Feature

Daripada Terus Sibuk Mencari, Lebih Baik Pertahankan Ia yang Sudah Kau Pilih

Ditengah-tengah semarautnya perasaan atas masalah dalam hubungan yang tak kunjung selesai. Kadang kala, berpikir untuk menyudahi semuanya, bisa jadi pilihan yang tiba-tiba muncul dalam kepala. Memilih untuk mengalah dan berhenti bertahan, boleh jadi jalan keluar. Tapi, yang jadi pertanyaannya “Apakah itu adalah pilihan yang paling benar?”

Tak akan bisa dijalani dengan semudah itu, membuat keputusan untuk perkara hubungan yang sudah berjalan lama, tentulah butuh pertimbangan matang. Untuk itu daripada buru-buru bilang “Kita putus saja” pada pasanganmu, beberapa alasan untuk bertahan ini bisa jadi salah satu bahan pertimbanganmu.

Tak Ada Hubungan yang Tak Bermasalah, Ini Hanya Ujian Agar Kalian Berdua Lebih Dewasa

Jangankan untuk urusan pacaran, mereka yang sudah menikah saja masih sering berdebat, tak sepaham, atau bertengkar pada beberapa hal. Tapi perkara-perkara macam ini, tak lantas membuat mereka menyudahi hubungan yang ada. Sebaliknya, masalah dan semua persoalan yang terjadi, berubah jadi keyakinan yang kan menguatkan hati.

Daripada harus menyerah, sebaiknya ajak pasangan untuk sama-sama belajar saja. Berubah ke arah yang lebih dewasa hingga paham, bagaimana caranya mengatasi masalah dalam hubungan kalian berdua. Sehingga di hari mendatang, kamu akan tahu jika dia tak memberi kabar itu artinya ada pekerjaan penting yang harus ia kerjakan.

Begitu pun sebaliknya, jika kamu bilang akan pergi kumpul dengan teman, bukan berarti sedang ingin ketemuan dengan mantan pacar. Memahami dan saling mengerti, akan bisa dicapai dengan komunikasi yang baik dari kamu dan pasanganmu.

Lagipula Dia yang Baru, Belum Tentu Sebaik Pasanganmu

Si dia yang sekarang memang bukanlah sosok sempurna, yang dulu mungkin kamu idam-idamkan. Tapi anehnya, ketidaksempurnaannya itulah yang akhirnya membuatmu jatuh cinta padanya. Tak datang dengan wajah yang tampan, kecerdasannya justru membuatmu kagum dan semakin penasaran.

Lalu, bayangkan jika ternyata si dia yang nanti akan jadi pasangan terbarumu adalah sosok yang benar-benar jauh dari kriteriamu. Tak sejalan di pikiran, hingga berbeda di banyak hal. Benar memang, waktu bisa membantumu untuk saling memahami. Tapi apakah kamu yakin, jika dia bisa sebaik pacarmu yang sekarang? Seringnya jawabannya adalah “Tidak” kan?

Memulai Semuanya dari Awal, Jelas Akan Menguras Tenaga

Urusan jalinan asmara memang jadi perkara yang cukup krusial. Selain menemukan orang yang tepat, punya visi dan misi yang sama, hingga hal lain yang harus dipertimbangkan lainnya. Maka jika harus memulai semuanya dari awal lagi, jelas akan butuh waktu untuk beradaptasi.

Bagaimana kamu harus memakai cara untuk berkomunikasi, memahaminya setiap kali tak bersama, hingga pada caranya bercanda yang mungkin agak tak sesuai dengan selera humor yang kamu miliki. Deretan hal-hal yang tadi disebutkan, jadi sesuatu yang sering kali sulit untuk disesuaikan dengan seseorang yang baru. Apalagi dia yang mau dijadikan pacar.

Barangkali Ini Hanyalah Salah Paham Saja dan Tak Seperti yang Kamu Kira

Ingat ya, jangan pernah mengambil sebuah keputusan ketika kamu sedang marah. Bukannya mendapat jawaban yang baik, pilihan yang diambil ketika emosi tak stabil biasanya hanya akan membuat kita menyesal. Daripada harus marah-marah, lebih baik cobalah ajak pasangan untuk menguraikan perlahan masalah yang sedang ada.

Barangkali kamu dan si dia hanya salah paham saja. Belajar untuk mengendalikan emosi dan kemarahan yang kamu miliki, adalah cara terbaik untuk proses kematangan pola pikir dalam hal pacaran. Karena tak akan pernah ada jalan keluar, kalau isi kepala kita masih dipenuhi dengan kemarahan.

Pelan-pelan Kamu Akan Tahu, Bahwa Ada Pelajaran dari Masalah dengan Pasanganmu

Konon setiap masalah adalah latihan untuk tingkatan hubungan yang lebih dalam. Dari satu persoalan, kamu akan belajar bagaimana memperbaikinya dikemudian hari. Hari ini kamu marah karena si dia lupa memberi kabar, tapi atas dasar penjelasan yang memang ia sampaikan dengan tenang, kamu pun jadi paham bahwa ada sesuatu yang mungkin ia kerjakan.

Terkesan sepele memang, karena semua persoalan bisa terjadi jika komunikasi tak lancar dijalankan. Tapi percayalah, dari hal-hal kecil nan remeh ini. Kamu dan pasangan akan belajar tentang bagaimana bersikap yang lebih baik lagi.

Dan Tak Hanya Kamu Saja, Si Dia Pun Merasakan Sedih dan Kecewa yang Sama

Yap, jangan pikir kamu adalah satu-satunya pihak yang kecewa. Merasa jadi orang yang paling tersakiti sedunia atas sikap si dia, padahal ia juga mungkin sedang kecewa karena tak dipercaya oleh kamu yang ia sebut sebagai kekasihnya. Sebelum memvonisnya sebagai pihak yang bersalah, cobalah lihat dulu bagaimana fakta yang sebenarnya dari sisinya. Ini akan membuatmu lebih bijaksana, memandang dari sisi berbeda untuk kemudian bisa menemukan letak masalah yang sebenarnya.

Pertengkaran dan kemarahan dalam hubungan, sering terjadi karena kita tak mau menanggalkan emosi dan ego pribadi, berpikir kitalah yang paling benar, hingga tak mau membuka mata pada kesalahan yang mungkin juga sudah kita lakukan. Maka kalau sudah mampu melihat dari dua sudut pandang yang berbeda, biasanya kita akan menemukan solusi terbaik untuk kita berdua.

Jika Memang Masih Sama-sama Cinta, Berjanjilah untuk Tak Lagi Mengulangi Kesalahan Serupa

Dibalik semua hal baik yang mungkin masih bisa dijadikan alasan, kamu memang punya hak untuk menyudahi hubungan kapanpun kamu mau. Tapi, sebelum melakukan itu, cobalah untuk bertanya pada hatimu lagi. Benarkah kamu sudah tak menemukan titik baik dari dirinya, atau hanya sekedar luapan emosimu saja? Karena kalau memang masih saling cinta, mari sama-sama intropeksi diri saja. Bukan buru-buru untuk bilang “Kita putus saja”.

Sekian lama bersama dan saling cinta, harusnya masalah yang ada menguatkan kalian berdua, bukan malah jadi alasan untuk saling meninggalkan. Kalau selama ini bisa bertahan dan bersama, masa karena satu masalah saja kamu harus meninggalkan si dia?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top