Feature

Es Kopi Susu Buatan Lokal Sedang Naik Pamor, Kamu Mau Sampai Kapan Memilih Kedai Kopi Asing?

Kamu termasuk penyuka kopi? Sebentar, kamu sadar nggak kalau sekarang ini sedang musim ‘es kopi susu’? Atau jangan-jangan kamu justru sudah ‘pelesiran’ ke sejumlah kedai kopi hanya demi memburu varian minuman kopi yang satu ini ya?

Tak ada yang menyangka es kopi susu bakalan hits seperti sekarang. Ada yang menebak, salah satu pemicunya karena Pak Jokowi sempat ‘kepergok’ jajan es kopi susu di salah satu kedai di bilangan Cipete. Masa sih? Tapi sebelum itu, kedai itu sebenarnya memang sudah booming. Bahkan kedai kopi tujuan Pak Jokowi itu bisa dibilang sebagai pioneer munculnya jajaran kedai kopi lainnya yang menawarkan varian es kopi susu.

Lantas, mengapa harus es kopi susu?

Menjajakan Es Kopi Susu Itu Lebih Sederhana, Inilah Alasan Mengapa Banyak Pebisnis Muda Berani Membuka Kedai Kopi Baru

Sekarang kamu bisa lihat, kedai kopi  tak lagi menjadikan cappuccino, latte, atau espresso sebagai primadona. Jika dulu semua orang rasanya bangga memesan kopi dengan sentuhan latte art di atasnya, sekarang kepopuleran es kopi susu sukses menggeser beragam varian tersebut.

Kalau untuk pebisnis, popularitas es kopi susu ini menguntungkan loh. Alasannya, penyajian es kopi susu terbilang cukup sederhana. Ya, tak perlu lagi ada tambahan krim atau lapisan lainnya. Tak seperti milkshake yang mungkin ada tambahan topping, es kopi susu memang lebih enak tampil sederhana apa adanya.

Persaingan Kedai Es Kopi Susu Mulai Terasa, Tak Hanya Soal Harga tapi Juga Soal Rasa

Saking menjamurnya kedai es kopi susu, banyak sekali ulasan yang bisa kamu baca mengenai minuman yang satu ini. Di antara sekian ulasan di media, seringkali kita menemukan adanya persaingan harga antar kedai. Terbaru, kopi-kopi tersebut ternyata dijual cukup terjangkau. Kisaran harganya mulai dari 12 ribu hingga 20 ribu saja per gelasnya.

Tapi persaingan bukan hanya soal harga, di lain sisi kalau kamu sudah berpengalaman menjajal setidaknya lima jenis es kopi susu dari lima kedai berbeda, maka kamu bisa membandingakan serta menentukan kopi yang cocok dengan seleramu. Karena biasanya tiap kedai punya cara tersendiri untuk mengatur tingkat kepekatan kopi hingga takaran kopi dan gula yang dibutuhkan.

Media Sosial Seperti Instagram Menjadi Pemicu Mengapa Orang Semakin Penasaran Menjajal Es Kopi Susu

Mengacu pada istilah kids jaman now, alias pemuda masa kini, tentunya kamu sudah nggak asing melihat temanmu memposting segelas es kopi susu entah lewat stories atau lewat postingan foto. Tak cuma satu orang, bisa jadi hari ini teman kuliahmu posting, besoknya teman kerjamu melakukan hal serupa. Kamu pun penasaran, “Ada apa dengan kopi ini? Bukankah biasa saja?”

Secara tak sadar, branding seperti inilah yang memang gencar dilakukan oleh sejumlah kedai kopi. Mereka memancing rasa penasaran para generasi millennial terhadap terobosan produk berupa es kopi susu.

Bahkan warganet sempat dihebohkan dengan postingan gambar berupa antrean ojek online yang memenuhi sebuah kedai kopi. Hal ini secara tidak langsung memberi tahu kalau ternyata cukup banyak yang mengorder minuman es kopi susu ini untuk diantarkan langsung. Bukankah menarik?

Harganya yang Cukup Terjangkau Menjadi Alasan Es Kopi Susu Diserbu Pembeli, Akankah Popularitasnya Mampu Menggeser Keberadaan Kedai Kopi Premium Asal Luar Negeri?

Dengan harga yang telah disebutkan tadi, bukankah jauh lebih murah dibanding segelas es kopi di kedai kopi premium langgananmu? Meski persaingan mulai terasa, setidaknya kamu patut bangga karena pada dasarnya mayoritas kedai kopi ini merupakan kreasi milik anak bangsa. Mereka adalah pengusaha muda yang sedang giat membangun bisnis mulai dari nol. Jadi persaingannya jelas sehat dan kompetitif.

Soal kualitas kopi, tentunya para pengusaha kedai kopi lokal tersebut lebih memilih kopi dari petani Indonesia, sementara kamu tahu sendiri bukan, kualitas kopi di Tanah Air tak perlu diragukan lagi. Dengan adanya geliat usaha semacam ini, kamu pun jadi ikut membantu memajukan kesejahteraan petani kopi lokal loh! Jadi, untuk apa masih memilih kedai kopi milik asing?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top