Feature

Financial Domination : Kenikmatan Seksual Jika Pasangan Memoroti Uang Kita

Walau jarang ada yang mau buka-bukaan, tapi setiap orang memang punya keinginan berbeda untuk urusan seksual. Tak ada yang salah memang kalaupun kamu akan melakukan hubungan seksual yang masih konservatif. Tapi beberapa orang, justru lebih bahagia jika melakukan hubungan seksual sesuai mimpinya. Salah satunya adalah Financial Domination’ yang memberikan kesenangan, jika ia diporoti.

Jadi fetish yang berbeda dari biasanya, percaya atau tidak, ada beberapa lelaki yang benar-benar melakukannya demi membuat hatinya bahagia. Untuk itu, kamu perlu mendengar, fakta-fakta apa saja yang membuat mereka rela melakukan hal tersebut. 

Merasa Jadi Diri Sendiri, Walau Dijadikan Budak Oleh Perempuan yang Diingini

Ngeri memang, tapi itu adalah sumber kesenangan bagi Stevo, lelaki paruh baya asal Amerika Serikat yang belakangan tak lagi memperhatikan dirinya demi sang kekasih, Mixtrix. Keduanya bertemu dari dunia maya, menjadi sepasang kekasih dengan pola hubungan yang terlihat lebih menguntungkan Mixtrix. Yap, Stevo yang tadinya harus jadi kepala rumah tangga, mendadak berubah jadi budak yang harus melayani dang perempuannya. 

“Pada dia budakku”, kata Mixtrix bercerita kepada Vice dalam sebuah video yang diberi judul Cash Slaves: Inside the Dystopian Fetish of Financial Domination (2015). Sejalan dengan perannya dalam hubungannya bersama Stevo, Mixtrix memang seorang financial dominatrix alias findom—orang yang pekerjaannya menguras kantong para pria yang mereka sebut slave atau budak

Sebelum sepakat untuk membina hubungan atau melakukan transaksi, findom dan budak akan membuat perjanjian kerja yang mewajibkan budak mengabulkan segala permintaan findom tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun setiap kali melakukan perbincangan. Mulai dari uang ratusan dolar, barang mewah hingga bitcoin. 

Jika para lelaki biasanya menjadi kepala rumah tangga dan dilayani, atas fetish ini, ketika mereka bersama dengan para kekasihnya. Posisi mendadak terbalik 180 derajat, sebab ia harus menjadi budak untuk sang fingdom. Tapi menariknya, hal tersebuta justru membuat mereka bahagia. 

“Aku merasa bisa jadi pribadi apa adanya. Mixtrix menerimaku,” kata Stevo, lelaki yang telah menguras koceknya demi Mixtrix. 

Meski Tak Melibatkan Hubungan Seks dan Sentuhan, Fetish Ini Sudah Kian Marak di Dunia Barat

Entah karena terlalu punya banyak uang atau memang sudah jadi keinginan, fetisisme ini kian berkembang dan banyak dilakukan orang-orang. Bahkan nih, menurut salah satu menelusuran dari BBC, istilah findom sudah muncul sejak tahun 2009 di San Francisco, tempat di mana budaya BDSM dirayakan sejak dekade 1970-an. 

Tak ada hubungan seks bahkan sentuhan, mulanya istilah findom awalnya adalah tagar di Twitter. Namun dalam kurun waktu setahun, findom telah di-tweet sebanyak 160 kali. Pada 2017, bahkan tagar masuk ke dalam cuitan warganet sebanyak lebih dari 10 juta kali. 

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada data resmi tentang jumlah findom. Sebab berbagai pemberitaan tentang financial domination hanya menyatakan bahwa findom telah dilakoni ratusan perempuan dan jadi profesi yang diminati karena dianggap bisa mendatangkan uang banyak dengan singkat dan mudah. Dan mayoritas findom adalah perempuan, yang sebagian pernah bekerja sebagai pekerja seks komersial. 

Cerita dari Para Findom Ini Kadang Tak Masuk Akal, Mendapat Keuntungan Meski Tak Berbuat Apa-apa

Maitresse Madeline, seorang tetuah findom di San Francisco, bercerita pernah menerima $42.000 dari lelaki yang mengharap bisa memandang wajahnya dari sebuah tayangan video. Setelah mentransfer uang tersebut, sang lelaki justru tidak meminta Madeline mengirim video. “Di ranah fetisisme, ini bukan hal yang mengagetkan,” kata Madeline. 

Dilansir dari Tirto.id, cerita lain datang dari Bratty Nikki, memilih membuat video berdurasi 10 menit yang isinya hinaan kepada para penonton. Ia memberi judul tayangan dengan kata-kata seperti “Laki-laki sampah” dan “Cuma untuk pecundang goblok” lalu menjualnya dengan tarif $10-$100 per video. 

Nikki juga membuat situs fetish yang menampilkan banyak video dari para findom seantero jagat. Satu klien bisa menghabiskan $1,6 juta selama setahun mengakses situs tersebut. Satu findom bisa mendapat uang $121.000 per hari.

Bagaimana? Menakjubkan bukan?

Dan Ternyata, Fetish Ini adalah Bentuk Distraksi dari Para Lekaki yang BekerjaTerlalu Berat

Ibarat seseorang yang sedang lelah, lalu butuh istirahat atau hal menyenangkan lainnya. Terapis keuangan Debra Kaplan, menganggap financial domination ialah sebentuk rekreasi dari pekerjaan berat yang sedang dijalani oleh para laki-laki. 

Sejalan dengan itu, seorang psikiater asal Inggris, Martin Bagley juga menganggap fetish financial domination muncul sebagai salah satu bentuk distraksi dari orang yang memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang berat. 

“Fetish bisa muncul ketika seseorang beranjak dewasa dan mulai mengeksplorasi aktivitas seksualnya. Ada kalanya benda-benda tertentu mampu menggugah hasrat seksual seseorang. Biasanya hal ini yang akan jadi fetish. Misal, orang yang pernah punya ketertarikan terhadap stoking bisa saja menjadikan benda tersebut sebagai objek fetish di kemudian hari,” katanya sebagaimana dikutip BBC. 

Meski kadang dianggap sebagai penyimpangan seksual, fetish memang jadi salah satu hal yang mengugah hasrat dalam urusan ena-ena. Tapi menurut, Psychology Today gangguan fetish perlu ditangani secara khusus apabila si penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Akan tetapi Financial domination berbeda karena sengaja dipelihara, dan memberikan kesenangan berbeda bagi kedua pelakunya. 

Jadi apakah kalian para lelaki yang membaca ini juga memiliki hasrat serupa? Siap-siap kumpulin uang yang banyak dulu ya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top