yang sering disebut sisu sebagai salah satu gaya hidup yang patut diterapkan. Kata sisu sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi kalau diartikan secara harafiah, maknanya begini: “Segala sesuatu yang seharusnya selesai, maka suatu saat akan selesai.” Dengan menerapkan sisu, sejatinya kamu juga akan belajar mengenai pengendalian diri. Baik secara tindakan, pemikiran, maupun tutur kata.

The Times mengatakan, demi membangkitkan semangat untuk menerapkan sisu, belajarlah untuk mengucapkan sebuah kata tanpa menunjukkan ekspresi wajah. Poin yang mau diajarkan bukan soal pengucapannya, tapi bagaimana menghadapi sesuatu tanpa harus mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Bila kita menguasai sisu, batin pun akan tenang. Mungkin ini alasan banyak orang Finlandia yang dikenal tenang, percaya diri, serta berprinsip.

Lagom: Belajarlah Memanfaatkan Sesuatu Semaksimal Mungkin ala Orang Swedia

Seperti ilustrasi yang dikutip dari Bright Sidelagom sejatinya adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang Swedia demi menyeimbangkan kehidupan mereka. Konsep hidup semacam ini sering dijabarkan begini: “Belajarlah untuk hidup cukup, yaitu tidak berlebihan tapi tidak juga berkekurangan.”

Dalam kehidupan masyarakat Swedia, menerapkan prinsip lagom itu sudah mendarah daging. Termasuk dalam urusan ekonomi maupun bisnis. Biasanya orang yang sukses menerapkan prinsip lagom ini, mereka bisa mengontrol sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka tak akan gegabah dalam menyikapi suatu masalah. Hanya saja, menerapkan prinsip ini memang sukar. Kalau kamu tertarik, maka tak ada salahnya mencobanya mulai dari dirimu sendiri.

Arbejdsglæde: Cara Orang Denmark Mencintai Pekerjaan Mereka

Bagi orang Denmark, kemampuan untuk menikmati kehidupan termasuk mencintai pekerjaan mereka disebut arbejdsglæde. Konsep hidup ini sudah lama diterapkan oleh banyak orang Denmark karena ampuh menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Universum Global menerbitkan hasil pengamatannya terkait tingkat kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka. Pengamatan tersebut berdasarkan data dari banyak karyawan di beberapa negara, menariknya, bangsa Nordik selalu berada di urutan teratas.

Untuk menerapkan cara hidup seperti ini sebenarnya sederhana, cobalah temukan manfaat dalam pekerjaan yang kamu lakoni sekarang ini. Setelah itu, cobalah untuk mengakrabkan diri dengan kolega dan atasan, kerjakan tanggung jawab harian sehingga orang-orang di sekitarmu bisa menilaimu sebagai orang yang bisa diandalkan.

Selanjutnya, tetap bekerjalah dengan tenang sembari berusaha meningkatkan performa. Kalaupun menurutmu semua hal itu terdengar klise dan sukar diwujudkan, maka cobalah untuk melakukan manuver. Sebab bagi orang Denmark, orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah dia yang merasa senang saat berangkat kerja dan rasa senangnya sama seperti saat kamu hendak pulang ke rumah.

Friluftsliv: Mencintai Lingkungan Sekitar ala Orang Norwegia

Filosofi friluftsliv bagi orang Norwegia adalah menghabiskan waktu sepanjang hari di alam dan menyatu dengan alam untuk menemukan kembali ketenangan sejati dalam diri. Jadi, bukan hanya fokus pada aktivitas seperti hiking, tapi juga berusaha menyingkirkan segala pikiran negatif yang mungkin menekanmu selama ini dan menggantikannya dengan kegiatan yang bisa menjernihkan pikiran selama kamu berada di alam bebas.

Menariknya, orang Norwegia tak hanya menganggap hiking atau camping sebagai aktivitas di alam. Lars Mitting, penulis buku Norwegian Wood: Chopping, Stacking and Drying Wood the Scandinavian Way bahkan menyarankan untuk menjajal menebang pohon sebagai cara menemukan ketenangan diri selama berada di alam.

Gezelligheid: Cara Orang Belanda Menemukan Kebahagiaan Juga Patut Ditiru

Kendati Belanda bukanlah bagian dari negara Skandinavia, tapi mereka memiliki konsep kebahagiaan yang patut ditiru yaitu gezelligheid. Orang Belanda menyebutkan bahwa kebahagiaan sejatinya adalah sebuah sinonim dari bersatunya atau berkumpulnya kita dengan orang yang kita sayangi.

Untuk itu, mereka sangat suka membangun momen quality time, karena dari situ kebahagiaan pun akan terbangun. Mereka enggan mengunggah apa pun saat bersama orang yang mereka sayang sebab definisi kebahagiaan adalah sesederhana berbagi canda, tawa, dan cerita dengan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Itulah yang dimaknai sebagai gezelligheid.  Tapi tak cuma di Belanda, orang Norwegia pun punya filosofi serupa yang disebut koselig. 

Kalsarikänni: Cara Rileks ala Orang Finlandia

Kalau bisa rileks di rumah tanpa harus pergi kemana-mana dan mengeluarkan banyak uang, ya mengapa tidak dilakukan? Sesederhana itu cara hidup orang Finlandia dalam mewujudkan kebahagiaan mereka. Klasarikännit sejatinya berasal dari dua kata, kalsarit yaitu jenis pakaian dalam yang umum dipakai oleh orang Finlandia, sementara ännit maknanya ‘minum’. Berangkat dari kosakata tersebut, banyak perempuan Finlandia yang akhirnya tak terlalu suka pergi menghabiskan energi dan uang sampai larut malam dan memilih menikmati kenyamanan di rumah saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top