Feature

Cegah Penyakit dan Tangkal Penuaan Bisa Kamu Lakukan dengan Rutin Konsumsi Menu Ikan-ikanan

Dibanding konsumsi daging sapi dan ayam, jumlah konsumsi ikan masih kalah populer. Tak peduli Indonesia dikenal kaya akan sumber daya laut, konsumsi ikan di negara ini masih terbilang rendah yaitu sekitar 32,24 kg per kapita per tahunnya. Karenanya, Kementerian Kelautan dan Perikanan pun mendorong adanya gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kamu sendiri, coba ingat lagi, kapan terakhir kali kamu mengonsumsi ikan? Mungkin harus lebih sering lagi sebab ikan punya banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuhmu.

Perbanyak Konsumsi Ikan-ikanan Bisa Meningkatkan Kemampuan Otak

Sebuah studi menyebutkan, kandungan asam lemak omega-3 pada ikan ternyata baik untuk membangun sel-sel otak sehingga otak bisa berfungsi lebih optimal. Hal ini dipicu karena mengonsumsi ikan dapat meningkatkan kadar asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic (DHA) yang dapat mengurangi stres, menurunkan risiko penurunan daya ingat, serta merangsang produksi  hormone serotonin. Kamu perlu tahu, hormone serotonin punya fungsi mengatur suasana hati, nafsu makan, dan tidur. Karenanya jika mengonsumsi ikan lebih banyak, maka bisa saja memberi pengaruh positif pada suasana hatimu.

Risiko Penyakit Jantung Tinggi Pun Berkurang Dengan Mengonsumsi Ikan-ikanan

Di lain sisi, konsumsi ikan secara rutin pun disinyalir mampu menurunkan risiko penyakit tertentu seperti jantung dan tekanan darah tinggi. Hal ini berdasarkan studi yang dirilis Journal of the American Heart Association yang menyebutkan bahwa perempuan yang mengonsumsi sedikit ikan justru lebih berisiko terkena sakit jantung dibanding mereka yang mengonsumsi ikan setidaknya satu minggu sekali. Studi lainnya menyebutkan kalau mengonsumsi ikan secara rutin bisa menurunkan kadar lemak darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Penuaan Pada Mata Bisa Dicegah dengan Mengonsumsi Ikan

Rutinlah mengonsumsi ikan demi menjaga kesehatan mata supaya tetap terjaga dan fungsinya bisa terus optimal. Kandungan asam lemak omega-3 serta asam amino pada mata akan membantumu mencegah penuaan pada mata, bahkan melindungi mata agar tak rentan kering, lelah, serta menurunkan risiko katarak.

Bagi Perempuan, Mengonsumsi Ikan Bisa Menolongmu Mempertahankan Kecantikan

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Lipid Research pada tahun 2005, dengan mengonsumsi ikan-ikanan akan membantumu mendapatkan kulit yang lebih halus dan terhindar dari penuaan dini. Hal itu terjadi lantaran ikan mengandung kandungan EPA yang diketahui bisa memblokir enzim yang dapat merusak kolagen dan melindungi dari kerusakan akibat sinar ultraviolet serta memperbaiki kerusakan di permukaan kulit.

Di Lain Sisi, Kesehatan Mentalmu Pun Semakin Terjaga

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi ikan punya risiko lebih rendah untuk mengalami depresi dibandingkan yang tidak atau jarang mengonsumsi ikan. Kendati belum ada studi yang meneliti kaitan konsumsi ikan dengan depresi, beberapa studi menduga jika kandungan asam lemak omega 3 berperan penting dalam memperbaiki suasana hati.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top