Trending

Dikira Pasangan Gay Padahal Kakak Adik: Sebuah Pelajaran “Pikir Dulu Sebelum Posting”

Setelah dicap gay dan videonya dibagikan oleh ribuan orang, dengan tiga juta lebih komentar. Akhirnya objek di video yang dibagikan buka suara. Ya, ini perihal sebuah video yang pada hari kamis tanggal 21 Desember 2017 lalu dibagikan seorang perempuan bernama Sri Mulyani di laman sosial media facebook.

Memang sih video tersebut memperlihatkan mereka sedang berpelukan, tatkala berhenti di salah satu perlintasan kereta di Jakarta Selatan. Alih-alih memastikan mereka berdua siapa, nampaknya hasrat untuk berbagi cerita agar di lirik lebih besar dari keinginan untuk tahu kepastian sebuah fakta.

Kasus lain yang kemarin marak adalah kampanye CELUP. Mereka mengimingi orang lain untuk memfoto orang lain yang terlihat bermesaran di tempat umum, untuk kemudian dikirimkan ke sosial media milik CELUP. Kelompok ini bahkan mengiming-imingi hadiah pulsa bagi pengirim.

Kampanye yang secara serampangan mengatasnamakan moral ini dipelopori oleh mahasiswa semester 5 dari jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya (biasa disingkat dengan UPN Veteran Jatim atau UPNVJT) dengan koordinator kampanye yang bernama Fadhli Zaky.

Padahal metode macam ini jelas melanggar hukum dari segi privasi dan ancaman hukuman bagi yang asal cekrek dan upload juga tak main-main. Belum lagi tak ada cek n ricek pasti soal siapa orang yang difoto. Bagaimana kalau pasangan resmi? Bagaimana kalau saudara? Serta bagaimana-bagaimana lainnya yang tak pernah dipikirkan oleh si pembuat kampanye yang sekarang sudah menonaktifkan akunnya itu.

Asal Main Posting Tanpa Mau Kroscek Lebih Dulu, Tentu Bukanlah Perbuatan yang Patut Ditiru

“Tadinya mtrnya mau ku tendang, tp krna kakiku gak sampe akhrnya hanya ku tegur. Maaf jika tindakanku salah…Kalau aku gak suka ya ku labrak.”

Di kasus srimulyani, begitu kira-kira Sang pengunggah memberi keterangan atas video yang dibagikannya. Ia mengaku baru saja bertemu dengan dua laki-laki ini ketika di jalan pulang. Memang ia tak berkata secara langsung bahwa dua laki-laki itu adalah gay. Namun kalimat yang ia pakai, bernama menggiring opini publik bahwa mereka ada pasangan sejenis, yang sedang bermesraan di jalanan. 

Padahal jelas-jelas, di dalam video tersebut ketika sang pengunggah berkata “Hey sir! Don’t do that! Please. Ok? Respect my people,” salah seorang dari laki-laki itu berkata  “We just kidding. My brother.” yang berarti mereka adalah dua orang saudara laki-laki.

Namun tanpa mencoba untuk memverifikasi hal tersebut, Sri Mulyani justru buru-buru untuk mengunggah video hasil remakanannya di laman facebook. Bahkan di tarik dan di repost ulang oleh beberapa media massa tak terkecuali media gosip pada jejaring Instagram juga.

 

Sebagai Pengunggah Kita Mungkin Senang, Tapi Jauh Lebih Baik Jika Coba Untuk Berprasangka yang Benar

Di laman media sosial, semua orang memang ingin di dengar. Siapa saja bebas bersuara dan menyuarakan pendapatnya. Seolah lupa jika setiap orang juga punya hak yang sama. Sebagian orang berpikir bahwa jika ia punya konten yang dianggap menarik, maka ia bebas untuk mengunggahnya.

Tapi belajar dari kasus yang video dua laki-laki yang dianggap gay ini kita bisa berkaca bahwa mencoba untuk menanggalkan pikiran-pikiran buruk jauh lebih baik daripada harus buru-buru memvonis mereka bersalah.

Sebab setelah di Bully oleh banyak orang di internet, akhirnya salah satu dari kerabat mereka membuka suara bahwa dua orang laki-laki tersebut adalah saudara kandung yang sudah 4 tahun tak bertemu. Coba bayangkan, kerinduanmu kepada sang kakak justru berakhir dengan caci maki yang tak bisa dibendung hanya karena sang pengunggah tak tahu betul apa yang menjadi faktanya.

 

Haus Akan Pujian, Kadang Kala Urusan Orang Lain Kita Jadikan Bahan Pergunjingan

Pada postingan berikut setelah tahu bahwa laki-laki yang ia jadikan objek pada video yang dibagikannya, bukanlah pasangan gay seperti yang dituduhkan orang-orang. Pada 23 Desember 2017, Sri Mulyani yang menjadi induk dari viralnya berita tersebut kembali membuka suara yang berisi ucapan minta maaf.

Tidak ada maksud untuk terkenal atau menjelekkan orang lain. Niat saya hanya kalau kita melihat yang tidak layak, tolong tegur, kita wajib untuk itu.” kalimat ini jadi salah satu bagian penggalan kalimat ucapan maaf dari Sri Mulyani. Dan benar memang sebagai penggugah ia sudah meminta maaf, karena telah dihubungi pula oleh kerabat dari yang bersangkutan.

Namun salah satu pengacara publik di LBH Jakarta, Alldo Felix Januardy pada wawancara kepada bbc, mengatakan bahwa seharusnya kita paham memang ada kebebasan seseorang untuk menggunggah atau membuat konten di media sosial, namun kebebasan itu harus dibedakan antara ekspresi publik dan opini yang sifatnya serangan terhadap pribadi atau masukan terhadap pribadi seseorang.

 

Berpikir Bahwa Tuduhan Kita Benar, Hal Lain yang Sesungguhnya Sedang Kita Lakukan Adalah Mengusik Privasi Orang

Di awal hari video kakak beradik itu viral, sebagian besar orang mendukung perbuatan yang telah dilakukan oleh sang pengunggah video. Perempuan ini dinilai sudah melakukan sesuatu yang benar, menegur orang lain yang dianggap salah karena konon sudah melakukan perbuatan yang tak seharusnya.

Begitu juga dengan greakan CELUP. Tak sedikit juga yang mendukung kampanye ini dengan mengatasnamakan moralitas. Padahal kenyataannya tak secetek dan semudah yang diu nggah oleh akun CELUP itu.

Sekilas tak ada yang salah memang dari sebuah perbuatan yang bertujuan untuk mengingatkan orang. Namun kadang kala hal yang membuat kita salah dalam mengartikan perbuatan diri sendiri, adalah bagaimana cara kita mencerna apa yang sedang dilakukan oleh orang lain hanya dari sudut pandang kita saja. 

 

Terlihat Sepele, Tapi Karena Perilaku Sok Taumu Itu Bisa Membuatmu Diperjara!

Orang macam Sri Mulyani atau CELUP mungkin merasa bisa melenggang. Padahal, banyak pasal hukum yang bisa menjerat mereka. Misalnya pasal 27(3) UU 11/2008 yang berbunyi, “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Masih merasa bisa kebal hukum?

Ada Pasal lain. Yaitu, Jika seseorang menuduh orang lain atas suatu pelanggaran pidana, tidak memberikan bukti yang cukup, tidak membuktikannya sama sekali, atau dibuktikan bahwa tuduhan tersebut bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun, sebagaimana diatur di bawah pasal 311 KUHP.

Itu baru sebagian pasal dari sederet konsekuensi hukum, posting asal-asalan soal privacy orang lain. Kalau kamu tak hati-hati berlagak keren jadi polisi moral malah bisa bikin kamu di bawa ke kantor polisi sungguhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ada kesempatan nonton MotoGP Sepang Lagi Nih, Kamu Mau?

MotoGP 2018 memang makin seru. Banyak kejutan datang dari sejumlah pembalap. Salah satunya datanfg dari Alex Rins. Persiapan matang Team Suzuki Ecstar MotoGP dalam menghadapi seri ke-8 MotoGP yang diadakan di TT Assen Circuit, Belanda (1 Juli 2018) kemarin, membuahkan hasil yang sangat positif dan menggembirakan.

Di tengah persaingan ketat yang terjadi sejak awal hingga akhir balapan, Alex Rins mampu memberikan penampilan terbaik dalam menunjukan kualitas performa Suzuki sekaligus menunjukan tajinya di jajaran Top MotoGP Riders, hingga sukses merebut podium kemenangan di posisi ke-2 pada ketika bendera finish dikibarkan.
Meski memulai dari posisi 9, cuaca cerah di sirkuit yang mendapat julukan “The Cathedral of Speed” tersebut memberikan kepercayaan diri bagi Alex Rins, dalam menunjukan ancaman serius bagi sesama tim-tim pabrikan yang bertanding di MotoGP. Tak butuh waktu lama hanya sampai di tikungan ke-5, Alex Rins sudah memberikan perlawanan serius hingga masuk ke barisan terdepan.

Balap di TT Assen Circuit ini pun tergolong menjadi salah satu atraksi terbaik selama MotoGP musim 2018, karena ketegangan demi ketegangan terus terjadi di 5 posisi terdepan hingga akhir balapan. Tidak sedikit aksi salip menyalip yang membuat pergantian posisi menjadi sulit ditebak, terlebih beberapa kontak antar pebalap dalam kecepatan tinggi membuat persaingan menjadi lebih menarik untuk disimak.

Kemahiran Alex Rins untuk mengambil momentum dan memacu Suzuki GSX-RR didukung oleh persiapan setting motor yang baik dan pemilihan jenis ban yang tepat, sehingga Suzuki GSX-RR nya tetap mendapatkan grip terbaik di setiap aksi overtaking yang terjadi di berbagai tikungan dan akselerasi penuh di lintasan lurus.

Pencapaian terbaik Team Suzuki Ecstar MotoGP di TT Assen Circuit tahun ini menunjukan peningkatan progress yang sangat positif dibandingkan musim balap 2017, dimana pada saat itu Team Suzuki Ecstar MotoGP belum pernah merasakan panggung podium sama sekali. Prestasi perolehan 4 podium di tengah musim 2018 ini akan menjadi tolak ukur dan semangat yang lebih baik hingga akhir musim 2018 dan lebih serius mengumpulkan podium di musim 2019.

Liat Di Layar Kaca sudah Seru, Apalagi Kalau Langsung

Aksi Seru Macam begini diduga kuat akan terus berlangsung hingga akhir musim. Karena itu tentu seru kalau bisa menyaksikan aksi para pembalap ini berlaga di sirukit secara langsung.

Nah salah satu yang bisa kita ikuti adalah  Suzuki Ready To MotoGP 2018. Program yang berlangsung dari 1 Juli hingga 30 September 2018 ini memberikan kesempatan bagi puluhan orang konsumen baru Suzuki yang paling beruntung untuk dapat menonton serunya balap MotoGP secara langsung di Sepang International Circuit, Malaysia pada bulan November 2018 nanti.

Program Suzuki Ready To MotoGP 2018 dapat diikuti oleh konsumen yang melakukan pembelian produk Suzuki All New Satria F150, GSX-R150 dan GSX-S150 selama periode 1 Juli hingga 30 September 2018, baik di dealer maupun di pameran Suzuki yang sedang berlangsung di berbagai daerah. Setiap konsumen yang telah berhasil melakukan pembelian akan berhak mendapatkan satu (1) lembar kupon undian yang wajib diisi dengan lengkap, dan akan diikutsertakan pada pengundian program yang dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2018. Setelah itu, pemenang yang terpilih akan diumumkan melalui website resmi www.suzuki.co.id dan akun Facebook Fanpage resmi Suzuki Motorcycles Indonesia. Pajak undian ditanggung oleh PT. Suzuki Indomobil Sales.

Para pemenang program nantinya akan mendapatkan beragam keuntungan seperti tiket nonton MotoGP di Sepang, tiket pesawat pulang pergi Jakarta – Kuala Lumpur – Jakarta, penginapan dan juga akomodasi selama berada di Malaysia. Pastinya para pemenang akan merasa puas dan gembira bisa berwisata dan nonton balap MotoGP secara langsung bersama Suzuki.

Jadi hayuk bersiap menonton langsung gelaran MotoGP!

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Mengapa WhatsApp Jadi Salah Satu Aplikasi yang Paling Banyak Diblokir di Dunia?

Di zaman yang serba modern ini tentu setiap orang seolah tak bisa dipisahkan dengan kecanggihan teknologi khususnya media sosial. Media sosial seolah menjadi candu bagi setiap orang di dunia ini. Nah, salah satu media sosial yang ramai digunakan oleh masyarakat dunia adalah WhatsApp. Tahukah kamu, ternyata di beberapa negara, aplikasi ini telah diblokir dengan alasan berikut.

1. WhatsApp Dianggap Berbahaya Bagi Keamanan Negara

Mereka berfikir bahwa chatting WhatsApp seringkali dimanfaatkan oleh kaum ekstrimis dalam menyebarkan berita hoax dan propaganda yang memiliki potensi besar untuk mengganggu keamanan sebuah negara. Sehingga di beberapa negara seperti Pakistan sampai Azerbeijan yang rawan konflik, aplikasi ini harus segera dihapuskan untuk mencegah adanya konflik yang lebih besar.

2. WhatsApp Dianggap Tak Mau Bekerjasama dengan Pemerintah dalam Memberantas Kriminal

Adanya fitur enkripsi WhatsApp dimana fitur ini berguna untuk menjaga privasi penggunanya membuat Pemerintah menganggap bahwa pihak WhatsApp tidak mau bekerjasama. Pemblokiran ini sudah dilakukan Brasil dan masih dipertimbangkan di negara-negara seperti India, Inggris, Jerman dan Perancis.

3. WhatsApp Menjadi Ancaman Bagi Produk Lokal

Ada beberapa negara yang ingin mengamankan produk lokal mereka sendiri sehingga menolak adanya produk luar. Hal ini sudah dilakukan oleh Negara Cina dan Uni Emirat Arab. Kedua negara ini memiliki alasan ingin memajukan produk lokalnya, seperti Dubai Talk yang dimiliki oleh Uni Emirat Arab.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Seperti Luka Hati, Trauma Naik Motor Juga Bisa Diobati

Sebelum menjajal sesuatu, setiap kita pastilah punya rasa khawatir yang berbeda-beda. Dan hal serupa juga mungkin akan kita rasakan, ketika ingin mencoba untuk mengendarai sepeda motor. Apalagi jika sebelumnya, kita punya cerita tak enak dalam hal berkendara. Bahkan sebelum mencoba untuk berkendara kembali, bukan tak mungkin pula kita justru berpikir yang tidak-tidak.

Bayang-bayang kejadian tak enak, wajar jika masih jadi ketakutan. Tapi yang namanya rasa takut hanya bisa kita lawan dengan keberanian. Untuk itulah, kita perlu melawannya dengan mencoba naik motor lagi.

Langkah Pertama, Cari Tahu Terlebih Dahulu Apa yang Membuat Kamu Takut

Dari penjelasan David, rasa takut yang biasanya ia rasakan mungkin cemas, canggung dan kewalahan. Nah, untuk bisa kembali naik motor dan mampu memberanikan diri. Kita harus tahu, hal apa yang menjadi sumber ketakutan. Entah trauma karena pernah kecelakaan, melihat orang lain jatuh, atau berbagai macam sumber ketakutan lainnya.

Jangan buru-buru merasa tak mampu, karena kita hanya butuh menumbuhkan kembali rasa percaya dalam diri atas kemampuan kita. Yakinlah, bahwa kita hanya butuh menghilangkan rasa trauma itu terlebih dahulu. Jika memang dirasa sudah mulai bisa berdamai, kita boleh melanjutkannya ke langkah berikutnya.

Setelah Itu, Belajarlah Untuk Mulai Memberanikan Diri

Setiap orang pastilah punya kesiapan dan keberanian yang berbeda. Tak perlu buru-buru untuk melakukannya, cukup ikuti kata hati saja. Jika memang rasa berani sudah kembali ada pada diri, dengan sigap kita boleh mencoba untuk naik motor kembali.

Situasi seperti ini akan membantu kita lebih mudah menghilangkan kekhawatiran dalam diri. Sebab kondisi hati dan jiwa yang sedang yakin, kadang bisa melemah lagi jika tak buru-buru terjun langsung ke lapangan untuk kembali menaiki roda dua kesayangan.

Kamu Harus Paham Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Sesuatu di Jalan

Sebagai modal untuk berjaga-jaga, kita memang harus paham apa saja yang akan dilakukan dalam hal berkendara. Karena aktivitas ini tentu bukan hanya perihal, naik dan duduk manis di atas roda dua saja. Tapi juga tentang, bagaimana kesiapan diri untuk menghadapi apa saja yang terjadi selama di jalanan.

Kita perlu tahu, jika sedang terjatuh dan tergelincir di jalanan usahakan untuk tidak terus menarik gas, lalu jika sedang macet atur kecepatan, dan berbagai macam teknik lain yang memang perlu untuk dikuasi dalam hal naik motor sendiri.

Pastikan Kamu Sudah Punya SIM dan Latih Daya Ingat Untuk Menghafal Petunjuk Jalanan

Demi menghindari diri dari tindakan tilang dan pelanggaran yang ada, Surat Izin Mengemudi jadi salah satu hal wajib yang juga harus kita penuhi terlebih dahulu. Kan tak lucu, sudah siap-siap untuk bepergian dengan keberanian naik motor yang terlatih. Kita tak boleh melanjutkan perjalanan karena lupa untuk membuat surat izin berkendara.

Sejalan dengan itu, kesiapan lain yang juga harus kita perlu kuasai adalah memaknai rambu-rambu jalan. Kamu harus tahu, lokasi mana saja yang boleh berhenti dan tidak. Persimpangan mana yang bisa belok ke kiri langsung atau ke kanan. Karena salah melanggar rambu jalan, kita juga bisa ditilang loh.

Dan Evaluasi Kemampuan Berkendara dengan Roda Dua yang Tepat

Demi memudahkan kita menghilangkan rasa takut, motor jenis skuter matic barangkali jadi sesuatu yang cukup membantu. Jika masih bingung untuk menentukan pilihan motor mana yang akan ditunggangi untuk menghilangkan trauma ini. Suzuki Nex II jadi kendaraan roda dua yang siap untuk menemanimu berkendara.

Beberapa hal yang juga akan memudahkan kita untuk mencoba naik motor kembali adalah, fitur Elektrik Starter terbarunya jadi kelebihan pertama yang akan membantu kita menyalakan motor dengan mudah. Selain itu, Suzuki Nex II ini juga hadir dengan panjang dan body yang lebih panjang dan lebar dari seri sebelumnya, yakni 1.890 mm untuk panjangnya, 675 mm untuk lebar dan 1.045 mm untuk tingginya. Jadi tak perlu takut kewalahan, sebab meski kamu berbadan besar atau sedang. Motor ini masih bisa dijadikan teman yang pas untuk berkendara di jalanan.

Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara. Kompartemen lain  yang juga disematkan padda sisi kanan dan kiri sebagai tempat untuk menaruh barang bawaan yang cukup banyak. Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone.

Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda.Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

 

Jadi kita bisa menyesuaikan kendaraan dengan masing-masing karakter dan penampilan yang diinginkan. Meski sedang berusaha belajar menghilangkan trauma naik motor, tak salah kan jika kita ingin tetap terlihat keren. Yap, serupa dengan tagline dari Suzuki, kendaraan roda dua milik mereka ini memang adalah #KerenCaraBaru yang layak dijadikan pilihan.

Buat kamu yang senang warna-warna cerah tanpa banyak grafis bisa memilih varian yang standar. Sementara sporty runner cocok untuk kamu yang aktif karena desain grafisnya yang menyiratkan hal ini. Untuk yang gemar tampilan stylish bisa memilih fancy dynamic. Pilihan terakhir untuk kamu yang senang kemewahan ada warna polos doff di varian Elegant dan Elegant Premium. Tunggu apa lagi? Hilangkan trauma naik motor dengan cara-cara yang sudah dijelaskan tadi, dengan menunggangi motor Suzuki Nex II.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top