Trending

Despacito, Kontroversi Senilai 478 Miliar

Kamu tahu lagu Despacito? Kemungkinan besar jawabnya sudah tahu. Karena kalau belum, bisa jadi kamu hidup di bawah batu. Lagu yang di besut Luis Fonsi dan Daddy Yankee ini memang bisa dikatakan sedang meledak di pasaran.

Secara prestasi, lagu ini berhasil menduduki Hot 100 Billboard dalam sebelas minggu terakhir. Tak hanya di tanah air, beberapa radio lokal di berbagai negara pun masih memutar lagu ini hampir setiap hari.

Tapi sesungguhnya sebesar apa Despacito? Dan kenapa bisa demikian sukses?

Ketika Dunia Mulai Bosan Dengan Musik Elektronik, Despacito Datang Dengan Bunyi-Bunyian Tradisional

Lima tahun ke belakang memang boleh dikata eranya musik-musik elektronik. Bunyi-bunyian dari mesin dan komputer menjamur di berbagai aliran musik. Tak heran jika kemudian banyak DJ yang meroket dan dihargai setingkat musisi tradisional lain. Mereka yang tadinya dari genre berbeda pun latah ikut-ikutan terjun di arena elektronik ini.

Tapi 5 tahun bukan waktu yang singkat. Dan orang mulai memasuki titik jenuhnya. Di sinilah Despacito masuk dengan membawa bunyi-bunyian tradisonal. Mulai dari ketukan gendang hingga suara gitar akustik. Penggemar musik pun seolah mendapat guyuran suara baru di tengah gencarnya gempuran musik eletronik.

Meski Berasal Dari Puerto Riko, Namun Despacito Bernyawa Sangat Global Hingga Terasa Milik Semua Orang

Luis Fonsi sang penyanyi memang berasal dari Puerto Riko, liriknya pun dengan bahasa lokal. Namun sesungguhnya Despacito punya ramuan yang sangat global.

Luis fonsi sendiri merupakan penyanyi latin yang sudah diakui kehebatannya dalam membuat musik yang hits. Kemampuan ala Puerto Riko ini kemudian dipadu dengan bunyi petikan gitar tradisional ala spanyol. Sementara nada-nada yang dikeluarkan sejatinya adalah ketukan alias beat reggae asal jamaika, yang sudah sangat familiar di seluruh dunia.

Unsur tradisional ini kemudian dibenturkan dengan kehadiran Daddy Yankee yang mengisi nuansa rap hard core di tengah lagu. Ketika memasuki Reff, nada yang dipilih adalah mainstream pop.

Sifat globalnya makin menjadi ketika Justin Biebber mengeluarkan versi remix dengan dirinya menyanyikan sebagian lirik berbahasa inggris dengan nada yang lebih pelan. Melalui perpaduan global tersebut, jadilah bunyi-bunyian Despacito mudah akrab di telinga siapa pun.

Despacito Yang Tadinya Global, Kemudian Merambah Ke Tingkat Lokal Hingga Penetrasinya Makin Masif

Karena bunyi-bunyiannya yang bersifat global dan umum, banyak orang bisa dengan mudah membuat versi cover versionnya. Jadilah Despacito makin dikenal karena dinyanyikan oleh artis-artis lokal di banyak negara yang kemudian diunggah ke sosial media.

Tak cuma versi bahasa aslinya, karena banyak pihak juga yang menggubah sesuai keadaan mereka. Coba tengok di youtube, di Indonesia sendiri ada beberapa cover, ada pula yang berisi parodi, seperti versi “Dek Lastri” yang berbahasa jawa. Bahkan hingga yang mengundang kontroversi Despacito versi Sholawat Nabi di acara pengantin.

Liriknya Yang Vulgar Memang Menimbulkan Kontroversi, Tapi Justru Jadi Bumbu Kepopulerannya

Terlepas dari kepopulerannya di 45 negara, lagu ini memang mendapat beberapa pertentangan loh. Salah satunya adalah pemerintah negeri jiran malaysia yang melarang lagu ini diputar di negara mereka. Dianggap sebagai masalah yang cukup serius karena banyak kaum muda disana menyanyikan lagu ini tanpa tahu arti yang sebenarnya.

Memang jika dilihat dari lirik lagu dan arti yang sesungguhnya, lagu ini memang cukup intim dan vulgar. Despacito yang berarti “perlahan”, adalah lagu dengan cerita soal cinta. Dimana inti dari lagu ini adalah menceritakan tentang hubungan seksual yang dilakukan secara romantis dan perlahan. Lagu itu menggambarkan bagaimana cara seorang laki-laki memuja kekasihnya.

Dan tak hanya itu video klip aslinya juga menampilkan beberapa adegan dewasa. Yang belakangan dianggap sebagai sesuatu yang tak sepantasnya untuk dipertontonkan. Menampilan sosok perempuan cantik sebagai model dalam video klipnya. Dan ternyata wanita berkulit eksotis yang berprofesi sebagai model ini, adalah Miss Universe 2006 dari Puerta Rico.

Beberapa pihak mengecam karena tak hanya populer di kalangan orang dewasa, tapi lagu ini juga disenangi oleh anak-anak yang bahkan masih di bawah usia. Inilah salah satu hal yang jadi kontroversi di berbagai pihak yang merasa tak suka. Tapi apa ayal, pelarangan demi pelarangan ini justru membuat banyak orang makin penasaran dan malah menontonnya.

Dan Despacito Pun Jadi Video Paling Banyak Dicari

Ya, untuk yang versi remix dengan Justin Bieber, hanya butuh waktu 24 jam saja, video klip ini dilihat lebih dari 20 juta kali di seluruh dunia. Versi aslinya yang ada miss universenya lebih gila lagi karena hingga hari ini, Despacito telah di putar sebanyak 2,808,017,586 kali di youtube. Yup itu 2 miliar kali lebih.

Secara total secara online, sesuai dengan data yang tercacat dari Universal Music tempat Fonsi bernaung, lagu ini telah diputar lebih dari 4,6 miliar kali di berbagai platform seperti YouTube, Apple Music dan Spotify. Angka ini gabungan dari beberapa versi. Seperti di Spotify ada empat jenis lagu Despacito yaitu Despacito – Remix diputar 629.538.464 kali, Despacito yang dinyanyikan bersama Daddy Yankee diputar 567.658.138 kali, Despacito remix oleh Major Lazer diputar 8.071.889 kali, Despacito – Versi Salsa diputar 7.105.283

Lusi Fonsi Pun Ketiban Rejeki Nomplok

Mungkin kamu tak begitu tertarik kalau melihat pembagian keuntungan per lagu yang diputar di layanan streaming. Spotify misalnya hanya memberi si penyanyi 104 rupiah saja kalau lagunya didengarkan orang lain. Angka yang kecil bukan?

Tapi coba kalikan jumlahnya dengan pendengar lagu Despacito yang saat ini sudah mencapai miliaran. Untuk spotify saja misalnya, Luis Fonsi ditenggarai mendapatkan sedikitnya 36,8 juta dollar. Alias, setara dengan 478 miliar rupiah. Belum lagi dari pendapatan platform lain macam iklan youtube, apple music dan lainnya. Ini keuntungan yang gila-gilaan mengingat Despacito hanyalah sebuah single dan bukan album.

Tak Cuma Fonsi, Puerto Riko Juga Terselamatkan Dari Kebangkrutan Karena Despacito

Sekitar bulan Mei 2017 lalu pemimpin pemerintahan Puerto Riko, Ricardo Rossello menyatakan bahwa Puerto Riko mengalami permasalahan ekonomi yaitu hutang yang mencapai 70 Miliar. Siapa sangka penolong mereka justru datang dari Luis Fonsi dan Dandee Yankee.

Yup berdasarkan data dari Global Smash, lantunan lagu Despacito mereka membangkitkan minat wisatawan asing untuk tahu lebih banyak tentang tempat asal penyanyi lagu tersebut.

Video klipnya memang menampilkan beberapa tempat yang berada di Puerto Rico. Mulai dari klub La Factoria di sektor Old San Juan dan La Perla. Dimana San juan adalah sebuah pelabuhan terbesar kapal pesiar kedua di belahan dunia barat.

Apalagi kalimat Kedua frasa lagu Despacito yang bermakna “Ini yang kami lakuan di Puerto Rico” seakan jadi alat, bagi Fonsi dan Yankee memperkenalkan negara mereka yang indah nan eksotis, karena letaknya berada di pinggir pantai sepanjang 270 mil.

Hasilnya jumlah wisatawan yang datang kesana meningkat sebanyak 45 persen sejak Despacito booming di berbagai negara. Beberapa situs travel juga mencatat kenaikan booking penerbangan ke Puerto Riko hingga 25 persen banyaknya.

Dan Ketika Musisi Indonesia Sebagian Masih Gagap Digital, Fonsi Justru Hadir Untuk Memanfaatkannya

Menjadi negara yang juga merasakan kepopuleran lagu ini membuat kita seakan ingin berkaca. Bukan berniat untuk membandingkan kegeniusan dari Fonsi dan Yankee dalam melahirkan karya dengan musisi tanah air. Tapi fenomena ini memang pantas kita pelajari

Karena Despacito hadir sebagai lagu daerah yang mampu mendunia. Meski hanya merilis satu single Fonsi mampu meraup keungtungan dari berbagai platform musik online. Seakan ingin menyesuaikan kebutuhan akan era digital yang sudah tak dapat dihindari. Mereka mampu memanfaatkan peluang.

Seolah berbanding terbalik dari hal yang selama ini kita lihat dari musisi tanah air, yang beberapa masih tergagap dengan dunia digital. Sebagian bahkan memusuhi dengan alasan banyaknya pembajakan. Belum lagi masih banyak yang pesimis melihat pembagian keuntungan per tayang lagu yang hanyaa 100 rupiah tadi.

Padahal seiring dengan berkembangnya zaman, dunia digital justru jadi hal yang paling menawan. Yang jika cukup bijak dalam memanfaatkan kesempatan bukan tak mungkin, akan mendapatkan keuntungan besar. Bahkan melebihi penjualan CD asli yang masih di agungkan. Padahal banyak portal musik online yang cukup menjanjikan, mulai dari Apple Music milik Apple, Spotify, Deezer, Joox hingga Guvera yang menyediakan musik secara gratis dan berbayar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Doyan Selfie? Kamu Perlu Cobain Revlon PhotoReady Candid Series Nih

Udah deh pada ngaku aja, hampir semua perempuan pasti suka selfie. Entah untuk diunggah ke sosial media atau dibiarkan mengendap di galery ponselnya saja. Nah, agar selfiemu lebih terlihat cantik dan memanjakan mata. Biasanya para perempuan akan melakukan persiapakan sebelum menangkap gambar. Mencari posisi yang tak terlihat chubby, memiringkan kepala, mengatur cahaya, sampai ada pula yang harus memoles make up demi hasil yang sempurna.

Tapi jika look make-upnya terlalu terlihat menyala, kadang kala kita malah tak suka dengan hasil selfienya. Nah, untuk itulah, hari ini Revlon Indonesia memperkenalkan ‘PhotoReady Candid’-nya, yaitu rangkaian make-up base terbaru dengan formula yang terinspirasi dari skincare dan memberikan hasil akhir yang tampak natural dan flawless.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Baxter Smith, Jakarta Selatan, Rabu (17/07/2019), Muhammad Irvan selaku Deputy Brand Manager Revlon Indonesia, mengatakan “Rangkaian produk ini jadi jawaban atas tren ‘No Makeup, makeup’ yang masih dicintai dalam industri kecantikan dunia, termaksud di Indonesia. Inilah yang kemudian membuat Revlon Indonesia menghadirkan inovasi terbarunya melalui Revlon PhotoReady Candid yang mengimplementasikan konsep clean beauty yaitu hanya mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kulit dan menghilangkan bahan-bahan yang tak dibutuhkan dengan formula yang ringan”. 

“Jadi perempuan-perempuan yang akan memakainya, akan tetap look great stress free”,  tutup Irvan.

Sekedar informasi, rangkaian produk Revlon PhotoReady Candid ini diperkaya dengan vitamin E sebagai anti oksidan dan anti polutan, serta anti blue light yang dipercaya mampu melindungi kult dari paparan sinar Blue Light dari sinar matahari dari gadget yang berisiko menyebabkan stress pada kulit.

Masih di tempat dan acara yang sama, Faiza Miranti, Marketing Communication Revlon Indonesia juga menjelaskan bahwa Revlon memahami bahwa perempuan Indonesia saat ini tak lagi bisa terpisahkan dari gadget untuk teap terkoneksi dengan internet setiap hari. Dari mulai urusan pekerjaan, sampai bersenang-senang dengan scroll di sosial media.

“Karena itulah Revlon PhotoReady Candid menyertakan anti-Blue Light yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari dan layar perangkat digital seperti ponsel, laptop, atau tablet. Karena, ini bisa membuat kulit stress, bahkan memicu penuaan dini. Nah, kandungan vitamin E juga berfungsi sebagai anti oksidan dan anti polusi yang menetralisir radikal bebas berbahaya seperti polusi, asap, atau radiasi.” Ujar Anti.

Hadir dengan kemasan yang mudah dibawa kemana-mana, rangkaian Revlon PhotoReady Candid ini terdiri dari Revlon PhotoReady Candid Natural Finish Anti-Pollution Foundation yang hadir dalam 5 shade, lalu ada pula Revlon PhotoReady Candid Antioxidant Concealer dalam 3 warna yang mengandung kafein untuk membantu menyamarkan noda hitam pada bagian kantung mata, dan Revlon PhotoReady Canding Anti-Pollution Setting Powder dengan tekstur lembut yang berfungsi untuk mengikat foundation dan melindungi wajah serta meminimalisir kandungan minyak pada wajahmu.

Rangkain produk ini sudah kini sudah tersedia di berbagai departement store dan gerai retail kecantikan dan kesehatan terdekat di seluruh Indonesia. Jadi kamu sudah bisa membelinya, untuk mendukung aktivitas selfie dan keinginan ‘No Makeup, Make-up’ yang kamu inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menyamar Pakai Daster dan Hijab, Polisi di Medan Berhasil Tangkap 3 Begal

Banyaknya kelompok pencuri motor yang berkeliaran di berbagai daerah, membuat Polisi memutar otak untuk  mencari cara untuk menjerat mereka. Dan salah satu terobosan yang dilakukan oleh para petugas Polsek Medan Timur di Sumatera Utara, nampaknya cukup membuahkan hasil. Ya, para petugas terpaksa harus menyamar sebagai ibu-ibu yang mengenakan daster dan hijab untuk menjebak para pelaku begal yang selama ini dilaporkan cukup meresahkan masyarakat.

Dilansir dari kumparan.com, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, mengatakan awalnya ada wanita bernama Indah Kristiani Siringo-ringo yang jadi korban pembegalan di Jalan Perkebunan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (16/7).

“Modusnya menunggu korbannya. Setelah mendapat targetnya para tersangka melakukan aksinya, dengan menendang dan mengambil sepeda motor korban,” katanya, didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin, Selasa (16/7).

Demi bisa mengungkap pelaku kasus pembegalan tersebut, kata Kompol M. Arifin, pihaknya mengerahkan polisi laki-laki untuk menyamar sebagai seorang perempuan yang berjilbab dan berdaster, lalu mereka disuruh melintas di lokasi-lokasi rawan pembegalan. Dengan tujuan untuk memancing para tersangka keluar dari persembunyiannya.

 “Jadi ada beberapa tim yang kita bagi. Ada petugas yang menyaru sebagai wanita dan ada beberapa petugas yang melintas layaknya masyarakat biasa,” ungkapnya.

Sumber : SumutNews.com

Alhasil, tiga begal, yaitu Ipan Ardiansyah alias Gopal (24), MF alias Popoy (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21), berhasil ditangkap. Polisi juga menyita 1 buah pisau, 1 kunci L, 1 obeng, 1 sarang kunci kontak sepeda motor hasil curian, baju, celana, dan sepatu dari para tersangka.

Dan pelaku yang pertama ditangkap adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal yang merupakan pemimpin kelompok begal tersebut,

“Tersangka (Gopal) ditangkap di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Deli pada 15 Juli 2019,” ungkapnya.

Nah dari keterangan dan pengakuan Gopal, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap MF alias Popoy dan Sopan.

“Dari laporan yang kita terima, para tersangka ini telah lima kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Medan Timur,” katanya.

Para tersangka mengaku, barang hasil kejahatan mereka akan dijual kepada seseorang bernama Kancil di Jalan Marelan. Namun, saat dilakukan pengembangan, petugas tidak menemukan keberadaan Kancil yang disebutkan. Sementara itu, tersangka Popoy mengaku, uang dari penjualan barang itu digunakannya untuk membeli narkoba.

“Uangnya untuk membeli sabu-sabu dan baju,” pungkasnya.

Polsek Medan Timur masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Pasalnya, ada beberapa anggota komplotan lain yang masih dalam pengejaran dan terus melakukan aksinya.

“Untuk identitas tersangka lainnya sudah kita ketahui. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHPidana,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sekuel Thor 4 Siap Digarap Kembali oleh Taika Waititi

Thor akan kembali ke dunia Marvel. Sekuel film Thor yang ke-4 akan dibuat dan disutradarai kembali oleh Taika Waititi. Menurut The Hollywood Reporter. Taika sukses membawa film solo ketiga Thor itu meraih keuntungan hampir US$854 juta dari box office sedunia dan skor 93 persen Rotten Tomatoes pada tahun 2017.

Chris Hemsworth pun akan kembali berperan sebagai Thor. Kendati demikian, belum ada rincian lain terkait cerita dan jadwal rilisnya. Namun terakhir dalam Avengers: Endgame, Thor menyerahkan kaum Asgard pada Valkyrie di rumah baru mereka di bumi. Sementara itu, Thor ikut dalam pesawat luar angkasa bersama Guardians of the Galaxy.

Taika Waititi sendiri sukses memberi warna baru pada Thor. Pria New Zealand ini juga aktor di balik karakter Korg, raksasa batu yang lucu. Keterlibatannya lagi pada Thor 4 konon membuat proyeknya bersama Warner Bros. dalam film adaptasi manga Jepang, Akira, terganggu. Akira yang semula dijadwalkan rilis pada 2021 kabarnya harus menjeda jadwal syuting karena Taika juga mengembangkan naskah Thor 4. Sementara Chris Hemsworth baru selesai dengan film terbarunya Men in Black: International.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top