Community

Dibalik Kemarahan Ibu Padamu Sesungguhnya Ada Harapan Anaknya Menjadi Lebih Baik

Kasih sayang seorang ibu tidak pernah bisa digantikan dengan apapun di dunia ini. Begitu pun ketika ibu memarahi anak kesayangannya. Hal tersebut bukan hanya karena emosi semata, tetapi dicampur dengan perhatian dan juga rasa sayangnya pada sang anak. Terkadang anak susah diberitahu sehingga ibu terkadang harus memperingatinya dengan nada bicara yang tinggi.

Memarahi anak terkadang perlu dilakukan untuk memberi efek jera pada anak agar ia tidak mengulangi kesalahannya. Tapi percayalah, sebenarnya seorang ibu tidak suka jika harus membentak anak yang sudah ia kandung selama sembilan bulan lamanya.

Ketahuilah Ibu Memarahimu Karena Tidak Ingin Kamu Terjebak Masalah

Ketika kamu sebagai anak melakukan kesalahan, apalagi di luar jangkauan rumah. Ibulah yang menjadi sosok pertama yang akan merasa khawatir. Setiap ibu tentunya tidak ingin anaknya mendapatkan masalah apalagi sampai berurusan dengan polisi. Sebandel-bandelnya kamu, pasti ia tidak ingin anaknya sampai masuk penjara.

Ia mungkin akan memarahimu, menasihatimu panjang lebar, tetapi kemudian ia akan memelukmu dengan erat dan berbisik, “semuanya akan baik-baik saja” untuk menenangkan hatimu. Maka dari itu, jangan berburuk sangka dulu ketika ibu memarahimu.

Ketika Kamu Dimarahi Ibu, Itu Merupakan Salah Satu Bentuk Kasih Sayangnya Padamu

Begitu banyak ungkapan kasih sayang dari seorang ibu. Memarahi dengan nasihat adalah salah satunya. Marahnya seorang ibu umumnya berlandaskan alasan yang jelas. Ibumu tidak akan marah jika kamu tidak berbuat yang menurutnya salah. Percaya saja pada ibumu, hadapi dengan penuh kesabaran. Selalu berpikir positif dan jangan melawan ketika ibu sedang memberi nasihat.

Cerewetnya Ibu Adalah Perhatian

Kamu mungkin sering jengkel ketika ibu mulai cerewet melontarkan kata-kata yang sama setiap hari. Selalu merintahkan hal yang sama setiap hari. Kata-kata yang dimaksud seperti, menyuruhmu bangun pagi, menyapu rumah, membersihkan halaman rumah, mandi dari pagi, selalu membuang sampah pada tempatnya, dan lain-lain.

Cerewetnya ibu itu adalah salah satu bentuk perhatian untuk membentuk sikapmu. Ia ingin anaknya jadi orang yang rapid an bersih, sehingga suatu hari kelak ketika ia sudah tidak ada di dunia. Maka kamu sudah terbiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah secara mandiri.

Rumah Akan Terasa Hampa Tanpa Omelan Ibumu Di Pagi Hari

“Bangun! Anak perawan jam segini belum mandi!”

“Cuci piring!”

“Setrika baju!”

“Kerja gak becus! Pekerjaan gampang gini aja gak bisa!”

Omelan-omelan seperti itu pastinya sudah tidak asing di telinga kamu. Percaya deh, ketika kamu merantau atau menikah dan tinggal di rumah yang terpisah dari orang tua kamu akan rindu dengan suara omelan ibumu yang selalu mengisi hari-harimu.

Kamu rindu dengan ibu yang tak pernah lelah merawatmu meskipun kamu selalu tidak menuruti perintahnya. Ya, dialah ibu yang selalu mewarnai hari-harimu dengan penuh kebahagiaan meskipun dengan omelan.

Ibumu Marah Bukan Berarti Dia Membencimu

Kamu merasa setiap hari ibumu memarahimu. Selalu saja ada tindakanmu yang salah di matamu. Kamu mulai berpikir apakah ibumu tidak sayang padamu? Apakah dia membencimu? Tapi kenapa?

Jangan berburuk sangka dulu pada ibu yang telah merawat kita selama ini. Dia memarahimu bukan karena dia membencimu. Ia berbicara dengan nada tinggi dan wajah cemberut bukan berarti ia marah padamu. Hanya saja, ibu terkadang tidak tahu bagaimana harus berkespresi di depan anaknya karena merasa ia tidak dekat denganmu.

Maka dari itu, agar hubunganmu dengan ibu membaik. Cobalah dekati ia terlebih dahulu. Mendekati ibu dan mencoba mengajaknya berbicara dapat membantumu mengetahui isi hati dan pikiran ibumu jadi kamu tidak salah sangka lagi dengan apa yang ia lakukan selama ini.

Ia Selalu Berusaha Yang Terbaik Untuk Menjadikanmu Sukses Seperti Sekarang

Ibu manapun pasti ingin anaknya sukses. Kesuksesan yang kamu raih bukanlah hasil jerih payahmu sendiri tetapi berkat dukungan orang-orang yang ada di sekitarmu, termasuk ibumu. Ibu adalah orang yang telah melahirkanmu ke dunia, selama Sembilan bulan ia tidak pernah mengeluh megandungmu dan berusaha memberikan nutrisi terbaik agar kamu lahir dengan sehat.

Ia yang selalu menyebut namamu dalam setiap sujudnya. Mendoakanmu agar kamu mendapatkan yang terbaik baik di dunia maupun di akhirat. Marahnya, ialah salah satu cara untuk mendidikmu. Tidak ada ibu yang tidak marah pada anaknya tanpa sebab.

Ketika ia sudah renta nanti, ia tidak berharap banyak darimu. Ia pun tidak minta untuk dirawat olehmu. Satu yang diminta oleh ibumu ialah hidup dengan baik.

Besarnya pengorbanan ibu sampai kita tidak bisa membalasnya dengan apapun. Sebagai anak yang berbakti, tunjukanlah kasih sayang terbesarmu pada ibumu. Jangan sakiti dia. Kamu tidak akan pernah tahu kapan dia dipanggil oleh Tuhan. Rawatlah ia sebaik mungkin sama seperti  ia merawatmu sewaktu kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top