Feature

Diri Sendiri Kadang Jadi Kendala Untuk Cita-cita

“Sebab kendala paling besar, tak selalu datang dari faktor eksternal”

Baiklah, coba turunkan sedikit egomu. Barangkali tulisan ini bisa membantumu melihat sisi mana yang sebenarnya jadi penyebabnya. Sehingga hal-hal yang tadinya menjadi cita-cita, hanya sampai sebatas mimpi saja.

Dulu saat masih remaja, kamu pernah berkata, kelak akan menjadi dokter. Sayangnya saat usiamu sudah menginjak dewasa, pembuktian dari perkataan tersebut hanya jadi bualan belaka. Jangankan menjadi dokter, demam sedikit saja kamu sudah kelabakan untuk mengatasinya.

Bukan ingin meremehkan siapa-siapa, tulisan ini dibuat semata-mata untuk jadi bahan bertanya pada masing-masing hati. Siapakah yang salah untuk cita-cita yang tak menjadi nyata?

Merasa Tak Layak Menerima Sesuatu yang Lebih Baik Untuk Hidup yang Dijalani

Jika sebagian orang berlomba untuk hidup yang lebih mumpuni, barangkali diri ini justru sebaliknya. Entah karena tak percaya diri, atau karena memang tak menerima sesuatu yang lebih baik. Dari sini kita mungkin akan sadar, jika alasan mengapa hidup kita terasa monoton dan tak berubah. Ternyata bisa karena diri kita sendiri, bukan orang lain.

Sebab sekeras apa pun dorongan yang datang dari luar diri, hanya akan percuma jika kita sendiri tak berniat untuk berubah. Rendah diri itu tentu perlu, namun merendahkan diri hanya karena beberapa alasan tentu bukanlah jawaban. Sebab setiap manusia yang ada, punya porsi yang sama. Hal yang membedakan kita dengan yang lain, adalah bagaimana kita bisa termotivasi oleh diri sendiri.

Terlalu Nyaman dengan Kehidupan yang Kini Sedang Dijalani

Kemampuan mengejar cita-cita jadi sebuah ajang yang memang mengharuskan kita untuk terus berkembang. Hal-hal buruk yang hari ini terjadi, tak boleh diulangi lagi.  Dan salah satu musuh terbesar yang sering dilawan adalah rasa nyaman.  

Kita terlalu terlena untuk hal-hal yang seharusnya masih bisa berubah. Bukan ingin menakut-nakutimu, tapi percaya atau tidak rasa nyaman jadi penghambat cita-citamu.

Baru punya kemampuan sedikit, kita sudah berpikir jika diri ini yang paling benar sehingga tak perlu lagi belajar. Jangan terlalu cepat berpuas diri, sebab hal baik kadang tak selamanya singgah. Kita harus siap sedia untuk mengatasi kemungkinan lain yang mungkin akan datang.

Benak Kita Terlalu Banyak Dipenuhi Hal-hal yang Sudah Pasti, Dan Tak Ingin Dibebani dengan Hal yang Berat Lagi

Kamu harus tahu, jika kita sedang berada pada kehidupan nyata yang sesungguhnya. Bukan sedang berada pada alam halusinasi atau alur sinetron murahan. Tak ada masa indah yang tanpa halangan. Dan hal serupa juga berlaku untuk menggenapkan cita-cita yang kita inginkan.

Sebelum nanti bisa mendapatkan apa yang diinginkan, kita mungkin akan menjajaki kegagalan dulu. Namun sebagian orang, justru mengalami hal yang sebaliknya. Sukses dulu, kemudian gagal lagi. Tak masalah, karena memang begitulah porsinya.

Meski akan terlihat payah dimata orang, hal ini justru lebih baik untuk dilakukan. Daripada kamu akan sibuk bertahan pada ketakutan yang tak membuatmu mencoba apa-apa.

Terlalu Takut Untuk Memulai dari Mana, Sehingga Lelap dalam Situasi yang Sama

Yah wajar memang jika ada kalanya kita merasa bingung akan melakukan apa. Meski gambarannya sudah pernah terpikirkan sebelumnya, tapi eksekusinya jadi sesuatu yang terbilang cukup susah.

Ketika orang lain tengah sibuk untuk mengasah kemampuannya, kita masih sibuk mencari cara. Langkah mana yang akan dijadikan awalan untuk cerita, hingga bagaimana nanti kita menjadikan semua keinginan menjadi nyata.

Tak perlu takut, atau merasa dirimu tak layak untuk mendapatkannya. Pelan-pelan bukanlah mata dan pikiranmu, untuk memilah hal-hal kecil yang memang berhubungan dengan impianmu. Ini akan jadi langkah sederhana yang membantu kita meraih mimpi.

Dan Terkontaminasi Oleh Bualan Orang, Padahal Belum Tentu Apa yang Dia Bilang Benar

Kita jelas butuh saran, tapi pihak yang berhak menentukan hanyalah diri kita seorang. Rambut di kepala mungkin serupa hitam, namun hal-hal lain yang kadang kamu pikirkan tak selalu sejalan dengan yang orang lain bayangkan.

Sebab ketika kamu akan berkata bahwa menjadi pengusaha itu baik, temanmu bisa saja berkomentar jika profesi pengusaha bukanlah sebuah cita-cita. Selanjutnya, kita memang tak bisa menolak pandangannya. Sebab setiap orang memiliki, pemikiran yang berbeda.

Akan tetapi, harusnya kamu tak termakan rayuan dari mereka, dengan berpikir bahwa apa kata orang lain selalu benar. Belajarlah menghargai dirimu sendiri dengan percaya bahwa kamulah yang benar. Asal sesuai porsinya, hal itu akan baik untuk keinginan yang akan dijadikan nyata.

Ini bukanlah situasi yang langka, sebab sebagian besar dari kita yang mengaku masih belum sukses atas pencapaian diri. Bisa jadi kitalah yang bersalah atas situasi ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lalu Muhammad Zohri Berhasil Pecahkan Rekor Manusia Tercepat se-Asia Tenggara

Pelari putra Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, berhasil menorehkan rekor jadi menusia tercepat dalam kategori lari 100 meter pada Kejuaraan Atletik Asia 2019 yang diselenggarakan di Doha, Qatar, pada 21-24 April. Dengan demikian, keberhasilannya tersebut sekaligus merebut posisi seniornya, Suryo Agung yang sebelumnya tercatat sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara sejak 2009 lalu.

Pada perlombaan yang berlangsung Senin (22/4/2019), Zohri menorehkan waktu 10,15 detik. Padahal sebelumnya, rekor Suryo adalah 10,17 detik yang tercipta saat SEA Games 2009 di Laos. Namun, meski demikian, Zohri hanya menjadi runner-up pada perlombaan tersebut. Sebab dirinya kalah dari pelari asal Jepang, Yoshihide Kiryu, yang menorehkan catatan 10,12 detik.

“Alhamdulillah bisa memecahkan rekor nasional, Memang sejak awal sudah menjadi harapan Zohri untuk memecahkan rekornas Suryo Agung,” ujar pelatih Zohri, Eni Nuraeni, dalam siaran pers yang diterima media.

Selanjutnya, Zohri dan lima pelari lain melaju ke final. Dimana perlombaan akan diselenggarakan pada Selasa (23/4/2019) pukul 00.20 WIB. Lima pelari lain yang dimaksud ialah Kiryu, Andrew Fisher (Bahrain), Ryota Yamagata (Jepang), Wu Zhiqiang (China), dan Kim Kuk-young (Korea Selatan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berdampak Buruk Bagi Lingkungan, Tulus Semangat Kurangi Penggunaan Plastik

Penyanyi Tulus mengaku semakin giat dalam mengurangi penggunaan plastik setelah tahu jika dampaknya cukup berbahaya bagi lingkungan.

“Sebenarnya yang paling bikin saya semangat adalah sudah mengetahui lama kalau plastik itu sulit diuraikan tetapi sayangnya saya pribadi mengakui bahwa saya pun belum dewasa ternyata dalam penggunaan plastik,” ucap seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/4).

Lantaran bahaya plastik bagi lingkungan dalam jangka panjang, pelantun “Teman Hidup” ini sekarang lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik.

“Jadi selain saya belajar banyak tentang lebih bijak menggunakan plastik dalam keseharian, yang kedua saya ikut sumbang-sumbang lah, sumbang suara dikit untuk karya (pameran) yang dibangun Felix (seniman) dan Mbak Citra,” ucapnya.

Tulus berharap apa yang ia lakukan dapat memberi pengaruh terhadap sekitar untuk turut serta menggiatkan pengurangan penggunaan plastik.

“Saya semangat karena saya yakini ini bukan seru-seruan bersama tapi yang lebih berartinya justru bisa jadi manusia yang lebih dewasa dalam menggunakan plastik. Mudah-mudahan nanti saya bisa kasih tahu ke sekitar,” imbuhnya.

Tulus menjadi salah satu orang yang terlibat dalam pameran Laut Kita yang digagas oleh seniman instalasi Felix Tjahjadi. Selain Tulus, beberapa rekan artis lain seperti Dian Sastrowardoyo, dan Nicholas Saputra juga terlibat dalam pameran yang digelar untuk mengampanyekan bahaya plastik bagi lingkungan. Pameran itu sendiri digelar di Function Hall Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cinta Laura Buka Dua Bisnis Guna Menyelamatkan Lingkungan

Aktris Cinta Laura berencana membuka dua lini bisnis yang membawa misi tentang lingkungan hidup dan sosial. Bisnis pertamanya yaitu minuman sehat. Cinta mengatakan, ia ingin memotivasi orang-orang untuk hidup lebih sehat. Produk sehat yang dimaksud Cinta selain untuk tubuh manusia juga untuk lingkungan hidup.

“Sekarang banyak selebriti yang punya produk minuman kayak kopi dan lain-lain, mine very different dan juga environmentally friendly, kami sama sekali enggak pakai plastik, botolnya saja gelas,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/4).

Selain minuman, Cinta juga akan membuka lini bisnis aksesoris berupa gelang. Selain mengunggulkan kualitasnya, Cinta rupanya akan menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan-kegiatan bertema sosial.

“Ada gelang yang profitnya bakal sebagian kami donate ke korban bencana alam, karena akhir-akhir ini banyak banget bencana alam di Indonesia. Jadi I want my product good to massa. Aku pingin apapun yang aku keluarin itu juga beneficial (punya manfaat) buat semua orang,” ujarnya lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top