Feature

Eksis dan Caper Itu Dua Hal yang Sejatinya Berbeda, Jangan Cuma Nyampah di Media Sosial

Sejatinya memang ada dua tipikal manusia di duni maya. Pertama mereka yang mengusahakan untuk eksis demi membangun cakupan relasi yang lebih luas, atau mereka yang memaksa eksis hanya demi caper belaka. Dan untuk dua hal ini, media sosial adalah wadahnya. Karenanya kamu jangan heran kalau sampai menemukan orang-orang atau menyadari kamulah salah satu dari antara dua jenis manusia dunia maya tersebut. Sebab faktanya, eksis sejatinya sudah jadi kebutuhan lho.

Nah untukmu sendiri yang merasa ingin menggali potensi ‘eksis’ di lingkunganmu, sejatinya hal itu bisa dilatih. Tak perlu buang-buang energi mencoba eksis dengan jadi caper ya, Kawan. Sebab eksis yang sejati dan caper adalah dua hal yang berbeda.

Perluas Pergaulanmu dan Berkenalan dengan Banyak Orang, Tinggalkan Jejak di Postingan Orang dengan Sendirinya Akan Membantumu Lebih Dikenal

Mungkin kamu tipikal orang yang selalu memperbaharui laman media sosialmu setiap hari. Tapi gimana, ada hasilnya tidak? Jaringan pertemananmu sudah meluas belum? Kalau dirasa masih perlu menambah kadar keeksisan, cobalah cara pertama yaitu dengan meninggalkan jejak di postingan orang.

Entah itu pada postingan temanmu atau mungkin postingan selebritis. Buat komentar yang terkesan catchy sehingga orang jadi ‘ngeh’ dengan nama dan keberadaanmu. Penting diingat, jangan sampai membuat hal-hal yang kontroversi, ya. Cukup dengan membuat komentar positif saja. Semakin sering kamu terlihat, akan semakin terbuka peluangmu untuk memperluas pertemanan.

Untuk Kamu yang Main Instagram, Coba Rapikan Kontenmu dan Siapkan Tema Tersendiri. Biarkan Terkonsep Termasuk Saat Mengunggah Stories


Ini yang mulai dilakoni banyak influencer. Karena faktanya, profil dengan visual yang menarik akan sangat mengundang untuk dikunjungi. Kalau dalam sehari kamu bisa menggaet ratusan viewers lewat stories, maka pertahankan tren itu dengan membuat postingan yang menurutmu menarik.

Dalam hal ini kualitas dan kuantitas harus seimbang ya, Kawan. Hindari mengunggah apa pun yang terkesan asal, karena bisa-bisa unggahanmu hanya dibiarkan lewat begitu saja. Kalau kamu sudah bisa menemukan hal yang unik dan menarik, akan jauh lebih mudah mengatur jumlah viewers di Instagram.

Buat Konten yang Seragam dan Konsisten, Kalau Kamu Hendak Menghibur Orang, Cobalah Membuat Postingan yang Lucu-lucu Tanpa Harus Dipaksakan

Kamu yang berhasil membuat konten yang lucu pasti akan ditunggu-tunggu. Nah, dibanding mengunggah postingan random, lebih baik ‘lucu’ dijadikan ciri khasmu, bukan? Penting sekali ada penekanan mengenai profil atau image seperti apa yang ingin kamu bentuk di media sosial.

Di lain sisi, mereka yang lucu biasanya lebih banyak diperhatikan sebab selalu mewarnai hari-hari warganet. Percayalah, mereka yang berhasil eksis dengan mengungkap sesuatu yang lucu mulanya pun hanya pengguna media sosial yang biasa-biasa saja. Ini berkat konsistensi, Kawan.

Bahas Hal yang Sedang Viral Juga Bisa Jadi Bahan Postinganmu


Memberikan opini itu sah-sah saja. Apalagi di media sosial. Hanya saja, coba mulailah beropini dengan memiliki argumen yang berdasar. Awali dengan menanggapi topik yang sedang ramai diperbincangkan. Manfaatkan fitur di media sosial seperti stories atau Twitter untuk mengeluarkan pendapatmu. Jajak pendapat di media sosial pun bisa membantu mendompleng eksistensimu lho. Namun pastikan opinimu menarik, ya!

Kalau Bisa, Coba Aturlah Setiap Alur Linimasa Media Sosialmu, Hal Itu Akan Membuat Orang Semakin ‘Ngeh’ dengan Keberadaanmu

Kamu main Instagram, lalu Twitter, YouTube, dan sebagainya. Nah dari sekian banyak media sosial, coba buat daftar prioritas sehingga kamu tahu mana yang harus didahulukan soal posting memposting. Usahakan kamu tetap fokus pada daftar prioritas tersebut sebab dengan demikian kamu bisa belajar untuk mengatur gerak langkahmu di media sosial serta tetap konsisten untuk senantiasa mengisi media sosialmu dengan hal-hal yang sekiranya bermanfaat. Kalau dirasa cukup repot, coba gunakan fitur tautan ya, Kawan! Asal di media sosial utama, sejatinya kamu memang sudah kuat di bobot konten sehingga membuat warganet tertarik untuk meniliknya. Selamat mencoba!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top