Feature

Dibuat Nyaman Sebelum Jadian Lalu Mendadak Pergi Tanpa Alasan, Itu Sakit!

Halo Sahabatku!

Sudah lebih dari setahun kamu bak katak dalam tempurung yang memilih berdiam diri dengan suasana hati seperti ini. Tanpa harapan, cerita, dan juga cinta. Tak tahu apa yang sedang terjadi padamu, hanya saja aku merasa kamu seperti dipermainkan masa lalu dan segala cerita pilu tentangmu. Mungkin benar, hanya waktu yang akan mampu menjawab setiap ragu dalam benakmu itu.

Baik diriku dan orang di sekitarmu pun tak tahu rasanya mengembalikan semangat hidupmu yang seperti dulu. Hingga akhirnya kamu diizinkan untuk bertemu orang baru itu. Semula kuharap, dialah yang mampu memberi rona indah pada hidupmu. Tapi sepertinya tidak begitu. Tuhan ingin kamu kembali belajar arti sebuah penantian agar kamu semakin tegar.

Ingatkah Kamu, Betapa Bahagianya Dirimu Saat Dia yang Tak Diduga-duga Itu datang Dan Mengajakmu Berkenalan?

Senyummu mengembang penuh arti saat dia mengontakmu lewat pesan instan dan menunjukkan itikadnya untuk berkenalan. Sebagai sahabat, aku ikut senang sekaligus bangga karena akulah orang pertama yang kamu beri tahu. Betapa hari itu terasa berbeda untukmu bukan? Tak masalah ketika akhirnya intensitas obrolan kita jadi berkurang, lantaran kamu perlu mengenalnya lebih jauh lagi. Kulihat dari caranya berkenalan, dia memang sosok yang tahu sopan santun. Setidaknya saat itu adalah awal yang baik untuk kalian berdua.

Kekuranganmu Adalah Mudah Jenuh, Tapi Tutur Kata Darinya Selalu Berhasil Membuatmu Luluh

Sekian tahun aku mengenalmu, tak ada lagi yang perlu disembunyikan dengan segala sifat aslimu itu Kawan. Aku tahu kamu pernah gagal, salah satu alasannya karena kamu sulit berdamai dengan rasa jenuhmu. Bagaimana pun, suatu saat nanti aku yakin kamu dapat mengatasinya. Sampai akhirnya kamu bertemu dia. Betapa bahagianya kamu kala menggulirkan rangkaian cerita tentangnya. Entah tentang kisah hidupnya, janji yang ingin diwujudkan bersamamu, hingga kata-kata manis yang menunjukkan kamu begitu istimewa di matanya. Harapku saat itu, dialah sosok yang mampu membuatmu berdamai dengan rasa jenuh.

Semua Kenyaman Ini Membuat Kamu dan Dia Terjebak Pada Sebuah Titik yang Membuat Kalian Sulit Beranjak

Mengaku saja, kamu sudah merasa begitu nyaman seiring perkenalan dan kedekatanmu dengannya bukan? Aku memakluminya. Hanya saja, kalau ikatan kamu dengannya hanya berdasar kenyamanan, mau dibawa kemana hubungan kalian? Atau hal yang lebih buruk bisa terjadi yaitu ketika kalian sama-sama nyaman, tapi kalian trauma dengan kisah lalu dan segala komitmen yang pernah dibuat dengan orang-orang terdahulu.

Aku selalu mengingatkanmu agar setidaknya kamu mengajaknya berdiskusi tentang arah hubungan kalian. Setiap hal yang abu-abu sangat sukar untuk dijelaskan. Lantas apakah jawabmu jika seseorang selain aku bertanya perihal statusmu dengannya?

Kuakui Kali Ini Kamu Sedang Jatuh Hati, Ini Jelas Sudah Lebih dari Rasa Nyaman Pada Seorang Teman

Teruntukmu sahabatku yang kini sedang dibuai perasaan jatuh hati, akui saja, kamu dan dia tak akan bisa terus berjalan bersama dengan label teman belaka. Kalau dia tak kunjung memberi sinyal, justru hal itu membuatku khawatir, akankah dia serius terhadapmu atau tidak. Kekhawatiranku beralasan, aku tak ingin kamu membuang waktu hanya demi dia yang membuatmu terombang-ambing pada akhirnya. Dengan penuh rasa hormat, kumohon  tanyakan lagi pada hatimu, sudah benarkah pilihanmu yang sekarang ini?

Namun Saat Harapan Mulai Tumbuh di Dalam Dada, Ternyata Dia Justru Pergi dengan Seenaknya

Satu hal yang paling menyakitkan dalam proses pendekatan adalah ketika akhirnya dia memilih menyudahi proses itu dengan sepihak. Setiap asa dan cerita yang telah bergulir, juga waktu yang sudah kamu berikan padanya, nyatanya tak berbalas apa-apa.

Mungkin kamu bisa tegar, tapi tidak denganku sebagai sahabatmu. Aku sedih melihatmu yang terlanjur mengukir harapan untuk bersamanya, tapi akhirnya hanya dihempaskannya begitu saja. Tak cuma kamu yang pilu, segala sesak di dada pun aku rasakan. Sebagai sahabat, aku percaya pada ketegaranmu. Hal itu mampu membebat setiap luka yang terlanjur menggores. Kapan pun kamu perlu teman untuk berbagi cerita, aku akan selalu ada untukmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top