Feature

Di California, Produsen Kopi Wajib Pasang Label Peringatan Kanker Lho…

Pembicaraan soal kopi kembali naik daun. Kalau yang terbaru, produsen atau penyedia minuman kopi ternyata diminta mencantumkan label peringatan kanker pada tiap kemasan kopi yang mereka jual. Sebentar, bukan di Indonesia kok—atau mungkin belum. Ketentuan ini baru diputuskan oleh pengadilan negeri di negara bagian California, Amerika Serikat.

Ketentuan ini jelas ikut menyasar jaringan kedai kopi terbesar, Starbucks. Bahkan kedai kopi asal Seattle itu diklaim gagal membuktikan bahwa produk mereka terbebas dari bahan pemicu kanker. Tapi tak hanya Starbucks, sebab Elihu menilai, banyak kedai kopi lokal yang masih gagal memberikan pembuktian mereka.

Label Kanker Diperlukan Sebagai Peringatan Dini Tentang Bahayanya Senyawa Akrilamida

Kamu perlu tahu, yang namanya senyawa akrilamida dihasilkan saat kopi dipanggang. Berdasarkan studi di Swedia, selain kopi, senyawa ini juga ada pada keripik kentang, kentang goreng, bahkan roti. Mengutip dari Healthline, para peneliti mengungkapkan kalau kehadiran senyawa ini terjadi saat makanan yang mengandung gula dan asam amino dimasak dengan panas diatas 120 derajat Celcius. Di lain sisi, makanan mengandung akrilamida juga terdapat pada asap rokok.

Keputusan Ini Ditetapkan Lantaran Dipicu Tuntutan Sebuah Lembaga Non Profit Setempat

Council for Education and Research on Toxic (CERT)—sebuah lembaga non profit di Amerika membuat penelitian dan menemukan beberapa senyawa berbahaya yang muncul pada proses pembakaran kopi. Hal ini yang kemudian jadi pemicu CERT untuk melakukan tuntutan. Bahkan tuntutan CERT yang meminta penggunaan label peringatan berbahaya kanker itu sudah didaftarkan sejak 2010. Pengacara CERT, Raphael Metzger, mengatakan hal ini memang belum keputusan final, namun seiring jadi berita besar, timnya merasa lega setelah perjuangan selama delapan tahun.

Mengutip dari The Daily Meal, tuntutan tersebut mengacu pada hukum di California yang mengharuskan penggunaan label peringatan untuk semua produk yang dapat meningkatkan risiko kanker atau yang kerap disebut Preposition 65.

Penelitian Soal Akrilamida pun Sudah Dilakukan Lebih Dulu Pada Hewan

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Toxicology Program, disebutkan kalau akrilamida bisa saja jadi bahan karsinogen pada manusia. Penelitian tersebut diujikan pada sekelompok hewan yang diberi paparan akrilamida dengan dosis 10-100 ribu lebih tinggi dari yang manusia peroleh sehari-hari. Sejatinya ada penelitian pada manusia tentang keamanan akrilamida dalam makanan, hanya saja hasilnya belum konsisten.

Namun Sebagian Besar Kedai Kopi Setempat Memberikan Reaksi Kontra Terhadap Keputusan Tersebut…

Ya, di lain sisi, masih banyak yang menentang keputusan tersebut. Para produsen beranggapan kalau kandungan berbahaya itu hanya berjumlah kecil dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Hanya saja klaim tersebut langsung ditolak oleh pengadilan. Ya, setidaknya ada 13 perusahaan besar yang terlibat dalam tuntutan tersebut. Dua diantaranya adalah Starbucks dan 7-Eleven.

Berkaca dari Ketetapan di California, Apakah Indonesia Harus Melakukan Hal Serupa?

Mungkin contoh nyata soal label yang paling terasa yaitu label peringatan kanker pada rokok. Nah, menurutmu kalau kopi pun diberikan label yang demikian, apakah efektif menekan risiko kanker itu sendiri? Memang hal semacam ini akan menuai pro dan kontra terutama dari sisi pecinta kopi. Hanya saja, kalau hal tersebut ditetapkan di Indonesia, kira-kira kamu akan berbuat apa?

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top