Trending

Dear Wakil Rakyat, Kapan Mau Merakyat?

Untukmu yang duduk sambil diskusi

Untukmu yang biasa bersafari

Disana di gedung DPR

Wakil rakyat kumpulan orang hebat

Bukan kumpulan teman teman dekat

Apalagi sanak famili

Dihati dan lidahmu kami berharap

Suara kami tolong dengar lalu sampaikan

Jangan ragu jangan takut karang menghadang

Bicaralah yang lantang jangan hanya diam

Pernah dengar lagu tersebut? Sepenggal lirik dari lagu milik Iwan Fals berjudul Surat Buat Wakil Rakyat itu cukup menggelitik dan sarat kritik bukan? Tak ubahnya seperti kita, Iwan Fals pun rakyat biasa yang juga menantikan agar suara kita didengar oleh mereka yang mengaku wakil rakyat.

Ada yang menarik, setiap tanggal 16 Oktober ternyata diperingati sebagai Hari Parlemen Nasional. Mungkin tak banyak yang tahu dan memilih acuh tak acuh dengan momen ini. Padahal mungkin ini saat paling tepat bagi kita untuk mengkritisi dan mempertanyakan kembali, sudah sejauh mana kinerjamu wahai wakil rakyat?

Jangan Mau Jadi Rakyat yang Terima Jadi, Ayo Kritisi Pencapaian Kinerja DPR Sejauh Ini!

Sepanjang tahun 2015, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ternyata hanya mampu menghasilkan tiga UU dari total 39 RUU yang seharusnya diselesaikan.  Ketiga UU Tersebut meliputi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), UU No. 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu No. 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, dan UU Pemerintahan Daerah.

Padahal, anggaran DPR untuk pelaksanaan fungsi legislasi dalam rincian APBN 2015 mencapai angka Rp 246 miliar. Wow… Belum selesai disitu, DPR punya program yang dinamai Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Dalam periode jangka menengah 2014-2019, Prolegnas punya target 183 RUU. Namun berdasarkan catatan Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), tahun ini DPR baru mengesahkan empat UU dari target Prolegnas 2017 sebanyak 40 RUU.

Dengan demikian, para anggota dewan ini masih punya sederet pekerjaan rumah berupa pengesahan RUU yang perlu diselesaikan dari 2017 hingga 2019 mendatang. Optimis saja, DPR pasti bisa menyelesaikannya.

Masih Lekat di Ingatan Bagaimana DPR ‘Menodong’ Kenaikan Anggaran untuk Tahun 2018

Pertengahan Agustus lalu, rakyat kembali dibuat mangkel oleh keinginan para anggota dewan. Ya, DPR kembali jadi sorotan lantaran mengusulkan kenaikan anggaran untuk tahun 2018 sebesar Rp 5,7 triliun. Angka tersebut naik Rp 1,5 triliun dibanding dengan anggaran tahun ini yaitu Rp 4,2 triliun.

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, kenaikan anggaran mencapai sebesar itu dialokasikan untuk Satuan Kerja Dewan sebesar Rp 4 triliun sementara Rp 1,7 triliun untuk Sekretariat Jenderal DPR. Angka sebesar itu menurutmu apakah telah sebanding dengan apa yang dikerjakan DPR selama ini? Apakah sudah bisa dikatakan sebagai wakil rakyat yang merakyat? Jawab sendiri ya…

Rapat Paripurna Justru Jadi Ajang Para Anggota DPR Untuk Kian Menunjukkan Rapor Merahnya

Kamu wajib tahu, tingkat kehadiran anggota DPR di Rapat Paripurna itu terbilang buruk. Berdasarkan data yang dihimpun Tim WikiDPR dari sembilan kali rapat paripurna, rata-rata kehadiran anggota DPR seluruhnya adalah 227 dari 560 anggota, atau hanya sekitar 40,58 persen anggota yang hadir dalam berbagai rapat paripurna yang diselenggarakan DPR.

Maka Jangan Heran Kalau Semua Itu Berdampak Pada Rendahnya Kepercayaan Publik Terhadap Parlemen

Dalam survei Global Corruption Barometer (GCB) yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) pada 7 Maret lalu, DPR ternyata menempati tempat teratas sebagai lembaga yang paling korup dengan total persentase mencapai  54 persen. Dengan jumlah sebesar itu, maka logis saja jika kepercayaan publik terhadap lembaga yang satu ini perlahan menyurut.

Namun sebagai rakyat yang cerdas dan kritis, kita tak boleh putus asa begitu saja. Apalagi jelang Pemilu 2019, peluang untuk memiliki wakil rakyat yang benar-benar merakyat tetap masih ada. Untukmu yang bisa jadi sudah gerah dengan tindak-tanduk anggota DPR yang terkesan minim prestasi, mungkin ini waktunya kita semakin jeli dalam menentukan pilihan. Barangkali ini juga saatnya orang-orang muda diberi jalan melenggang ke parlemen demi membuat perubahan.

Meski momennya masih agak lama, kamu yang dari sekarang memilih tak acuh dengan pesta demokrasi lima tahunan, coba pikirkan kembali. Karena itulah salah satu caramu peduli dengan perubahan situasi parlemen negeri ini untuk masa lima tahun ke depan. Ya, dengan tidak melakukan golput saat pemilu, maka kamu telah mendukung perubahan besar di negeri ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Nikah Diam-diam, Seorang Suami Disiram oleh Istrinya dengan Air Panas Hingga Meninggal

Seorang lelaki di Makassar, Sulawesi Selatan Bahtiar (28), meregang nyawa setelah sebelumnya disiram oleh sang istri Aminah (30) dengan air panas. Sang istri mengaku kesal terhadap suaminya, yang konon menikah diam-diam dengan perempuan lain. Saat ini, Aminah sudah ditangkap aparat kepolisian dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Iya, pelaku yang juga istri korban telah diamankan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani pada Minggu (21/7/2019), dilansir dari detik.com. 

Aminah diamankan oleh Polsek Bangkala bersama Polres Jeneponto setelah suaminya meninggal. Dari interogasi yang dilakukan oleh polisi, perempuan tersebut melakukan perbuatannya karena sakit hati kepada suaminya.

“Pelaku melakukan perbuatan tersebut dikarenakan sakit hati kepada suaminya karena telah menikah dengan perempuan bernama Marsela tanpa sepengetahuannya,” kata Dicky.

Dicky juga menambahkan, pelaku baru mengetahui kalau suaminya telah menikah secara sembunyi-sembunyi setelah mendapatkan kabar dari keluarganya.

“Istrinya mengetahui setelah mendapatkan kabar tersebut dari keluarga suaminya, kemudian pelaku pulang ke rumah dan menanyakan hal tersebut kepada suaminya dan suaminya mengakuinya bahwa telah menikah dengan Marsela di kota Makassar sekitar tahun 2018,” jelas Dicky.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Benarkah PT Pos Indonesia Akan Bangkrut?

Beberapa hari belakangan, berita mengenai PT Pos Indonesia yang sedang diambang kebangkrutan sedang banyak dibicarakan di Twitter. Pokok yang menjadi dasar kabar kebangkrutan tersebut, kondisi PT Pos yang konon sedang kelabakan membayar gaji karyawan dalam 2 tahun belakangan. Bahkan sampai meminjam uang ke Bank hanya untuk menutupi gaji karyawan.

Mendengar situasi ini, anggota DPR Komisi IX Rieke Diah Pitaloka dikabarkan memberi teguran terhadap Kementerian BUMN. Ia mengaku prihatin dengan kondisi PT Pos tidak mampu bayar gaji karyawan.

“PT Pos sedang collapse sampai gaji karyawan pun harus pinjam bank. Saya pribadi akan pertahankan PT Pos sampai tidak pailit karena itu sejarah kemerdekaan bangsa kita ini,” kata Rieke dalam video yang dibagikannya pada Kamis (18/7/2019).

Dilanri dari gelora, dalam sebuah rapat DPR, Rieke juga menegur Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno yang dianggap paling bertanggung jawab dengan kondisi PT Pos Indonesia saat ini.

“Saya minta perhatian khusus pada Pak Harry untuk tidak  main-main dengan kondisi PT Pos,” kata Rieke.

Oleh karenanya, ia juga meminta Pemimpin Komisi IV untuk menjadwalkan ulang rapat dengar pendapat (RDP) terkait kondisi PT Pos yang saat ini mengkuatirkan. Rieke mengaku akan membongkar persoalan yang sudah mendarah daging di PT Pos Indonesia selama ini.

“Dan saya minta kepada pimpinan untuk dijadwalkan karena ini tidak bisa ada persoalan yang nanti saya akan buka,” aku Rieke.

Sementara itu, pihak PT Pos Indonesia pun akhirnya buka suara atas ramainya pemberitaan Pos Indonesia di media sosial. melalui salah satu perwakilan, PT Pos Indonesia menegaskan bahwa perseroan belum bangkrut.

“Ya kalau bangkrut sih nggak lah. Mudah-mudahan nggak,” kata SVP Kerjasama Strategis dan Kelembagaan Pos Indonesia, Pupung Purnama dikutip dari detikFinance, Minggu (21/7/2019).

Pupung juga meminta doa semua pihak agar perseroan masih bisa berdiri. “Harus didoakan jangan (bangkrut) lah,” tambahnya.

Namun pada kenyatannya, Pos Indonesia juga mengakui bahwa pihaknya sempat meminjam uang untuk membayar tunggakan gaji para karyawannya sebagaimana yang diceritakan oleh salah satu Anggota Komisi IX DPR RI.

“Benar kita meminjam uang ke bank, itu benar adanya ya, ya memang ada (pinjaman uang untuk bayar gaji karyawan),” kata Pupung.

Lebih lanjut, menurut Pupung situasilah yang menyebabkan perseroan tersebut berada dalam kondisi yang seperti itu. Sehiangga memaksa mereka untuk meminjam uang “Memang situasinya ya, situasinya lagi susah,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Akhirnya Resmi Bercerai

Dilansir dari Soompi, Song Hye Kyo dan Song Joong Ki dinyatakan sudah resmi bercerai. Keputusan akhir dari perceraian mereka berdua, dilaksanakan pada tanggal 22 Juli di Pengadilan Keluarga Seoul. Dimana kedua belah pihak sudah sepakat berpisah dan kini sudah resmi bercerai secara hukum negara.

Selain itu, Agensi Song Hye Kyo, United Artists Agency (UAA), juga dikabarkan merilis pernyataan, dengan mengatakan:

“Halo. Ini UAA.

Perceraian aktris Song Hye Kyo telah diselesaikan hari ini (22 Juli) di Pengadilan Keluarga Seoul. Kami memberitahu kalian bahwa proses arbitrase telah diselesaikan dengan kedua belah pihak setuju untuk cerai tanpa tunjangan atau pembagian properti.”

Namaun, untuk pihak Joong Ki, saat ini dituliskan belum terlihat merilis pernyataan.

Sebelumnya, Hye Kyo dan Joong Ki tampil bersama di drama populer Descendants of the Sun. Setelah drama tersebut, ada rumor bahwa mereka berpacaran karena terlihat cinta lokasi. Berita tersebut tentu disambut baik oleh para fans, dan pada Oktober 2017 lalu keduanya dikabarkan menikah dengan menggelar upacara keluarga yang hanya dihadiri kerabat dekat saja.

Tagar #SongSongCouple dan #PatahHatiInternasional saat keduanya menikah sempat jadi trending topik pada laman sosial media Twitter Indonesia. Hingga akhirnya pada 27 Juni 2019 lalu, kabar perceraian SongSong Couple mulai beredar ke khalayak. Dan dari pernyataan resmi Hye Kyo yang ia publish ke media menjelaskan bahwa alasan mereka bercerai adalah “perbedaan kepribadian”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top