Feature

Demi Hubungan Nyaman, Sudahlah, Tak Usah Memaksa Minta Password Akun Medsos Pasangan

Stop membuat pasanganmu tertekan. Sudahlah, tak usah membuat pembelaan dengan mengatakan kalau pasanganmu pun merasa baik-baik saja. Kamu belum tentu tahu apa yang dia simpan di lubuk hatinya yang terdalam. Sadar tak sadar, sebagai kekasih kita sering lho bertindak ‘kelewatan’, bahkan seperti menjajah kebebasan pasangan kita.

Contoh nyatanya, kamu merengek meminta diberikan akses pada akun media sosialnya. Kalau dia menolak, kamu sekonyong-konyong menaruh curiga besar. Tapi bila sudah diberi password milik pasangan, kamu bebas sekali menyelami setiap kegiatan pacarmu. Tanpa sadar, sejatinya kamu sudah melakukan ‘penindasan’ lho Kawan, yakni dengan merampas hak privasi milik pasanganmu.

Padahal kalau boleh dipikir, memegang akun media sosial pacarmu itu memangnya membawa manfaat apa saja untukmu? Bukan apa-apa, bukankah jauh lebih nyaman kalau kamu dan dia sama-sama menghormati privasinya? Sedekat apa pun, sebanyak apa pun waktu yang kalian habiskan berdua, dia tetap manusia yang berhak memiliki privasi lho, Kawan.

Memegang Password Pacar Bisa Dibilang Sama dengan Mengekang, Jangan Salahkan Keadaan kalau Dia Lama-lama Merasa Tak Nyaman

Hidup sudah berat untuk dijalani, apalagi kalau ditambah adanya kekangan yang membatasi setiap potensi di dalam diri, ‘kan? Tidak pernah ada yang namanya ‘peduli’ atau ‘ungkapan rasa cinta’ dalam bentuk merengek meminta ‘password’. Bilang saja kalau sebenarnya kamu ingin melacak setiap kegiatan pacarmu di media sosial.

Begini, bukankah itu namanya mengekang pasangan? Seberapa pun kamu mau mengelak, kekangan dalam bentuk permintaan akses media sosial itu sudah kamu lakukan. Jangan salahkan siapa pun  ya kalau lama-lama dia justru merasa tak nyaman denganmu.

Sudah Sama-sama Dewasa, Apa Iya Belum Mengerti yang Namanya Privasi?

Turut merecoki kehidupan pasanganmu dalam bermedia sosial berarti artinya kamu belum paham yang namanya privasi. Kalau hal ini masih terjadi, siapa yang bisa menjamin kalau kamu dan dia sudah sama-sama dewasa dalam menjalani relasi? Sepertinya kalau situasi ini masih terjadi, coba kamu dan dia saling mengevaluasi. Pikirkan lagi, memangnya ada yang mau privasinya justru tak dihargai oleh orang-orang yang dia cintai?

Memantau Media Sosialnya Cuma Bikin Rasa Curiga Bertambah dan Kamu Terus Uring-uringan kalau Ada Aktivitas dari Teman-temannya, Yakin Mentalmu Sehat?

Kamu hanya akan merasa lelah karena yang kamu lakukan begitu membuang-buang waktu dan energi. Dibanding membangun dan menguatkan relasi, kamu justru membuat dirimu terjebak dengan rasa curiga yang setiap waktu semakin besar.

Di lain sisi, kamu justru terus uring-uringan begitu muncul aktivitas terbaru di media sosial pacarmu, entah likes dari lawan jenis, atau beberapa komentar yang dituliskan teman-temannya. Sudahlah, jangan membuat mentalmu jadi terpuruk. Positive thinking saja, apalagi dia ‘kan pasanganmu.

Apalagi kalau Media Sosialnya Juga Dipakai Pasanganmu untuk Bekerja, Apa Kamu Masih Akan Tetap Meminta Password-nya?

Sebagai pasangan, jadilah sosok kooperatif yang bisa mendukung pasangannya dalam aktivitas atau pekerjaan apa pun. Bukan justru menghambat karier pasanganmu. Begini, kalau media sosialnya juga dipakai untuk bekerja sekaligus ladang pendapatan, dan kamu tetap merengek untuk meminta password, tak menutup kemungkinan suatu hari nanti karier pasanganmu jadi terancam. Kalau curigamu tak terkontrol, padahal yang mengirim pesan adalah mitra bisnis pasanganmu, bukankah bisa berujung runyam?

Pun Tak Menutup Kemungkinan Kamu Akan Dicap Pacar yang Posesif di Depan Teman-temannya

Akibat tindakanmu ini, jangan heran ya kalau kamu akan mendapat cap yang posesifnya keterlaluan. Terlebih di mata teman-teman terdekat pasanganmu. Bisa jadi tiap kali kamu ikutan jalan bareng mereka, pasti akan ada bisik-bisik di belakangmu tanpa kamu ketahui. Kamu tentu tak bisa menyalahkan mereka, karena anggapan negatif ini akibat kelakuanmu sendiri. Jadi, bukankah jauh lebih baik kamu menaruh rasa percaya pada pasanganmu?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Daripada Terus Tersiksa, Bercerai Mungkin Membuatmu Lebih Bahagia

Jadi sesuatu yang tak pernah diinginkan, perceraian selalu jadi momok mengerikan pada semua orang. Merusak mental anak, menyakiti diri sendiri, hingga membuat malu keluarga selalu jadi pertimbangan yang dipikirkan. Tak ingin itu semua terjadi, padahal bertahan pun justru kian menyiksa diri. Lalu tunggu apa lagi?

Dengar, tak satu pun orang ingin pernikahannya berakhir dengan sia-sia. Tapi kita pun tak bisa menolak jika memang keputusan bercerai adalah satu-satunya jalan keluarga untuk bisa lebih bahagia. Tak lagi tahan dengan kekerasan yang diterima, atau hadirnya pihak ketiga mungkin jadi salah satu alasannya.  

Kamu Bisa Saja Bertahan, Tapi Coba Pertimbangkan Adakah Sesuatu yang Berubah atau Justru Kian Parah?

Ya, apapun itu alasannya jika memang masih bisa dipertahankan dan dibenahi, cobalah untuk berkomunikasi dengan pasangan. Bicarakan dengan kepala dingin, cari letak salah dan titik sumber masalah. Berilah ia kesempatan kedua, jika memang diminta atau ajukan hal tersebut kepadanya.

Lalu lihat lagi perubahan yang terjadi selama rentang waktu janji untuk saling berbenahi diri. Adakah itikad baik dari dirinya untuk menunjukkan perubahan, atau masih tetap sama seperti biasa. Membuatmu jadi pasangan yang tersiksa hingga merasa kian tak benah hidup berdua.  

Maka Jika Bercerai Justru Membuatmu Lebih Bahagia, Kamu Tak Perlu Takut untuk Melakukannya

Dikutip dari laman prevention.com, ketika masalah demi masalah terus terjadi dan konflik terus menghimpit, tidak jarang perceraian menjadi pilihan terbaik yang diambil. Memang, rasa sakit hati, kecewa dan sedih mendalam akan dialami orang-orang yang bercerai. Namun, jika ini adalah jalan terbaik, perceraian justru jadi harapan baru untuk bisa memberimu bahagia.

Tak hanya itu saja, penelitian yang dilakukan di Universitas London Kingsley juga menemukan bahwa perempuan akan merasa lebih bahagia, lebih lega dan percaya diri setelah lima tahun dari perceraiannya. Setelah bercerai, perempuan juga akan mempunyai banyak waktu untuk memegang penuh kendali atas dirinya sendiri juga kendali atas anak-anaknya. Bisa memahami diri sendiri lebih baik, akan membantumu menemukan sumber bahagia yang selama ini kamu cari.

Jadikan Ini Sebagai Pelajaran, Agar Tak Asal dalam Memilih Pasangan

Setelah bercerai, kamu akan lebih berhati-hati dan teliti dalam hal menemukan pasangan atau menjalin hubungan. Sudah bisa lebih bijaksana dan bersiap untuk kecewa, kamu tahu bagaiman menaruh percayamu. Berita baiknya, kesiapan psikologi setelah bercerai dalam menemukan cinta baru bahkan dinilai lebih baik dari kesiapan cinta yang dulu.

Tak perlu takut atau merasa akan gagal lagi untuk yang kedua kali, beberapa ahli bahkan menyarankan agar kamu kembali membuka diri. Sebab kamu sudah lebih paham dan tahu bagaimana caranya membenahi kesalahan di masa lalu. Tak lagi buru-buru dalam menentukan, kamu perlu bijak dalam membuat keputusan.

Semua Orang Pernah Berbuat Salah, dan Bercerai Bisa Jadi Cara untuk Menebus Rasa Bersalah

Jangan pernah merasa hina hanya karena kamu memutuskan untuk berpisah. Meski orang-orang akan membuat penilaian yang negatif tentang dirimu, tetaplah jadi diri sendiri dengan tak peduli akan cibiran dari orang lain. Jika perceraian ini jadi sebuah kesalahan yang terbesar dalam hidupmu, maka belajarlah untuk berbenah diri agar tak lagi mengulangi kesalahan serupa. Belajar lebih bijak, lebih dewasa, tak lagi sembarangan bersikap, dan paham bagaimana caranya menjaga hubungan.

Tak Perlu Meratapi Semua yang Sudah Terjadi, Ini Semua Adalah Cerita Hidup yang Mungkin Memang Harus Terjadi

Bohong memang jika kamu tak sedih, biar bagaimana pun ia pernah jadi suami atau istri yang mengisi hari-hari. Mencintaimu sepenuh hati, hingga memberimu anak-anak lucu yang jadi buah cinta atas pernikahan yang dijalani. Tapi hidup berjalan, manusia berubah, dan apapun bisa terjadi tanpa kita duga.

Kamu boleh sedih, tapi jangan lama-lama. Simpan semua sedihimu untuk hal lain yang bisa saja terjadi di lain hari. Hari ini, berjanjilah untuk berbahagia, melupakan luka lama yang selama ini terasa menyiksa, dan siapkan diri untuk cerita hidup baru yang sudah menunggumu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Amitabh Bachchan Bantu Lunasi Utang 2.100 Petani

Aktor Bollywood senior Amitabh Bachchan kembali menunjukkan kedermawanannya. Ia menepati janji melunasi utang sebanyak 2.100 petani di Bihar. Melalui blognya, sang aktor pun mengajak serta kedua anaknya, Shweta dan Abhishek untuk menyerahkan langsung sertifikat pelunasan utang pada para petani.

“Janji sudah ditepati. Memilih 2.100 petani dari Bihar yang punya utang besar dan membayar lunas utang mereka. Memanggil beberapa dari mereka ke Janak dan secara personal menyerahkan sertifikat kepada mereka dari tangan Shweta dan Abhishek,” tulisnya.

Ini bukan kali pertama Amitabh Bachchan membantu petani melunasi utangnya. Tahun lalu, ia juga melakukan hal yang sama pada lebih dari seribu petani di Uttar Pradesh.

Hal ini dilakukan Amitabh Bachchan karena puluhan ribu petani di India memiliki masalah dengan utang. Selama beberapa dekade belakangan, industri pertanian dihantam oleh kekeringan, menipisnya air, hingga kurangnya modernisasi sehingga, tak sedikit petani yang memilih untuk bunuh diri. Sejak 1995, tercatat sudah ada kasus petani bunuh diri sebanyak 300 ribu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Nasehat dari Anak bila Rossa Hendak Menikah Lagi

Hingga saat ini, penyanyi Rossa belum menikah lagi. Hal tersebut mendapatkan perhatian dari sang buah hati, Rizky Langit Ramadhan. Ia menitip pesan pada sang ibu bila hendak menikah llagi.

“Dia cuma pesan misal nanti ibu mau nikah lagi, ya orangnya harus lebih baik dari ibu ya,” ujar Rossa seperti dikutip dari Detik.com

Rossa sendiri merasa Rizky sering meledeknya ketika mengetahui ibunya telah diberitakan sedang dekat dengan orang lain.

“Jadi dia anaknya tipenya sama kayak aku, suka ketawa, suka bercanda. Jadi ya gitu deh, ‘cie ibu, ibu digosipin gini gitu, tapi pesannya ‘kalau mau nikah lagi orangnya harus lebih hebat dari ibu ya’,” sambungnya lagi.

Lantas bagaimana dengan sosok penyanyi Afgan? Ternyata diakui Rossa, Rizky dekat dengan Afgan.

“Rizky deket sama Afgan, jadi nggak aneh buat dia. Paling dicie-ciein doang. ‘Cie ibu sama om afgan’,” papar Rossa. Sebelumnya, Rossa pernah menikah dengan Yoyo ‘Padi’. Namun pernikahan itu kandas di tengah jalan. Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai Rizky Langit Ramadhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top