Feature

Daripada Tinggal dengan Mertua Lebih Baik Tinggal Berdua, Meski Masih Harus Menyewa Rumah

Finansial yang belum stabil sehabis menggelar pesta, jadi pertimbangan besar yang kadang membuat kita berpikir dua kali untuk tinggal terpisah dari orangtua. Menetap atau buru-buru cari rumah, mau tak mau memang harus segera diputuskan.

Akan tetapi memilih untuk hidup mandiri berdua bisa menjadi pilihan terbaik daripada harus tinggal dengan orangtua. Bahkan sebuah penelitian yang dikutip dari laman Daily maily pun memberi pernyataan yang senada, sebab wanita yang tinggal bersama orangtua atau orangtua dari pasangannya, sekaligus dengan anak-anaknya, berisiko 3 kali lebih mungkin didiagnosis dengan penyakit jantung, dibandingkan wanita yang hanya hidup dengan pasangannya.

Kamu dan pasangan, boleh saja berpikir bahwa tinggal bersama dengan orangtua atau mertua, selepas menikah adalah pilihan yang akan membantu. Padahal faktanya, ada banyak masalah jika kita benar-benar melakukannya. Lalu apa saja?

Ekonomi Mungkin Masih Mepet, Tapi Yakinlah Jika Rezeki Tak Akan Seret

Konon menikah jadi salah satu ajang yang akan membukakan pintu rejeki semakin lapang. Logikanya begini, dulu yang berdoa dan meminta rejeki hanya kamu, lain dengan sekarang, ada pasangan yang juga berdoa untuk hal yang sama.

Tak perlu khawatir jika akan tinggal berdua dengan hidup yang masih sederhana. Asal tetap mau bekerja dan berusaha sekuat tenaga, akan ada banyak ladang rejeki yang datang tanpa diduga.

Jika memang masih belum yakin, cobalah bercerita dengan mereka yang sudah lebih dulu melakoninya. Sebab cerita-cerita dari pendahulu, bisa jadi semangat baru.

Lagi pula Menghormati Orangtua, Tak Harus dengan Tinggal Serumah

“Meninggalkan orangtua sama saja tak menghargai mereka”

Kita perlu membedakan mana perbuatan yang memang jadi kewajiban dengan yang bukan. Ini bukan perihal menghargai atau tidak, tapi lebih kepada sesuatu yang bertujuan untuk menjaga privasi.

Sebab pada kenyataannya, menjalani biduk rumah tangga memang tak akan membuat kita lepas dari pantauan orangtua. Entah itu orangtuamu, atau mertua. Akan ada momen tertentu yang memang memaksa kita untuk membutuhkan bantuan mereka. Tapi bukan berarti kita harus tinggal serumah dengan mereka.

Karena Sebagai Suami Istri Baru, Kita Berdua Harus Lebih Mandiri

Alasan baik pertama yang jelas akan lebih terasa, kita akan bebas melakukan apa saja. Lagi pula perjalanan cerita selama berpacaran, tentulah bukan apa-apa. Sebab cerita menjadi suami istri jelas akan jauh lebih sulit lagi. Bergantung pada orangtua terus menerus hanya akan membuat kalian jadi suami istri yang manja.

Ini adalah masa yang tepat untuk belajar hidup terpisah, melakoni peran baru yang memang sudah waktunya. Memasak untuk suami, hingga membantu istri membenahi pekerjaan rumah. Tak ada ibu atau bapak yang biasanya siap sedia membantu. Kini semuanya hanya akan terpenuhi jika kamu dan pasangan saling bantu.

Dan semua itu hanya akan didapatkan, ketika kita sudah hidup terpisah dari orangtua.

Hingga Pada Privasi Lain yang Memang Harus Saling Dihargai

Jangan pikir, hidupmu akan terus-terusan aman. Sebab untuk menyeimbangkan rasa sayang, akan ada beberapa goyangan dalam perjalanan hidup barumu bersama pasanganmu.

Barangkali, nanti ia akan mendadak diam karena merasa tak dihargai atau tak mau keluar kamar jika sedang merasa tak enak hati. Dan jika semua sikap itu terlihat oleh orangtua, tentulah akan menjadi sebuah masalah.

Ada perspektif yang berbeda antara kita dengan orangtua, yang jika tak menemukan titik terang akan menjadi sebuah masalah. Hal ini pula, yang menjadi salah satu alasan mengapa hidup terpisah menjadi lebih baik daripada tinggal bersama orangtua. Ya, kita jadi lebih bisa menjaga privasi.

Perjalanan Rumah Tangga Tentu Rentan Perdebatan, Tak Baik Jika Orangtua Ikut Campur Tangan

Nah, ini adalah alasan kesekian yang memang patut untuk dipikirkan. Ketika ada masalah, kita dan pasangan tentu jadi pihak yang wajib untuk menyelesaikannya. Meredam amarah masing-masing, dan mencari solusi sebagai jalan keluarnya.

Orangtua tentu tak perlu tahu, karena usia mereka yang sudah tak lagi muda jelas akan terganggu jika harus ikut memikirkan perkara rumah tangga anaknya. Lalu bayangkan jika ternyata pertengkaran itu akan terjadi di rumah orangtua.

Bahkan tanpa perlu memberi tahu, mereka tentu bisa membaca dan melihat perubahan yang ada. Entah itu ketika kalian tak saling tak bicara, atau bertengkar di hadapan mereka.

Dapat Masukan yang Kadang Terlalu Banyak, Justru Jadi Beban

Pilihan selanjutnya yang kerap berubah jadi beban, kita berdua sering dihadapkan pada pilihan. Ya, situasi yang kadang tak stabil seolah memaksa kita memilih. Mengikuti kata hati, atau mendengarkan orangtua.

Sebab salah dalam memahami masukan yang datang, bisa berdampak buruk pada hubungan. Tak heran, jika beberapa kasus perceraian dilatar belakangi oleh sikap ini. Saat salah satu pihak lebih mendengar apa kata orangtua daripada memikirkan nasib hubungannya. Serba salah dan menjadi beban.

Pilihan Ini Pun Akan Membuat Kita Belajar Bagaimana Rasanya Berjuang

Cerita baru, suasana dan kehidupan anyar di tempat tinggal yang baru pula, akan jadi sesuatu yang membantu kalian berdua lebih memahami arti kehidupan berumah tangga yang sesungguhnya.

Sebagai istri, kamu akan lebih bisa membagi waktu, kapan harus bekerja, juga membenahi rumah. Begitu pula kamu yang akan menjadi suami baru untuk dia, harus lebih giat mencari nafkah untuk kelangsungan hidup berdua.

Tak apa jika saat ini masih harus membayar sewa untuk rumah yang kalian huni sementara. Seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan tentu akan berubah. Asal mau berusaha dan saling menguatkan, tentu kalian akan lebih bahagia.

Karena biar bagaimana pun, persoalan hidup tak akan selesai dengan kamu mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu. Justru ini adalah awal baru dari perjalanan kisah yang akan dilalui bersama. Dan memilih tinggal terpisah dari orangtua bisa jadi salah satu awal baik untuk memulainya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Harus Bersyukur, Karena Orang Kurus Punya Kelebihan dari Sisi Kesehatan

Sebagian besar orang, selalu berharap jika ia akan memiliki tubuh yang ideal. Mereka yang gemuk berusaha untuk kurus, sedangkan yang kurus mungkin sedang berupaya untuk lebih gemuk. Sebenarnya, kurus dan gemuk memang dipengaruhi banyak faktor. Mulai dari genetik, gaya hidup, hingga hal-hal lain yang mempengaruhi tubuh.

Menariknya, tak hanya mereka yang gemuk saja, orang-orang kurus pun sering merasa tak percaya diri atas bentuk tubuhnya. Padahal nih, ada beberapa hal yang membuatmu patut bersyukur sebagai orang kurus. Kira-kira apa saja ya?

Tak Mudah Lelah, Jika Harus Jalan Kaki dalam Waktu yang Lama

Tubuh yang gempal kerap kali jadi beban jika kita harus bergerak atau berjalan dalam melakukan aktivitas harian. Beruntungnya, dengan tubuh yang kurus kamu jelas akan terhindar dari persoalan seperti ini. Tubuhmu yang tak begitu berat memungkinkan kamu untuk berjalan lebih leluasa, tanpa harus merasa lelah.

Rendahnya lemak dalam tubuh, membuat tubuh orang kurus lebih ringan dan melincahkan mereka. Itulah kamu perlu bersyukur, sebab berjalan kaki akan membuatmu lebih banyak bergerak yang baik untuk kesehatan.

Lebih Mudah untuk Bernafas

Ternyata orang-orang yang bertubuh kurus jarang sekali dihampiri masalah pernafasan. Karena pada kenyataannya berat badan seseorang memang berpengaruh pada kelancaran pernafasan yang dimiliki. Jika orang-orang gemuk kerap dinyatakan sulit untuk bernafas, karena lemak yang ada dalam tubuh kerap menghalangi proses pernafasan. Mereka yang kurus tak akan merasa hal semacam ini.

Sebab badan kurusmu memungkinkan sirkulasi oksigen menuju jantung akan lebih lancar. Jadi kamu akan leluasa bernafas dan terhindar dari sulitnya bernafas atau engap. Dengan kata lain, kamu bisa lebih sehat.

Fleksibel untuk Memilih atau Menentukan Pakaian yang Ingin Dikenakan

Mari kita buka-bukaan, persoalan memilih pakaian kerap jadi perkara yang sulit untuk diselesaikan jika kebetulan tubuh kita sedikit lebih gemuk. Tapi dengan tubuh kurus, kita bebas menentukan pakaian mana yang ingin dikenakan. Baik yang pas di badan atau yang sedikit longgar. Yap, orang kurus memang selalu terlihat cocok untuk mengenakan bentuk pakaian apa saja.

Terhindar dari Gejala Sakit Punggung

Dari banyak kasus perihal bentuk tubuh yang gemuk, biasanya sakit punggung adalah persoalan yang paling banyak dikeluhkan. Nah, dengan tubuh kurus, diperkirakan kamu akan lebih sedikit mengalami gangguan terhadap sakit punggung ini. Karena berat badan milikmu, masih sebanding dengan otot punggung yang kamu miliki.

Disamping itu, orang-orang kurus juga akan lebih mudah bergerak. Jadi kalaupun punggung orang yang kurus terluka, proses penyembuhannya akan lebih cepat daripada mereka yang gemuk.

Dan Resiko Kematian yang Lebih Rendah dari Mereka yang Bertubuh Lebih Gempal dari Kita

Hingga saat ini beberapa hasil studi menunjukkan mereka yang memiliki risiko kematian paling rendah datang dari mereka yang memiliki berat badan proporsional. Sedangkan mereka yang Obesitas memiliki resiko 20 hingga 30 persen lebih tinggi untuk lebih dulu meninggal. Sedangkan yang kekurangan bobot badan mencapai risiko 80 persen lebih rendah.

Maka dengan kata lain, orang-orang kurus lebih terhindar dari resiko kematian yang lebih cepat. Jadi jika disuruh pilih dan kamu bisa memilih serta mengusahakannya, pilihlah menjadi kurus yang proposional.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hal yang Perempuan Cerdas Lakukan Saat Tahu Ia Diduakan

Bohong memang jika katamu kau tak kecewa. Karena selingkuh adalah sesuatu yang tak pernah diinginkan oleh perempuan mana saja. Lagipula siapa yang mau cintanya diduakan? Tapi marah tak selalu jadi jalan keluar dari masalah. Diduakan memberi perempuan pelajaran, bagaimana rasa sakitnya ditinggalkan. Tapi sudahkah kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?

Nah, untukmu perempuan-perempuan cerdas nan pintar, cobalah lakukan beberapa hal ini. Ketika tahu, kekasihmu selingkuh dan main hati pada perempuan lain. 

Intropeksi Diri dan Cobalah Berpikir Lebih Terbuka

Memang sih, kadang kala tak penyelewengan yang ia lakukan tak sepenuhnya adalah salahnya. Itulah mengapa kamu perlu untuk memikirkan kembali, sebenarnya siapa kah yang salah dan apa yang menjadi pemicunya. Tahan dulu untuk tak berbicara apa pun pada pacarmu, pikirkan semuanya pelan-pelan tanpa amarah. 

Diduakan memang membuat hati sakit, tapi dibalik semua itu ada beberapa hal yang mungkin bisa kamu jadikan pelajaran untuk cinta lain di kehidupan yang akan datang. Uraikan semuanya pelan-pelan, agar kamu bisa menemukan jawaban yang paling benar. 

Tahan Amarah dengan Tak Perlu Menyalahkan Oranglain

Kadang kala, jika masih ada dia di depan kita, rasanya sulit sekali untuk marah. Tapi ini baik untuk dirimu, sebisa mungkin tahan amarah ketika sedang berhadapan dengannya. Pikiran yang masih kalut akan membuatmu mengambil keputusan yang tak matang. Maka jika memang ingin marah dan meluapkan semua kekesalan, lakukan ketika ia sudah tak ada atau ketika kamu sendirian. 

Ini akan membantumu meluapkan emosi yang membuncah, lalu setelah itu jangan lupa untuk menenangkan kembali pikiranmu. Selain itu, kamu juga perlu menahan diri untuk menyalahkan orang lain atas perselingkuhan yang kamu temui. Tahan semua emosi, sampai akhirnya kamu tahu siapakah pihak yang bersalah dari perselingkuhan ini. 

Memberi Maaf Tapi Bukan Berarti Melupakan Perbuatan 

Kamu mungkin kecewa, ingin marah dan meluapkan kekesalan padanya. Tapi biar bagaimana pun, ia berhak untuk meminta maaf jika memang dirinya lah yang bersalah. Tapi kamu juga berhak untuk memberi maaf atau tidak padanya. 

Di sisi lain, hal yang perlu kamu tetap ingat adalah perselingkuhan bukanlah sesuatu yang bisa dibenarkan dalam setiap hubungan. Untuk itulah penting untuk tetap mengingat perselingkuhan yang sudah ia lakukan. 

Tak Perlu Balas Dendam, Cukup Beri Ia Pelajaran 

Kepalang sakit hati, kadang membuat kita ingin berbuat hal yang serupa. Iya, membalas dia yang selingkuh dengan selingkuh juga. Tapi, apa gunanya? Berbuat hal serupa tak akan membuatmu terlihat berdaya, justru kian merunyamkan masalah saja. Maka daripada berniat balas dendam, lebih baik beri ia pelajaran. 

Tunjukkan sikap yang elegan tanpa harus kelihatan marah dan merasa butuh untuk kembali bersama. Biarkan ia merasakan, bagaimana kamu akan perlahan hilang dari hidupnya. Hingga akhirnya ia akan sadar bahwa, upaya selingkuh yang ia lakukan adalah perbuatan yang salah. 

Berilah Ia Keputusan, Tetap Bersama atau Tinggalkan 

Pada akhirnya setiap perempuan memang harus memberi keputusan ketika diduakan. Tetap bersama sang kekasih atau pergi melepaskan ia dengan perempuan lain yang dipilihnya. Jika memang dirimu merasa masih bisa menerimanya dan percaya ia bisa berubah, kamu berhak untuk memberinya beberapa aturan yang memang harus dijalankan.

Jelaskan padanya, beberapa hal yang harus ditaati demi tak mengulang perselingkuhan lagi. Jika memang ia menerima, tak ada salahnya untuk mengulang kembali kisah cinta. Tapi, jika dirimu tak lagi bisa memberi percaya atas ia, segera tinggalkan dan lupakan semua hal tentang dirinya. Karena ada banyak cinta baik yang menunggumu untuk menghampirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Mantan Sudah Punya Pacar, Tapi Kamu Masih Sendirian? Tenang…

Mengetahui mantan pacar sudah punya pasangan baru setelah putus, kadang jadi sesuatu yang menganggu pikiran. Apalagi jika masih ada perasaan yang belum bisa dihilangkan, tentu kita akan masih merasa sedih melihat ia dengan orang lain. Tapi, jika apa yang kita harapkan, kadang berbalik dengan kenyataan. 

Maka, daripada harus bersedih jika mantan kekasih sudah punya pacar baru lagi. Ada hal lain yang sebenarnya bisa kita syukuri dan pahami. Daripada berbuat sesuatu yang justru merugikan diri sendiri, lebih baik mulai membuka mata tentang hal apa saja yang bisa kita lakukan ketika mantan sudah punya pasangan duluan. 

Lebih Dulu Punya Pacar Tak Berarti Jadi Pemenang

Hanya demi ego dan harga diri, kadang kita menjadikan punya pacar lagi sebagai pencapaian. Padahal, hubungan lama atau baru bukanlah sebuah lomba yang akan menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Tak perlu merasa tertinggal, atau kesal hanya karena mantan pacar sudah punya gandengan. 

Fokuslah pada dirimu sendiri dulu, dan biarkan ia melakukan apapun yang ia mau. Tak ada yang layak disebut sebagai pemenang dan pecundang, perpisahan kalian adalah jalan yang jadi penentu jika masing-masing akan berjalan sendiri-sendiri. Jadi tak ada yang perlu kau urusi dari apa yang dilakukan oleh mantan kekasih. 

Sudah Tak Ada Hubungan Apa-apa, Biarkan Ia Melakukan Maunya

Kadang kala kita sering lupa, kalau kini sudah tak ada apa-apa antara kita dan dirinya. Lupa jika dirinya sudah jadi mantan, hingga akhirnya masih sibuk memikirkan dirinya dan cemburu melihat ia pergi dengan orang lain. Untuk itu, kamu tak seharusnya memikirkan ia secara berlebihan. 

Ingat, dirinya bukan lagi milikmu dan yang ia lakukan itu bukan urusanmu. Maka biarlah ia melakukan apa saja yang ia mau, entah ingin punya pacar lebih dulu atau tidak semuanya bukan lagi urusanmu. Sebab, kalian berdua sudah tak ada hubungan apa-apa. 

Lagipula Punya Pacar Lebih Dulu Bukan Berarti Lebih Bahagia 

Dari postingan yang ia unggah di sosial media, kamu mungkin melihatnya tertawa lepas dan bahagia dengan seseorang yang baru ia pamerkan. Tapi jangan buru-buru bersedih dan merasa dirimu butuh dikasihani. Karena potret yang kamu lihat tak selalu sejalan dengan kenyataan yang ia rasakan. Walau terlihat bahagia, bisa jadi ia sedang berpura-pura hanya untuk membuatmu merasa iri dengan apa yang dicapainya. 

Karena pada kenyataannya, foto-foto bahagia bukanlah patokan bahagia setiap manusia. Apalagi dinilai dari punya pacar atau tidak. Dan punya pacar atau tidak, kamu akan tetap bisa berbahagia dengan berbagai macam cara. 

Tetap Lanjutkan Hidupmu Tanpa Perlu Memikirkan Mantanmu 

Daripada sibuk memikirkan mantan, lebih baik lakukan sesuatu yang membuatmu sibuk. Dari pagi hingga malam, lakukan apapun yang kamu sukai dan buat itu sepadat mungkin agar kamu tidak memiliki waktu untuk memikirkannya. Dengan begitu kamu akan lebih mudah melupakannya. 

Setidaknya kamu tidak akan stalking media sosialnya dan menemukan foto dia dan pacar barunya yang bisa membuatmu semakin sedih saja. Dan di sisi lain, kamu pun akan lebih bahagia karena punya waktu untuk melakukan semua yang kau suka. 

Dan Jangan Pernah Menerima Seseorang Karena Ingin Buru-buru Punya Pacar Seperti Mantanmu

Demi membuktikan pada mantan, jika kamu juga sudah berhasil melupakan. Barangkali kamu mungkin kepikiran, untuk segera menerima siapa saja yang ingin menyatakan perasaan, walau dirimu sendiri mungkin tak benar-benar sayang. Dengar, hanya karena mantanmu punya pacar, bukan berarti kamu pun harus melakukan hal yang sama. 

Tak ada hati yang pantas untuk disakiti demi ego untuk menunjukkan jika kamu juga sudah bisa mencintai. Selain membohongi diri sendiri, kenyataan dan situasi seperti ini tentu juga tak baik untuk orang yang  mungkin sedang mendekati. Nikmati semua waktu yang kamu miliki, dengan melakukan hal baik lainnya. Dan berhenti untuk ikut campur pada urusan mantanmu yang sudah tak lagi punya hubungan denganmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top