Feature

Demi Hubungan, Kita Perlu Membuka Mata Mengapa Orangtua Tak Kunjung Memberi Restunya

Sudah pacaran lama, tapi ternyata orangtua tak kunjung merestui hubungan kita. Bimbang, antara tetap melanjutkan hubungan atau berhenti di tengah jalan. Situasi seperti ini, membuat kita sulit untuk  berpikir jernih. Dilema untuk menentukan, jalan mana yang harus diambil untuk kebaikan hubungan. Sementara itu, kita pun perlu untuk mencari tahu. Apa penyebab orangtua tak memberi restunya. Dari sini kita bisa tahu, haruskah tetap bertahan atau berhenti dan merelakan.

Beda Agama

Ya, kami tahu Tuhan memang satu. Tapi pernyataan macam ini, tak berlaku pada orangtua pada umumnya. Walau negara kita punya semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’, untuk perkara cinta dan pernikahan, perbedaan agama kerap kali jadi pertentangan. Beberapa orangtua memang memberi kebebasan untuk anaknya dalam hal memilih pacar atau pasangan. Tapi jumlah mereka yang menentang tentu lebih banyak.

Agama dinilai sebagai hal sakral yang tak bisa diganggu gugat dan baiknya sama dan serupa saja. Meskipun semua agama itu baik, namun pernikahan beda agama masih dianggap sebagai hal tabu dan tidak legal di Indonesia.

Perbedaan keyakinan ini dipercaya bisa membentuk cara pandang dan berpikir yang berbeda, yang nantinya dikhawatirkan akan menimbulkan banyak permasalahan jika tetap berhubunngan atau menikah. Walau faktanya, beberapa orang tetap berhasil hidup berdampingan meski berbeda agama.

Suku Berbeda atau Marga yang Serupa dan Masih Terikat Silsilah

Sumber : https://www.bridestory.com

Pernah dengar bagaimana ketatnya orangtua orang Batak yang melarang anaknya untuk menikah dengan suku diluar batak? Nah, itu adalah salah satu contoh gambaran bagaimana orangtua kita tak setuju jika kita menikah dengan seseorang yang berbeda suku.

Hal ini dikarenakan beberapa orangtua tak ingin anaknya memutus rantai keturunan dan marga yang harusnya tetap dilanjutkan. Bahkan meski sudah sama-sama berasal dari suku batak, marga dan asal usul kita tetap harus dipikirkan kembali. Karena menikah dengan orang yang semarga dan marga lain yang masih terikat juga tidak diperbolehkan. Dan berlaku juga pada orangtua pada suku-suku yang lainnya. 

Belum Dirasa Mapan atau Tak Punya Pekerjaan Tetap

Finansial memang jadi pertimbangan yang kelak mempengaruhi kehidupan kita dalam hal materi dan mental. Dan tak ada orangtua yang ingin anaknya hidup sengsara setelah menikah, itulah sebabnya mereka tak akan memberi restu jika dirasa kekasihmu masih belum cukup mapan untuk bisa menafkahimu.

Hal lain yang lebih parah, jika secara kebetulan si pacar bekerja dengan cara yang berbeda. Tak menetap dan tak punya penghasilan bulanan sebagaimana para pekerja lainnya. Di mata orangtua, dia yan tak memiliki pekerjaan tetap seperti ini bukanlah sosok yang pantas untuk mengayomimu. Jadi wajar jika mereka tak memberi lampu hijau atas hubunganmu.

Latar Belakang Sosial Keluarga

Meski cinta memang tak memandang harta, tapi orangtua sering menjadikan ini sebagai syarat yang harus dipenuhi ketika hendak meminta restu. Yap, istilah ‘3B atau Bibit, Bebet dan Bobot”, Selalu dijadikan alasan untuk menentukan pacar atau pasangan. Dinilai jadi sesuatu yang wajib dipenuhi, strata sosial yang tak sama dianggap sebagai sesuatu yang salah.

Maka, orang kaya haruslah mencari sosok kaya juga dan begitu sebaliknya. Walau tak semua orangtua begitu, tapi sebagian besar tentu meminta anaknya untuk mencari pasangan yang berasa dari latar belakang keluarga yang setara.

Jenjang Pendidikan yang Dirasa Tak Sejajar

Kamu mungkin bersekolah hingga Sarjana namun calon suamimu hanyalah lulusan SMA. asal kamu tahu saja, hampir semua orangtua menginginkan anaknya mendapat pasangan hidup yang setara dalam segala hal, termaksud jenjang pendidikan.

Jadi jangan heran, jika orangtuamu tak kunjung memberi restu jika ternyata kamu dan dia datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda. Ini dianggap penting, karena jadi faktor penting yang akan menentukan bagaimana keturunanmu kelak yang juga akan menjadi cucu-cucu mereka.

Pacarmu Sudah Pernah Menikah Sebelumnya

Tak ada yang bisa menebak memang, kepada siapa kita akan jatuh cinta. Namun biasanya, orangtua akan merasa keberatan jika kita akan menikah dengan laki-laki atau perempuan yang sudah pernah menikah, apalagi jika ia sudah memiliki anak.

Kegagalan pada pernikahan sebelumnya, dianggap sebagai kesalahan yang bisa saja terulang kembali. Dan tentu orangtua kita tak mau hal seperti itu terjadi pada kita nanti. Maka pemikiran ini sangat masuk akal, karena biar bagaimanapun mereka tak ingin ada hal buruk yang terjadi atas kita.

Tapi kalau memang kita sudah yakin pada si dia, kita hanya perlu meyakinkan orangtua dengan cara yang benar. Beritahu mereka, bahwa denganmu pernikahannya tak lagi akan gagal.

Atau Masih Terikat dalam Silsilah Keluarga

Beberapa orang pernah terlibat kisah cinta dengan saudaranya sendiri, ya walaupun sebenarnya mungkin hanya saudara jauh. Tapi asal kamu tahu saja, dimata orangtua ini adalah sesuatu yang salah. Masih terlibat dalam satu silsilah keluarga besar, dianggap masih sedarah. Maka wajar, jika ia tak akan memberi  restunya.

Ini tak dianjurkan, karena dinilai kelak akan berpengaruh pada keturunan kita. Apalagi jika itu adalah sepupu kandung. Karena biar bagaimana pun, di tubuh kita ada darah yang sama. Dan tak baik jika disatukan dalam hubungan pernikahan.

Nah, kalau kamu tak direstui karena apa?

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    ???

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    ???

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    ???

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    ???

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top