Feature

Demi Kebaikanmu, Jangan Harapkan Hal Ini Saat Baru Memulai Hubungan!

menghargai diri

Ketika kamu ingin memulai sebuah hubungan baru, wajar jika kamu meminta pasangan untuk berubah ke arah yang mungkin menurutmu baik. Termasuk memintanya untuk melakukan hal-hal yang kamu mimpikan selama ini. Selain rasa cinta dan komitmen, ekspektasi dalam hubungan tentu akan menentukan bagaimana kelangsungan hubungan. Bisa berjalan lebih serius atau akan bubar dipertengahan jalan.

Perlu untuk diketahui bahwa salah satu faktor yang mengakibatkan kegagalan suatu hubungan adalah ketidakpuasan dan kekecewaan akibat dari ekspektasi terhadap pasangan yang terlalu tinggi. Sebelum hal ini terjadi dalam hubungan, kamu harus bijak untuk memilah apa saja ekspektasi yang memang tidak seharusnya ada. Apalagi jika ternyata hal tersebut kita tempatkan pada saat ingin memulai hubungan baru, sebaiknya jangan!

Kepalang cinta membuatnya akan selalu mengiyakan semua ucapanmu

Ekspektasi berlebihan seperti ini justru akan membuat kamu kecewa dan bisa jadi akar masalah dalam hubungan. Karena faktanya ekspektasi ini akan sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang akan kamu rasakan. Ini adalah sesuatu yang sah dan menjadi hak setiap pasangan, terlebih dalam hal mengutarakan pendapat. Ingatlah bahwa kamu dan dirinya adalah dua orang yang berbeda. Jadi perbedaan pandangan, opini dan pengalaman hidup adalah sesuatu yang wajar. Selama mampu menyikapi perbedaan pendapat dengan baik, tidak akan menjadi pengaruh buruk bagi hubungan. Justru dari perdebatan yang ada kamu dan dia bisa belajar bagaimana cara berkomunikasi yang tepat. Bahkan perdebatan yang sehat justru menguatkan hubungan. Perlu diingat bahwa jangan pernah berpikir meskipun dia mencintaimu, pasangan yang kamu miliki tidak akan selalu mengangguk setuju dengan semua pendapatmu.

Sebaliknya bentuk kecintaanmu padanya tidak selalu diamini orang lain

Kamu pasti sering membayangkan bahwa jika kamu telah mencintainya, semua orang yang ada disekitar kamu akan turut serta menyukainya, Tentu tidak !. Meski dimatamu dirinya adalah yang terbaik, tidak semua orang bisa merasa cocok atau suka dengannya. Tidak jauh berbeda dengan posisi kamu ketika ada orang yang mungkin tidak suka dengan kamu. Bahkan lebih parahnya kadang ada beberapa pihak yang akan dengan sengaja berbuat sesuatu yang bertujuan untuk memberikan kesan buruk. Kamu tidak perlu protes atas bentuk ketidaksukaan yang ditunjukkan oleh orang lain tersebut. Belajarlah untuk menyikapinya sebagai sesuatu yang tidak perlu diambil pusing. Tapi meski demikian bayangan tentang ini memang tidak seharusnya kamu masukan dalam ekspektasi dalam sebuah hubungan baru.

Mampu membangun hubungan yang dekat dengan keluarga dan teman kita, sebagaimana dirinya denganmu

Sebenarnya ini adalah dua hal yang berbeda, yang sama sekali tidak bisa kamu sama ratakan. Kemampuan pasangan untuk bisa menjalin hubungan yang dekat denganmu dikarenakan rasa sayang dan ketertarikannya. Hal ini tidak berlaku untuk hubungannya dengan orang lain disekitarmu, ya sebut saja dengan teman-temanmu. Meski ini adalah harapan baik yang bisa saja ada dalam ekspektasi kamu, tetapi untuk menyenangkan banyak pihak dalam waktu yang bersamaan itu adalah sesuatu yang sulit. Untuk itu rasanya kamu tidak perlu khawatir secara berlebihan jika munkin dia tidak juga akrab dengan orang-orang terdekatmu. Selama tidak ada konflik yang serius biarkan semuanya berjalan apa adanya. Tapi jangan pernah jadikan ini alasan untuk terus menyalahkannya.

Dirinya akan selalu berkata benar serta mengerti perasaanmu tanpa diberitahu

Jika salah satu alasan mengapa kamu memilihnya adalah dikarenakan kejujuran, bukan berarti dihari yang akan datang dia tidak akan berkata bohong. Sebagaimana kamu sebagai manusia, dia juga sama. Akan ada beberapa kebohongan yang diucapkannya. Bukankah tak harus menjadi sempurna untuk bisa dicintai?

Dia bukan malaikat yang mengetahui segala isi hati dan pikiran tanpa kamu ucapkan. Komunikasikan segala sesuatu yang menjadi beban emosi, dengan demikian ia akan lebih mudah dalam memahamimu. Selain untuk menghindari perdebatan ini akan menjadi kekuatan yang akan mempererat hubungan yang ada karena mampu mengerti satu sama lain.

Waktunya bisa menjadi milikmu seutuhnya!

Ini adalah omong kosong, untuk itu segera hilangkan hal ini dari daftar ekspektasimu. Dia juga memiliki kehidupan sosial, menjalin hubungan bukan berarti mengharuskan seseorang untuk menyerahkan seluruh waktunya untuk pasangan. Ada banyak hal lain yang akan dilakukannya untuk kehidupan pribadinya. Selama kegiatannya masih terbilang positif tidak akan menjadi masalah. Tapi jangan pernah berpikir atau memaksanya untuk tetap bersamamu 24 jam dalam tiap harinya. Pahamilah bahwa dirinya juga adalah anak dari orangtua yang juga membutuhkan kehadiranya. Juga seorang teman yang dinantikan oleh teman-temannya untuk berkumpul bersama.

Berpikir bahwa hubunganmu akan berjalan baik-baik saja tanpa ada masalah

Hidup yang kamu jalani bukanlah dongeng penghantar tidur yang selalu bahagia. Masalah dalam hubungan akan datang silih berganti. Tapi cobalah untuk melihat setiap masalah sebagai sesuatu yang memberi manusia pelajaran. Dari situ kamu akan menemukan banyak alasan untuk tetap bisa bertahan untuk sebuah hubungan. Ajaklah dirinya untuk tetap sama-sama mengontrol diri dalam menghadapi masalah dengan bijak. Berikan pengertian bahwa ini akan jadi kekuatan baru untuk jenjang yang lebih serius dari hubungan sekarang. Mengelola ekspektasi membutuhkan proses panjang dengan suka duka didalamnya. Kamu bisa meminimalkan konflik dengan membuang semua ekspektasi yang tak semestinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top