Feature

Dari Mereka yang Pernah Disakiti Oleh Pasangan, Aku Belajar untuk Memaknai Sebuah Hubungan!

Tak ada satu orangpun yang berharap akan terjebak pada sebuah relasi yang tak sehat. Bertemu, kenalan, pendekatan, lalu jadian. Begitu kira-kira tahapan kita mengenal pasangan yang membuat kita pada akhirnya memiliki penilaian kalau dia yang tadinya gebetan, sejatinya layak untuk dijadikan pasangan. Terlepas dari rupa wajahnya, ada kebaikan hati yang kamu lihat. Pasti hal itu bisa membuatmu nyaman. Begitu batinmu dulu.

Tapi entah kenapa, semuanya jadi tak seperti apa yang kamu bayangkan. Hubunganmu semula baik-baik saja. Kemudian ada rasa ingin memiliki dan maunya selalu bersama saat dengannya. Rasa posesif itu kemudian muncul pelan-pelan. Hubunganmu bukan lagi atas dasar komunikasi dan saling menghargai, justru berubah jadi kesepakatan yang kalau dilanggar akan membuat kamu dan dia sama-sama menanggung lara.

Saat Kamu Terpuruk, Kuingat Kamu Selalu Menangis dan Kelimpungan Menghadapi Masalahmu Sendiri

Tak semua orang mampu melewati masa-masa berat seperti yang kamu alami, kawan. Berusaha mencintai dan menghargai keberadaannya sebagai pasanganmu, aku ingat sekali itulah prinsip yang kamu pegang teguh. Tak peduli seberapa banyak kata-kata kasar yang dia lontarkan hanya karena kamu ‘melanggar’ kesepakatan yang telah ditentukan. Kamu selalu mengatakan, dibalik semua itu kamu yakin dia tetaplah sosok yang baik seperti yang dulu kamu kenal dan akan berubah di kemudian hari.

Kesempatan selalu kamu berikan sekalipun lagi dan lagi kamu dikecewakan. Rasanya hatimu sudah tak mengenal lagi kata rapuh. Begitu kuatnya kamu menghadapi masalah ini sendirian. Bahkan karena tak mau membuat orang lain jadi kepikiran tentangmu, kamu memilih menyimpannya rapat-rapat dan yakin kalau masalah ini akan segera berakhir.

Kemudian Kamu Berusaha Menyimpan Semuanya Sendiri, Padahal Sebagai Sahabat, Ingin Rasanya Aku Membantumu

Ada yang paling menyesakkan dari kisahmu. Yaitu caramu menyembunyikan semua ini dari orang-orang terdekatmu. Kamu tak mau merepotkan pihak manapun dengan masalah yang kamu alami. Tapi tetap saja rasanya aku ikut sesak saat tahu kenyataannya kalau kamu tak bahagia dengan relasimu. Kebahagiaanmu hanya di awal saja.

Dibalik itu, aku belajar satu hal mendalam, yaitu tentang kesabaran. Meski kamu tak pernah menceritakannya secara langsung, aku tahu betapa sabarnya dirimu menghadapi setiap kesesakan yang kamu alami. Dan aku sangat bersyukur bisa mengenalmu, kawan. Kamu sangat tangguh untuk menghadapi semua ini sendirian.

Sampai dari konflik yang berkepanjangan hingga akhirnya kamu berani mengambil pilihan untuk melepaskan genggamanmu terhadap pasangan yang selama ini kamu kasihi. Aku belajar ternyata konflik dalam sebuah relasi tak akan selesai dalam satu waktu seperti yang aku nikmati dari film-film. Darimu aku belajar kalau proses selalu menguatkan kita. Sekalipun sesak yang selalu kita dapatkan.

Tapi Syukurlah, Kamu Telah Melewati Fase-fase yang Pahit Itu, Aku Belajar Banyak Hal Darimu…

Kukira ternyata tak hanya kesabaran yang kudapat saat tahu bagaimana perjuanganmu. Aku juga belajar kalau proses mencari pasangan yang tepat itu tak bisa sekejap mata. Ada jatuh bangunnya juga. Belajar bersandar pada diri sendiri jauh lebih penting dibanding berusaha keras mencari bantuan tapi tak ada satu orangpun yang percaya kalau kamu sedang merasa sesak.

Begitu tangguhnya kamu sampai di titik dimana kamu bisa bernapas lega, disitu aku mengucap syukur. Aku belajar banyak darimu. Pun sampai detik ini, tak pernah kudengar kamu berkata buruk perihal mantanmu itu. Caramu menyalurkan energi bukan dengan menggiring opini, tapi bertutur dengan bijak tanpa harus menjelekkan pihak manapun.

Sungguh, aku berterima kasih karena aku terpilih jadi salah satu orang yang kamu percaya untuk mendengar cerita hidupmu, kawan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top