Feature

Deteksi Lawan Kencanmu, Ketahui Apakah Dia Merupakan Pria Mesum yang Bakal Memangsamu

Kencan jadi salah satu momen bagi perempuan untuk menyelami dunia laki-laki yang menjadi lawan kencannya. Mengobrol dan bertanya seputar kehidupan teman kencan, menjadi hal yang wajib dilakukan. Pertanyaannya pun sebenarnya rada basi, tetapi daripada sok asyik diawal, mendingan basa-basi diawal dan tetap terkendali diakhir.

Namun, bisa jadi mengerikan kalau saja perempuan bertemu dengan lelaki mesum yang sedang mencari mangsa baru. Alih-alih datang karena mencari cinta sejati, ternyata badan dan “isi” menjadi tujuan utama si laki-laki mesum. Untuk mengetahui apakah pasangan kencanmu adalah orang yang mesum, dan termasuk kategori mesum yang bagaimanakah dia, berikut ini penjelasannya.

Hati-hati Dengan Pria yang Kerap Memperlihatkan Hal yang Tak Pantas Darinya

Pria jenis ini sering disebut sebagai eksibisionis, dan kamu para perempuan harus berhati-hati. Karena pria ini memiliki kelainan seksual dengan suka memamerkan bagian tubuhnya. Khususnya alat kelamin kepada perempuan, menjijikan, bukan? Laki-laki seperti ini sangat senang memperlihatkan organ intimnya ketika “korban” melihat dengan tidak sengaja ataupun jijik pada apa yang dia lakukan. Kian mendapat perhatian maka dia akan semakin senang adalah kunci dari eksibisionis. Ciri-cirinya suka mengajak ke tempat yang gelap dan sepi saat kencan.

Menyukai yang Lebih Muda Dengan Rentang Waktu Jauh, Hati-Hati Kalau Pasangan Kencanmu “Predator”

Sulit untuk mengetahui apakah pasangan kencamu adalah seorang pedofil atau bukan. Bisa saja ketakutan itu terjadi lantaran kamu yang overthinking. Namun, jangan pula terlalu berprasangka baik padanya. Kamu hanya perlu bersikap lebih waspada terhadap dirinya, dengan memperhatikan segala informasi yang dia tunjukkan. Apakah selalu membicarakan dan menyukai cewek lebih muda? Atau menunjukan foto atau situasi dimana dia banyak dikelilingi anak-anak? Apabila kamu semakin tak nyaman dan dia selalu mencurigakan, lebih baik segera tinggalkan.

Bersikap Lembut Dengan Menyentuh Tubuhmu, Bisa Jadi Itu Jebakan yang Kelak Ingin Menjebakmu

Saat ada seorang cowok yang langsung bersikap lembut kepadamu dengan menyentuh kamu beberapa kali. Dia bukan tengah perhatian dan bersikap lembut, namun bisa saja itu cara dia untuk mencuri-curi kesempatan. Bisa saja semua bermula dari menyentuh tangan, kemudian membelai rambut atau melingkarkan tangannya ke pundak bahkan pinggangmu. Dari pada kamu ketimpa marabahaya nantinya, lebih baik mundur saja. Jika di kencan pertama saja sudah berani pegang-pegang, maka itu jelas sudah menjadi tanda bahaya.

Pikiran Jorok Selalu Menghantui Sampai-sampai Kamu Dijadikan Bahan Berfantasi

Bukan mata keranjang, yang tepat laki-laki seperti ini disebut sebagai mata ke ranjang. Caranya yang identik dengan pria cabul dan selalu berpikiran jorok memang tak langsung kentara begitu saja. Namun, terlihat dari cara bicara, pergaulan, bahkan sampai bahasa tubuhnya yang kerap memperagakan hal yang tak semestinya. Laki-laki ini biasanya bakal mengikuti kamu dari belakang atau kejauhan. Saking cabulnya, tak menutup kemungkinan kalau kamu dijadikan objek fantasi seksnya.

Tipikal Laki-laki Penggoda yang Selalu Punya Persediaan Amunisi Gombal

Jangan sampai kamu termakan oleh godaanya yang kerap menipu telinga dengan aksara. Hal yang mesti diingat kamu harus bisa membedakan antara pujian dan godaan. Andai saja laki-laki itu menggunakan kata-kata yang “menjurus” ke arah yang tidak-tidak, dia bisa jadi tengah mencoba apakah amunisi yang dimilikinya bisa masuk ke dirimu dengan menelaah apa reaksimu. Obrolan “menjurus” ke arah seks selalu keluar dari mulutnya, meskipun kerap dibungkus dengan nada canda dan guyon, tak menutup kemungkinan pasangan kencanmu itu adalah tipikal laki-laki penggoda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top