Feature

Dari Semangka Hingga Terong, Ada Makanan yang Dilarang Disimpan di Kulkas

Selepas belanja untuk kebutuhan harian, biasanya kita akan buru-buru menyusun semua makanan yang sudah dibeli ke dalam kulkas. Memang sih, menyimpan beragam makanan di dalam kulkas memang bisa membantu memperpanjang umur makanan tersebut. Tapi ternyata, tak semua makanan loh bisa dimasukkan ke dalam kulkas. 

Nah, contoh kasus yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Seorang lelaki asal Kota Xiangxiang, Hunan, Tiongkok, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap semangka yang disimpan di kulkas. Setelah diperiksa, usu dari lelaki yang bernama Zhang ini mengalami penyumbatan kematian jaringan alias membusuk karena semangka yang dikonsumsinya. 

Lantas, makanan apa saja sih yang seharusnya memang tak disimpan di dalam kulkas?

Buah-buahan, Khususnya Semangka 

Seperti yang sudah disebutkan diatas, usus Zhang bisa membusuk lantaran semangka yang ada di dalam kulkas yang dikonsumsinya tidak disimpan di wadah tertutup. Alhasil, buah segar tersebut terkontaminasi oleh bakteri dari makanan mentah lain yang disimpan di dalam kulkas. 

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departemen Agrikultur Amerika Serikat mengatakan jika semangka diletakkan di dalam kulkas, bisa mengurangi kandungan gizi dari buah tersebut. Selain itu kandungan antioksidan dalam buah-buahan tersebut bisa berkurang karena udara dingin. Dan buah-buahan yang disimpan di kulkas juga akan terasa kering dan kurang matang. 

Terong, Karena Dapat Mengurangi Kandungan Gizinya 

Umumnya, kita akan berpikir jika sayuran yang dimasukkan ke dalam kulkas akan tahan lebih lama. Faktanya tak semua sayur bisa seperti itu ya. Pada sebuah buku berjudul On Food and Cooking, sang penulis, Harold McGee menjelaskan jika terong yang merupakan sayuran dari iklim tropis kurang baik jika disimpan dalam kulkas. Alasannya karena itu bisa membuat terong menjadi tidak segar dan berkurang juga kandungan gizinya. 

Roti, Sebab Membuatnya Lebih Mudah Basi

Walau sudah diwanti-wanti, masih ada saja orang yang memasukkan roti ke dalam kulkas. Hanya karena ingin rotinya awet hingga berhari-hari, memasukkannya ke kulkas justru membuatnya lebih cepat rusak. Meski suhu dingin dalam kulkas bisa mencegah jamur pada roti, akan tetapi ini malah membuat teksturnya menjadi kasar dan kering. 

Lebih lanjut, menurut seorang pakar roti bernama Wayne Gisslen, jika makanan tersebut dimasukkan ke dalam kulkas akan membuatnya lebih cepat basi. Bahkan, waktu basinya jadi enam kali lebih cepat dari yang seharusnya. Apabila kalian ingin menyimpan roti, lebih baik letakkan di dalam freezer. Hal ini akan membuat makanan tersebut menjadi lebih awet.

Kentang dan Ubi, Karena Suhu Dingin Akan Merubah Tekstur dan Rasanya

Kentang dan ubi tidak boleh masuk kulkas karena udara yang dingin dan lembap bisa merusak tekstur dan rasanya. Sari pati yang terkandung dalam kentang dan ubi akan lebih cepat terurai menjadi gula sehingga kentang dan ubi jadi terasa manis menyengat. 

Selain itu, teksturnya yang lembut pun akan berubah jadi lebih kasar dan keras. Maka sebaiknya simpan kentang dan ubi di tempat yang kering dan tidak terpapar sinar matahari langsung.  

Bawang-bawangan 

Nah, siapa nih yang selalu nyimpen bawang di dalam kulkas. Bukannya lebih segar dan tahan lama, bawangmu justru tumbuh dan mengeluarkan tunas kan? Larangan menyimpan bawang di salam kulkas karena suhu dingin yang bersumber di dalam kulkas akan membuat bawang menjadi kenyal dan kusam.

Selain itu, rasanya pun tak lagi setajam biasanya. Sehingga kalau dipakai sebagai bumbu masakan, akan berpengaruh pada rasa makanan. Baik itu bawang Bombai, Bawang Merah, Bawang Putih, sebaiknya simpan pada tempat kering yang memiliki sirkulasi udara baik saja. Namun, hindari pula meletakkannya dalam sinar matahari langsung. 

Biji Kopi, Sebab Akan Mengubah Kekuatan Aromanya

Entah karena malas menaruh di tempat lain, kita sering kali menaruh sisa biji kopi ke dalam kulkas. Bukannya menjaganya tetap tahan lama dan kian enak, bijji kopi yang dimasukkan ke dalam kulkas akan berubah rasa dan aroma. Sebab biji kopi tersebut akan menyerap aroma dari makanan lain yang ada di dalam kulkas.

Jadi tak heran, kalau biji kopi yang tadinya enak dan sedap mendadak jadi hambar dan tak berasa lagi. Jadi lebih baik simpan pada wadah dan letakkan di tempat kering yang tak terpapar sinar matahari langsung saja ya. 

Dan Kacang-kacangan

Untuk jenis makanan yang terakhir ini, kacang-kacangan mentah seperti kacang tanah, kacang almond, kacang mete, dan kacang hijau tidak masuk ke dalam kulkas. Pasalnya, kacang yang disimpan di kulkas bisa mengurangi rasa gurih khas kacang-kacangan. Selain itu, kulit kacang juga bisa menyerap bau-bauan dari kulkas. Maka alangkah lebih baik jika, kacang-kacang tersebut dimasukkan ke dalam wadah kering yang memiliki tutup. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top