Feature

Curahan Hati Perempuan Akan Kesulitan Hidup Setiap Hari, yang Jarang Dipahami Oleh Laki-laki

Untuk bisa mengerti itu sulit, tapi tak dimengerti juga membuat sakit. Yaap, berniat untuk memahami kekasihnya, kaum adam sering dinilai tak bisa melakukannya dengan baik. Beberapa keluhan yang saban hari mereka emban, memang sepele bahkan tak berarti apa-apa bagi mereka yang tidak pernah merasakannya.

Maka demi kelangsungan hubungan dengan sang kekasih, ada baiknya jika lelaki belajar untuk memahami. Ya, memahami kesulitan-kesulitan harian yang sering mereka keluhkan. Sepele memang, bahkan sulit untuk disampaikan kepada pasangan, tapi terkadang ini jadi sesuatu yang sungguh menyakitkan.

Demi Menyesuaikan Penampilan, Pergi Pesta Pakai Sepatu High Heels yang Sebenarnya Cukup Menyiksa

Tak banyak yang tahu, jika dibalik penampilan istimewa dari para perempuan-perempuan cantik yang ada di pesta. Ada sakit yang sedang berusaha mereka sembunyikan. Apalagi kalau bukan sepatu heels yang mereka kenakan. Pegal luar biasa di pergelangan tumit kaki, hingga menahan sakit yang sering berujung pada luka lecet di bagian yang sama.

Laki-laki mungkin akan menganggap ini jadi sesuatu yang biasa. Padahal, kalau sama dicoba belum tentu mereka kuat melakoninya. Kalau tak percaya, silahkan dicoba saja. 

Masih dalam Rangka Penampilan, Memakai Bra dengan Ukuran yang Nge-pas Agar Terlihat Enak Dipandang

Konon untuk mendapat penampilan sempurna pada bagian buah dada, memakai bra dengan ukuran pas yang agak ketat, jadi salah satu kuncinya. Membentuk payudara dengan sempurna, hingga membantu meningkatkan percaya diri kita. Tapi, jangan salah. Dibalik upaya untuk tampil terlihat cantik dan menarik.

Ada sakit dan sesak di dada yang sedang ditahan. Laki-laki mana paham? Bukannya mau mengerti, justru mereka hanya pasang tampang kurang percaya.

Tak Melulu Karena Ingin Kurus, Diet yang Dilakoni Selalu Dipandang Sebelah Mata

Nih ya, diet tak melulu tentang badan kurus yang katanya mimpi setiap perempuan. Karena sebagian orang melakukan itu, bukan demi tubuh langsing yang banyak di unggah para penjual obat kurus di instagram. Karena ada perempuan lain yang ingin diet demi hidup sehat.

Disama ratakan dengan kebanyakan orang, kami-kami ini malah dinilai terlalu menggilai tubuh kurus langsing yang menjulang. Sedih nggak sih? Padahal kan kami hanya ingin hidup sehat. Bukan melulu tentang kurus yang kalian pikir.

Terlalu Sering Memakai Perasaan, Dianggap Tak Bisa Membuat Keputusan

“Makanya jangan kebanyakan pakai perasaan”

Sudahlah, jangan tanya seberapa sering kami mendengar peryataan seperti ini. Karena jawabannya, tentu saja terlalu sering. Atau malah teramat sering sekali. Bukan kami tak bisa tegas untuk membuat keputusan. Hanya saja, ada beberapa hal yang memang selalu jadi pertimbangan.

Mulai dari memikirkan sebab akibat dari pilihan, hingga hal-hal lain yang selalu kami anggap sebagai sesuatu yang amat krusial. Kami hanya mencoba untuk berpikir matang, bukan sedang karena terlalu banyak bermain perasaan. Jadi, tolong belajar untuk memahaminya.

Sudah Lama Ingin Bilang Tak Suka, Tapi Ujung-ujung Dilabeli si Pemberi Harapan Palsu Oleh si Dia

Hemm, ini jadi poin lain yang kerap membuat kami serba salah. Diam dipikir suka, buru-buru bilang tak suka malah dianggap terlalu percaya diri jika sedang disukai. Tak hanya ketika sedang menyukai seseorang saja. Kami juga suka terlihat lambat untuk mengutarakan jika tak punya rasa, pada si dia yang sedang berusaha merebut hati.

Di satu sisi, kami tak mau melukai. Tapi memutuskan untuk berdiam diri, untuk selanjutnya diminta jadi kekasih dan tak kami sanggupi. Kami malah dianggap sebagai sosok yang tak menepati janji. Cobalah mengerti, tak semua perbuatan baik yang kami lakukan, dipicu oleh rasa sayang. Karena bisa saja, begitulah kami kepada semua orang.

Bukannya Ingin Sok Jago, Tak Memintai Tolong Pada Pacar Sebenarnya Karena Tak Mau Merepotkan

Laki-laki mungkin akan berpikir bahwa kami tak menganggap mereka ada. Mengabaikan kehadirannya, hingga mulai berpikir bahwa ada laki-laki lain yang kami dekati. Beberapa kali, kami memilih untuk pulang sendiri, bukan karena dijemput oleh orang lain. Tapi karena kamu tahu, pacar pun bisa lelah dan tak tega rasanya untuk menambah beban padanya.

Berharap akan dapat respon baik karena sudah melakukan sesuatu yang mengertinya. Kami malah dipikir sedang main mata dengan sosok lainnya. Kalau sudah begini, perempuan pasti serba salah.

Bahkan Jika Punya Lebih Banyak Teman Kaum Adam, Itu Karena Kami Nyaman Bukan Sedang Ingin Cari Perhatian

Dengar ya, tak semua perempuan yang punya kawan laki-laki adalah perempuan tak benar. Karena memilih pihak-pihak yang ingin dijadikan teman adalah keputusan pribadi. Dan tak ada kaitannya dengan cari perhatian atau tebar pesona yang kalian tuduhkan.

Hal-hal yang tadi disampaikan, mungkin pernah kamu pikirkan. Atau jangan-jangan juga kamu rasakan. Tapi dengar, bukan sedang ingin menuduhmu atau memaksamu untuk menghilangkan apa yang kamu yakini selama ini. Tapi, setelah membaca ini kamu bisa semakin paham lagi. Bagaimana perasaan perempuan dan hal-hal yang mungkin selama ini mereka rasakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dikenal Harmonis, Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Selalu jadi pusat perhatian atas keharmonisan rumah tangganya, nama Gisella Anastasia dan Gading Marten boleh dibilang jadi pasangan yang banyak disukai oleh pubik. Jauh dari rumor miring dan sensasi, terbaru kabar gugatan cerai yang diajukan Gisella ke Gading Marten jadi sesuatu yang cukup mengejutkan banyak orang.

Dilansir dari Kumparan.com, Gisel memasukkan gugatan cerainya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 908/pdt.G/2018/PN.JKT.SEL pada Senin, 19 November lalu. “Sidang dua minggu dari sekarang, cuma belum penetapan,” ucap seorang petugas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang tak mau disebut namanya, Rabu (21/11).

Sampai ini dituliskan, belum diketahui apa alasan yang membuat Gisella menggugat cerai Gading. Sebab, baik Gisella atau Gading Masih enggan untuk membuka suara atas beredarnya kabar ini. 

Sebelumnya, pasangan Gading Marten dan Gisella Anastasia menikah pada 14 September 2013 lalu. Dari pernikahan tersebut, keduanya sudah dikaruniai seorang putri yang bernama Gempita Nora Marten yang lahir pada 16 Januari 2015.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Christian Bautista Resmi Nikahi Kat Ramnani di Bali

Telah bertunangan pada Oktober 2017 lalu, akhirnya Christian Bautista resmi mempersunting pujaan hatinya. Dilangsungkan secara tertutup pada Minggu, 18 November 2018 di Tirtha Bridal – Uluwati, Bali, gelaran pesta pernikahan tersebut dihadiri beberapa keluarga dan kerabat dekat. Beberapa artis dari Filipina pun terlihat datang ke Bali, termaksud seleb Indonesia sepertia pasangan BCL-Ashraf Sinclair.

Perjalanan cinta Christian Bautista dan Kat Ramnani, konon bisa dibilang cukup cepat. Keduanya saling mengenal di Amerika pada 2016. Setelah menjalin hubunan kurang lebih satu tahun, Christian melamar Kat di Italia pada 2017. Kini di penghujung 2018, keduanya telah resmi menyandang status suami-istri.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Perempuan pilihan penyanyi asal Filipini ini adalah seorang wanita asli Filipina. Diketahui pula, bahwa Kat menempuh pendidikan di Amerika dan telah pindah ke Amerika sejak tahun 2002. Sebelumnya Ia berkuliah di Santa Clara University, California dan bukan seorang seleberiti melainkan sarjana lulusan Business Marketing & Communication.

Sumber : https://www.instagram.com/patdy11/

Tinggal di Silicon Valley, Kat juga pernah berkarir di Google. Bahkan dirinya pernah menjabat Community Manager, juga pernah bekerja di Apple dan Facebook. Mereka saling kenal ketika Christian sedang berada di Amerika. Terbilang jarang pulang ke Filipina, ternyata Kat tak tahu jika ia sedang berkenalan dengan seorang seleb. Hingga akhirnya, keduanya pun menjalin hubungan seperti biasa hingga kini sudah sah menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Tipe yang Mana? Suka Memantau Obrolan di Gawai Pasangan atau Berikan Dia Kebebasan

Saat sedang kencan, pasti ada momen dimana kamu merasa ingin sekali memeriksa gawai pasangan. Setidaknya kamu ingin tahu, saat tak sedang bersamanya, siapa saja yang mengobrol dengan pasanganmu ya…

Untuk sebagian orang, memeriksa atau memantau obrolan pasangan di gawai mereka bukanlah hal yang aneh. Justru lazim dan harus dilakukan. Sementara sebagian lainnya, mengaku tak sepakat kalau ranah privasi sebagai individu pun harus dibagikan ke pasangan. Semua itu kembali ke keputusan kalian saja. Hanya saja, kalau suatu kali kamu tak sengaja melihat daftar chat teratas di gawai pasanganmu justru bukan kamu, melainkan teman atau koleganya. Kira-kira, sikap apa yang kamu tunjukkan setelahnya?

Syukur-syukur kalau kamu bisa memahami. Berarti memang hubunganmu sudah sampai ke fase yang cukup dewasa. Apalagi soal memahami, bukan hal yang mudah. Jadi kalau memantau obrolan pasangan hanya karena kamu tak sengaja melihat sesuatu yang ‘janggal’ berdasarkan asumsimu, kamu sendiri akan bagaimana?

Ada Chat dari Lawan Jenis, Tetap Tenang atau Langsung Curiga?

Setiap orang tentu punya respon yang berbeda saat dihadapkan dengan urusan semacam ini. Ada yang langsung curiga, ada yang amarahnya langsung terpancing, atau ada juga yang tetap tenang. Memang ada baiknya coba dulu bersikap tenang. Tak usah dibawa overthinking terlebih dahulu. Belum tentu pasanganmu main hati.  Waspada ya boleh saja. Tapi disinilah kemampuanmu mengontrol amarah dan rasa cemburumu jelas sedang diuji. Kamu perlu ingat lagi, cemburu justru tak akan membuatmu bisa berpikir jernih.

Selanjutnya, Menurutmu Perlukah Mencari Tahu Mengenai Siapa-siapa Saja yang Mengontak Pasangan Kita?

Sebagai pasangan, kamu pasti ingin tahu apapun tentang pasanganmu, kan? Termasuk teman dekatnya. Nah, kalau situasinya ada lawan jenis yang tengah akrab dengan pasanganmu, dan kamu ingin mencari tahu, sejatinya hal itu lazim saja untuk kamu lakukan. Asal dengan cara-cara yang positif dan tak merugikan pihak manapun. Bisa saja kan, kamu hanya sedang diliputi cemburu padahal pasanganmu hanya berkomunikasi menyangkut pekerjaan yang sedang dikerjakannya sehingga pembicaraan dengan teman lawan jenisnya itu bersifat profesional.

Kalau Dia Sampai Mencari ‘Kenyamanan’ dengan Mengontak Teman Lawan Jenisnya, Mungkinkah Perhatianmu Terhadapnya Dirasa Kurang?

Kalau sampai kamu mendapati kenyataan jika pasanganmu memang mencari ‘nyaman’ pada temannya dibanding denganmu, maka tahan dulu emosimu.  Tanyakan dulu pada dirimu sendiri, benarkah memang waktumu terlalu kurang sampai ia mencari perhatian lebih dari lawan jenis yang lain? Atau, pikirkan kembali soal relasi kalian, benarkah dia memang serius padamu atau hanya ingin main-main?

Saat pasangan sampai ‘main hati’, maka bukan kamu yang sepenuhnya salah. Melainkan pasanganmu yang mungkin tak cukup dewasa dalam berelasi. Bila situasinya sudah seperti ini, menanyakan mengenai siapa saja teman lawan jenisnya tentu berhak kamu sampaikan.

Sembari Mencari Tahu Kebenaran, Agar Tak Membuatnya Tersinggung Jangan Pakai Kalimat yang Terkesan Memojokkan

Memutuskan membuka gawai pasangan atau tidak, semuanya ada di tanganmu. Tapi pasti ada saja pertanyaan yang kamu hendak tanyakan pada pasangan lantaran berdasar asumsi atau kecurigaanmu. Misalnya, saat membuka gawai, lalu mellihat nama lawan jenis lain selain kamu di daftar obrolan pesan singkatnya, dan kamu langsung menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Atau, memutuskan untuk tidak membuka gawai, tapi belum bisa mengontrol kecurigaanmu, bukankah sama saja?

Bagaimanapun, hindari untuk memojokkan pasangan dan memberinya banyak pertanyaan yang menyudutkan. Hal ini bakal membuatnya merasa sebal sekaligus jengah. Bisa jadi pasanganmu justru malah marah karena merasa tidak dipercaya dan dituduh yang macam-macam. Hal ini bisa memancing pertengkaran dan menciptakan konflik di antara kalian.

Atau Kalau Kamu Memang Gelisah, Lebih Baik Tanya Secara Langsung dan Mintalah Dikenalkan Saja Pada Temannya Itu

Diantara sekian banyak cara, pilihan yang paling relevan saat mendapati pasanganmu akrab dengan yang lain di gawainya yaitu dengan bertanya langsung.  Secara halus dan dengan intonasi suara yang datar, tanya siapa orang yang selama ini rutin bertukar pesan dengannya. Mintalah dikenalkan dengannya. Jika memang pasanganmu tidak memiliki hubungan spesial dengannya maka dia pasti gak segan untuk mengenalkanmu padanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top