Feature

Drama Babak Baru Ketika Mantan Follow Di Sosmed

Sekian waktu berlalu, menjalani kehidupan normal. Namun tiba-tiba muncul notifikasi di sosial mediaku, dari kamu yang pernah aku kenal. Ya, kamu yang sudah menjadi mantanku tiba-tiba follow di akun sosial mediaku.

Sungguh aku ingin menganggap angin lalu begitu saja. Namun pernah adanya cerita diantara kita mau tak mau mengusikku sedikit banyak.

Bukankah Waktu Itu Kita Sepakat Jalan Masing-Masing? Itu Termasuk Di Sosial Media Bukan?

Waktu itu kita sudah bicara tentang masa depan hubungan kita. Kamu dan aku sudah sepakat untuk menjalani hidup masing-masing. Bukan karena aku tak lagi menghargaimu, tapi aku adalah orang yang memegang komitmen. Ketika itu kita sudah sama-sama sepakat, maka aku hanya berusaha menjalankan itu.

Kenapa Kamu Rindu? Kalau Aku Sih Tidak

Sewaktu memutuskan jalan masing-masing aku pikir kita sudah menempuh jalan yang yang berbeda dan tidak lagi terhubung. Lalu kemudian kamu follow di sosial media, apa yang terjadi? Rindukah yang mendorongmu melakukan itu? Kalau aku sih tidak rindu.

Kamu Berdalih Hanya Pernasaran, Sudah Lah Hidupku Tak Semenarik Itu Kok

“Oh bukan rindu, Cuma penasaran aja”

Demikian kamu berdalih. Kamu sudah pernah juga menjalin hubungan denganku. Hidupku seperti orang kebanyakan. Tak terlalu istmewa. Jadi tidak ada yang perlu membuatmu terlalu penasaran.

Kita Sudah Pernah Mencoba, Dan Itu Sudah Cukup

Dulu kita saling sapa dan saling bertukar kabar setiap hari. Dan itu semua juga tak bisa menyelamatkan hubungan kita bukan? Jadi untuk apa lagi kita menempuh cara yang sama berulang kali kalau memang sudah tahu hasilnya akan seperti apa.

Lagipula Nanti Kamu Tersiksa Lihat Bahagiaku Dengan Yang Baru

Meski tak lagi punya rasa sayang, namun aku masih perduli kepadamu. Nanti kamu bisa tersiksa lahir batin kalau stalking akun sosial mediaku dan menemukan aku bahagia dengan yang baru. Kamu yakin kamu kuat?

Bahkan Penelitian Juga Menyebutkan: “Hanya Psikopat yang berteman dengan mantan”

Sebuah studi psikologi di Oakland University yang dipimpin oleh Justin Mogilski dan Dr Lisa Welling meneliti tentang hubungan pertemanan atau tidak antara mantan kekasih. Mereka memberikan pertanyaan kepada 861 partisipan mengenai alasan hubungan yang kandas dan alasan mereka untuk tetap berteman. Selain itu, mereka juga di minta untuk mengisi kuesioner untuk mengungkapkan jenis kepribadian secara klinis, yang memang dirancang untuk menganalisa perilaku menyimpang pada manusia.

Nah, studi sebelumnya merangkum hasil bahwa mereka yang memiliki skor tinggi pada uji coba ini, cenderung memilih teman karena manfaat dan niat untuk menguntungkan diri sendiri. Hal tersebut berkaitan dengan perilaku menyimpang, sifat narsistik, sifat mendominasi, dan psikopat.

Jadi sebaiknya kita tak saling berhubungan lagi bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Putri Marino Jenuh Mendapat Pertanyaan Seputar Kandungannya

Aktris sekaligus Istri Chicco Jerikho, Putri Marino memilih bungkam saat ditanya perihal apa pun menyangkut kandungannya. Terutama saat ditanya usia kandungan, Putri memilih merahasiakannya. Ia pun terlihat jenuh kala mendengar pertanyaan yang sama soal usia kandungan. Di lain sisi, Putri hanya meminta doa dan kesehatan bayi yang dikandungnya.

“Sudah berbulan-bulan. Aku enggak mengerti kenapa kalian selalu menanyakan hal yang sama gitu, ‘Sudah berapa bulan? Sudah berapa bulan?’,” kata Putri Marino di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2018).

Kendati demikian, Putri Marino menolak disebut merahasiakan usia kandungannya itu. Menurut Putri Marino usia kandungannya itu cukup diketahui orang terdekatnya.

“Aku enggak bakal kasih tahu kalian berapa bulan, karena berapa bulan itu cuma aku dan keluarga aku yang tahu dan teman-teman. Sebenarnya tidak merahasiakan, cuma karena aku pengin keep this for family and friends saja sih,” ujar aktris berusia 25 tahun itu.

Putri mengaku, ia belum mempersiapkan segala sesuatu terkait persalinannya. Sebab yang lebih penting untuknya adalah kesiapan mental.

“Belum persiapan. (Kalau) mental sih sudah siap sih,” katanya mantap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sebelum Drama Korea, 10 Drama Jepang yang Pernah Jadi Primadona

Kamu generasi 90-an pasti nggak asing lagi dengan adanya animasi Jepang dan drama Jepang yang dulu sempat menjadi primadona. Ya meskipun kini sudah sedikit digeser oleh ketenaran drama Korea sih. Masih ingat nggak kamu dengan 10 drama Jepang yang sempat merajai televisimu di masa lampau ini?

1. Drama Oshin

Drama Oshin merupakan salah satu drama Jepang yang paling fenomenal dan ikonik. Drama ini sendiri terdiri dari 249 episode. Meski kisahnya sangat panjang, namun nyatanya drama ini tak hanya laris di Indonesia, namun juga di beberapa negara lainnya. Kisahnya menceritakan tentang kisah perjalanan hidup yang memiliki nuansa sejarah.

2. Drama Tokyo Love Story

Drama ini diperankan oleh Szuki Honami dan Oda Yuji. Drama ini memang termasuk sangat lawas, namun nyatanya banyak generasi 90-an yang jatuh cinta dengan kisahnya. Drama ini mengisahkan alergi percintaan Rika dan Kanji. Kehidupan keduanya dalam drama ini benar-benar bisa mengaduk-aduk hati penontonnya.

3. Drama Long Vacation

Siapa yang masih ingat dengan drama lawas yang satu ini? Masak sih dulunya kamu nggak jatuh cinta dengan drama ini? Kisah yang ada dalam drama ini termasuk anti mainstream sehingga membuat banyak orang tak mau ketinggalan kisahnya.

4. Drama 101 Marriage Proposals

Drama ini merupakan kisah Beauty and the Beast versi Jepang. Kisah dalam drama ini tak mudah ditebak sehingga kamu tak akan ingin ketinggalan untuk mengikuti kisahnya. Saking suksesnya, drama ini juga ada re-make nya versi Korea dan Tiongkok loh.

5. Drama Ordinary People

Drama ini menceritakan tentang persahabatan lima orang yang penuh dengan dilema dan romansa. Pasti kamu juga masih ingat kan dengan drama yang mampu membuat banyak orang terpana dengan kisahnya ini?

6. Drama Anchor Woman

Kisah dalam drama ini tentang dinamika kehidupan keluarga seorang presenter berita sukses yang berusaha beradaptasi dengan anak tirinya, begitu pula sebaliknya. Kisahnya sangat menarik hati dan nggak bakal bikin kamu bosan.

7. Drama Friends

Drama yang satu ini memang bukan drama yang murni dari Jepang. Karena pada kenyataannya drama ini lahir dari kerjasama antara Jepang dan Korea. Drama ini bukan drama yang receh loh. Artis yang memerankannya saja merupakan bintang paling bersinar pada masanya, yaitu Kyoko Fukada dan Won Bin.

8. Drama Great Teacher Onizuka

Drama ini mengisahkan petualangan seorang guru antimainstream dalam menakhlukkan kelas yang berisi anak-anak bermasalah. Karena kepopulerannya, Indonesia juga samai membuat sinetron yang kisahnya menyerupai drama ini.

9. Drama One Litre of Tears

Kamu pasti bakal dibuat nangis sesenggukan saat menonton drama ini. Drama yang satu ini memang cukup menguras emosi dan air mata. Wajar saja karena kisahnya adalah tentang perjuangan Aya Kito yang divonis nggak akan hidup lama.

10. Drama Forbidden Lovers

Drama ini mengisahkan tentang cinta terlarang yang terjadi antara murid dengan guru perempuannya. Kisah cinta keduanya dipenuhi dengan suka dan duka, namun untungnya tetap memiliki akhir yang bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Poppy Sovia Masih Santai Bila Ditanya Soal Momongan

Aktris Poppy Sovia mulai ditanya perihal momongan oleh ibundanya. Menurut ibunya, Poppy memang sudah cukup umur untuk segera hamil dan punya momongan.

“Sebenarnya Mama juga sudah nanyain. Mengingat usia, takut semakin lama jadi enggak sehat buat aku juga. Tapi, ya sudah, sedikasihnya aja,” kata Poppy seperti dikutip kompas.com, Senin (13/8/2018).

Menurut aktris 33 tahun itu, dirinya dan suami, Ahmad Gussaoki memang tidak menunda untuk segera punya momongan. Ia pun tak memiliki keinginan khusus untuk punya anak laki-laki maupun perempuan bahkan tak terpikiran untuk membatasi jumlahnya.

“Kalau cewek, cowok, sedikasihnya aja. Oke kok dua-duanya. Cewek, cowok, sama aja. Kalau pengin, nanti gue ajarin (naik) motor dari kecil. Soal jumlah, sedikasihnya aja. Kalau keluarga berencana dua cukup, kalau enggak berencana mah bisa lebih ya. Jadi, sedikasihnya aja,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top