Feature

Dia yang Serius Mencintai, Tak Akan Pergi Meski Tahu Seburuk Apa Masa Lalumu

Kamu mungkin punya masa lalu yang suram. Tentang kisah lama dengan mantan pacar, hingga kejadian lain yang mungkin jadi kesalahan besar. Menyesalinya tentu tak akan merubah situasi, apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Hanya saja, peristiswa tak enak di masa lalu akan jadi sesuatu yang menganggu pikiranmu.

Ya, kamu akan lebih takut untuk bertemu dan memulai hubungan baru. Merasa tak akan ada yang bisa menerima dirimu. Hingga bertanya-tanya, “bisakah ia menerimaku, jika kelak tahu masa laluku?”.

Dengar, menyesali semua kesalahan adalah sesuatu yang lumrah. Tapi merendahkan diri hanya karena pernah berbuat salah, bukanlah jalan keluarnya. Kamu layak dan akan selalu layak untuk dicintai. Karena seseorang yang memang benar-benar mencintaimu, tak akan mempersoalkan masa lalumu.

Ia Menerimamu Sebagaimana Kamu Ada Sekarang, Bukan Melihat Apa yang Kamu Lakukan di Masa Silam

Baginya, masa lalumu adalah bagian dari hidup yang tak perlu diusik dan diganggu. Toh ia tak ada bersamamu, pada saat semua itu terjadi. Jadi tak ada alasan mengapa ia harus mempersalahkan itu dalam hubungan. Ia mencintaimu sebagai sosok yang hidup di masa sekarang, bukan ketika kamu masih jadi pasangan orang lain di kehidupan berbeda.

Selalu menerimamu dengan semua kekurangan, baginya masa depan jauh lebih penting untuk dipikirkan. Jadi kamu tak perlu khawatir dan tak pantas untuk dicintai oleh dirinya, karena ia mencintaimu dengan tulus apa adanya.

Menyesal Karena Pernah Salah adalah Sesuatu yang Biasa, Bahkan Ia Pun Mungkin Pernah Melakukannya

Semua orang punya cerita, tentang kesalahan apa saja yang mereka lakukan ketika belum bertemu pasangan yang sekarang. Mulai dari kesalahan yang disengaja, hingga hal-hal lain yang mungkin terjadi begitu saja tanpa terencana. Biarlah semuanya berlalu, kamu hanya perlu melanjutkan hidupnya dengan seseorang yang bisa menerima segala kurangmu.

Kesalahan adalah milik kita sendiri, bukan berarti jadi tolok ukur untuk menilai baik dan buruknya kita sebagai manusia. Untuk itulah ia selalu bersikap biasa, meski kini sudah tahu bagaimana kamu di masa lalu. Sebagaimana dirimu yang punya kisah buruk, barangkali ia juga punya cerita yang sama buruknya.

Sebab Bagaimana Kamu Sekarang Jauh Lebih Penting Daripada Menjadikan Masa Lalu Sebagai Penilaian

Cerita itu mungkin membuat hatimu hancur, merasa bersalah, dan tak lagi layak untuk dicintai oleh siapa saja. Tapi nyatanya, ia datang tanpa diminta. Memberimu kasih sayang yang tak ada hentinya. Tak mau disibukkan dengan perkara masa lalumu, hal yang selalau ia tunjukkan justru bagaimana besarnya cinta yang ia miliki.

Membuatmu bahagia dan tertawa, dan tak bersikap lebih suci dari kamu yang ia cintai. Dia paham, bagaimana harus bersikap sebagai pasangan yang benar. Dan menjadikan masa lalumu sebagai penilaian bukanlah sesuatu yang akan ia lakukan.

Tidak Akan Menyalahkan, Dia yang Mencintaimu Justru Akan Memberimu Kekuatan

Seseorang yang memiliki ketulusan yang sungguh, tak akan pernah bersikap lebih suci. Ia paham, jika semua orang memiliki kesalahan dan penyesalan. Sebab begitulah manusia menjalani hidupnya. Daripada menjadi hakim untuk menilai salah dan benarnya masa lalumu, ia justru bertindak untuk menunjukkan hal baik yang harus kau percayai.

Hingga akhirnya kamu tahu, jika ia memang datang dengan sebuah cinta yang sungguhan. Tak merasa lebih suci, tak pula merasa berhak untuk menyalahan. Karena ia datang untuk membuatmu lebih bahagia, lebih kuat dari hidupmu sebelumnya.

Karena Seburuk Apapun Masa Lalu, Kamu Selalu Berhak untuk Dicintai dan Mencintai

Jangan pernah berpikir jika hidupmu tak akan lagi berguna hanya kesalahan masa lalu yang kamu punya. Daripada meratapi sesuatu yang sudah tak bisa dirubah lagi, jauh lebih baik jika kamu menjadikannya sebagai ajang untuk belajar. Merubah diri menjadi lebih baik, dan fokus pada kehidupan yang kini sedang dijalani.

Siapapun kamu dan bagaimana pun adanya dirimu, kamu selalu dan selalu layak untuk dicintai dan mencintai. Jangan biarkan masa lalu merenggut bahagia, dan percayalah pada dia yang memang ingin menawarkan cinta. Karena dia yang tulus menyanyangi tak akan pernah pergi meski tahu seberapa buruknya masa lalumu.

1 Comment

1 Comment

  1. Jaitun Awam

    July 9, 2019 at 2:40 am

    apa yg harus aku lakukan disaat aku harus memili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

1 Comment

1 Comment

  1. Jaitun Awam

    July 9, 2019 at 2:40 am

    apa yg harus aku lakukan disaat aku harus memili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Jaitun Awam

    July 9, 2019 at 2:40 am

    apa yg harus aku lakukan disaat aku harus memili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

1 Comment

1 Comment

  1. Jaitun Awam

    July 9, 2019 at 2:40 am

    apa yg harus aku lakukan disaat aku harus memili.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top