Community

Dengan Ketidaksempuarnaanku, Ijinkan Aku Jadi Calon Pendamping Hidupmu

Seharusnya memang perihal urusan rumah tangga, juga merias diri sudah khatam kukuasai sebagai seorang perempuan. Namun nyatanya, memasak pun aku kurang becus. Pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah dan mengurusi segala keperluan rumah tangga pun hanya bisa kulakukan semampuku.

Bahkan saat bangun tidur aku masih sering membiarkan bantal, guling, dan selimutku tergeletak begitu saja tanpa langsung membereskannya. Untuk urusan merias diri pun aku bukan jagonya. Aku hanya berdandan pada saat-saat tertentu saja, itupun hanya menggunakan alas bedak, bedak tabur dan lipstick tipis saja.

“Kata sempurna memang masih jauh dariku. Tingginya ego dan sifat manjaku seringkali masih sulit untuk ku kendalikan”

Meski aku bukan calon istri yang sempurna, aku akan selalu mencoba melakukan hal terbaik yang aku bisa. Meski terkadang aku masih belum bisa menerima pekerjaanmu yang menuntutmu lebih berada di luar rumah dibandingkan bersamaku, tapi aku akan tetap berusaha menjadi orang yang selalu memelukmu dan menguatkanmu saat segala pekerjaan kantor membuat sesak dadamu.

Aku pun akan selalu berusaha menyambutmu sepulang kerja dengan senyuman hangat dan sapaan manis yang mampu mengurangi kepenatanmu. Pintaku padamu, tolong bantu aku menjadi calon istri yang setia mendampingi segala suka dukamu. Meski aku tahu, aku masih jauh dari kata sempurna sebagai seorang istri.

Bantu aku untuk menjadi wanita yang kuat, agar saat kau butuhkan sandaran, aku mampu menjadi sandaran ternyaman untukmu. Satu yang akan selalu aku lakukan, yaitu berusaha. Ya, aku akan terus berusaha menjadi orang yang lebih baik seiring berjalannya waktu. Juga menjadi istri yang nantinya mampu membahagiakanmu dengan sepenuh hati. Semoga Tuhan dan Alam turut mengaminkamn apa yang aku usahakan. Semoga!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bertemu Sesekali Tapi Berkualitas Jauh Lebih Baik Daripada Setiap Hari Berjumpa Tapi Sibuk dengan Ponsel dan Sosial Media

“Percayalah kawan, hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang. Kamu hanya perlu bertahan bersama mereka yang memang menyenangkan, bukan yang hanya ingin disenangkan”

Perihal hubungan dengan seseorang, pertemuan sering disebut-sebut jadi kunci untuk bertahan. Namun apakah benar demikian? Sayangnya tidak kan? Toh, banyak yang berteman dan nongkrong bersama setiap malam. Tapi masih bisa saling tuduh dan menjelek-jelekkan. Sedangkan, dia yang hanya sesekali bertemu justru lebih memaknai hubungan pertemanan. Lalu manakah yang sebenarnya kita butuh?

Nah, jika kamu akan bertanya padaku. Jelas saja aku lebih memilih, bertemu sesekali dengan obrolan dan waktu berkualitas daripada harus berteman dengan orang yang lebih mementingkan gadget daripada teman.

Sosok yang Ditemui Mungkin Memang Itu-Itu Saja, Tapi yang Jadi Penentu Adalah Apa yang Terjadi di Pertemuan Kita

Benar memang, kita hidup di era dimana telepon genggam jadi sesuatu yang dekat dalam diri. Dibawa kemana saja kita pergi, sampai kadang lupa jika tujuan bertemu adalah berbincang-bincang dengan teman. Bukan berpindah tempat hanya untuk sibuk bermain gadget di tangan.

Dia yang akan kamu temui, memang hanya si itu-itu saja. Tapi apa yang terjadi di pertemuan akan jadi makna ya berbeda. Jika kamu dan temanmu lebih memilih sibuk pada handphone, mungkin pertemuannya memang tak bermakna. Padahal obrolan dan perbincangan yang bermakna bisa jadi penguat dalam tali pertemanan kita.

Obrolan yang Mengalir Begitu Saja, Jauh Lebih Bermakna daripada Sibuk Stalking Orang yang Tak Disuka Bersama-sama

Gambarannya begini, membicarakan orang lain di satu forum pertemuan memang sering terasa menyenangkan. Tapi apa iya, hal-hal seperti ini bermakna untuk kita? Jika ternyata tak memberi dampak apa-apa untuk kehidupan, untuk apa dilakukan?

Lebih dari itu, memulai obrolan dengan pembahasan yang mungkin menyenangkan. Bisa jadi salah satu hal yang akan melahirkan atau membuka wawasan. Tak hanya sibuk untuk bersuara kontra pada pemerintah, kita dan teman mungkin bisa belajar bersama untuk lebih memahami negara kita. Begini misalnya.

Maknai Setiap Pertemuan dengan Membuat Kesan yang Tak Terlupakan

Demi kesan yang berbeda, dan menghindari kebosanan atas hubungan pertamanan yang begitu-begitu saja. Kita dan beberapa orang yang memang jadi kawan dekat bisa mencoba beberapa hal baru. Misalnya, menjajaki tempat-tempat wisata seputar kota, pergi mencicipi kuliner di beberapa tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sampai melakukan perjalanan bersama ke luar kota yang mungkin tidak terlalu jauh jaraknya.

Untuk kesan perjalanan yang berbeda. Menyambangi tempat-tempat tadi dengan sepeda motor, barangkali jadi sesuatu yang layak dicoba. Selain menghemat waktu, berkendara dengan roda dua bersama teman konon akan menumbuhkan rasa kekerabatan yang lebih dekat. Tak ada yang perlu dipusingkan, sebab Suzuki Nex II bisa dijadikan pilihan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.

Lain dari seri sebelumnya, kita bisa berboncengan dengan leluasa tanpa merasa kesempitan. Karena kendaraan roda dua ini, kini hadir degan panjang dan lebar yang lebih mumpuni. Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara.

Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone. Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

Karena Hal-hal Sederhana Kadang Memberi Makan yang Jauh Lebih Berharga

Kita mungkin hanya pergi ramai-ramai ke salah satu tempat makan, menikmati hidangan bersamaan atau memasuki beberapa tempat wisata di tengah-tengah kota. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi interaksi yang berlangsung jadi sesuatu yang melahirkan kehangatan berbeda.

Dulu, kamu mungkin tak tahu jika temanmu tak suka makan ikan, tapi setelah makan bersama kamu jadi tahu jika ia lebih suka ayam. Begitupun pada hal-hal lain yang akan menambah wawasan dari hasil obrolan. Perjalanan-perjalanan yang akan kita lakoni mungkin terbilang sederhana, tapi kebersamaan yang ada akan selalu bermakna.

Tak Semua Teman Membuatmu Lebih Baik, Maka Jaga Jarak dengan Mereka yang Memberi Dampak Negatif

Memilah-milah dan membedakan teman, konon jadi perbuatan yang kurang menyenangkan. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa akhirnya kamu akan berteman pada semua orang. Dengan catatan bisa membedakkan, mana dia yang memang benar-benar teman dengan dia  yang hanya sekedar saling kenal.

Kita tak dapat merubah teman kita jadi seperti yang kita ingini, namun membatasi diri dalam bergaul dengan mereka yang dinilai tak baik adalah sesuatu yang bisa kita putuskan sendiri. Kesan pribadi yang supel, mungkin bisa kita emban jika selalu terlihat bersama dengan banyak orang. Tapi, kalau pertemuan-pertemuan yang ada hanya sekedar sibuk dengan ponsel ditangan, untuk apa? Sebaiknya, sisihkan waktu yang berkualitas untuk mereka yang memang paham, bagaimana menikmati waktu bersama dengan teman.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bikin Terpesona, Ini 5 Aktor yang Punya Anak yang Cantik Jelita

Artis memang selalu jadi sorotan bagi masyarakat pada umumnya. Tak hanya artis saja,bahkan keluarganya pun tak luput untuk dijadikan bahan perbincangan. Berikut adalah 5 aktor yang memiliki anak berwajah cantik jelita. Dijamin bikin kamu terpesona.

1. Tora Sudiro

Pasangan Tora Sudiro dan Mieke Amalia sepertinya sangat kaya dengan anugerah berupa lima anak perempuan yang semuanya sangatlah cantik. Dua anak perempuan dari pernikahan Tora sebelumnya, dua anak perempuan dari pernikahan Mieke sebelumnya, dan satu anak perempuan dari pernikahan Tora Sudiro dan Mieke.

2. Abimana Aryasatya

Kamu sudah pernah melihat wajah cantik dari anak kedua Abimana Aryasatya belum? Pasti nggak nyesel deh kalau sudah melihat wajah cantiknya. Nggak cuma cantik, dia juga sangat fashionble loh.

3. Tengku Firmansyah

Tengku Firmansyah merupakan aktor yang menikah dengan Cindy Fatika Sari. Keduanya lantas dikaruniai anak gadis yang kini tengah terjun ke dunia akting. Siapa sangka, wajah anak gadis mereka sangatlah cantik. Dia bernama Tengku Syaira Anataya.

4. Jeremy Thomas

Jeremy Thomas adalah seorang aktor yang sangat berbakat. Dia memiliki anak gadis yang juga kini tengah terjun ke dunia akting, namanya Valerie Thomas. Valerie terkenal sejak membintangi sebuah series “Anak Artis”.

5. Indra Brasco

Indra Brasco dan Mona Ratuliu memiliki anak gadis yang kini sudah menginjak usia 14 tahun. Namun meski masih sangat belia, dia sudah menunjukkan bibit kecantikannya yang didapatkannya dari mama dan papanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Eza Gionino Resmi Menikah, Tanpa Dihadiri Sang Ibunda

Setelah sempat tertunda, akhirnya pernikahan Eza Gionino dan sang kekasihnya, Meiza Aulia. Akhirnya resmi dilangsungkan. Digelar di sebuah cluster di Kota Wisata, Cibubur, Jakarta Timur. Mantan kekasih dari Ardina Rasti ini sah menikah pada Minggu, 22 Juli 2018 kemarin.

Namun ditengah rasa bahagia dua sejoli tersebut, Ibunda dari Eza, Ruch Gaya, justru terlihat tak senang dengan pernikahan tersebut. Konon, sang ibu tak suka dengan kekasihnya itu. Lantaran ingin menjodohkan Eza dengan perempuan lain yang menurutnya lebih baik. Tapi hal tersebut ternyata tak berkenan di hati Eza. Untuk itulah, meski tak mendapat restu dari ibunya. Ia tetap melangsungkan pernikahan dengan sang Ayah yang menjadi saksi atas pernikahannya.

Sumber : www.instagram.com/lambe_turah/

Dan ternyata kehadiran sang ayah, juga menambah amarah dari sang ibunda. Dikutip dari Bintang.com, ibu Eza berkata bahwa “Bapaknya kesenangan. Bapaknya nggak punya kerjaan. Nganggur!” tuturnya ketika dihubungi awak media lewat sambungan telepon, Minggu (22/7).

“Kalau Eza sudah menyakitkan hati mama, apalagi nikahnya dia ini didatangkan bapaknya untuk menjadi saksi. Tambah menyakiti hati mama lagi bapaknya didatangkan. Padahal bapaknya nganggur nggak punya pekerjaan,” tambah sang ibunda.

Tak hanya merasa disakiti hatinya saja, sang ibu juga menganggap bahwa jika Eza Gionino, bahkan tak peduli apakah ia akan memberi restu pada pernikahannya atau tidak. Hingga akhinya sang ibu pun mengelurkan sumpah serapah atas pernikahan sang anak dan menganggap Eza tak lagi anaknya.

Namun, dibalik semua kemarahan yang sedang ada di hatinya ibunya. Semoga Eza dan sang istri berbahagia dengan pilihannya. Sekali lagi selamat untuk Eza dan Meiza. 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top