Feature

Demi Hubungan, Kita Perlu Membuka Mata Mengapa Orangtua Tak Kunjung Memberi Restunya

Sudah pacaran lama, tapi ternyata orangtua tak kunjung merestui hubungan kita. Bimbang, antara tetap melanjutkan hubungan atau berhenti di tengah jalan. Situasi seperti ini, membuat kita sulit untuk  berpikir jernih. Dilema untuk menentukan, jalan mana yang harus diambil untuk kebaikan hubungan. Sementara itu, kita pun perlu untuk mencari tahu. Apa penyebab orangtua tak memberi restunya. Dari sini kita bisa tahu, haruskah tetap bertahan atau berhenti dan merelakan.

Beda Agama

Ya, kami tahu Tuhan memang satu. Tapi pernyataan macam ini, tak berlaku pada orangtua pada umumnya. Walau negara kita punya semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’, untuk perkara cinta dan pernikahan, perbedaan agama kerap kali jadi pertentangan. Beberapa orangtua memang memberi kebebasan untuk anaknya dalam hal memilih pacar atau pasangan. Tapi jumlah mereka yang menentang tentu lebih banyak.

Agama dinilai sebagai hal sakral yang tak bisa diganggu gugat dan baiknya sama dan serupa saja. Meskipun semua agama itu baik, namun pernikahan beda agama masih dianggap sebagai hal tabu dan tidak legal di Indonesia.

Perbedaan keyakinan ini dipercaya bisa membentuk cara pandang dan berpikir yang berbeda, yang nantinya dikhawatirkan akan menimbulkan banyak permasalahan jika tetap berhubunngan atau menikah. Walau faktanya, beberapa orang tetap berhasil hidup berdampingan meski berbeda agama.

Suku Berbeda atau Marga yang Serupa dan Masih Terikat Silsilah

Sumber : https://www.bridestory.com

Pernah dengar bagaimana ketatnya orangtua orang Batak yang melarang anaknya untuk menikah dengan suku diluar batak? Nah, itu adalah salah satu contoh gambaran bagaimana orangtua kita tak setuju jika kita menikah dengan seseorang yang berbeda suku.

Hal ini dikarenakan beberapa orangtua tak ingin anaknya memutus rantai keturunan dan marga yang harusnya tetap dilanjutkan. Bahkan meski sudah sama-sama berasal dari suku batak, marga dan asal usul kita tetap harus dipikirkan kembali. Karena menikah dengan orang yang semarga dan marga lain yang masih terikat juga tidak diperbolehkan. Dan berlaku juga pada orangtua pada suku-suku yang lainnya. 

Belum Dirasa Mapan atau Tak Punya Pekerjaan Tetap

Finansial memang jadi pertimbangan yang kelak mempengaruhi kehidupan kita dalam hal materi dan mental. Dan tak ada orangtua yang ingin anaknya hidup sengsara setelah menikah, itulah sebabnya mereka tak akan memberi restu jika dirasa kekasihmu masih belum cukup mapan untuk bisa menafkahimu.

Hal lain yang lebih parah, jika secara kebetulan si pacar bekerja dengan cara yang berbeda. Tak menetap dan tak punya penghasilan bulanan sebagaimana para pekerja lainnya. Di mata orangtua, dia yan tak memiliki pekerjaan tetap seperti ini bukanlah sosok yang pantas untuk mengayomimu. Jadi wajar jika mereka tak memberi lampu hijau atas hubunganmu.

Latar Belakang Sosial Keluarga

Meski cinta memang tak memandang harta, tapi orangtua sering menjadikan ini sebagai syarat yang harus dipenuhi ketika hendak meminta restu. Yap, istilah ‘3B atau Bibit, Bebet dan Bobot”, Selalu dijadikan alasan untuk menentukan pacar atau pasangan. Dinilai jadi sesuatu yang wajib dipenuhi, strata sosial yang tak sama dianggap sebagai sesuatu yang salah.

Maka, orang kaya haruslah mencari sosok kaya juga dan begitu sebaliknya. Walau tak semua orangtua begitu, tapi sebagian besar tentu meminta anaknya untuk mencari pasangan yang berasa dari latar belakang keluarga yang setara.

Jenjang Pendidikan yang Dirasa Tak Sejajar

Kamu mungkin bersekolah hingga Sarjana namun calon suamimu hanyalah lulusan SMA. asal kamu tahu saja, hampir semua orangtua menginginkan anaknya mendapat pasangan hidup yang setara dalam segala hal, termaksud jenjang pendidikan.

Jadi jangan heran, jika orangtuamu tak kunjung memberi restu jika ternyata kamu dan dia datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda. Ini dianggap penting, karena jadi faktor penting yang akan menentukan bagaimana keturunanmu kelak yang juga akan menjadi cucu-cucu mereka.

Pacarmu Sudah Pernah Menikah Sebelumnya

Tak ada yang bisa menebak memang, kepada siapa kita akan jatuh cinta. Namun biasanya, orangtua akan merasa keberatan jika kita akan menikah dengan laki-laki atau perempuan yang sudah pernah menikah, apalagi jika ia sudah memiliki anak.

Kegagalan pada pernikahan sebelumnya, dianggap sebagai kesalahan yang bisa saja terulang kembali. Dan tentu orangtua kita tak mau hal seperti itu terjadi pada kita nanti. Maka pemikiran ini sangat masuk akal, karena biar bagaimanapun mereka tak ingin ada hal buruk yang terjadi atas kita.

Tapi kalau memang kita sudah yakin pada si dia, kita hanya perlu meyakinkan orangtua dengan cara yang benar. Beritahu mereka, bahwa denganmu pernikahannya tak lagi akan gagal.

Atau Masih Terikat dalam Silsilah Keluarga

Beberapa orang pernah terlibat kisah cinta dengan saudaranya sendiri, ya walaupun sebenarnya mungkin hanya saudara jauh. Tapi asal kamu tahu saja, dimata orangtua ini adalah sesuatu yang salah. Masih terlibat dalam satu silsilah keluarga besar, dianggap masih sedarah. Maka wajar, jika ia tak akan memberi  restunya.

Ini tak dianjurkan, karena dinilai kelak akan berpengaruh pada keturunan kita. Apalagi jika itu adalah sepupu kandung. Karena biar bagaimana pun, di tubuh kita ada darah yang sama. Dan tak baik jika disatukan dalam hubungan pernikahan.

Nah, kalau kamu tak direstui karena apa?

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    🙏🙏🙏

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenapa Membaca Itu Penting?

“Membaca tak hanya mengisi kepalamu, Ia menutrisi pikiranmu. Dan itulah keajaiban sebuah buku”

Kamu bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan, memakan banyak buah-buahan. Ikut kelas bahasa, les berbicara, atau latihan teratur untuk segala hal setiap minggu. Ya, konon ada banyak metode yang (dipercayai) bisa meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif kita. Bahkan industri pelatihan otak dan penilaian diperkirakan akan mencapai 8 Miliar dollar AS pada tahun 2022 mendatang. Akan tetapi, cara termurah, termudah dan paling teruji untuk mempertajam otak manusia ada dekat di hadapan kita, yakni “membaca”.

Ini bukan sekedar bualan, fakta tentang membaca itu baik bagi otak kita tentu benar adanya. Jadi tak heran, jika para ibu kerap kali memilih untuk mematikan televisi untuk kemudian  mengajak anaknya membacca buku-buku yang bagus. Bahkan, aktivitas ini dipercayai mampu meningkatkan otak kita terhadap banyak hal.

Membantu Kita Memproses Materi Tertulis dengan Mudah

Ini adalah dampak paling mendasar yang akan kita terima dari membaca. Menerima informasi dalam bentu bahasa, kita terlatih untuk memproses materi tertulis. Entah itu dari surat, koran, majalah, kata-kata, atau kalimat yang mungkin jadi sebuah cerita.

Sel utama syaraf kita bekerja untuk mencari sesuatu yang menjadi pusat perhatian setiap kali membaca. Informasi yang terlihat dihantar pada otak, sehingga kita bisa mengerti lebih cepat. Dan memaksa otak kita untuk berpikir lebih cepat dan keras.

Bahkan Maryanne WWolf, EdD, selaku direktur UCLA Center for Dyslexia, Diverse Learners, and Social Justice, mengatakan “Biasanya, ketika anda membaca, anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir” Dan tak hanya itu saja, beliau juga menambahkan, jika

“Membaca memberi kita jeda yang unik untuk memahami dan mengerti. Berbeda dengan ketika kita sedang mendengar bahasa lisan atau menonton film dan kaset” ungkapnya.

Membantu Kita Meningkatkan Memori

Sebuah penelitian kecil di Emory University menemukan bahwa beberapa manfaat membaca bertahan selama lima hari. “Kami menyebutnya aktivitas bayangan, hampir seperti memori otot,” kata Gregory Berns, PhD, direktur Center for Neuropolicy at Emory.

Baik, kamu mungkin akan berkata jika ini bukanlah sesuatu yang menakjubkan. Sebab membaca memang memberikan latihan pemahaman akan bahasa bagi otak. Tetapi, membaca juga memberikan energi positif pada bagian otak yang bertanggung jawab atas aktivitas motorik dalam diri kita. Sehingga kita bisa bergerak lebih leluasa untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk respon dari apa yang kita baca. 

Bahkan meski kita berkata tak senang bepergian dengan menaiki motor, ketika kita sedang membaca kalimat yang menjelaskan kita sedang naik motor. Otak akan bekerja untuk membayangkan, seolah-olah kita sedang melakukan sesuatu seperti yang sedang kita baca.

Dan Kata Peneliti, Membaca Bacaan Sastra Sangat Memberikan Pengaruh Baik Pada Otak Kita

Meski serupa membaca, ternyata jenis bacaan pun memberikan pengaruh yang berbeda-beda. Hasil penelitian yang dilakukan di Stanford University menyebutkan jika membaca bacaaan sastra akan memberikan latihan khusus yang baik pada otak manusia.

Penelitian ini dilakukan pada orang-orang yang membaca novel Jane Austen, dan para peneliti menemukan jika ada peningkatan aliran darah ke area otak yang mengotrol fungsi kognitif dan eksekutif, sebagai lawan dari efek membaca yang dilakukan dengan lebih santai dan tenang.

Lalu Akankah Juga Berpengaruh Serupa Pada Pembaca yang Mengalami Disleksia?

Ketidakmampuan pengidap disleksia dalam memahami atau menyusun kalimat, jadi pertanyaan lain yang mungkin sedang kita pikirkan. Akankah membaca memberikan pengaruh yang sama pada mereka? Jawabannya, Ya!

Para ilmuwan di Universitas Carnegie Mellon mempelajari anak-anak usia delapan hingga sepuluh tahun yang pola membaca di bawah rata-rata dan tak tentu arahnya. Mereka menjalani perbaikan waktu membaca dengan waktu sekitar seratus jam selama penelitian.

Dan ternyata aktivitas tersebut menunjukkan perbaikan secara signifikan dalam meningkatkan kualitas materi pada otak mereka. Informasi yang diterima, tetap bisa diproses dengan baik. Dengan kata lain, Otak anak-anak ini telah mulai menyesuaikan diri dengan cara-cara yang dapat bermanfaat bagi seluruh otak, dan tidak hanya korteks temporal yang berpusat pada membaca.

Itulah Mengapa, Membaca dengan Cermat Perlu Dijadikan Kebiasaan

Dalam buku barunya, Reader, Come Home, Wolf mengatakan jika dirinya saja yang bekerja dengan cara menulis. Masih butuh membaca lebih banyak untuk bisa memahami banyak hal. Sialnya, kebiasaan ini mulai bergeser oleh kehadiran layar ponsel yang lebih sering dipegang dan dibaca.

Nah untuk itu, agar bisa lebih leluasa menyelesaikan bacaan dan terus menambah daftarnya. Ia menyarankan kita untuk segera mematikan ponsel ketika ingin membaca. Tak perlu lama-lama, sisihkan waktu satu atau dua jam setiap hari untuk membaca buku apa saja.

Jika kamu masih bingung untuk memulai darimana, cobalah cari daftar 100 buku yang wajib dibaca sebelum kamu mati.

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    🙏🙏🙏

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hati-hati! Curhat Pada Sembarangan Teman, Bisa Jadi Rahasiamu Terbongkar

Mengira dia bisa menyimpan rahasia, sering kali kita menceritakan semua hal pada seorang teman. Bukannya menutup rapat mulutnya, ia malah jadi pihak yang kerap membeberkan cerita. Tak bermaksud membuatmu menaruh curiga, tapi beberapa orang bersedia mendengar hanya karena tahu ada informasi yang bsia dijadikan bahan gibah.

Uneg-uneg yang kita keluarkan, mendadak jadi bahan gosip dengan tambahan beberapa kalimat yang sejatinya tak kita sebutkan. Alih-alih membuat diri lebih tenang, curhat ke sembarangan orang malah membuat hati kian gusar. Curhat memang membuat tenang, memberi jawaban atas masalah yang kita sampaikan. Tapi perlu diingat pula, teman curhat yang kita pikir kawan bisa mendadak berubah jadi lawan.

Jangan Langsung Menyerah, Sebelum Curhat Berusahalah Sendiri dalam Menyelesaikan Masalah

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hanya saja, kadang kala kita butuh teman untuk mendengarkan apa yang sedang kita rasakan. Inilah yang mungkin jadi penyebab, mengapa kita memilih curhat dengan teman. Berharap mereka bisa memberi saran yang tak kita pikirkan atau hal lain yang bisa membantu jalannya pikiran.

Namun sebelum memutuskan untuk bercerita pada temanmu, cobalah untuk berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar dari semua masalah. Uraikan semuanya pelan-pelan, cari titik mana yang jadi sumber persoalan, hingga nanti akan ada jalan keluar yang jadi jawaban.

Lagipula Daripada Curhat ke Teman, Bercerita ke Pasangan atau Keluarga Justru Lebih Aman

Yap, meski katamu teman bisa seperti saudara, pada waktu tertentu mereka bisa saja berubah secara tiba-tiba. Berbeda dengan pasangan atau saudara dan keluarga yang akan tetap menjaga rahasia yang kamu bagikan pada mereka. Tapi, lain hal jika kamu memang lebih percaya teman daripada pasangan atau keluargamu.

Semuanya kembali pada kita sebagai si pencerita. Apakah yakin sudah memilih teman curhat yang benar, atau memilih bicara pada pasangan saja, setiap kali ada masalah. Tapi ingat, sebaik-baiknya teman, keluargalah yang akan selalu menerima kita untuk pulang dalam segala keadaan.

Tapi Jika Memang Terpaksa Butuh Didengar Orang Lain, Pilihlah Teman yang Bisa Menyimpan Semua Cerita

Sejalan dengan yang tadi sudah dijelaskan diatas, kadang kala kita memang butuh didengar. Tapi persoalan yang sedang mendera mungkin adalah masalah kelaurga, sehingga kita merasa akan lebih baik jika yang mendengar adalah teman saja. Harapannya cuma satu, didengar atau diberi saran dan semua cerita tak akan bocor keluar.

Maka untuk berjaga-jaga, cobalah cari teman yang bisa dipercaya. Bisa menyimpan rahasia, dan tahu batasan tentang menjaga semua isi pembicaraan. Meski tak bisa memastikan jika ia tak akan bercerita kepada orang lain. Kesediannya untuk mau mendengarkan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Dan akan berbeda jika ternyata dirinyalah yang kemudian membeberkan semua rahasia kita.

Minta Ia Menutup Rapat Mulutnya, Jangan Ember dan Mengobral Semua Masalah

Demi mengingatkan seorang kawan, tak ada salahnya jika kita kembali menngingatkan dirinya tentang semau cerita yang baru saja kita bagikan bersamanya. Sampaikan padanya, jika kita tak ingin kabar ini diketahui banyak orang atau terdengar sampai keluar. Memilihnya menjadi teman bercerita karena kita percaya, jadi sebisa mungkin mintalah ia tetap menjaga kepercayaan yang sudah kita sematkan padanya.   

Namun Jika Tak Ingin Menambah Masalah, Cobalah Curhat Kepada Allah

Nah, alternatif paling baik setiap kali ada beban yang mendera, tentu saja curhat kepada Alla. pasangan bisa saja berubah tak mau mendengarkan, sahabat atau kawan bisa saja membeberkan semua rahasia dan cerita yang kamu sampaikan, tapi Tuhan sang pemiliki semesta akan selalu siap untuk mendengarkanmu bercerita, dimana dan kapan saja.

Jangan takut ceritamu dijadikan bahan gosip, karena yang sesungguhnya akan kau dapat bisa jadi jalan keluar dari persoalan yang kau sampaikan. Dekatkan diri untuk berbagai semua hal, datang padanya setiap kali kamu lemah dan bahagia. Dengan begitu, Allah tahu jalan seperti apa yang sedang kamu butuh.

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    🙏🙏🙏

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ingin Hidupmu Maju? Mulailah Dengan Menghilangkan Kalimat-Kalimat Ini

Perkataan adalah doa, maka jangan pernah sembarangan dalam mengatakan sesuatu. Jika hari-harimu selalu dipenuhi kalimat-kalimat positif maka kehidupanmu pun akan dipenuhi dengan hal-hal positif. Jika sebaliknya, maka ada hal-hal negatif lah yang akan menghiasi hari-harimu, jangan sampai hal itu terjadi ya.

Apapun yang terjadi dalam hari-harimu usahakan untuk tetap berbaik sangka dengan terus memotivasi diri menggunakan kalimat-kalimat positif. Ubah kalimat-kalimat negatif yang selalu ada di pikiranmu. Jika kamu ingin hidupmu maju, mari hilangkan kata-kata ini.

1. “Saya Tidak Bisa”

Bagaimana mungkin kamu tahu tidak bisa jika kamu saja belum mencobanya? Jika setiap kegiatan kamu awali dengan kalimat ini maka kamu telah meragukan kemampuanmu sendiri. Mari ganti kalimat ini dengan “Saya Pasti Bisa”

2. “Saya Malas Mengerjakannya”

Bagaimana hidupmu bisa maju jika kamu saja masih memelihara sifat malas, tidak ada pemalas yang sukses, bangkitlah dan lawan rasa malas itu. Hilangkan kalimat yang memanjakan dirimu namun menghancurkan masa depanmu ini!

3. “Ini Sangat Sulit, Saya Tidak Mampu”

Jika pada awalnya saja kamu sudah mengganggap semuanya serba sulit, maka bagaimana tuhan akan mempermudah hidupmu? Berusahalah untuk membuat yang sulit itu menjadi mudah, bukan malah mensugestikannya dengan kalimat itu.

4. “Saya Sibuk dan Tidak Mempunyai Waktu”

Waktu bukanlah milik kita, lantas tidak ada orang yang tidak punya waktu luang dalam hidupnya. Jangan membuat dirimu sendiri sibuk dengan hal yang sebenarnya tidak perlu kamu lakukan. Luangkan waktumu untuk berbagai hal positif yang bisa kamu lakukan, jangan sampai kalimat diatas malah membuatmu terasa sombong ya.

5. “Saya Tidak Mau Tahu Apapun”

Bersikap cuek memang boleh, namun jika kalimat itu sudah keluar dari mulutmu maka bukan cuek lagi yang ada pada dirimu, namun lebih terkesan arogan. Cobalah untuk melakukan toleransi dengan menjaga perkataanmu, hidupmu tidak akan maju jika kamu masih mengandalkan orang lain dalam melakukan sesuatu.

6. “Saya Tidak Bisa Hidup Tanpa Dia”

Jatuh cinta tidak harus membuat kita menjadi bodoh. Sebesar apapun cintamu padanya, kamu tidak lantas berhak mengatakan ini. Hidupmu adalah milik Tuhanmu, bukan kekasihmu. Selama dia bukan oksigen maka kamu bisa hidup tanpa dia, jangan menghancurkan dirimu dengan kalimat itu. Semua itu hanya akan membuat pasanganmu besar kepala dan berbuat seenaknya.

7. “Saya Selalu Benar”

Tidak ada manusia yang selalu benar, yang ada hanyalah yang merasa benar. Jangan pernah merasa bahwa dirimulah yang paling benar dan orang lainlah yang salah. Karena kamu adalah manusia biasa yang tentunya pernah melakukan kesalahan. Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati sepintar apapun dirimu.

Nah sekarang mulailah untuk menghilangkan kalimat-kalimat itu di dalam kehidupanmu ya. Kemudian mulailah untuk menggantinya dengan kalimat-kalimat positif agar ia bisa membawa hal-hal positif ke dalam kehidupanmu juga.

2 Comments

2 Comments

  1. Dara alvika

    April 1, 2019 at 8:06 pm

    Sedikit rumit min.. aku sama dia tuh temen kecil.. yah udah lama pisah dan ketemu lagi setelah umur aku 18 THN itu dalam keadaan aku udah kerja jadi aku ketemu dia di rumah aku sendiri..
    Jadi kita ketemu dalam keadaan sama” down.. dia ternyata baru pulang sebulan dari Bali dan balik ke Bogor.. keluarga aku baru tertimpah musibah tertipu orang.. jadi dengan uang pensiunan ayah ku berani membeli sebuah angkot, nah dia lah yg membawa mobil angkut itu.. setiap MLM dia ke rumah untuk stroke uang, suatu MLM ketika aku libur kerja ketemu lah sama dia.. kita berbincang melepas rindu. Yah selayak nya teman lama.. setelah itu beberapa hari nya aku main dengan dia dan adik ku.. di bawa lah aku ke suatu tempat yg ternyata itu tempat kita main dulu pas masih kecil.. di situ ada pohon yg terukir nama kita berdua.. tanda dia memang sudah menyukai aku sejak kecil.. dari pertemuan itu kita sering main ke suatu mall di kota Bogor, yah awal nya curhat masalah peribadi lalu kita main nonton, karokean yah selayak nya remaja lain.. tapi ibu dan ayah ku tidak setuju. Kami berdua di panggil dan lalu kami pulang.. sesampainya di rumah kami seperti di sidang.. ayah bilang.. “kalian temenan gapapa dari dulu juga temenan ga ngelarang tapi fokus kerja dulu yah” penolakan halus .. padahal ayah ku dengan ayah dia dulu sahabat baik.. karena masalah lampau. Yg katanya ayah dia tukang tipu buronan, jadi hubungan mereka renggang.. ibu pernah bilang kalau kmu nikah dengan dia bisa jadi kamu juga di tinggal kaya ayah sama ibunya skrng bapak nya ga tau dimna orang rantauan begitu, pdhal ketika ayah nya kabur dia lah yg menafkahi ibu dan adik nya, dia memang laki” bertanggung jawab dan pekerja keras.
    Ayah juga pernah bilang.. kalau kmu nikah sama dia mau di taro dimna muka ayah besanan sama tukang tipu. Yaallah sakit rasanya.. ngedenger kaya gth.. cuman bisa nangis dan cerita sama dia.. tapi dia selalu sabar.. oh iya mobil angkot itu ternyata ada masalah jadi di rumah aku mobil itu cuman 2 Minggu. Dan hubungan aku sama dia udah 2 tahun yah backstreet. Mau gimana lagi.. kita LDR dia skrng tinggal di Kalsel aku di Bogor, disana mereka tinggal sekeluarga beserta ayah nya.. dan kita udah 1 thn ga ketemu. Komunikasi Alhamdulillah lancar, dia dan keluarganya ada niatan mau ke Bogor lebaran ini karena keluarga nya bnyk di Bogor juga.. entah dia bklan ke rumah aku apa ga.. tapi dia bilang sih katanya mau. Aku galau aku takut.. usaha kita selama ini sia-sia. Berharap sih Allah balikan hati kedua orang tua aku buat restuin kita. Karena dia bener” lagi perjuangin aku disana buat modal nikah..
    Semoga kisah ku dengan dia happy ending
    🙏🙏🙏

    • Noni Sitinjak

      April 10, 2019 at 6:12 pm

      Hallo Dara, sedikit terharu dengar cerita kamu. Tapi percaya deh, jodoh tidak akan lari . Sekuat apapun orangtuamu menolak jika memang kalian ditakdirkan bersama pasti ada jalannya kok. Jangan lupa bawa di dalam doa yaa. Semoga kamu dan dia dapat jawaban yang terbaik biar tak backstreet lagi.

      Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top