Feature

Dari Abang, Aku Belajar Tentang Melindungi dan Dilindungi…

Punya saudara laki-laki yang lebih tua alias abang tentu ada suka, juga ada kesalnya. Kalau jarak usia terpaut jauh, keberadaan abang jelas seperti pelindung sekaligus pengayom bagi adik-adiknya. Sementara kalau jaraknya terlampau dekat, semisal hanya setahun, ya pasti lebih sering jadi lawan debat dalam hal apapun. Belum lagi kamu jadi korban keisengan oleh setiap ulah jahil abangmu.

Tapi bagaimanapun, keberadaan seorang abang pasti membuat pola pikir dan sikap kita jadi lebih dinamis. Mereka yang mengajari adik-adiknya untuk memandang sesuatu dari sisi lelaki dan menggunakan logika.

Di lain sisi, percayalah, seiring berjalannya waktu, kamu dan abangmu pun akan bertumbuh jadi pribadi yang lebih dewasa. Setiap keusilan pasti akan berkurang intensitasnya.

Meski Jahilnya Ampun-ampunan, Tapi Rasa Tanggung Jawabnya Sungguh Patut Jadi Panutan

 

Mulai dari mengganggu jam tidur siangmu, mengambil jatah makan siang, hingga merebut mainan kesayangan, mungkin sudah mahfum dan bisa dimaklumi. Sejak dari bayi hingga kamu dewasa, kamu selalu jadi ‘korban’ kejahilannya.

Tapi dibalik semua itu, kamu tidak benci padanya. Rasa kagum dan sayangmu terhadap abangmu mengalahkan segalanya. Pada suatu titik atau momen, kamu akan melihat betapa abangmu yang selama ini jahil terhadapmu ternyata punya rasa tanggung jawab yang luar biasa besarnya.

Caranya memperlakukan dan mengkhawatirkanmu saat kamu belum tiba di rumah atau menginap di rumah teman, pasti akan membuatmu bergumam betapa bersyukurnya memiliki abang sepertinya.

Dari Dulu Sampai Sekarang, Dia Lebih Suka Memanggilmu dengan Julukan yang Dia Buat Sendiri…

Keisengannya tidak terbatas hanya pada tingkahnya. Tapi juga saat dia memanggilmu dengan julukan yang super menyebalkan. Apalagi kalau julukan tersebut sengaja diambil dari kekurangan diri kita. Sebagai adik, sepertinya sudah biasa ya mengalami hal semacam ini. Lantaran terlalu kesal, tak jarang akhirnya kamu enggan untuk menoleh saat abang memanggilmu demikian.

Saat Kamu Beranjak Remaja, Proteksinya Terhadapmu Semakin Terlihat. Diam-diam, Dia Mencari Tahu Lawan Jenis yang Sedang Dekat denganmu

Kalau di rumah, dia terlalu gengsi untuk bertanya. Padahal bisa saja hal itu justru jadi sarana dimana kamu dan abangmu jadi semakin dekat. Tapi dia memilih untuk mencari tahu dengan caranya.

Mungkin kamu tak pernah menyadari. Lantaran abangmu lebih sering jahil padamu, kamu sering tak sadar kalau sebenarnya dia mengamatimu dari jauh. Dia benar-benar tak ingin kamu merasa salah pergaulan apalagi disakiti lawan jenis di usiamu yang masih remaja. Percayalah, sosok abang laki-laki sejatinya adalah guardian angel yang sesungguhnya.

Ketika Sudah Sama-sama Dewasa, Dialah yang Paling Tepat Kamu datangi Kalau Kamu Butuh Teman Cerita

Dalam relasi abang-adik, tak banyak yang bisa dekat dan akrab dengan adiknya dan menjadikannya bak sahabatnya. Padahal, seharusnya seorang kakak dan adik bisa menjalin keakraban semacam itu. Kamu patut bersyukur bila memiliki abang dimana dia sangat kooperatif padamu. Suatu saat, kalau kamu butuh teman cerita dan teman bertukar pikiran, percayalah, abangmu adalah salah satu sosok yang bisa diandalkan.

Semacam Ada Rasa Kehilangan Ketika Akhirnya Abangmu Menikah dan Kalian Tak Lagi Tinggal Serumah

Meski kamu pun juga senang karena akhirnya abangmu menemukan jodohnya, tapi tak bisa dipungkiri kalau tebersit rasa sedih tatkala mengingat kembali momen kebersamaan kalian selama ini. Seberapa menyebalkan abangmu, pada akhirnya ada rasa kehilangan ketika kamu menyadari kalau kalian tak akan lagi serumah.

Tak akan ada momen lempar melempar mainan atau saling berebut makanan. Tak ada lagi baju kotor berserakan dimana-mana, tak ada lagi ocehan dari abangmu karena kamu asal masuk kamarnya tanpa izin. Percayalah, dia yang selama ini memang menyebalkan, sejatinya akan selalu kamu rindukan.

Sebab darinya, kamu belajar satu hal tentang melindungi dan merasakan betapa hangatnya dilindungi oleh seorang kakak laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Presenter Andre Taulany Memilih Bungkam Atas Kasus yang Menimpa Sang Istri

Presenter dan artis komedi Andre Taulany mengungkapkan alasannya jika beberapa hari ini ia memilih diam. Ia memutuskan tak langsung memberi penjelasan di media sosial berkait postingan istrinya, Erin Taulany, yang kontroversial sehingga membuat dirinya dilaporkan ke polisi oleh pengacara bernama Muhammad Firdaus Oiwobo atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

“Daripada saya ikutan komentar, mending saya diam aja. Kan kita belum tahu bukti-buktinya,” ujar Andre, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (24/4/2019).

Tanpa penjelasan apa-apa kepada warganet yang tak terima dengan isi Insta Story akun Instagram bernama @erintaulany, mantan vokalis grup band Stinky ini tiba-tiba menyambangi Polda Metro Jaya. Andre mengaku bahwa ada dugaan akun istrinya itu diretas karena tak bisa diakses pada sekitar 20-an April 2019 dan merasa harus melaporkannya ke polisi.

“Saya mendampingi istri melaporkan ke sana (kantor polisi). Ada penyalahgunaanlah,” katanya. Namun, sebagian pihak sudah tersulut emosi karena postingan tersebut. Menanggapi kontroversi yang menerpa istrinya saat ini, Andre memberi jawaban bijak.

“Biasalah semua cobaan harus ada hikmahnya, kita hadapi aja, insya Allah baik-baik,” ucap Andre.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Cerita Korban Pemerkosaan dan Kepedulian yang Dibutuhkan dalam Film “27 Steps of May”

Harus diakui, jika isu tentang kekerasan seksual terhadap perempuan selalu menjadi topik yang sexy untuk dibahas. Barangkali, itulah yang juga dipikirkan oleh sutradara Ravi Bharwani yang kemudian melahirkan film terbarunya berjudul ’27 Steps of May’.

Sebelum tayang pada 27 April 2019 mendatang secara reguler, kamu perlu tahu jika film ini sudah berhasil melenggang di beberapa pagelaran film di beberapa negara. Seperti Cape Town Internasional Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, Bengaluru International Film Festival, dan Busan International Film Festival. Dan tak hanya itu saja, ‘27 Steps of May’ juga mendapat antusiasme yang cukup epic pada penayangannya di Jogja-NETPAC Asian Film Festival dan Plaza Indonesia Film Festival.

Ravi Bharwani bercerita, setidaknya ia membutuhkan waktu selama kurang lebih lima tahun, untuk memproduksi film tersebut. Dan salah satu kesulitan yang dirasakan Ravi selama menggarap film ini adalah mengatur waktu dengan baik.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Ceritanya dimulai dari sosok remaja perempuan berusia 14 tahun bernama May (Raihaanun). Dirinya diperkosa oleh beberapa lelaki yang tak dikenal. Dan seperti yang sudah kalian bayangkan, selapas peristiwa itu, hidup May berubah.

Ada luka yang tak bisa ia jelaskan, sehingga membuatnya menutup diri dari dunia luar. Dan ternyata kesedihan tersebut juga dirasakan oleh sang ayah yang diperankan oleh Lukman Sardi. Pepatah ‘Hidup enggan mati tak mau’, barangkali jadi sesuatu yang menggambarkan bagaimana May dan sang Ayah kemudian menjalani hidupnya. Dua orang ini terjebak dalam sebuah kekacauan yang semakin hari semakin menyakiti hati. Bagaimana situasinya? Silahkan tonton sendiri ya.

Jika selama ini kita hanya bisa berucap ‘kasihan’ atau merasa ‘iba’ pada para perempuan yang jadi korban pemerkosaan. Film ini akan membawa kita memahami mereka lebih dekat. Bagaimana May mengemban semua trauma dan ketakutannya. Meski tak banyak mengumpar kata-kata, kemampuan akting Raihaanun jadi sihir magis yang kemudian membawa kita turut merasakan penderitaannya.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Selanjutnya, kita juga akan menyaksikan bagaimana perasaan seorang Ayah tatkala mendapati putirnya jadi korban atas perbuatan keji dari orang-orang yang tak dikenal. Dan untuk perihal ini, bisa kita pahami dari emosi yang ditunjukkan oleh Lukman Sardi. Tak bisa berbuat banyak, ia meluapkan emosi diatas ring tinju yang akhirnya memberinya luka setiap kali pulang ke rumah. Dari sini, kita tahu jika luka yang dirasakan oleh sang anak jadi luka yang berlipat ganda bagi orangtua.

Makna lain yang juga ditampilkan adalah, korban pemerkosaan atau mereka yang pernah menerima kekerasan seksua, tak bisa sembuh dalam waktu cepat. Semuanya butuh waktu dan upaya untuk meredam semua luka. Sebagaimana May yang menutup diri dan tak mau bicara bertahun-tahun lamanya. Jika harus digambarkan, film ini jadi salah satu perpanjangan lidah oleh mereka yang pernah mengalami hal serupa seperti yang dirasakan oleh May. Sekaligus jadi pengingat bagi kita orang-orang yang mungkin berada di dekat mereka.

Sumber : https://www.instagram.com/27stepsofmay/

Berdurasi 112 menit, film ini juga akan dibintangi Ario Bayu dan Verdi Solaiman. Dan sebelum penayangan resminya, ‘27 Steps of May’ sudah berhasil menyabet 3 penghargaan, yakni ‘Film Panjang Asia Terbaik’ (Golden Hanoman Award) di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, dan dua penghargaan lainnya diraih dalam Festival Film Tempo 2018 di kategori ‘Aktris Pilihan Tempo’ dan ‘Penulis Skenario Pilihan Tempo’.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Positif Pakai Narkoba,Yoochun JYJ Pensiun dari Dunia Hiburan

Pihak kepolisian Korea Selatan menyatakan penyanyi sekaligus aktor Yoochun JYJ positif mengkonsumsi narkoba setelah melakukan pemeriksaan bersama Hwang Hana. Seturut dengan munculnya kabar ini, pihak manajemen pun akhirnya buka suara.

Manajemen yang membawahi JYJ, C-Jes Entertainment, merilis pernyataan resmi soal Yoochun. Dalam pernyataannya tersebut, musisi yang juga aktor itu memutuskan untuk pensiun dari dunia hiburan. Berikut pernyataan lengkapnya:

Halo, ini C-Jes Entertainment.

Kami mengikuti semua investigasi dengan memegang kepercayaan soal klaim Park Yoochun yang mengaku tidak bersama. Namun kemarin, kami mengetahui dari pemberitaan bahwa pihak forensik menyatakan dirinya positif narkoba.

Saat sedang menunggu kabar baik dari investigasi dengan memberikan kepercayaan pada Yoochun, kami dihadapkan dengan pemberitaan seperti itu dan merasa sedih. Setelahnya kami memutuskan bahwa kami tak bisa lagi memberikan kepercayaan kepada Park Yoochun. Kami memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan sang artis.

Seperti yang sebelumnya dinyatakan, Yoochun akan berhenti dari dunia hiburan, membatalkan semua jadwal mulai hari ini ke depan.

Kami memahami beratnya situasi ini dan merasa sangat bertanggung jawab. Kami akan memastikan peristiwa seperti ini tak akan terjadi lagi melalui regulasi dan perubahan kebijaksanaan yang ketat.

Sekali lagi, kami memohon maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top