Tips

Di Momen yang Fitri Ini, Aku Memilih Memaafkannya

Semua kembali fitri, kembali suci di saat Idul Fitri. Begitu pesannya. Agar terwujud kita didorong untuk saling memaafkan.

Konsep “saling” ini yang sering jadi problem. Meminta maaf memang sesuatu yang berat, namun itu belum seberapa. Ada hal lain yang sesungguhnya jauh lebih berat. Apa itu? Memberi maaf!

Ya, bukan perkara mudah, memaafkan dia yang telah menyakiti hatimu. Bukan perkara mudah juga untukku berlega hati dengan perbuatan buruk yang pernah aku terima.

Namun ini momen yang fitri. Saat yang tepat untuk melakukannya. Sesungguhnya amarah yang disimpan itu berdampak buruk untuk aku, kamu dan kita semua. Kita terpenjara olehnya. Tidak ada kebebasan utuh yang diperoleh tanpa ada usaha memberi maaf.

Tapi masih terasa berat untuk memaafkan orang yang satu itu? Coba jalani hal ini agar kita bisa lebih mudah memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti hati.

Tutup Matamu 20 detik, Sambil Membayangkan Dia Yang Telah Menyakitimu

Sediakan momen hening untuk dirimu sendiri. Tutup matamu selama 20 detik, bayangkan sosok orang yang telah menyakiti hati itu. Jangan melawan perasaan yang kemudian muncul. Biarkan amarah itu memenuhi seluruh rongga dadamu. Ikhlaskan dulu segala emosi negatif itu. Cermati bagaimana denyut jantung berdetak makin cepat, nafas mulai sesak hingga seluruh badan terasa tegang.

Letakan imaji gambar itu di luar kamu, dan bernafaslah yang dalam

marah

Sekarang sosok yang tadi memenuhi hatimu, kamu bayangkan meletakannya di luar. Sambil melakukannya, tarik nafas yang dalam menggunakan pernafasan perut. Fokuskan perhatian pada setiap helaan nafas yang kamu tarik. Jika gambaran sosok yang membuatmu marah tadi kembali muncul, bayangkan meletakannya lagi di luar hatimu. Konsentrasi lagi pada pernafasan. Begitu seterusnya.

Banyak Kebaikan Di Sekelilingmu, Isi Hati Dan Pikiranmu Dengan Hal Itu

sayang orang tua

Saat ini, adalah momen yang tepat untuk mengisi hatimu dengan segala kebaikan. Bayangkan orang yang paling sayang denganmu memenuhi segala ruang hati. Tempat-tempat indah yang pernah dikunjungi juga bisa dimasukan ke alam pikirmu sekarang. Ingatlah kembali makanan tersedap yang pernah singgah di lidah pengecapmu. Biarkan semua hal baik itu meresap dalam hati, memanjakannya sekian lama.

Jaga Energi Kebaikan Itu, Kini Kembalikan Sosok Yang Belum Bisa Kamu Maafkan Itu

memikirkan diri sendiri

Dengan segenap kebaikan yang kini memenuhi hatimu, ambil kembali bayangan orang yang telah menyakit kamu tadi. Yakinkan dalam diri sendiri bahwa perasaan baik akan melindungi dari segala amarah dan benci. Tidak seorang pun bisa membuatmu marah dengan segala kebaikan yang ada. Ulangi hal ini dalam hati sambil menyeimbangkan antara perasaan senang dan bayang dia.

Sekarang Kamu Sudah Siap Memaafkannya, Tulis lah Kalimat ini

catatan

Ini adalah level selanjutnya dari yang kini bisa kamu lakukan. Ambilah secarik kertas, tulishlah kalimat ini dengan senyum terbaikmu.

Ya Allah Yang Maha Penyayang,

Aku (tuliskan namamu), saat ini telah memaafkan (tuliskan nama orang yang kamu sudah maafkan). Aku memaafkannya untuk kesalahannya (jangan ragu untuk menuliskan rasa sakitmu karena apa secara mendetail).

Untuk itu, aku memaafkannya, seiring aku menuliskan kalimat,

Aku telah memaafkanmu (tulis namanya)

Sekarang Kamu Terbebas, Terbanglah Sahabat

anak kecil

Ya, sekali lagi. Amarah hanya akan jadi belenggu yang menghambatmu untuk terbang bebas. Perlu kita pahami, bahwa yang paling baik adalah memaafkan yang disertai rekonsiliasi. Namun banyak kondisi yang tidak memungkinkan ini. Bisa jadi karena Dia yang tak lagi bisa dihubungi, situasi tak memungkinkan bicara kembali, atau malah sudah lebih dulu pergi selamanya. Ikhlaslah, sadari bahwa maafmu akan berbuah kebebasan bagimu.

Kamu Mau Tahu Manfaat Memaafkan Bagi Tubuh Kamu

1. Mengurangi Tingkat Stress

Menurut Ayuningtias, Psikolog Rumah Sakit Siloam, memaafkan orang lain akan menghambat produksi hormon cortisol. Hormon ini adalah pemicu stress. Semakin kita tidak memendam dendam, semakin sedikit hormon cortisol, semakin tidak stress yang berarti semakin sehat.

2. Mencegah Penyakit Jantung

Amarah yang dipendam sekian lama hanya akan menyebabkan tekanan darah yang tinggi. Semakin lama tekanan darah berada di level yang tinggi, maka sekain tinggi pula resiko komplikasi penyakit jantung. Jadi ucapkan lah maaf dan berilah maaf untuk memperlancar peredaraan darahmu.

3. Terhindar Dari Depresi

Memaafkan orang lain menimbulkan sifat optimis. Dengan tidak munculnya hormon cortisol, tubuh akan memproduksi hormon bahagia yang dikenal dengan nama ilmiah serotonin. Semakin tinggi serotonin dalam tubuh, maka semakin rendah tingkat depresi seseorang.

4. Pereda Rasa Sakit Yang Mujarab

Sebuah studi yang dihelat Duke University Medical Center pada tahun 2008 menemukan bahwa pasien dengan penyakit tulang belakang, lebih tidak merasakan rasa sakitnya ketika mereka lebih bersifat pemaaaf. Disebutkan bahwa terdapat hubungan antara perintah rasa sakit yang dicetuskan tulang belakang dengan sifaat menerima dan memaafkan.

5. Memperpanjang Usia

Mengacu pada Journal of PsychoPhysiology, orang yang pemaaf punya kualitas dan kemungkinan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak. Penelitian ini melibatkan para manula yang berusia 66 tahun, yang ternyata punya sifat yang pemaaf.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top