Feature

Di Korea Selatan, Kamu Hanya Akan Menemukan 10 Gaya Pacaran Ini

Siapa yang kesengsem dengan adegan manis di drama Korea? Walau katanya lelaki dari Negeri Ginseng ini kurang dianggap macho, namun untuk urusan kisah cinta yang ditontonkan di drama mereka, banyak perempuan yang pasti luluh hatinya, mesti hanya menonton dari layar kaya.

Tapi fakta terbaru, konon tak semua adegan romantis itu serupa dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Sebab ada beberapa hal yang juga kerap dijadikan kebiasaan dalam hal menjalin hubungan di sana. Nah, berikut ini adalah fakta-fakta gaya berpacaran di Korea Selatan yang berhasil kami lansir dari Soeulistic.

1. Kencan Buta atau Dicomblangin

Entah males mencari atau kurang percaya diri, orang-orang di sana masih banyak yang memilih untuk dicomblangin saja daripada harus berkenalan sendiri. Tak apa memang, sebab ini bisa jadi salah satu cara untuk bertemu pasangan yang potensial. Karena kita tinggal bercerita pada seorang teman yang mungkin akan dimintai tolong. Membeberkan kriteria kesukaan dan akhirnya meminta mereka mengenalkan kita pada seseorang.

Tapi, ada juga yang bertemu dengan cara yang tidak sengaja. Namun umumnya, mereka lebih suka mengikuti cara “kencan buta”.

2. Tak Perlu Pamer Kemesraan, apalagi di Media Sosial

Hmmm, kalau harus dibandingkan dengan beberapa pola pacaran yang ada di negara kita, memang terlihat berbeda. Lain pula dengan orang Barat, pasangan di Korea Selatan hanya terkenal sangat jarang untuk memamerkan kemesraan. Apalagi jika mereka sedang berada di tempat umum, berciuman hanya akan dilakukan dengan sekedar mencium pipi pasangannya saja.

Yap, para kawula muda di Korea Selatan menganggap jika Public Displays of Affection (PDA) atau tindakan intim kepada pasangan yang dipertontonkan kepada khalayak, bukanlah sesuatu yang baik. Mereka menganggap ini cukup berlebihan dan mereka pun tak ingin dianggap sebagai orang yang agresif. Kalau pun ingin menunjukkan sikap yang romantis, biasanya hanya sebatas merangkul atau berpegangan tangan saja.

3. Patungan dalam Membayar Biaya Kencan

Jika kita terbiasa dengan penempatan laki-lakilah yang membayar biaya kencan, maka kalau kamu akan berkencan dengan orang Korea pastikan jika kamu akan membayar pesananmu sendiri. Kecuali, dirinya memang menawarkan diri untuk membayar semua tagihan.

Tapi, perempuan tak boleh buru-buru takut dulu ya. Sebab pada beberapa kalangan, lelaki Korea Selatan juga masih percaya pada prinsip “Man pays everthing”. Dengan kata, kembali lagi pada kesepakatan bersama. Jika memang si dia ingin membayar semua, ya tidak apa. Tapi jika dirinya terlihat tak bersedia, ya kamu bayar saja.

4. Punya Berbagai Macam Barang yang Serupa

Hal pertama yang mungkin sedang kamu pikirkan mungkin “Norak dan kampungan”. Iya, memang, kalau di negera kita sikap-sikap seperti ini, adalah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

Padahal di Korea ini adalah sesuatu yang lazim untuk dilakukan. Karena bagi mereka, memakai dan mengenakan benda-benda yang sama jadi sesuatu yang menunjukkan bahwa mereka berdua adalah pasangan.

5. Bukan Anniversary, Sebab Mereka Merayakan Hubungan pada Hari ke-100 dan Selanjutnya

Nah, gaya pacaran yang berbeda selanjutnya ada pada perayaan hubungan dua sejoli. Kalau di Indonesia, kita senang sekali untuk merayakan hari jadi secara berurutan mulai dari bulan hingga tahunan.

Sebaliknya, orang-orang Korea justru lebih memilih untuk merayakan dengan hitungan hari. Mulai dari 100 hari pertama dan selanjutnya. Perayaan ini biasanya akan dirayakan bersama-sama dengan beberapa teman, atau berdua saja dengan pasangan.

6. Laki-laki Membawa Tas Pasangannya Adalah Hal yang Biasa

Tanpa merasa canggung atau malu, biasanya dengan senang hati lelaki di Korea akan membawakan tas dari pasangannya, jika sedang berkencan atau sekedar menikmati keramaian kota berdua.

Selain itu, sikap ini juga dijadikan bukti bahwa laki-laki adalah sosok yang harus selalu sigap dan sedia untuk membantu pasangannya dalam membawa barang bawaan. Jadi, jika nanti kamu akan berpacaran dengan orang Korea dan memintamu untuk memberikan tas padanya, jangan canggung, ya!

7. Tidak Bebas, Jam Keluar Malam di Sana Masih Sangat Terbatas

Nah, tak hanya di sini saja. Ternyata di sana setiap perempuan lajang masih sering mendapat teguran berupa nasihat untuk tidak pulang terlalu larut malam. Khususnya bagi mereka yang memang masih tinggal bersama orangtuanya. Jadi setiap kali kamu ingin mengajak perempuan Korea berkencan, pastikan jika kamu akan mengantarnya sebelum larut malam.

8. Kencan di Luar Rumah Juga Jadi Salah Satu Pilihan Mereka

Masih tentang mereka yang tinggal dengan orangtuanya. Demi privasi dan rasa nyaman yang lebih terasa, pasangan di Korea Selatan akan lebih memilih untuk berkencan di luar rumah. Mulai dari menikmati suasana keramaian kota, berjalan kaki ditaman, hingga mengunjungi beberapa pasar malam lokal berdua.

9. Jika Masih Terlihat Belum Terlalu Serius, Mereka Ogah Berkenalan dengan Orangtua atau Teman Pacar

Kita mungkin akan merasa aneh dan sering bertanya-tanya dalam hati, jika pacar atau pasangan kita tak kunjung membawa kita bertamu ke rumahnya atau sekedar mengenalkan kita pada teman-temannya.

Di Korea, situasi seperti ini bisa diartikan sebagai bentuk ketidakyakinan pada pasangan. Ya, biasanya jika memang masih merasa belum yakin. Kawula mula disana pasti enggan untuk mengenalkan pasangannya kepada keluarga atau teman-teman mereka.

10. Dan Restu Orangtua Selalu Jadi Penentu Akhir dari Setiap Hubungan

Rasanya, hal ini memang selalu jadi penentu hubungan yang dijalani dua orang. Tak hanya disini saja, di Korea Selatan juga berlaku hal serupa. Jika memang bapak atau ibunya terlihat tak setuju, hal itu bisa jadi penentu berakhirnya hubunganmu. Tak bisa diganggu gugat lagi, kisah cintamu mungkin harus berakhir disini.

Nah, ternyata setiap negara punya cara dan kultur yang berbeda-beda ya. Untuk itu, sebelum bercita-cita untuk menjalin hubungan dengan lelaki atau perempuan Korea, pastikan kamu memahami 10 gaya berpacaran ini, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Hal yang Menandakan Kamu Masih Terobsesi dengan Mantanmu

Putus cinta adalah satu hal yang tak pernah diinginkan oleh setiap orang. Alasannya tentu karena perpisahan dalam sebuah hubungan hanya akan meninggalkan rasa sakit di hati. Belum lagi butuh waktu yang cukup lama untuk bisa melupakan cinta di masa lalu dan mencoba memulai kehidupan yang baru.

Tak jarang ada banyak orang yang gagal move on dan masih terobsesi dengan sang mantan. Ini adalah 10 tanda yang menunjukkan jika kamu masih belum bisa beralih dari bayangan mantamu.

1. Masih Sering Stalking Dia di Media Sosialnya

Kamu masih ingin tahu segala hal tentangnya. Karenanya kamu masih sering stalking tentang dia lewat semua media sosial yang dia miliki. Lebih baik jangan buang waktumu untuk tinggal dalam kenangan yang sulit untuk kamu ulang kembali. Jangan buang waktumu untuk dia yang bahkan tak lagi mempedulikanmu.

2. Kamu Ingin Terus Berdekatan Dengannya

Meskipun kamu sudah melewati masa yang menyakitkan saat bersama dengannya, rasanya kamu tetap ingin selalu bersama dengannya. Entah kenapa, bahkan kamu seakan tak peduli dengan apa yang sudah kamu dan dia lalui di masa lalu.

3. Terbayang akan Mantan Saat Kamu Berada di Tempat Umum

Kamu sering mengira orang yang ada di tempat umum itu adalah mantanmu, padahal bukan. Dan saat kamu sadar, kamu merasa kecewa dan sedih karena kembali teringat akan hubunganmu yang sudah berakhir.

4. Gebetan Barumu Adalah Sosok yang Mirip dengan Mantanmu

Kamu belum bisa melupakan mantanmu. Bahkan kamu mencari orang lain yang sangat menyerupai sosok mantanmu itu. Jika sudah begini, kamu hanya bisa menyakiti dirimu sendiri dan juga menyakiti gebetan barumu itu.

5. Kamu Masih Sering Memikirkan Mantanmu Sebelum Kamu Tidur di Malam Hari

Jika kamu mengalami hal ini, artinya kamu masih sangat terobsesi dengan mantamu. Bagaimana tidak, setiap malam sebelum kamu tidur kamu masih saja mengingat mantan, mantan dan mantan.

6. Kamu Mencoba Mencari Tahu Tentang Kehidupan Asmaranya yang Baru

Tindakan yang satu ini hanya akan memperburuk suasana hatimu saja. Lebih baik kamu mengehentikan hal ini dan jangan ikut campur lagi dalam kehidupannya, terlebih perihal kehidupan asmaranya.

7. Kamu Mencari Sosok Pasangan yang Memiliki Sifat dan Karakter yang Mirip dengan Mantanmu

Saat ada orang yang berusaha mendekatimu, kamu baru akan menganggapnya saat dia memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan mantanmu dulu. Padahal hal ini hanya akan terus menerus mengingatkanmu akan masa lalumu dengan mantamu.

8. Kamu Masih Menyimpan Amarah pada Mantanmu

Kalau kamu masih menyimpan amarah terhadap mantanmu, kamu tak akan bisa melupakannya. Amarah yang masih kamu simpan hanya akan menuntunmu untuk berusaha membalas dendam kepadanya. Pikirkanlah lagi, kamu dan dia butuh untuk bahagia meski tak bersama.

9. Kamu Masih Menyimpan Semua Pemberian Dari Mantanmu

Meski sudah putus, nyatanya kamu tak ingin lantas membuang semua barang pemberiannya. Sebaliknya kamu masih saja menyimpannya dengan baik sampai saat ini. Kamu pun tak pernah berpikir untuk membuangnya.

10. Kamu Takut Berkomitmen

Kamu masih ingat dengan masa lalumu yang pahit. Akhirnya kamu pun takut untuk berkomitmen. Kamu takut dia yang baru datang dalam kehidupanmu akan menyakitimu juga seperti halnya dengan apa yang sudah mantanmu lakukan terhadapmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Alasan yang Membuat Laki-laki Tak Kunjung Melamar Kekasihnya

Mungkin ada kalanya kamu merasa jengah dengan hubunganmu yang tak kunjung menemui titik jelas menuju pelaminan. Padahal kamu dan dia sudah semakin dekat seiring berjalannya waktu. Dia pun bertingkah seolah dia sangat mencintaimu, namun kenapa dia tak kunjung melamarmu sampai saat ini?

Banyak alasan yang akhirnya membuat seorang laki-laki memilih menunda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan kekasihnya. Berikut adalah lima dari banyaknya alasan yang mungkin dimiliki oleh pasangamu saat ini.

1. Masih Merasa Belum Menjadi Laki-laki yang Baik untuk Menjadi Pemimpin Keluarga

Mungkin hal ini bisa terjadi karena laki-laki berpikir bahwa kamu masih lebih baik darinya. Sehingga akhirnya dia minder untuk melamarmu dan menjadikanmu pendamping hidupnya. Bisa saja saat ini dia masih mencoba memperbaiki dirinya agar pantas menyandingmu kelak.

2. Trauma akan Masa Lalu

Setiap orang tentu memiliki kenangan di masa lalunya, baik itu merupakan kenangan yang buruk atau kenangan yang indah. Seorang laki-laki yang sudah memiliki traumatik yang cukup besar akan sebuah hubungan biasanya akan lebih berhati-hati untuk memilih pasangan, terlebih untuk melamar dan mengajak pasangannya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus dia pikirkan baik-baik terlebih dulu.

3. Masih Ada Cita-cita yang Belum Tercapai

Beberapa laki-laki memiliki prinsip untuk lebih memprioritaskan karir dan impiannya sebelum melamar seorang perempuan. Menurut mereka, saat dia menjadi seorang yang sukses, maka hal itu juga akan mempengaruhi hubungan percintaannya.

4. Takut Ditolak

Alasan lain yang juga sering dijumpai adalah ketakutan akan ditolak. Dia merasa takut jika kamu akan menolak lamarannya dan kemudian penolakan itu akan membuat hubunganmu dan dia menjadi renggang dan sedikit kaku.

5. Masih Ingin Bebas tanpa Sebuah Hubungan yang Serius

Biasanya laki-laki menyukai yang namanya kebebasan. Dia cenderung takut untuk terikat dalam sebuah hubungan yang serius. Mungkin saja alasannya belum juga melamarmu sampai saat ini karena dia masih ingin bebas untuk bersenang-senang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bangsa Nordik Dikenal sebagai Bangsa yang Paling Bahagia, Kamu Tahu Alasannya?

Sudah bukan rahasia lagi kalau bangsa Nordik yang tinggal di wilayah Skandinavia dikenal sebagai bangsa yang paling bahagia. Tak peduli iklim dan cuaca di negara-negara tersebut dinginnya bukan main–terutama untuk orang-orang seperti kita yang tinggal di negara tropis, nyatanya tak menghalangi orang-orang di sana untuk hidup lebih produktif dan menjadi bangsa yang paling berbahagia. Nah, kalau ditanya alasannya, ternyata mereka memiliki filosofi khusus khas bangsa Nordik yang dijadikan prinsip dalam hidup mereka sehari-hari. Menarik, bukan? Siapa tahu bisa menginspirasimu…

Sisu: Cara Orang Finlandia Menerapkan Inner Peace

Pada tahun 2017, media The Times memasukkan cara hidup orang Finlandia yang sering disebut sisu sebagai salah satu gaya hidup yang patut diterapkan. Kata sisu sukar diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, tapi kalau diartikan secara harafiah, maknanya begini: “Segala sesuatu yang seharusnya selesai, maka suatu saat akan selesai.” Dengan menerapkan sisu, sejatinya kamu juga akan belajar mengenai pengendalian diri. Baik secara tindakan, pemikiran, maupun tutur kata.

The Times mengatakan, demi membangkitkan semangat untuk menerapkan sisu, belajarlah untuk mengucapkan sebuah kata tanpa menunjukkan ekspresi wajah. Poin yang mau diajarkan bukan soal pengucapannya, tapi bagaimana menghadapi sesuatu tanpa harus mengeluarkan ekspresi yang berlebihan. Bila kita menguasai sisu, batin pun akan tenang. Mungkin ini alasan banyak orang Finlandia yang dikenal tenang, percaya diri, serta berprinsip.

Lagom: Belajarlah Memanfaatkan Sesuatu Semaksimal Mungkin ala Orang Swedia

Seperti ilustrasi yang dikutip dari Bright Sidelagom sejatinya adalah kemampuan khusus yang dimiliki oleh orang Swedia demi menyeimbangkan kehidupan mereka. Konsep hidup semacam ini sering dijabarkan begini: “Belajarlah untuk hidup cukup, yaitu tidak berlebihan tapi tidak juga berkekurangan.”

Dalam kehidupan masyarakat Swedia, menerapkan prinsip lagom itu sudah mendarah daging. Termasuk dalam urusan ekonomi maupun bisnis. Biasanya orang yang sukses menerapkan prinsip lagom ini, mereka bisa mengontrol sesuatu yang ada di sekitarnya. Mereka tak akan gegabah dalam menyikapi suatu masalah. Hanya saja, menerapkan prinsip ini memang sukar. Kalau kamu tertarik, maka tak ada salahnya mencobanya mulai dari dirimu sendiri.

Arbejdsglæde: Cara Orang Denmark Mencintai Pekerjaan Mereka

Bagi orang Denmark, kemampuan untuk menikmati kehidupan termasuk mencintai pekerjaan mereka disebut arbejdsglæde. Konsep hidup ini sudah lama diterapkan oleh banyak orang Denmark karena ampuh menciptakan kebahagiaan dalam hidup mereka. Setiap tahunnya, sebuah perusahaan bernama Universum Global menerbitkan hasil pengamatannya terkait tingkat kepuasan karyawan dengan pekerjaan mereka. Pengamatan tersebut berdasarkan data dari banyak karyawan di beberapa negara, menariknya, bangsa Nordik selalu berada di urutan teratas.

Untuk menerapkan cara hidup seperti ini sebenarnya sederhana, cobalah temukan manfaat dalam pekerjaan yang kamu lakoni sekarang ini. Setelah itu, cobalah untuk mengakrabkan diri dengan kolega dan atasan, kerjakan tanggung jawab harian sehingga orang-orang di sekitarmu bisa menilaimu sebagai orang yang bisa diandalkan.

Selanjutnya, tetap bekerjalah dengan tenang sembari berusaha meningkatkan performa. Kalaupun menurutmu semua hal itu terdengar klise dan sukar diwujudkan, maka cobalah untuk melakukan manuver. Sebab bagi orang Denmark, orang yang bahagia dengan pekerjaannya adalah dia yang merasa senang saat berangkat kerja dan rasa senangnya sama seperti saat kamu hendak pulang ke rumah.

Friluftsliv: Mencintai Lingkungan Sekitar ala Orang Norwegia

Filosofi friluftsliv bagi orang Norwegia adalah menghabiskan waktu sepanjang hari di alam dan menyatu dengan alam untuk menemukan kembali ketenangan sejati dalam diri. Jadi, bukan hanya fokus pada aktivitas seperti hiking, tapi juga berusaha menyingkirkan segala pikiran negatif yang mungkin menekanmu selama ini dan menggantikannya dengan kegiatan yang bisa menjernihkan pikiran selama kamu berada di alam bebas.

Menariknya, orang Norwegia tak hanya menganggap hiking atau camping sebagai aktivitas di alam. Lars Mitting, penulis buku Norwegian Wood: Chopping, Stacking and Drying Wood the Scandinavian Way bahkan menyarankan untuk menjajal menebang pohon sebagai cara menemukan ketenangan diri selama berada di alam.

Gezelligheid: Cara Orang Belanda Menemukan Kebahagiaan Juga Patut Ditiru

Kendati Belanda bukanlah bagian dari negara Skandinavia, tapi mereka memiliki konsep kebahagiaan yang patut ditiru yaitu gezelligheid. Orang Belanda menyebutkan bahwa kebahagiaan sejatinya adalah sebuah sinonim dari bersatunya atau berkumpulnya kita dengan orang yang kita sayangi.

Untuk itu, mereka sangat suka membangun momen quality time, karena dari situ kebahagiaan pun akan terbangun. Mereka enggan mengunggah apa pun saat bersama orang yang mereka sayang sebab definisi kebahagiaan adalah sesederhana berbagi canda, tawa, dan cerita dengan sosok yang sangat berarti dalam hidup mereka. Itulah yang dimaknai sebagai gezelligheid.  Tapi tak cuma di Belanda, orang Norwegia pun punya filosofi serupa yang disebut koselig. 

Kalsarikänni: Cara Rileks ala Orang Finlandia

Kalau bisa rileks di rumah tanpa harus pergi kemana-mana dan mengeluarkan banyak uang, ya mengapa tidak dilakukan? Sesederhana itu cara hidup orang Finlandia dalam mewujudkan kebahagiaan mereka. Klasarikännit sejatinya berasal dari dua kata, kalsarit yaitu jenis pakaian dalam yang umum dipakai oleh orang Finlandia, sementara ännit maknanya ‘minum’. Berangkat dari kosakata tersebut, banyak perempuan Finlandia yang akhirnya tak terlalu suka pergi menghabiskan energi dan uang sampai larut malam dan memilih menikmati kenyamanan di rumah saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top