Tips

Cara Mudah Detoksifikasi Tubuh Di Kala Puasa

Tidak ada ubahnya ketika kita ingin melakukan olahraga yang membutuhkan pemanasan, begitu pun dengan puasa yang sedang dijalani, semua butuh persiapan. Baik dari dalam hati dan jiwa terlebih lagi persiapan tubuh untuk menjalaninya.

Menjalani puasa saat bulan ramadhan yang memang sudah menjadi hal yang paling dinantikan oleh sebagian besar umat muslin didunia, akan ada banyak hambatan yang mungkin akan mengagalkan ibadah dan niat puasa yang kita miliki. Untuk itu lakukan persiapan yang akan membantu kita untuk menjalani kegiatan tersebut, salah satunya dengan detoksifikasi pada tubuh menjelang puasa yang berfungsi untuk mengurangi kadar racun dalam tubuh agar bisa tetap kuat dan sehat meski sedang puasa sekalipun.

Biasakan Untuk Rutin Minum Air Putih Dalam Jumlah Yang Banyak

Bagian dari tubuh kita mengandung 80% air yang berarti kita akan memerlukan air yang akan membantu tubuh dalam menjalankan fungsinya. Selain untuk memuaskan dahaga meminum air putih juga membatu kita untuk membuang racun-racun yang ada dalam tubuh kita. Yang jelas untuk membantu proses detoksifikasi akan memerlukan jumlah air yang lebih banyak dari komsumsi kita biasanya.

Minum 8 hingga 10 gelas air putih per hari sudah cukup untuk menyediakan air pada tubuh kita, akan tetapi kita perlu menambah konsumsi air jika ingin melakukan detoksifikasi. Namun, kebutuhan air setiap orang berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin dan ukuran tubuh, ini juga adalah hal yang perlu kita perhatikan.

Mulailah Untuk Menyesuaikan Waktu Tidur Dengan Porsi Yang Cukup

Berhenti untuk begadang jika memang hal tersebut tidak diperlukan, kita perlu bangun pada dini hari untuk sahur maka mulailah mengatur waktu tidur dengan baik. Tidur lebih awal akan membantu kita tidak melewatkan waktu sahur karena bisa bangun tepat waktu, selain itu tidur merupakan waktu beritirahat bagi tubuh untuk bisa bangun dengan segar pada esok hari.

Disamping itu tidur yang cukup setiap malam membantu tubuh dalam mengurangi racun yang terbentuk dalam tubuh kita, karena saat tidur organ-organ dalam tubuh tidak bekerja sekeras saat kita sedang bangun. Kurang tidur dapat melemahkan sistem imun, sehingga kita bisa dengan mudah terkena sakit yang jelas akan menghambat kegiatan puasa yang ingin kita lakukan.

Hindari Makanan Asin dan Pedas, Perbanyak Konsumsi Protein Serta Kalsium

Jika kita adalah salah satu pecinta makanan asin dan pedas cobalah untuk mengurangi kebiasaan ini menjelang puasa, karena meski terkesan lebih menggugah selera setiap kali ingin makan nyatanya makanan asin dan pedas lebih mudah membuat kita untuk merasa haus apalagi ketika sedang berpuasa. Untuk menghindari hal-hal yang akan mengganggu kegiatan puasa sebaiknya hindari makanan ini, sebaliknya mulailah mengganti makanan yang biasa kita konsumsi dengan makanan yang mengandung protein dan kalsium yang tinggi untuk membantu kita agar tidak mudah merasa lapar.

Kalsium yang kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi bermanfaat untuk mengaktifkan saraf, melancarkan peredaran darah, melenturkan otot, menyeimbangkan pH darah, menjaga keseimbangan cairan tubuh dan masih banyak hal baik lainnya. Sementara itu, protein berfungsi untuk memberikan energi pada otot, yang juga akan memberikan kita kekuatan untuk menjalani ibadah puasa.

Berhenti Untuk Ngemil Dengan Porsi Banyak

Untuk kegiatan yang satu ini dilakukan untuk membiasakan tubuh dengan makan yang hanya seperlunya saja saat puasa nanti. Sehingga meski tengah puasa pola makan tetap terjaga, selain itu hal ini juga bertujuan untuk tetap menjaga berat badan yang kita miliki. Namun jika memang masih ingin tetap ngemil, cobalah untuk mengganti jenis cemilan yang ingin kita konsumsi dengan cemilan sehat seperti kacang-kacangan, buah-buahan segar yang tidak hanya memberikan energi pada tubuh namun juga dapat memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Dan Yang Pasti Tetap Bergerak Untuk Menjalani Aktivitas Seperti Biasa

olahraga

Meski sedang berpuasa bukan berarti kita juga harus berpuasa untuk aktivitas dan kegiatan lainnya, tetap bergerak dan melakukan aktivitas justru adalah hal yang baik untuk membantuk kita dalam menjalani kegiatan berpuasa. Tidak harus kegiatan dan aktivitas yang berat, kita bisa mengakalinya dengan latihan dan olahraga ringan dengan berjalan setelah makan sahur yang akan membantu tubuh untuk memperlancar metabolisme dan membakar lemak yang berlebih pada tubuh kita.

Karena akan sangat tidak nyaman ketika nanti kita menjalani puasa namun dikarenakan persiapan yang kurang malah jatuh sakit, untuk itu kita perlu melakukan persiapan yang salah satunya dengan detoksifikasi tubuh dengan beberapa cara diatas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Bermata Minus, Coba 7 Cara Ini untuk Membuat Penglihatanmu Membaik

Mata adalah organ tubuh yang sangat penting. Untuk itu kamu harus menjaganya dengan baik. Nah jika matamu sudah mengalami minus, coba lakukan hal ini untuk membuatnya kembali membaik.

1. Hindari Penggunaan Mata yang Berlebihan

Jangan menggunakan mata secara berlebihan. Seperti layaknya tubuhmu, mata juga memerlukan istirahat yang cukup. Kamu bisa mengistirahatkan matamu dengan memejamkan mata selama beberapa menit setelah menggunakannya selama dua sampai tiga jam.

2. Untuk Pengguna Kacamata, Kurangi Waktu Pemakaiannya

Jika kamu sudah menggunakan kacamata, jangan biasakan untuk terus menggunakannya. Kamu perlu mengurangi waktu pemakaian kacamata.

3. Melakukan Pemijatan pada Mata

Coba melakukan pijatan pada matamu dengan lembut. Lakukan pijatan dengan gerakan melingkar. Gunakan jari tengah dan jari telunjukmu untuk menekan daerah matamu.

4. Latih Mata untuk Menatap Kejauhan di Alam Terbuka

Saat kamu sedang berjalan-jalan di alam terbuka, kamu bisa melatih matamu dengan menatap sekelilingmu.

5. Minum Jus Wortel

Sesering mungkin minumlah jus wortel. Wortel memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan mata. Kamu juga bisa menambahkan minyak zaitun satu sampai dua tetes untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

6. Jangan Membiarkan Matamu Kelelahan

Jangan biarkan matamu mengalami kelelahan. Saat matamu sudah mulai lelah, cucilah matamu dengan air hangat.

7. Hindari Menatap Layar Sebelum Tidur

Lebih baik jika kamu menghindari menatap layar sebelum tidur. Baik itu layar TV, komputer, ataupun handphone. Setidaknya lakukan hal ini dua jam sebelum tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Maaf Nih, Rajin Minum Suplemen Tak Lantas Membuat Hidupmu Lebih Sehat. Begitu Kata Penelitian!

Yap, kamu tak sedang salah baca, Kawan. Sebab faktanya, suplemen vitamin terbukti tak sedikit pun membantu mengurangi risiko penyakit cardiovaskular macam stroke atau serangan jantung. Bahkan juga tidak membuat kita bisa bertahan hidup lebih lama.

Tak percaya? Pernyataan tersebut dimuat pada Journal of thr American College of Cardiology, dimana hal ini ditemukan oleh sebuah tim St.Michael’s Hospital dan University of Toronto. Dimana untuk mendapatkan temuan ini, mereka melakukan sebuah survei sepanjang tahun 2012 hingga 2017 lalu. Tentang, bagaimana dampak sumlemen terhadap tubuh responden yang memang rutin mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B3, (niacin), B6, B9 (asam folat), C, D, dan E serta karoten, kalsium, zat besi, zinc, selenium, hingga magnesium.

Sehingga ditemukanlah kesimpulan, bahwa pada mayoritas kasus, suplemen yang dikonsumsi sama sekali tidak memberi dampak buruk pada orang yang mengonsumsinya. Tapi dilain sisi, juga tak berpengaruh apa-apa dalam hal peningkatan kesehatan mereka.

Lalu Haruskah Kita Tetap Setia Mengonsumsi Suplemen?

Begini, seperti yang tadi sudah dijelaskan. Bahwa suplemen tak berpangaruh buruk bagi tubuh, tapi juga tak lantas jadi sesuatu yang akan mampu menyehatkan. Suplemen atau multivitamin bukanlah sebuah pil atau obat ‘ajaib’, yang bisa dengan mudah menyelesaikan semua perkara kita.

Dan hal lain yang juga perlu kita sadari adalah, sebanyak apa pun racikan kandungan gizi yang ada dalam suplemen, hal itu tak akan bisa dengan mudah memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral. Maka untuk itu, alangkah lebih baiknya jika uang yang tadinya kita alokasikan pada pos untuk membeli suplemen, dialihkan untuk membeli makanan, sayuran, dan buah-buahan segar saja.

Karena Jika Harus Dibandingkan, Untuk Urusan Kandungan Vitamin, Makanan Jelas Lebih Unggul daripada Suplemen

Gambarannya begini, satu jenis suplemen yang kita konsumsi hanya akan mengandung satu jenis zat dan vitamin tertentu saja. Berbeda dengan makanan yang bisa mengandung beberapa jenis vitamin, meski hanya dalam satu jenis saja.

Misalnya, buah jeruk yang dipercaya mengandung vitamin C, betakaroten yang baik untuk mata, kalsium yang penting bagi tulang dan gigi, hingga beberapa jenis zat gizi yang lainnya. Dan begitu pula dengan kandungan serat yang dimiliki oleh setiap makanan, yang tak ada dalam suplemen.

Selain itu, kandungan zat kimia lain yang juga jadi bagian dalam olahan suplemen makanan yang selama ini mungkin kita konsumsi, pastilah memiliki pengaruh jangka panjang untuk kesehatan kita di hari mendatang.

Lantas Sebenarnya, Siapa Saja yang Memang Benar-benar Butuh Suplemen?

Jangan asal dalam mengonsumsi sesuatu, kita juga perlu bijak dan paham. Akan sesuatu hal yang akan kita lakukan. Maka, untuk itu, kamu tak perlu susah payah untuk tetap mengonsumsi suplemen dengan sangat teratur jika nyatanya kubutuhanmu akan gizi dan serat sudah terpenuhi dari makanan yang kamu makan.

Karena, sesuai dengan anjuran para pakar kesehatan, mereka yang sebenarnya butuh untuk mengonsumsi suplemen adalah ibu hamil dan menyusui, lansia yang sudah berusia 50 tahun lebih untuk mencegah penurunan kognitif secara cepat, seseorang yang mengalami diare kronis, mereka yang sedang menjalani diet vegan, atau kamu yang tak nafsu makan.

Dengan catatan, kamu pun perlu untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter, suplemen apa yang kira-kira pas untuk kamu konsumsi sesuai dengan situasi kesehatanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu yang Akan Menikah Setelah Lebaran, Ini Dia Beberapa Vaksin Pranikah yang Mesti Kamu Dapatkan

Menjelang pernikahan biasanya kedua mempelai bakal disibukkan dengan segala macam persiapan. Mulai dari mempersiapkan siapa saja yang bakal diundang, memilih dekorasi gedung, gaun pengantin, hingga urusan foto prewedding. Meski begitu, masih ada loh satu persiapan penting yang kadang malah dianggap remeh. Padahal diam-diam hal itu menyimpan manfaat besar, terutama untuk buah hati kelak.

Vaksin pernikahan. Kegiatan ini dikhususkan untuk calon mempelai wanita menjelang pernikahan. Namun vaksin pranikah belum dianggap sebagai agenda penting atau wajib di Indonesia. Tetapi bukan karena tidak diwajibkan membuat agenda ini tidak penting. Mengingat lahirnya seorang bayi dengan kondisi tidak sempurna dapat disebabkan karena si cewek terkena virus. Padahal virus tersebut dapat dicegah andaikan sebelumnya melakukan vaksin pranikah.

Vaksin TT Atau yang Dikenal Sebagai Suntik Calon Pengantin

Suntik catin atau calon pengantin sebenarnya adalah suntik Vaksin TT (Tetanus – Toksoid). Suntik ini diwajibkan oleh KUA dan menjadi salah satu syarat sebelum menyerahkan berkas saat mendaftarkan diri ke pernikahan. Proses penyuntikannya sendiri akan dilakukan di Puskesmas dengan surat pengantar yang diberikan dari KUA.

Jenis suntik ini pun juga memiliki sebutan lain yakni imunisasi TT yang bertujuan mencegah terjadinya penyakit tetanus yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi ini adalah 2-6 bulan sebelum menikah, dan paling lambat adalah 1 bulan sebelum menikah.

Melindungi Bayi Agar Tak Terinfeksi Dengan Vaksin MMR (Mumps – Measles – Rubella)

 

Jenis vaksin ini memberikan perlindungan terhadap penyakit gondongan dan campak. Gondongan disebabkan oleh adanya infertilitas lantaran terdapat pembengkakan yang terjadi pada testis atau indung telur. Sementara campak dapat menyerang ibu hamil yang akan menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi yang tidak sempurna atau mengalami gejala berupa cacat fisik.

Kondisi ini disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), karena terjadi infeksi Rubella pada ibu hamil dan dapat menular ke janin. Beberapa jenis gangguan yang dialami bayi adalah gangguan pendengaran/tuli, kerusakan otak, gangguan jantung dan pembuluh darah, sampai pada cerebral palsy. Untuk menanganinya dapat dilakukan tindakan preventif dengan vaksinasi MMR sebelum menikah.

Vaksinasi VZV Agar Terhindar Dari Cacar Air Karena Dapat Membahayakan Janin

Vaksin VZV penting dilakukan untuk melindungimu dari virus penyebab cacar air yang bernama VZV. Kondisi secara umum akibat dari ibu hamil yang mengalami cacat air adalah jaringan parut pada kulit, kelainan yang dapat mencakup masalah kepala, mata, berat badan bayi lahir rendah, hingga mengalami keterbelakangan mental.

Lebih parahnya lagi apabila infeksi cacat air terjadi saat mendekati waktu kelahiran atau 1 minggu sebelum kelahiran maka sang bayi berisiko tertular infeksi varicella. Kalau kamu sayang akan buah hatimu, lebih baik mencegahnya dengan menjalani vaksin VZV. Karena vaksin ini tak dapat diberikan saat sedang hamil.

Membentengi Dari Penyakit Kanker Serviks Dengan Vaksin HPV

Salah satu penyakit yang paling berbahaya adalah kanker serviks, demi mencegahnya bisa dilakukan Vaksinasi HPV ( Human Papiloma Virus). Penyakit ini dapat dialami siapa pun baik perempuan maupun laki-lai. Apalagi bagi mereka yang sudah berhubungan badan secara aktif. Secara dasar vaksin ini diberikan kepada cewek sejak umur 9 sampai 45 tahun yang dilakukan rumah sakit oleh dokter spesialis kandungan. Pemberian vaksinnya pun terbagi dalam tiga tahapan, yakni pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.

Agar Terhindar dari Penyakit Kuning, Radang Liver, dan Kanker Hati Lakukan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksin yang terakhir adalah vaksin Hepatitis B. Penyakit ini dapat menular lewat transfusi darah, hubungan seksual, sampai penggunaan barang pribadi secara bersama. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menyerang liver. Jenis vaksin ini akan diberikan tiga kali dengan jarak satu sampai enam bulan. Dua dosis pertama guna membentuk antibodi dan yang ketiga untuk meningkatkan kadar antibodi tersebut. Sebagai pasangan bakal menikah yang nantinya bakal aktif berhubungan seksual, vaksinasi Hepatitis B perlu dilakukan sebelum menikah.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top