Feature

Ditinggal Nikah Setelah Pacaran dan LDR Bertahun-tahun Jadi Bukti Kamu Tak Pantas Untukku

Sudah pacaran bertahun-tahun hingga LDR sekian lama, ternyata kita tak ditakdirkan bersama. Kutahu memang, hubungan jarak jauh yang kita jalani jadi salah satu duri yang menyakitkan. Aku tak mampu untuk menjangkau semua aktivitasmu, hingga tiba-tiba ada dia yang kemudian mengisi hari-harimu.

Disaat aku sedang terdiam dan meratapi semua pengorbanan, kamu mungkin sedang tertawa di atas pelaminan. Tak banyak yang bisa kulakukan, selain rela dan mengikhlaskan kamu yang dulu kusayang.

Manusia Memang Hanya Bisa Berencana, Selanjutnya Tuhanlah yang Akan Menentukan Semuanya

Tak perlu kujelaskan, kamu tentu tahu jika selama bersamamu aku selalu menunjukkan keseriusan dalam hubungan. Dengan bertambahkan usia percintaan yang sedang kita jalankan, pelan-pelan kita mulai mengangsur rencana kedepannya. Bagaimana kita akan melangsungkan proses lamaran hingga benda apa saja yang akan kamu masukan dalam seserahan. Tak banyak protes kamu selalu mengiyakan semuanya dengan tenang.

Hingga ada rencana lain yang justru datang bukan dariku. Entah karena semesta memang tak mengamini doaku, atau kamu memang sengaja merubah jalannya rencana. Meminta pihak lain untuk mengisi cerita dan memotong peranku dalam perjalanan cintamu.

Disaat Aku Sedang Berjuang Sembari Menunggu, Ada Hal Lain yang Justru Kamu Lakukan di Belakangku

Barangkali tak hanya diriku saja, semua orang yang sedang menjalani hubungan serupa akan setuju jika jarak adalah duri tajam yang bisa menyakiti sewaktu-waktu. Sejalan dengan permintaanmu yang memintaku untuk menunggu, aku memang setia pada janjiku.

Bukan bagaimana kita akan sampai di akhir cerita yang indah setelah fase pacaran ini habis. Hantaman yang tiba-tiba memenuhi isi kepalaku adalah apa yang tengah kamu lakukan saat tak bersamaku. Kurasa ini tentu wajar, sebab kapasitas pertemuan kita bisa dikatakan cukup jarang. Bahkan kadang kala hanya 1 kali untuk dua atau tiga bulan.

Namun demi melindungi diri dari perasaan negatif yang sering menyiksa hati sendiri, sebisa mungkin aku akan selalu berpikir bahwa semuanya akan tetap baik dan sama saja. Kamu dan cintamu tak akan berubah, meski aku sendiri akhirnya ragu dengan apa yang tadinya kupercaya.

Masih Setengah Percaya Akhirnya Kamu Membuka Suara Berusaha Menjelaskan Semuanya

Aku jelas sakit hati, sebab semua mimpi bersama yang tadinya akan kita lakoni berdua, mendadak berubah haluan hanya karena dia. Seolah sedang bermimpi, aku tak bisa banyak berkata-kata untuk semua hal yang kamu sedang coba jelaskan.

Tentang siapa dia yang kamu bilang kini jadi pemenang, hingga bagaimana kamu bisa melupakanku yang sudah lama berjuang menunggumu pulang. Mendengarmu berkata begitu, aku merasa sedang dijatuhi bebatuan hingga aku jatuh dan terhujam. Tak bisa berbuat banyak, diriku hanya bisa mendengarkan semua penjelasan dengan satu kesimpulan.

Ya, kamu sudah mendua dan ingkar. Sudah itu saja, tak perlu kamu berbelit-belit untuk melindungi diri.

Walau Sudah Meminta Maaf dengan Berbagai Alasan, Saat Ini Bagiku Kamu Hanyalah Seorang Pecundang

Ini akan jadi kenyataan yang sulit bisa kuterima, ketika aku diam dan tak memberi perlawanan apa-apa. Orang lain menilaiku terlalu lemah hanya karena cinta, seolah aku tak bisa berbuat banyak untuk membalasmu meski sekedar lewat makian dan ucapan sebagai bentuk kemarahan. Namun disisi lain, ketika hendak berkomentar atas perbuatanmu. Aku justru dibilang tak bisa menerima kenyataan.

Tak banyak yang bisa kulakukan, aku memang hanya bisa diam dan menerima semua kenyataan. Tapi meski demikian, jangan kamu pikir jika aku sudah memberi maaf. Terserah apa kata orang, karena ternyata selama ini aku telah memperjuangkan orang yang tak tahu diri.

Seolah Tak Merasa Bersalah, Dengan Santai Melenggang Pergi dengan Dia dan Lupa Padaku yang Sejak Dulu Telah Menunggu

Ini jelas jadi mimpi buruk bagiku. Bagaimana tidak? Sosok yang selama ini aku puji dan banggakan di hadapan semua orang. Tiba-tiba pulang untuk memberiku kejutan. Ya kejutan bahwa kini dia akan melenggang ke pelaminan dengan orang baru yang katanya sudah menjadi pilihan.

Mudah memang, berucap tanpa tahu bagaimana rasanya ditinggalkan. Masih tak berpikir bahwa kamu sedang merobek hati seseorang, katamu dia jauh membuatmu nyaman dan berkembang.

Bagaimana mungkin kamu bisa lupa, segala perbuatan baik dan pengorbanan yang bertahun-tahun telah aku lakukan. Saat sakit dan sehat, saat susah dan bahagia, hingga kini hidupmu sudah hampir mendekati kata sempurna. Buru-buru kamu pergi dengan dia yang konon menjadi pujaan.

Sekian Lama Aku Mengurung Diri, Tidur Bak Orang Mati Hingga Tak Mau Membuka Hati

Berjuang bersama, lalu kandas kala LDR dan akhirnya ditinggal menikah oleh kekasih, memang jadi sebuah alur cerita yang tergolong klasik untuk semua orang. Kini aku hanya bisa menonton diriku sendiri. Mengulang kisah cinta yang tadinya terlihat bahagia walau akhirnya justru membuatku hampir gila.

Bagi sebagian orang ini mungkin berlebihan, tapi percaya atau tidak itulah yang kurasakan. Keberanianmu untuk memberiku undangan pernikahan, dengan nama mempelai perempuan yang konon menjadi pemenangnya jadi kejutan besar yang membuatku kesakitan.

Aku tak tahu bagaimana semesta bekerja atas hidupku, tapi setelah keputusanmu untuk pergi dan menikah dengannya, hidupku memang berhenti beberapa waktu. Tak banyak yang bisa kulakukan selain hidup tanpa tujuan dan lelap dalam bayang-bayang kekasih LDR yang tadinya sedang aku perjuangkan.

Oh iya, aku lupa jika kamu sudah menikah dan tak lagi menjadi kekasihku.

Pada Akhirnya Aku Memang Sadar, Perihal Jodoh Memang Jadi Urusan Sang Pemilik Hidup

Tak hanya aku dan kamu saja, pelan-pelan aku sadar bahwa di luar sana ada berjuta-juta orang yang juga bernasib sama. Menjalin cinta sejak lama, namun akhirnya berpisah dengan alur tak bahagia. Meski sedikit yan bisa paham bagaimana sakitnya ditinggalkan, setidaknya aku berterima kasih untuk orang-orang yang tak henti menemaniku kala jatuh.

Cerita pahit dari sedihnya ditinggal menikah oleh dia, jadi pengalaman lain yang memberiku pelajaran berharga. Mulai dari tak lagi mudah menaruh percaya hingga lebih menjaga perasaan agar tak lagi terluka.

Aku paham jika hidup memang tak selamanya menawarkan kebahagiaan, kadang kala kesedihan diperlukan untuk menyamakan ritme hidup. Perpisahan kita memang kusesalkan, namun dorongan dari semua orang membuatku bangun dan bangkit dari keterpurukan. Keputusanmu tak membuat hidupku lantas usai dan terhenti. Sebaliknya, ketika kamu telah memutuskan untuk menikahinya, langkah baru untuk hidupku pun akan segera dimulai!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menasehati Orang Jatuh Cinta adalah Sebuah Upaya yang Sia-sia

Tahukah kau pekerjaan paling sia-sia di muka bumi? Memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta,” –Semar

Sudahlah semuanya pasti sia-sia, karena apapun yang akan kita sampaikan tak akan didengar. Bagi mereka yang sedang jatuh cinta, semua hal tentang pujaan hatinya adalah sesuatu yang benar. Bahkan meski sudah tahu ada sesuatu yang salah, baginya itu selalu bisa dimaafkan. Jadi ya percuma saja, meski akan kau nasehati sampai mulut berbusa sekalipun ia akan tetap pada pemahamannya (setidaknya pada masa awal-awal pacaran). 

Ia mungkin akan mendengar apa yang kita sampaikan, mendengar apa yang kita bicarakan, tapi tak akan pernah melakukan apa yang kita sarankan. Nasib baik jika pujaannya juga cinta, kalau hanya bertepuk sebelah tangan barulah ia akan tahu rasa. 

Dirinya Sedang Mabuk Kepayang, Berpikir Cintanyalah yang Paling Benar

Pada situasi seperti ini, ungkapan jika ‘Cinta itu Buta’ adalah benar adanya. Karena ketika seseorang sedang jatuh cinta, logika dan kemampuan berpikirnya kerap tertutup dan tak bisa digunakan dengan benar. Ia tak lagi bisa melihat beberapa kejanggalan atau kesalahan yang mungkin dilakukan oleh sang pacar secara terang-terangan. Dan selalu terlihat menjadi tuli atas semua saran yang mungkin diberikan oleh teman. 

Kalau harus diibaratkan, ia sedang berada di puncak rasa percaya diri yang tertinggi. Merasa apa yang diyakininya-lah yang paling benar dan tak akan mendengar celotehan dari orang-orang. 

Bahkan Meski Didengarkan, Nasehatmu Hanya Akan Bertahan Beberapa Detik Setelah Kamu Sampaikan

Setelah mengalami beberapa kecewa, ia mungkin akan datang untuk bercerita. Meminta kita mendengarnya, dan berharap diberi saran atas masalahnya. Namun sayangnya nasehatmu tak akan mampu bertahan lama diingatannya. Mereka akan mendengar nasehatmu, mengiakan apa yang kamu katakan dan merasa yakin bisa melakukan seperti yang kamu sarankan.

Tapi, percayalah sekalipun ia bilang akan move on, melupakan dan bla-bla lainnya itu hanya berlaku beberapa menit saja. Tak lama dari permintaan saran tersebut, ia akan kembali menjadi bucin (budak cinta) dan menjunjung tinggi cintanya itu. 

Untuknya Tak Ada Kesalahan yang Tak Dapat Dimaafkan

Yap, ini adalah level terbucin yang akan membuat kita merasa kesal sekaligus kasihan padanya. Di mata orang-orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Jadi meski pacar atau gebetannya sudah berbuat kesalahan, sesakit dan sekecewa apapun hatinya, dengan senang hati ia akan selalu bersedia untuk memaafkan orang yang dicintainya. Serta tak segan-segan untuk meminta maaf lebih dulu, meski yang salah bukanlah dirinya. 

Senyata Apapun Bukti yang Kamu Tunjukkan, Dia Tak Akan Percaya yang Kau Katakan

Kamu mungkin sudah tahu jika pacar atau gebetan yang ia ceritakan, nyatanya tak benar-benar sayang. Satu waktu kamu mungkin punya bukti yang bisa meyakinkannya dirinya, jika orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuknya. Berniat membantunya keluar dari hubungan yang salah, bukti yang kita bawa justru membuatnya berpikir bahwa kita tak suka melihatnya bahagia.

Meski sudah berupaya, meyakinkan dirinya, jika sang gebetan tak memiliki perasaan setulus dirinya. Ia akan selalu yakin, bahwa apa yang kita  bicarakan tak benar. 

Maka Satu-satunya Hal yang Paling Tepat Adalah Memberinya Dukungan dan Mengiyakan Semua yang Ia Sampaikan

Selama ia memang masih tak merugikan kita, satu-satunya sikap yang paling benar untuk menyikapi orang yang sedang jatuh cinta adalah dengan memberinya dukungan. Mendengarkan semua cerita yang ia bagikan, dan selalu mengiyakan semua obrolan yang ia sampaikan. Tak perlu dibantah, itu hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia. 

Bairkan ia menikmati semua masa indah dengan bayang-bayang bahagia ata cinta yang ia anggap sebagai sesuatu yang nyata. Jika memang apa apa yang ia yakini tak benar, suatu saat ia akan sadar. Sadar jika, apa yang selama ini kita sampaikan adalah sebuah kenyataan yang seharusnya sudah lama ia dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Takut Berlebihan, Jika Pasanganmu Sedang Ingin Sendirian

Entah karena apa, tiba-tiba pacar bilang jika sedang ingin menarik diri dan ingin sendiri. Tak ingin diganggu dan tak juga mau bertemu sementara waktu. Nah, kalau sudah begini, bukan tak mungkin pikiran kita akan segera dipenuhi berbagai macam perkiraan. Bukannya memperbaiki situasi, perkiraan yang tak berdasar justru kian menambah masalah dalam hubungan. 

Ingat ya, pacarmu juga manusia biasa yang berhak untuk menentukan apa saja dalam hidupnya. Jadi jika sewaktu-waktu dirinya ingin sendiri dulu, tak selalu ia sedang menyembunyikan sesuatu. Daripada menaruh curiga padannya, lebih baik pahami sikap seperti apa yang harus kita lakukan ketika pacar berkata ingin sendirian. 

Jangan Buru-buru Berasumsi yang Bukan-bukan, Jangan Sampai Hubunganmu Makin Runyam

Kita para perempuan memang lebih suka menggunakan perasaannya dalam menghadapi satu masalah. Pacar lama membalas chat dikiranya sedang selingkuh, tidak mengangkat panggilan dianggap sedang bersama perempuan. Iya, daripada berpikir dengan logika yang mungkin adalah kejadian sebenarnya, kita justru lebih suka menerka-nerka dengan ketakutan yang kita punya.

Jadi kalau nanti tiba-tiba pacarmu bilang ingin sendiri, jangan langsung berpikir yang bukan-bukan ya. Karna semua ketakutanmu bisa melahirkan anggapan yang tak benar dan merusak hubungan. Maka, cobalah berpikir dengan tenang. 

Ketika Ia Bilang Ingin Sendiri, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatnya Begini 

Lelaki memang sulit untuk menyuarakan apa yang sedang ia rasakan. Dan keinginannya untuk sendiri sementara waktu tentulah dipicu oleh sesuatu hal. Tak mungkin kan, tiba-tiba saja ia ingin bersikap demikian. Nah, sebelum ia menarik diri dan pergi menenenangkan diri, cobalah kamu korek sedikit apa yang membuatnya demikian.

Ajak ia dalam sebuah obrolan yang secara tak langsung membicarakan alasan keinginan ingin sendiri yang ia sampaikan. Namun, jika ia tetap kekeuh tak mau bercerita, sebaiknya kamu terima saja. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari tahu dari orang lain yang dekat dengan kekasihmu, bisa pada keluarganya atau sehabat-sahabatnya. 

Kalau Memang Dirinya Tetap Ingin Sendiri, Beritahu Ia Jika Kamu Juga Siap Mendengar Apa yang Ingin Ia Bagikan

Sebagai sepasang kekasih, sudah sewajarnya memang kita dan dirinya berbagi dalam segala situasi. Entah itu bahagia atau suka, pastikan jika kamu akan selalu berada dekat dengannya. Bersikaplah bijaksana dengan tak marah karena ia pun tak ingin berbagi masalahnya. 

Hargai dirinya dengan tetap membiarkan ia sendiri sebagaimana waktu yang ia ingini. Sesekali, tetap berikan ia perhatian dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, tidak pula meninggalkan ia sendirian. 

Sementara Ia Sedang Sendiri, Cobalah untuk Menyibukkan Diri 

Tak selalu berdampak buruk untukmu, keinginan kekasih untuk sendiri bisa jadi alasan baik untukmu juga menikmati waktu sendiri. Manfaatkan situasi ini untuk membahagiakan dirimu juga, melakukan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk hubungan berdua. Dan tetap menjaga komunikasi dengan pacar, walau saat ini sedang ingin sendiri-sendiri. 

Lakukan apa saja yang kamu gemari, kunjungi beberapa teman yang sudah lama tak ketemuan. Dengan begitu, isi kepalamu tak lagi hanya tentang pacar yang sedang ingin sendirian. Jika nanti si dia sudah mulai membuka diri, kamu pun akan lebih siap unutk menerimanya. 

Karena Hubungan Hanya Akan Berkembang, Jika Kamu dan Dirinya Saling Menghargai Keputusan

Selain rasa cinta, visi yang sama, komunikasi yang terjaga, sikap saling menghargai satu dengan yang lainnya adalah bagian yang perlu dijaga. Keputusannya yang mungkin terasa janggal ini, memag bisa saja membuatmu marah. Tapi walau ia adalah pacarmu, adda ruang-ruang yang memang sebaiknya tak disentuh.

Biarkan ia sendiri dengan apa yang memang ia lakoni. Kamu hanya butuh memastikan, jika ia tak kenapa-napa dan dirimu akan selalu menunggunya sampai ia selesai dengan kesendirian yang ia inginkan. 

Ini Bukan Salahmu, Ia Hanya Butuh Berdamai dengan Dirinya Tanpa Diganggu 

Berpikir ada yang salah dengan kita sebagai pacar, adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin kita akan mulai membuat daftar semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan. Meski selalu ada kemungkin jika keinginannya untuk sendiri dikarenakan kesalahan yang kita perbuat.

Tetap yakinkan dirimu, jika ini bukanlah salahmu. Kecuali kamu memang tahu, ada kesalahan yang benar-benar fatal baru saja kamu perbuat lantas ia berkata ingin sendiri detik itu juga. Tapi jika situasinya tak seperti itu, yakinlah ini hanyalah satu fase kehidupan yang memang perlu ia jalankan. Jadi jika memang ia ingin sendiri dulu, sungguh kamu tak perlu setakut itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top